Thursday, December 26, 2019

PAUS FRANCIS :BUNDA MARIA BUKANLAH PENEBUS-BERSAMA


13 Desember 2019
PAUS FRANCIS BERKATA BAHWA BUNDA MARIA BUKANLAH PENEBUS-BERSAMA
(CO-REDEMTRIX)
(MESKIPUN ST.PIUS X, PIUS XI, JOHN PAUL II MENGATAKAN SEBALIKNYA)


Bunda Maria "tidak pernah memperkenalkan dirinya sebagai penebus bersama, tetapi dia adalah sebagai murid," demikian kata Francis dalam homilinya pada tanggal 12 Desember 2019 tentang Bunda Maria dari Guadalupe, meskipun Bunda Maria tidak pernah memperkenalkan dirinya sebagai ‘murid’ seperti yang dikatakan oleh Francis itu.

Francis menyanggah telah memfitnah Bunda Maria, meski dia berkata bahwa berbagai gelar dan dogma Maria yang baru sebagai ‘kebodohan.’ Gereja yang ada sebelum Francis telah memperkenalkan ratusan gelar Maria (lihat dalam doa litani Maria) dan menyatakan empat dogma bagi Maria (sebagai Bunda Allah, Keperawanan Maria, Yang Dikandung Tanpa Noda, serta Maria Diangkat ke Surga).

Upaya untuk memperkenalkan dogma Maria kelima, sebagai Co-Reedemer (Penebus Bersama) sangatlah kuat di sepanjang abad ke-20, tetapi Pius XII memveto usulan itu meskipun gelar ini (Penebus Bersama) telah digunakan dan dibahas sejak abad ke-15.

Pius X memohon gelar Maria itu dalam dalam sebuah doa yang merupakan bagian dari dokumen resmi Gereja (AAS [6] 1914, 108). Gelar itu juga digunakan oleh Pius XI dan John Paul II.

#newsOkskxiyscy


Mereka yang seharusnya membela Gereja, akan menyerah kepada para musuh,
dan melakukan permintaan mereka. Meski nampaknya setan bisa menang, namun
kehancuran mereka sudah dekat. Mereka akan dicampakkan ke tanah.
(Our Lady of Quito, Ecuador, 1610)


KEPAUSAN FRANCIS MERUPAKAN SKANDAL DALAM ARTIAN ALKITABIAH



KEPAUSAN FRANCIS MERUPAKAN SKANDAL DALAM ARTIAN ALKITABIAH

Marcello Pera

Kepausan Francis adalah "skandal dalam artian alkitabiah," demikian politisi Italia, filsuf dan atheis, Marcello Pera, mengatakan kepada LaFedeQuotidiana.it (19 Desember 2019).

Marcello Pera menjelaskan bahwa tindakan Francis bertentangan dengan Tradisi dan doktrin, dimana dia memperkenalkan berbagai macam inovasi dan perbuatan yang tidak dapat dijelaskan. Kepausannya sangat membingungkan umat, kata Marcello Pera mengamati.

Sebagai akibatnya "jumlah panggilan
religius, kehadiran umat di dalam Misa Kudus, jumlah sumbangan (kolekte dll), kehadiran di Angelus juga menurun drastis."

Dalam kaitannya dengan fondasi Iman Katolik, Marcello Pera menganggap bahwa kepausan Francis "sebagai sebuah perlawanan terhadap nalar sehat."

Katolisitas sedang menurun dan ia kalah dalam pertempuran budaya dan agama, kata Marcello Pera,

“Pihak berwenang
dalam gereja Katolik merasa takut dan mereka menawarkan sebuah tontonan yang sangat menyedihkan. Cermin yang andal dari situasi ini nampak dalam kepemimpinan Gereja."

Picture: Marcello Pera, © wikicommons, CC BY-SA, #newsHkauugyvhb




   Dia ingin menemukan sumber kekacauan di Vatikan


BEBERAPA DIOSIS DI PERANCIS MEMPERKENALKAN FORMULIR...


24 Desember 2019

BEBERAPA DIOSIS DI PERANCIS MEMPERKENALKAN FORMULIR PENDAFTARAN BARU BAGI PEMBAPTISAN ANAK DARI ORANG TUA HOMOSEX



Di Perancis, dibuat sebuah formulir baru bagi pendaftaran pembaptisan anak yang berisi ‘nama dan nama depan orang tua atau wali lainnya yang homosex,” demikian HommeNouveau.fr (23 Desember 2019) melaporkan.

Formulir itu sudah dikirim ke semua uskup pada Desember 2018 oleh Uskup Langres, Joseph de Metz-Noblat, presiden dari Dewan Uskup Perancis untuk Pertanyaan Masalah Canonical.

Dalam sebuah 
surat pengantar, uskup Joseph de Metz-Noblat menjelaskan bahwa situasi keluarga saat ini telah menjadi semakin kompleks. Oleh karena itu, para imam hendaknya tidak usah ‘menilai’ situasi-situasi ini atau membuat anak-anak harus terkena dampaknya jika mereka menolak membaptis anak-anak itu (dari orang tua homosex).

Jelas bahwa yang dimaksud oleh uskup Metz-Noblat disini adalah pasangan homoseksual.

Bentuk formulir ini berusaha menghindari penyebutan bapak A dan ibu B dari anak-anak yang orang tuanya adalah pasangan homosex dan formulir itu hanya menyebut nama anak yang akan dibaptis sebagai ‘putra’ atau ‘putri’ dari si A dan si B. Hanya nama saja. Tanpa menyebut bapak A dan ibu B. Jadi, kata bapak/ibu telah dihilangkan dalam formulir yang baru ini.

Picture: © Matthew Doyle, CC BY-NC, #newsTzasqlplmc


 Saya akan membebaskan orang-orang LGBT dari belenggu
doktrin Katolik yang kuno

PERTAPA DI SKOTLANDIA DI-EXKOM



SEJUMLAH PERTAPA DI SKOTLANDIA YANG BERSIKAP KRITIS TERHADAP FRANCIS, DI-EXKOM


Uskup Brian McGee, 54, dari Argyll and The Isles, Skotlandia, melakukan ex-kom terhadap sekelompok pertapa di Pulau Westray, demikian tulis Deacon Nick Donnelly di Twitter.

E
xkom itu diberitahukan pada malam Natal melalui surat.

Kelompok itu terdiri dari Pastor Stephen de Kerdrel, Suster Colette Roberts dan
Bruder Damon Kelly yang, di masa lalu, telah ditangkap hingga sepuluh kali karena mengkritik homoseksualitas dan aborsi.

Alasan
dari exkom ini adalah karena sebuah pernyataan yang diterbitkan pada musim panas lalu di situs web para pertapa itu, yang menyebut Francis sebagai ‘bidaah besar’ dan menyatakan bahwa ‘tidak pernah dalam sejarah ada paus seperti itu, yang dengan tindakan, kata-kata, dan ajaran-ajarannya, telah melemparkan seluruh Gereja kedalam kebingungan.’

Karena itu
, deklarasi para pertapa itu telah mengundang ‘kepatuhan kita kepada paus Francis dan kami memberikan keputusan (exkom) ini dalam persekutuan dengan Tahta Suci.’