Friday, July 3, 2015

Dr. Kelly Bowring : Mengenai MDM, Paus Fransiskus dan Nabi Palsu

Mengenai MDM, Paus Fransiskus dan Nabi Palsu
by Dr. Kelly Bowring

Dr Kelly Bowring adalah seorang teolog Katolik dan penulis buku-buku Katolik yang laris seperti “The Secrets, Chastisement, and Triumph” dan “The Great Battle Has Begun”.  Artikel berikut ini dicetak ulang dengan izin dari website-nya, Two Hearts Press

Pesan-pesan dari Maria Kerahiman Ilahi (MDM), yang dilaporkan telah diterima olehnya dari sumber-sumber surgawi, adalah masuk akal. Saya telah memeriksa semua pesan, serta semua evaluasi dan kritik yang telah diterbitkan mengenai pesan-pesan yang diterimanya, dan saya belum menemukan satu kesalahanpun dalam pesan-pesannya. Dan evaluasi negatif mengenai MDM yang diposting oleh para kritikus sampai saat ini, yang terbaik sekalipun, tidaklah meyakinkan dan tidak memberikan kesimpulan apa-apa.

Saya belum menemukan bahwa pesan-pesannya bertentangan dengan doktrin apapun, atau bahwa ia berisi kesalahan yang fatal. Hingga saat ini, pesan-pesan yang diterimanya mmasih tidak dipersalahkan oleh otoritas resmi Gereja yang memiliki wewenang untuk melakukannya (yang akan menjadi Uskup Irlandia atau CDF), meskipun, tentu saja, pesan-pesan ini belum menerima pengakuan resmi dari Gereja.

Di sisi lain, beberapa dari nubuat didalam pesan-pesan ini telah terjadi, dan pesan-pesannya adalah sejalan dengan sumber-sumber lain yang sah yang berkaitan dengan nubuat yang sedang diberikan bagi saat-saat ini.

Begitu juga doa-doa Perjuangan dari MDM memiliki status yang sama sebagaimana pesan-pesannya, seperti dikatakan di atas, maka dengan demikian, doa-doa tersebut adalah boleh didaraskan.

Jadi, ringkasnya, umat beriman didalam Gereja boleh membaca dan menyebarkan pesan-pesan MDM dan mendaraskan doa-doanya.

Perlunya berhati-hati

Namun, kita harus berhati-hati, dan terus berusaha membedakan disertai dengan berdoa dan sikap kepatuhan kepada Gereja dan Roh Kudus, sambil mengingat kata-kata dari Paus Urbanus VIII: "Dalam kasus-kasus yang menyangkut pewahyuan pribadi, lebih baik untuk percaya daripada tidak percaya, sebab jika Anda percaya, dan itu terbukti benar, Anda akan senang bahwa Anda telah percaya, karena Bunda Kudus yang telah memintanya. Jika Anda percaya, dan ternyata hal itu terbukti palsu, maka Anda akan tetap menerima semua berkat seolah pesan-pesan itu adalah benar, karena Anda percaya hal itu benar."

Masalah potensiil

Salah satu masalah serius yang diangkat didalam pesan-pesan surgawi yang dilaporkan oleh MDM adalah mengenai pesannya bahwa Paus Benediktus XVI akan meninggalkan kepausan (sebelum dia meninggal) dan bahwa penggantinya akan menjadi nabi palsu (seperti yang ditulis dalam Kitab Wahyu 13). Ini adalah pesan yang sulit dan harus dipertimbangkan dengan ketajaman pembedaan yang besar. Apakah pesan ini benar atau tidak, kita tidak tahu.

Bahkan jika pesan ini benar, janganlah kita memutuskannya sendiri seperti itu... kita harus menunggu Gereja untuk mengarahkan kita dalam masalah ini. Tidak peduli apapun, kita harus tetap setia kepada Gereja. Kita tidak pernah secara pribadi diizinkan untuk percaya bahwa Paus adalah tidak valid, kecuali otoritas yang sah dan tertinggi Gereja menunjukkan bahwa dia seperti itu.

Perlunya pembedaan secara hati-hati

Jadi, sementara kita dapat merenungkan dan menyebarkan pesan-pesan dari MDM, sebagai umat Katolik, kita harus juga berhati-hati (dan bahkan agak kritis tentang) pesan ini dalam masalah yang berkaitan dengan Paus yang baru ini, dan dalam situasi seperti ini kita harus secara pribadi menyatakan sebagai berikut:

1. Saya menerima ajaran Gereja Katolik Universal bahwa Paus ketika berbicara tentang iman dan moral adalah tidak bisa salah.

2. Saya menerima Paus Francis, karena dipilih secara sah didalam konklaf baru-baru ini (sebagai Paus yang terpilih secara sah ).

Hal ini termasuk "semua tindakan Magisterium [yang] berasal dari sumber yang sama, yaitu dari Kristus ... Dengan alasan yang sama, keputusan magisterial dalam hal disiplin, meski jika hal itu tidak dijamin oleh karisma infalibilitas, terjadi bukan tanpa bantuan ilahi dan ia menuntut agar umat beriman mematuhinya"(Donum Veritatis), dimana setiap anggota dari umat Katolik wajib memberikan kepatuhan itu kepada Paus Francis.

Waktu yang akan berbicara

Waktu akan membuat segala sesuatu menjadi jelas dalam masalah yang rumit ini, apakah pesan-pesan MDM layak menerima penolakan karena dia salah secara doktrinal, pesan-pesannya tidak otentik, atau ia akhirnya benar-benar dipersalahkan oleh Gereja. Jika tidak, maka nubuatan-nubuatannya akan terus menunjukkan kebenarannya sementara peristiwa-peristiwa terungkap dan hal itu menjadi kenyataan.

Pertanyaan penting dan klarifikasi

Pertanyaan yang paling umum dari orang-orang saat ini tentang MDM adalah apakah paus yang terpilih secara sah bisa menjadi nabi palsu, seperti yang ada didalam pesan MDM. Jawabannya adalah : YA.

Meskipun hal ini adalah mungkin, namun ia sangat mustahil.

Jadi, bagaimana bisa terjadi bahwa seorang paus yang terpilih secara sah bisa menjadi nabi palsu (seorang paus yang tidak benar atau anti-Paus)?

Didalam ajaran Paus Paulus IV (Papal Bull) ‘Cum ex Officio Apostolatus’ mengajarkan bahwa jika seseorang itu bidaah sebelum pemilihan Paus, dia tidak bisa menjadi Paus yang sah, meski dia terpilih secara sah dan dengan suara bulat oleh para Kardinal.

Selain itu, Canon 188,4 (1917 Kitab Hukum Kanonik) menyatakan bahwa jika seorang klerus (paus, uskup, dll) menjadi sesat, maka dia kehilangan jabatannya, tidak memiliki hak untuk memberlakukan hukum.

St Robertus Bellarminus, St Antonius, St Fransiskus de Sales, St Alfonsus Liguori, dan banyak teolog lainnya mengajarkan bahwa seorang bidaah tidak bisa menjadi paus yang valid.

“Namun jika Tuhan mengizinkan seorang paus untuk menjadi sesat hingga terkenal dan keras kepala, maka dengan kenyataan itu dia akan berhenti menjadi Paus, dan kursi apostoliknya menjadi kosong." St Alfonsus Liguori, Doktor Gereja.

Berikut ini adalah beberapa kutipan mengenai kemungkinan seperti itu :   http://www.protestanterrors.com/pope-heresy.htm

Namun, hukum gerejawi mensyaratkan bahwa umat beriman harus menganggap bahwa kita memiliki paus yang sah, kecuali otoritas tertinggi Gereja secara resmi menyatakan sebaliknya.

Jadi, seseorang bisa saja mempertimbangkan adanya kemungkinan bahwa "anti-paus" berpotensi datang dari konklaf yang valid, dan ini bukan merupakan posisi yang salah atau "sesat".

Jadi, sebenarnya mungkin saja untuk tetap setia kepada Magisterium sambil menganggap bahwa pesan-pesan dari MDM masuk akal dan mungkin otentik bahwa Paus adalah nabi palsu ... dan bahkan Gereja sendiri menyatakan bahwa hal ini setidaknya adalah mungkin.

Mengkritik dan tidak mematuhi seorang Paus

Kita mungkin bertanya apakah boleh mengkritik paus. Jawabannya adalah 'ya'. Contoh ini dilakukan dalam Alkitab oleh St. Paulus yang berhadapan dengan Paus St. Peter, menulis tentang pertemuan itu dengan mengatakan: "Dan ketika Kefas (Paus St. Peter) datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah"(Galatia 2:11-14).

St Thomas Aquinas menegaskan, dengan mengatakan: "Jika terdapat bahaya yang mengancam Iman, maka para uskup harus dipertanyakan, bahkan secara terbuka, oleh umat mereka." Menjelaskan kebenaran untuk menolak para rohaniwan yang bandel, termasuk paus sekalipun, St Agustinus menulis, "Adalah mungkin bagi bawahan untuk memiliki keberanian dalam melawan atasan mereka tanpa rasa takut, ketika dengan sikap ketulusan mereka berbicara untuk membela kebenaran." Para paus sendiri mengajarkan hal ini. Pius IX Venerabilia mengatakan: "Jika seorang paus masa mendatang mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan Iman Katolik, janganlah mematuhinya." Bahkan jika banyak orang mengikuti paus itu menjadi bidaah, dan "Meski umat Katolik yang setia kepada Tradisi hanya menjadi segelintir orang, tetapi mereka adalah Gereja yang benar dari Yesus Kristus," demikian kata St Athanasius.

St Robert Bellarmine, SJ, bahkan menulis sebagai berikut:

"Seperti halnya dibolehkan untuk menentang Paus yang menyerang tubuh, maka juga dibolehkan untuk menentang orang yang menyerang jiwa atau yang mengganggu ketertiban masyarakat, atau, lebih dari semuanya, yang mencoba untuk menghancurkan Gereja. Saya mengatakan bahwa adalah boleh untuk melawannya dengan tidak melakukan apa yang dia perintahkan dan mencegah keinginannya untuk dilaksanakan."

Waktu akan membuat masalah ini menjadi jelas

Semoga Tuhan selalu membimbing kita didalam kebenaran-Nya dan kesetiaan kepada GerejaNya dan kesetiaan kepada PausNya.

Sebagai ringkasan dari pesan surgawi dan tanda-tanda zaman kita, termasuk juga pesan-pesan dari MDM, bacalah "The Great Battle Has Begun" (www.TwoHeartsPress.com).

Dr Bowring memberikan wawancara tentang sikapnya dalam masalah MDM dan sebuah jawaban atas kritikan Mark Miravalle dan Jimmy Akin disini:

Thursday, July 2, 2015

Kelly Bowring : 13 Oktober 2014 - Hari yang akan dikenang ....

13 Oktober 2014 : Hari yang akan dikenang sebagai hari dimulainya perpecahan (skisma) didalam Gereja Katolik?
Oleh Dr. Kelly Bowring, www.TwoHeartsPress.com, October 13, 2014.  Originally published in the Two Hearts press website.

Akankah hari ini dikenang sebagai hari pertama yang menuju kepada perpecahan didalam Gereja seperti yang dinubuatkan? Sangat mungkin ya. Dari berbagai laporan yang ada, orang menjadi terbangun untuk menyaksikan bahwa Sinode tentang Keluarga di bulan Oktober 2014 ini merupakan sebuah bentuk kegagalan yang telah dirancang secara resmi oleh Vatikan. Laporan sementara yang dirilis hari ini, 13 Oktober 2014, merupakan sebuah hari yang memiliki makna yang besar secara spirituil.

Laporan sementara dari sinode ini disebut sebagai sebuah ‘gempa bumi’ oleh seorang wartawan Katolik, dan merupakan ‘salah satu dokumen terburuk yang dibuat dalam sejarah Gereja”, demikian kata John Smeaton, pendiri acara ‘Voice of the Family’. Selanjutnya dia mengatakan :”Kami menghimbau umat Katolik untuk tidak merasa puas atau menyerah kepada sebuah rasa kepatuhan yang palsu, di hadapan berbagai serangan atas prinsip-prinsip fundamental dari hukum alam (serta doktrin Gereja). Umat Katolik secara moral berkewajiban untuk menentang rencana yang dilakukan didalam sinode ini.” Jika anda melihatnya, maka dokumen yang meringkaskan kegiatan pada minggu pertama dari sinode ini tidaklah bisa diterima oleh banyak uskup, demikian kata Uskup Agung Stanislaw GÄ…decki.

Sementara itu laporan sinode yang dirilis hari ini yang merupakan laporan pendahuluan sebagai bahan diskusi, bukannya sebuah proposal yang definitiv, jelas sekali menunjukkan kemana arah yang dituju. Dan apakah orang mau mengakuinya ataupun tidak, kenyataannya adalah bahwa kereta telah bergerak meninggalkan stasiun dan tak ada yang bisa menghentikannya ataupun merubah perjalanannya. Laporan sementara dari sinode ini adalah sebuah dokumen setan, yang tak mengenal rasa kasih, yang memiliki standar ganda serta kompromi doktrinal (untuk mengakomodasi kepentingan duniawi serta rasa kasih yang sesat yang mau menerima perbuatan dosa), yang berusaha untuk menarik keluar dan mempromosikan ungkapan positiv yang justru mendukung kejahatan. Secara keseluruhan dokumen itu bersifat bidaah, dan ia muncul dari kepemimpinan Gereja ‘yang sah’ yang mengendalikan pelaksanaan sinode ini. Seluruh umat Katolik yang berkehendak baik hendaknya mengkritik dokumen ini beserta isinya, serta dokumen-dokumen berikutnya nanti yang menjadi ikutannya – namun hendaknya dilakukan didalam persekutuan dengan Magisterium yang benar. 

Hari ini, 13 Oktober, akan diingat sebagai hari yang sangat penting, karena apa yang terjadi di Roma, akan mungkin menjadi hari pertama dari apa yang telah dinubuatkan sebagai Perpecahan Gereja, yang kini sedang berkembang. Dengan cara yang sama, hari ini, 13 Oktober, juga menjadi hari yang sangat penting dalam sejarah Gereja.

13 Oktober : 4 peristiwa yang berhubungan dengan ‘tanda-tanda zaman’

1.      October 13, 1884: Hari ketika doa St.Mikael ditulis. 

Dilaporkan bahwa pada tanggal 13 Oktober 1884, dimana 33 tahun kemudian menjadi tanggal dari terjadinya Keajaiban Fatima, Paus Leo XIII mengalami penglihatan akan masa depan Gereja. Dalam keadaan ekstase, Paus Leo mendengar dua buah suara yang sedang berbicara :

Setan : “Berilah aku waktu yang cukup dan kuasa yang cukup, dan aku akan menghancurkan gerejaMu.”
Yesus : “Berapa banyak waktu dan berapa besar kuasa itu?”
Setan : “100 tahun dan kuasa yang lebih besar lagi atas mereka yang akan menyerahkan dirinya untuk melayani aku.”
Yesus : “Kamu memiliki waktu itu dan kamu akan memiliki kuasa itu.”

Masa seratus tahun ini dikenal sebagai ‘100 tahun pemerintahan setan’. Leo XIII sangat terguncang oleh penglihatan ini karena akan terjadi kemerosotan moral serta nilai-nilai spirituil, baik didalam maupun diluar Gereja, hingga segera saja dia menyusun sebuah doa, ‘Doa St.Mikael, Malaikat Agung’, untuk memerangi kuasa setan. St. Yohanes Paulus II berbicara tentang pentingnya doa ini di zaman kita sekarang, dengan berkata :”Kitab Wahyu mengacu kepada pertempuran, dengan menghadirkan di hadapan mata kita sosok St.Mikael, Malaikat Agung (Why 12:7). Paus Leo XIII memiliki ingatan yang sangat jelas akan penglihatan ini ketika pada akhir abad ke 19, dia memperkenalkan doa khusus kepada St.Mikael di seluruh Gereja. Meskipun doa ini tidak lagi didaraskan pada akhir dari Misa Kudus saat ini, tetapi aku meminta kepada semua orang agar tidak melupakan doa St.Mikael dan mendaraskannya untuk mendapatkan pertolongan didalam pertempuran melawan kuasa-kuasa kegelapan dan terhadap semangat duniawi ini.”

2.      October 13, 1917: Hari ketika matahari nampak jatuh ke bumi (di Fatima)

33 tahun kemudian setelah penglihatan Paus Leo XII, selama penampakan Bunda Maria yang terakhir di Fatima, visiuner Lucia berseru “Lihatlah matahari !” – awan mendung nampak terbuka, hingga matahari terlihat, dan mulai ‘menari-nari’. Matahari nampak berputar cepat seperti sebuah bola api raksasa dimana segala sesuatu di bumi saat itu nampak berkilauan dengan berbagai warna yang berganti-ganti. Kemudian matahari nampak bergetar, berguncang, dan kemudian secara zigzag ia terlempar menuju kerumunan saksi mata yang ketakutan saat itu. Banyak yang berlari ketakutan, dan mengira bahwa dunia akan berakhir saat itu. Akhirnya matahari itu bergerak zigzag kembali ke tempatnya semula di langit, dan berkilauan seperti sebelumnya. Orang-orang menyadari bahwa pakaian mereka, yang sebelumnya basah kuyup oleh air hujan, kini telah mengering secara tiba-tiba, berserta tanah dibawah mereka juga mengering. ‘Keajaiban matahari’ itu juga terlihat oleh banyak orang dalam radius 25 mil jauhnya dari tempat penampakan itu. Di tempat itu sendiri ada sekitar 70 000 orang saksi mata.

Rahasia ke tiga Fatima diungkapkan kepada publik oleh St.Yohanes Paulus II pada tahun 2000. Upaya itu telah mengharuskan seorang Paus untuk melakukan perjalanan melalui sebuah kota yang terkoyak oleh peperangan, dengan sisa umat beriman mengikuti dia, berjalan diatas mayat-mayat, hingga Paus keluar dari kota itu menuju sebuah bukit dimana ada sebuah salib besar disitu, dimana dia dan beberapa umat beriman menjadi martir.

Apakah seratus tahun pemerintahan setan itu dimulai sekitar tahun 1917? Apakah nubuatan dari rahasia ke tiga Fatima berhubungan dengan perpecahan yang kini sedang muncul didalam Gereja? Apakah kota yang terkoyak oleh peperangan itu adalah Gereja? Apakah Paus yang disebut didalam rahasia itu adalah Paus Emeritus Benediktus?

Akankah Paus Emeritus Benediktus akan berbicara menentang kemurtadan ini ketika para pemimpin gereja melintas batas melawan doktrin? Akankah dia nantinya akan ‘dihukum’ karena melakukan hal itu? seperti Kardinal Burke?

3.      October 13, 1973: Hari dimana Bunda Maria memberikan nubuatan yang paling lantang mengenai perpecahan itu

Didalam pesan ke tiga dan terakhir dari Akita, 13 Oktober 1973, Bunda Maria memperingatkan :

“Seperti telah kukatakan kepadamu, jika manusia tidak mau bertobat dan memperbaiki dirinya, maka Bapa akan memberikan hukuman yang mengerikan kepada seluruh umat manusia. Ia akan berupa hukuman yang lebih besar dari pada air bah dulu, yang belum pernah terjadi sebelumnya. Api akan jatuh dari langit dan akan menyapu bersih sebagian besar umat manusia, yang baik maupun yang jahat, tanpa meluputkan imam-imam maupun umat awam. Mereka yang bertahan hidup akan mendapati dirinya sangat kesepian hingga mereka akan merasa iri dengan yang mati. Satu-satunya senjata yang akan tetap ada bersamamu adalah Rosario dan Tanda yang ditinggalkan oleh Puteraku. Setiap hari, daraskanlah doa-doa Rosario. Dengan Rosario, berdoalah bagi paus, para uskup dan imam-imam.

Ulah setan akan merasuk kedalam Gereja sedemikian rupa hingga orang akan melihat kardinal melawan kardinal, uskup melawan uskup yang lain. Imam-imam yang menghormati aku akan dicemooh dan ditentang oleh sesamanya. Gereja dan altar-altar akan dirusak. Gereja akan penuh dengan mereka yang mau menerima kompromi dan setan akan mendesak imam-imam serta jiwa-jiwa yang disucikan untuk meninggalkan pelayanan kepada Tuhan.

Setan akan marah terutama kepada jiwa-jiwa yang dipersembahkan kepada Tuhan. Ingatan akan musnahnya begitu banyak jiwa ini menjadi penyebab dari kesedihanku. Jika dosa semakin meningkat jumlahnya dan derajatnya, maka tak ada lagi pengampunan bagi mereka.”

4.      October 13, 2014: Hari pertama berkembangnya perpecahan didalam Gereja Katolik?

Apakah nubuatan-nubuatan ini sedang digenapi saat ini? Jika benar, bagaimana bisa kemurtadan dan perpecahan itu berkembang?

Jika anda campur tangan dalam ‘Disiplin Pastoral’ mengenai masalah yang berhubungan dengan ‘Doktrin’ maka anda campur tangan didalam ‘Doktrin’ itu sendiri. Jika anda campur tangan didalam ‘Doktrin’ maka anda melakukan ‘bidaah’, yang akan menjurus kepada ‘Kemurtadan’ publik. Anjurkanlah dan berteguhlah didalam ‘Kemurtadan’ di tingkat yang resmi dari Gereja maka anda akan menuntun Gereja ‘yang sah’ menuju ‘Perpecahan’. Menurut nubuatan, ketika Gereja ‘yang sah’ dituntun menuju ‘Perpecahan’, maka sisa umat beriman tidak akan mengikutinya, dan mereka akan tetap bersatu dengan Gereja yang benar. Kemudian kita akan memiliki dua jenis gereja – sebuah gereja yang sah namun palsu, didalam kemurtadan dan perpecahan, serta sebuah sisa gereja yang benar yang tetap setia kepada Doktrin Kristus dan Magisterium.

Apa yang membuat situasi yang sedang berkembang saat ini berbeda dengan perpecahan di tahun 1960an dari Uskup Agung Lefebvre dan ‘Masyarakat St.Pius X’? Dalam situasi saat ini, Gereja ‘yang sah’ mungkin bergerak menuju kemurtadan, maka ia akan terpisah dari Gereja Yang Benar, dan menuju kepada perpecahan, meski ia dipinpin oleh Paus ‘yang sedang memerintah’ (yang telah membuat kepausannya menjadi tidak valid karena dia merubah atau mengabaikan sebuah doktrin Gereja). Namun sisa Gereja tidak semuanya menjadi tercerai berai, mereka akan tetap berada bersama Magisterium yang otentik, bersatu didalam Gereja yang benar, dengan mempertahankan semua doktrinnya (meski terpaksa tidak memiliki paus yang benar untuk sementara waktu).

Apakah hal ini akan terjadi? Nubuatan yang layak dipercaya saat ini menunjukkan bahwa hal itu akan terjadi di saat-saat ini. Apa yang akan terjadi dan telah terjadi saat ini tidaklah jauh realitanya. Pada tahap sekarang ini, segala sesuatunya tak akan menjadi normal kembali. Seperti yang terjadi pada hari ini, 13 Oktober, pertempuran besar dan terakhir didalam Gereja kini telah terbuka. Doa-doa dan kurban bisa meringankan beberapa peristiwa yang telah direncanakan dan apa yang telah dinubuatkan.

Empat buah peristiwa pada tanggal 13 Oktober yang saling berkaitan dan berhubungan :

1) 1884 – Doa St.Mikael dan kaitannya dengan Kitab Wahyu serta pertempuran terakhir melawan setan.

2) 1917 – Keajaiban matahari yang jatuh ke bumi yang mencegah akhir dunia ini (seperti kita mengetahuinya) dan kaitannya dengan rahasia ke tiga Fatima, dimana terjadi penglihatan berupa perang didalam gereja, dengan sisa umat beriman yang tetap setia kepada doktrin-doktrin Gereja meski harus melalui saat-saat penganiayaan...

3) 1973 – Nubuatan Bunda Maria yang telah diakui oleh Gereja, bahwa setan akan menyerang Gereja sedemikian rupa hingga orang akan melihat kardinal yang baik melawan kardinal yang tidak baik, karena Gereja akan penuh dengan orang-orang yang mau menerima kompromi dalam hal doktrin ... dan kemudian saat ini :

4) 2014 – Laporan sementara dari sinode tentang keluarga, dan gerakan yang terbuka dan terus berkembang menuju kemurtadan serta perpecahan, seperti yang telah dinubatkan.

Apa yang harus dilakukan sekarang?
  1. Daraskanlah doa St.Mikael, seperti yang diminta oleh Paus Leo dan Yohanes Paulus, dan berdoalah Rosario didalam keluarga setiap hari, seperti yang diminta oleh Bunda Fatima. Masuklah kedalam Hati Maria Yang Tak Bernoda melalui Konsekrasi Maria. Lakukanlah ‘silih, silih, silih’.
  2. Berdoalah bagi Paus Franciscus, Benediktus, para uskup dan imam-imam, dan bagi Gereja serta sinode kali ini.
  3. Tetaplah patuh kepada Paus Franciscus (untuk saat ini) namun tetaplah berjaga dan waspada serta bersikap kritis terhadap berbagai perkembangan buruk yang mungkin terjadi di Vatikan.
  4. Tunggulah dan ikutilah para pemimpin magisterium yang tetap setia – seperti misalnya Burke, Mueller, dan Benediktus XVI – yang tak pernah membiarkan kita mengikuti ajaran bidaah atau kemurtadan, meski fakta menunjukkan kepada kita bahwa Gereja ‘yang sah’ telah mengikutinya, ketika dan jika mereka dalam kenyataannya telah melintasi batas perubahan atau mengabaikan doktrin dimana hal ini kini sedang berkembang. Sementara itu perhatikanlah baik-baik kritikan mereka mengenai tulisan-tulisan dan kejadian-kejadian yang berhubungan dengan Vatikan.
  5. Diharapkan agar mengantisipasi adanya perpecahan ini tanpa kehilangan rasa ketenangan anda sementara kita semua berjalan menuju kepadanya... nubuatan Injil dan pewahyuan pribadi yang layak dipercaya telah memperingatkan kita mengenai hal itu, dan Allah tahu apa yang sedang Dia lakukan dan Dia ijinkan untuk terjadi. Percayalah selalu kepada Yesus, janganlah mengikuti mereka yang mau mengkompromikan doktrin Iman atau yang mendukung perbuatan dosa, meski demi alasan (yang palsu) belas kasih  serta kemurahan hati.
Tanggal 13 Oktober 2014 mungkin akan dikenang sebagai hari dimulainya ... Pertempuran terakhir dari Gereja (penglihatan Paus Leo), perang internal didalam gereja (rahasia ketiga Fatima), revolusi pada tingkatan tertinggi Gereja (nubuatan Akita), serta perpecahan terbuka dari dua gereja (laporan sementara dari sinode tentang keluarga). Waktu akan membuka kenyataan lebih banyak lagi.

Ingatlah, bahwa apapun yang terjadi, Bunda Maria berjanji bahwa pada akhirnya Hatinya Yang Tak Bernoda akan menang dan datangnya dunia yang telah diperbaharui itu akhirnya akan terjadi didalam zaman damai yang baru serta zaman pemerintahan Ekaristi yang baru.

Penutup


Adalah menjadi harapan saya bahwa mereka, terutama diantara umat beriman Katolik, yang hingga saat ini telah mengabaikan atau menolak nubuatan Katolik yang layak dipercaya di zaman kita ini – agar kini memperhatikannya. Allah memiliki sebuah pesan dimana Dia ingin dunia mendengarkannya. Sebarkanlah pesan Surgawi ini, umat beriman yang harus selalu waspada. Sekarang adalah waktunya. 

Wednesday, July 1, 2015

Mari kita melihat pesan MDM sebelumnya

Meterai Kedua : Perang Dunia 3
Rabu, 16 Mei 2012, jam 03.10 

PuteriKu yang terkasih, Aku harus memberitahu kamu bahwa sebuah perang dunia ke tiga akan terjadi di dunia.

Air mataKu mengalir seperti yang kau lihat sendiri. (Ketika Maria sedang menuliskan pesan ini, sebuah air mata mengalir pada foto Yesus yang ada dihadapannya).

Meterai Kedua akan segera dibuka seperti yang dinubuatkan oleh Yohanes Penginjil didalam Kitab Wahyu.

Ia akan mulai di Eropa.

Sistem perbankan akan menjadi penyebabnya dan Jerman, sekali lagi, akan terlibat didalam tragedi ini seperti yang terjadi pada dua peristiwa sebelumnya.

Ketika ia dimulai, banyak negara akan berusaha menyelamatkan eknominya, dan bencana itu akan mengenai Yunani serta banyak kejatuhan terjadi di Perancis.

Timur Tengah juga akan terlibat dengan Israel dan Iran akan berperang dan Suriah akan memainkan peranan besar didalam kejatuhan Mesir.

PuteriKu, Aku membangunkan kamu untuk mengatakan hal ini, bukan untuk menakut-nakuti kamu, tetapi untuk mendorong doa yang lebih banyak lagi bagi Eropa saat ini.

Karena perang dan tidak adanya uang, banyak panenan akan gagal, dan hal ini akan menuju kepada dibukanya Meterai Ketiga yang berarti munculnya kelaparan.

Inilah sebabnya mengapa Aku sekarang mendorong semua anak-anak Allah untuk menyimpan makanan kering dan yang tak dapat rusak, untuk memberi makan kepada keluarga-keluargamu. Adalah penting untuk menanam sendiri makananmu jika hal itu mungkin.

Tetapi ingatlah, bahwa doa bisa membatalkan banyak dari penderitaan ini.

Pengaruh dari perang ini adalah bahwa Gereja Katolik di dunia akan dipaksa untuk menjadi satu gereja tunggal di dunia dengan alasan demi penyatuan.

Penyatuan ini, atau yang merupakan damai yang palsu, akan mejadi kenyataan setelah antikris muncul dan menciptakan perdamaian yang palsu serta apa yang disebut sebagai akhir dari peperangan itu.

Pakta perdamaian ini akan melibatkan dunia Barat hingga Cina dan Rusia menjadi terlibat dalam masalah-masalah dunia.

Mereka (Cina dan Rusia) akan menimbulkan ancaman kepada ‘Binatang Bertanduk Sepuluh’, Eropa, dan akan menguasai mereka (Eropa) untuk memasukkan paham komunismenya.

Si Naga Merah (Cina) baru saja memperoleh pijakan yang kuat di dunia karena penguasaan mereka atas keuangan dunia.

Naga Merah dan Beruang Rusia tidaklah mengasihi Allah.

Mereka itu dituntun oleh antikris yang berasal dari timur dan yang bersembunyi dibalik pintu-pintu tertutup.

Ketika nubuatan ini terjadi maka seluruh dunia akan mempercayai pesan-pesan ini. Maka saat itu tak ada keraguan lagi.

Maka daraskanlah doa Perjuangan ini karena ia bisa membantu meringankan pengaruh dari peristiwa-peristiwa itu.

Doa Perjuangan (54) : Doa kepada Bapa untuk meringankan akibat dari Perang Dunia 3

Oh Bapa Surgawi, demi nama PuteraMu terkasih, Yesus Kristus, 
Yang sangat menderita demi dosa-dosa umat manusia, tolonglah kami di saat-saat yang sulit yang kami hadapi ini
Tolonglah kami agar bisa bertahan menghadapi penganiayaan yang direncanakan oleh para penguasa serakah dan mereka yang ingin menghancurkan Gereja-gerejaMu serta anak-anakMu
Kami mohon kepadaMu, Bapa yang terkasih, berilah makan kepada keluarga-keluarga kami dan selamatkanlah kehidupan mereka yang akan dipaksa untuk berperang melawan keinginan mereka sendiri 
Kami mengasihi Engkau, Bapa yang terkasih
Kami mohon kepadaMu, tolonglah kami di saat kami membutuhkan
Selamatkanlah kami dari cengkeraman antikris
Tolonglah kami untuk menghindari tanda ini, tanda dari binatang ini, dengan cara menolak untuk menerimanya
Tolonglah mereka yang mengasihi Engkau agar tetap setia kepada Sabda KudusMu setiap saat
Agar Engkau bisa melimpahi kami dengan rahmat untuk bertahan hidup didalam tubuh dan jiwa kami.
Amin

PuteriKu, Aku tahu bahwa berita ini mengejutkan, tetapi ingatlah bahwa doa dan Meterai dari Allah Yang Hidup didalam doa Perjuangan (33) akan melindungi para pengikutKu.

Sisa GerejaKu, kamu anak-anakKu, akan tetap hidup meski hal itu tidaklah mudah.

Kamu akan diganggu karena iman Kristianimu, namun kamu tak akan pernah menolak atau menyangkal Aku.

Bagi hal ini kamu akan memperoleh hadiah. HadiahKu yang berupa Meterai dari Allah Yang Hidup akan membuatmu tak terlihat oleh para musuhmu.

Daraskanlah doa itu setiap hari sejak saat ini dan seterusnya. Simpanlah doa ini didekatmu di rumahmu dan buatlah ia diberkati oleh imam.

Mulailah persiapanmu segera karena hari kejatuhan itu di Eropa sudah tidak jauh lagi.

Yesusmu


Negara-negara Eropa akan tunduk kepada kediktatoran yang tidak lebih baik dari pada saat Hitler dulu
Sabtu, 18 Februari 2012 jam 16.00

PuteriKu yang terkasih, adalah sudah menjadi niatanKu untuk melindungi sebanyak mungkin para pengikutKu ketika tangan BapaKu akan segera turun untuk menghukum umat manusia atas kejahatan mereka, dan untuk mencegah kekejian yang mengerikan agar tidak sampai dilakukan oleh para pendosa yang ingin menghancurkan banyak negara.

Kamu semua akan dilindungi namun tanggung jawabmu adalah kepada sesamamu. 

Perhatikanlah sekarang ketika beberapa negara di Eropa tunduk kepada kediktatoran yang tidak lebih baik dari pada saat Hitler dulu.

Berbagai rencana telah diletakkan oleh kelompok dunia untuk menguasai setiap negara di Eropa.

Babylon akan terguling seperti yang telah diramalkan.

Beruang dan naga merah itu akan berangkat berperang seperti yang telah diramalkan juga.

Roma akan menjadi tempat kedudukan bagi penguasa dan pemimpin jahat.

Italia akan terguling.

Yunani akan menjadi katalisator yang akan memberi alasan bagi kejatuhan Babylon.
Semuanya kini akan dinyatakan kepada dunia.

Doa bisa meringankan siksaan dari anak-anakKu yang menderita yang akan dipaksa untuk meminta makanan yang mereka taruh di mulut mereka.

Mereka akan diperlakukan sebagai anak-anak kecil namun mereka akan diinjak-injak ketika mereka diperbudak oleh kelompok global yang bekerja sama dengan para pemimpin Eropa.

Mereka adalah para pengkhianat, semua mereka, bukan saja kepada orang-orang yang seharusnya mereka layani, tetapi juga kepada Allah, BapaKu Yang Maha Kuasa.

Nama Allah sangat dibenci oleh kelompok ini, yang tidak menghormati Dia di negara-negara mereka.

Karena hal ini maka mereka akan menderita. Mereka akan dihukum dan dicegah upaya mereka untuk melaksanakan tujuan jahat mereka.

Murka dari BapaKu Yang Terkasih kini telah mencapai puncak yang tak terkirakan besarnya ketika kebangkitan si naga merah itu mulai nampak. 

Begitu banyak kehancuran terjadi, anak-anak.

Begitu banyaknya nafsu akan kekuatan dan kekuasaan.

Begitu banyaknya kebencian kepadaKu, Juru Selamat Ilahi mereka.

Ke empat utusan setan itu telah turun dan kini bekerja didalam kelompok-kelompok ini.

Para pemimpin yang jahat dan berkuasa itu sedang dikendalikan oleh antikris yang saat ini sangat aktiv. Antikris menjalankan organisasi yang sangat besar.

Begitu cerdiknya mereka hingga hanya sedikit saja orang yang menyadari perbuatan mereka.
Anak-anakKu, mereka akan berusaha menguasai dan semua rencana mereka nampak sedang dibuka.

Tetapi itulah saatnya ketika BapaKu akan campur tangan.

Celakalah mereka yang akan berhadapan dengan murka BapaKu.

Mereka bahkan tidak diberi kesempatan untuk merasa gemetar dihadapanNya, jika mereka tidak segera bertobat.

Sedikit sekali dari kamu, anak-anak, yang diberi dengan kebenaran ini karena banyak dari orang-orang ini yang mengendalikan berita-berita yang kau percayai kebenarannya.

Kamu tidak lagi memiliki sarana-sarana untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di dunia.

Bagi mereka yang kau anggap sebagai organisasi-organisasi yang bertanggung-jawab atas bangsa-bangsa, kenyataannya mereka adalah kelompok-kelompok yang dijalankan oleh antikris.

Bangsa-bangsa yang kau anggap sebagai jahat, mereka sedang dijadikan kurban dan digunakan sebagai pion sehingga dunia luar akan menganggap mereka jahat.

Janganlah kamu mudah percaya akan apa yang disajikan kepadamu dengan nama keadilan.

Berdoalah yang banyak bagi saudara-saudaramu yang akan diinjak-injak oleh orang-orang ini.

Berdoalah agar Peringatan itu bisa menunda perbuatan mereka dan berdoalah untuk meringankan akibat dari rencana mereka untuk menghapuskan hakmu atas uang, makanan dan menjalankan ibadah kristiani serta agama lain yang menghormati BapaKu.

Yesus Kristus yang mengasihi
Juru Selamat umat manusia


Marilah kita melihat apa yang terjadi di Yunani sekarang ini. Marilah kita berdoa lebih banyak lagi dan jangan lupa DP 54 ya.

Kelompok Freemason Italia secara resmi mendukung Pope Bergoglio

Kelompok Freemason Italia secara resmi mendukung Pope Bergoglio




Sehari setelah pemilihan PF, the Grand Orient of Italy (GOI), (kelompok Freemason Italia), yang mewakili Masoneria di negeri itu, mengeluarkan sebuah komunike (pernyataan) resmi yang memuji PF atas berbagai tindakan egaliter yang dilakukannya pada saat pemilihannya barusan. Dokumen itu juga mengumunkan harapan-harapan dari Freemason agar Paus yang baru itu bisa menuntun Gereja menuju jalur demokratis seperti yang diinginkan oleh gerakan Masoneria.

Translation from Italian:


Rome, March 14, 2013

Grand Master Raffi (salah satu petinggi kelompok Freemason Italia) berkata :”Bersama PF tak ada yang bisa lebih besar lagi. Ia adalah sebuah pilihan yang jelas atas persaudaraan bagi sebuah ‘Gereja dialog’ yang tidak dicemari oleh logika dan godaan-godaan kekuatan temporer.”

“Seorang pria sederhana dari Curia yang jauh. Persaudaraan dan keinginan akan dialog adalah menjadi keinginannya yang jelas. Mungkin tak ada didalam Gereja yang seperti itu sebelumnya. Harapan kami adalah agar pemerintahan kepausannya, Paus yang berasal dari ujung dunia, bisa menandai kembalinya Kristianitas kepada Gereja-dunia, bukannya institusi Gereja yang kaku, dan menganjurkan dialog terbuka dengan dunia sekitarnya, dengan umat beriman maupun orang-orang yang tidak percaya, dengan mengikuti perjalanan musim semi dari Vatikan II.” Ini adalah komentar Gustavo Raffi, Grand Master dari GOI di Italia, pada awal masa kepausan Francis.

"Dia adalah (Imam) Jesuit yang dekat dengan orang-orang yang paling kecil dalam sejarah," kata Raffi selanjutnya, "yang memiliki kesempatan besar untuk menunjukkan kepada dunia wajah Gereja yang semestinya mengumumkan sebuah makna kemanusiaan yang baru, bukannya memamerkan beratnya sebuah lembaga spirituil yang menutup diri guna membela keistimewaannya sendiri. Bergoglio menyadari kehidupan yang nyata dan dia akan selalu mengingat pelajaran dari salah satu teolog favoritnya, Romano Guardini, bagi siapa kebenaran kasihnya tidak bisa dihalangi.
"Salib sederhana yang dikenakannya pada jubah putihnya," demikian kata Grand Master (Freemason) Palazzo Giustiniani, "memungkinkan kita berharap bahwa sebuah Gereja milik umat akan menemukan kembali kemampuannya untuk berdialog dengan semua orang yang berkehendak baik dan dengan Freemasoneria, seperti pengalaman di Amerika Latin mengajarkan kepada kita, Gereja yang bekerja demi kebaikan dan kemajuan umat manusia, seperti yang ditunjukkan oleh, antara lain, Bolivar, Allende dan José Martí. Inilah 'asap putih' yang kita harapkan dari cerobong Gereja di zaman kita sekarang. "

Ingatlah akan kalimat pada pidato pertamanya disini.


Mengapa saya ikut menanda-tangani surat

Mengapa saya ikut menanda-tangani surat yang mendesak agar sinode tetap memegang teguh ajaran Gereja mengenai perkawinan

oleh Pastor Alexander Lucie-Smith
Artikel aslinya ada disini : http://www.catholicherald.co.uk/commentandblogs/2015/03/25/why-i-signed-the-letter-urging-the-synod-to-stand-firm-on-marriage/




Saya tidak merasa ragu sedikitpun juga ketika menanda-tangani surat itu, dan saya merasa bersyukur kepada para pemrakarsa surat itu yang telah menjalankan tugasnya.

Kembali pada beberapa waktu yang lalu, tak lama setelah penerbitan ensiklik Humanae Vitae, sekelompok umat Katolik Inggris yang dianggap baik, menulis surat kepada The Times dan mengungkapkan perbedaan pandangan mereka atas ajaran ensiklik itu. Saat itu, saya dengar, hal itu cukup menimbulkan sensasi besar. Sebenarnya, hampir setiap penandatangan surat perbedaan pendapat itu seharusnya telah mati sekarang, tetapi saya ingat ada seseorang menunjukkan kepadaku seorang rohaniwan universitas, sudah tua, pensiunan, sebagai penandatangan pada beberapa tahun yang lalu, dimana hal ini hanya sebagai ingatan sejarah dan rasa ingin tahu masa lalu. Saat ini surat yang berisi perbedaan pendapat kepada majalah Times itu telah dilupakan. Sedangkan surat Ensiklik Humane Vitae tetap hidup, dan memang ia menjadi semakin penting, menurut pendapat saya, sementara waktu berlalu.

Kini kita memiliki sebuah surat yang baru, namun bukan mengenai perbedaan pendapat : ada hampir 500 imam Inggris (saya adalah satu diantaranya) yang memberikan dukungan kepada ajaran Gereja tradisional, (http://www.catholicherald.co.uk/news/2015/03/24/nearly-500-priests-in-england-and-wales-urge-synod-to-stand-firm-on-communion-for-the-remarried/) sebagai bentuk kepatuhan kepada uskup-uskup yang meminta kami untuk menyebar-luaskan pandangan dan pendapat kami ini, dan tentu saja demi kepatuhan kepada Paus, yang telah meminta kepada umat untuk berbicara secara bebas, secara berani. Itulah yang dimasudkan oleh kata “parrhesia”, seperti yang sering diucapkan sendiri oleh Paus.

Saya tidak memiliki keraguan sedikitpun juga dalam menanda-tangani surat itu dan saya merasa bersyukur kepada pemrakarsa penulisan surat itu dalam menjalankan tugasnya. Ada beberapa alasan bagi hal ini. Beberapa diantaranya adalah :

Pertama-tama, saya adalah seorang teolog moral. Itu adalah tugas saya, dan terasa sangat penting bagi saya bahwa isu moral yang mendasarinya tidak menjadi kabur disini. Ya, memang ada isu-isu pastoral, namun tak akan ada solusi pastoral tanpa mempertimbangkan kebenaran moral. Yang cukup aneh, namun nampaknya hanya ada sedikit saja teolog moral yang ikut ambil bagian dalam sinode (2014) itu. Teologi pastoral adalah berkaitan dengan penerapan dari teologi moral. Berbicara tentang ketentuan pastoral tanpa menghormati moral apapun adalah laksana sebuah diskusi kecil di sebuah kamar dimana oxygen dikeluarkan semua dari kamar itu.

Kedua, seperti halnya semua penanda-tangan surat itu, saya adalah seorang imam paroki. Saya tahu bahwa perceraian bukan lagi sebuah masalah sebagaimana adanya. Tentu saja disitu terlibat orang-orang yang bercerai dan orang-orang yang kawin lagi didalam paroki saya. Namun ada lebih banyak lagi yang tidak pernah menikah. Perceraian bukanlah masalah dari masayarakat yang maju seperti kita saat ini, namun masalahnya adalah bahwa perceraian itu begitu kuat dan maraknya hingga ia bisa menggerogoti perkawinan. Perkawinan telah menjadi ‘secarik kertas’, sebuah mata uang yang tak bernilai. Kita perlu membangun kembali institusi perkawinan dari dasarnya sampai ke atas.

Hal ini berlaku bagi masyarakat maju, seperti kita sekarang. Lalu bagaimana dengan masyarakat yang sedang berkembang? Saya menghabiskan waktu 4 tahun di Nairobi bekerja dalam berbagai situasi pastoral maupun mengajar, dan disanapun kami membangun sebuah ‘kesadaran akan nilai perkawinan’. Dan kita perlu untuk terus membangunnya. Kita perlu membangun model perkawinan Kristiani untuk menghadapi perkawinan poligami, perkawinan sementara serta kebiasaan kumpul kebo. Kita telah memulai disana, namun itu adalah sebuah jalan panjang ke depan. Maka adalah penting sekali agar sinode tidak menggerogoti tugas kita semua disini maupun di negara berkembang.
Ke tiga, saya ikut menanda-tangani surat itu karena saya khawatir akan masa depan. Seperti apa jadinya sebuah masyarakat jika tanpa perkawinan (sah)? Nampaknya kita sedang menuju kesana. Jika kita atau orang lain mengijinkan adanya perkawinan kedua, dimana perkawinan pertama terbukti consummatum ac ratum, maka kita telah memberi ijin bagi terjadinya perkawinan sementara, dan yang lebih buruk lagi dari pada itu, kita menjadikan setiap perkawinan, yang semula bersifat absolut, kini menjadi tidak pasti, hanya kebetulan saja. Ini akan menjadi sebuah bencana.

Peristiwa ini telah terjadi pada beberapa bagian dunia saat ini. Uparaca perkawinan sipil (tolong diingat, kita juga menghormati perkawinan sipil antara non-Katolik sebagai hal yang mengikat) berbicara tentang hubungan yang permanen dan selamanya, namun dengan diberikannya kemudahan bagi perceraian, apakah orang-orang yang ikut menyaksikan perkawinan sipil itu diyakinkan bahwa mereka sedang menyaksikan sebuah persekutuan yang abadi sedang terjadi? Sekali lagi, berbicara kepada seorang teman dari komunitas agama yang lain, dia mengatakan kepada saya bahwa gerejanya sendiri, yang memiliki tata upacara perkawinan yang berbicara tentang perkawinan abadi, namun secara realita telah melupakan konsep keabadian itu. Dia berkata :”Setiap perkawinan adalah tak bisa diceraikan hingga saatnya kita mengatakan bahwa perkawinan itu dibubarkan.” Keadaan seperti inikah yang akan kita tuju?

Akhirnya seperti yang dikatakan oleh Rowan Williams : Yesus nanti adalah yang mempertanyakan jawaban kita, bukannya Dia yang memberikan jawaban atas pertanyaan kita. Tentu saja Dia melakukan hal ini di bidang perkawinan. Sabda Tuhan sudah cukup jelas, Sabda bersejarah yang tak pernah dianggap serius oleh manusia :

Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: 

"Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?” Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Apa perintah Musa kepada kamu?” Jawab mereka: "Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai.” Lalu kata Yesus kepada mereka: "Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu. Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu. Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah." (Mark 10:2-12).

Tak seorangpun bisa menyangkal bahwa ini adalah sebuah ajaran yang amat menantang. Namun janganlah putus asa. Kita bisa menghadapi tantangan itu. Untuk itulah Kristus mati di kayu salib bagi kita.