Thursday, August 2, 2018

Keajaiban Ekaristi terjadi pada Christina Gallagher - 25 Juli 2018


Keajaiban Ekaristi terjadi pada Christina Gallagher - July 25th, 2018

 




Pada hari Rabu tanggal 25 Juli selama doa di kapel rumah doa Our Lady Queen of Peace, Achill, Irlandia, sebuah peristiwa luar biasa dan sama sekali tidak terduga, telah terjadi. Dalam keadaan tidak sadar, Christina, yang sedang berlutut, larut dalam pengalaman supernatural di mana Bunda Maria muncul di hadapannya di dalam kilauan cahaya, dan dikelilingi oleh banyak sekali malaikat dalam sukacita yang besar. Bunda Maria menunjukkan kepada Christina, banyak jiwa yang dilepaskan dari api penyucian pada hari itu. Hal ini kemudian diikuti oleh penglihatan atas sekelompok besar jiwa yang sekarang dalam keadaan kemuliaan, yaitu mereka yang teap setia kepada misi dari Bunda Maria, Ratu Damai. Kemudian Bunda Maria memperlihatkan kepada Christina sekilas tentang kerumunan yang tak terhitung banyaknya dari anak-anaknya yang ‘tersesat’, yang masih berada di dunia, yang akan dijamah oleh rahmat istimewa yang diizinkan Tuhan untuk dilakukan oleh Bunda Maria untuk dilimpahkan pada hari itu demi pertobatan mereka. Kemudian, sambil mengulurkan tangannya kepada Christina, Bunda Maria berkata: “Terimalah Putera Ilahiku, Yesus”.

Christina membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya yang bersih. Kemudian ketika Bunda Maria menempatkan Tubuh Yesus pada lidah Christina, disitu langsung muncul 'entah dari mana', di atas lidahnya: sepotong daging dengan darah yang jelas terlihat di atasnya. Karena semua umat yang ada di dalam gereja yang penuh sesak itu menyaksikan urutan peristiwa ini dan melihat Christina larut dan terserap dengan pandangan yang tidak berkedip sepanjang waktu itu berlangsung, beberapa orang meneteskan air mata pada kenyataan ilahi yang terjadi di depan mata mereka. Setelah Christina terlihat menelan apa yang telah diterimanya dari Bunda Maria, Christina melanjutkan pengalaman mistiknya itu dalam jangka waktu yang lebih lama. Bunda Maria berkata kepadanya, "Kamu telah menerima Putra Ilahiku, Yesus." Kemudian dia menambahkan, "Perang dunia ketiga sudah dekat. Janganlah takut. Aku akan menuntunmu." Ketika seluruh pengalaman mistik itu berakhir, kami menyadari apa kata-kata Yesus kepada Christina dalam pesan-Nya yang diberikan pada tanggal 16 dan 25 Juli 2018. Yesus, mengacu pada hari-hari yang akan datang dengan berkata, "... Daging dari Tubuh Kudus-Ku akan ada bersamamu. Janganlah takut."









Lalu Yesus berkata kepada Christina: "Anak kecil-Ku, tulislah dan beritahukanlah kepada  seluruh umat-Ku di seluruh dunia;

Bersiaplah! Segera, segera Tangan-Ku akan menutupi bumi. Aku akan menghancurkan orang yang menyangkal Aku. Manusia berdosa, dalam kesombongannya, telah meninggikan dirinya dalam upaya untuk menjadi seperti Aku, tetapi dia hanyalah manusia yang berdosa. Hati Kudus-Ku ditusuk dan menangis Darah karena penolakan manusia untuk membuka hatinya, untuk mendengarkan serta menerima Kebenaran dan Kehidupan dalam Diri-Ku. Bagaimana hal itu menyebabkan Hati Kudus-Ku terasa dihancurkan! Aku adalah Hidup, Kasih dan Belas kasihan, dan kepada manusia Aku memberikan kehidupan. Pengadilan-Ku sudah dekat. Belas kasih-Ku telah Kuberikan kepada banyak orang di seluruh dunia, tetapi semua yang dinyatakan dalam nubuatan harus digenapi. Umat manusia telah memasuki tahap terakhirnya. Gereja-Ku -- pintu-pintunya telah dibuka bagi segala sesuatu yang bukan dari-Ku.
Berdoalah, berdoalah bagi jiwa-jiwa! Persembahkanlah penderitaanmu kepada-Ku dan melalui persembahanmu, penyerahan dirimu dan kasihmu kepada-Ku, Aku akan menyelamatkan jiwa-jiwa. Saat dari Bapa-Ku sudah dekat denganmu, umat-Ku. Setan telah membuka neraka dan banyak sekali pasukannya telah dilepaskan di atas bumi, namun empat malaikat telah ditempatkan untuk berjaga pada ke empat penjuru bumi. Celakalah bagi mereka yang di dalam penyakit jasmaninya telah menerima rahmat penyembuhan-Ku namun sebagai balasannya, mereka hanya memberi-Ku penghinaan dan menolak misi yang telah Kuberikan kepadamu! Aku akan membuat mereka menanggung rasa sakit yang lebih besar karena penolakan mereka terhadap-Ku dan atas penghinaan yang mereka lakukan. Begitu bodohnya orang yang tidak bisa memahami dan mencari-cari kesalahan pada jiwa-jiwa korban yang telah Kupilih, bukannya mereka berusaha memahami panggilan-Ku melalui pesan yang diberikan oleh jiwa-jiwa kecil itu. Celakalah orang-orang yang menyebarkan keraguan kepada jiwa-jiwa kecil-Ku yang membawa kebenaran kepada duniamu!

Dunia
sudah dekat dengan saat pemurniannya. Tangan-Ku sudah dekat dan hal itu harus dilaksanakan sebelum Kedatangan-Ku terlihat di awan-awan untuk disaksikan oleh semua orang.

Saat Tangan-Ku mendekati bumi, langit akan menjadi gelap, petir akan menyambar-nyambar dan menembus langit untuk disaksikan di seluruh dunia. Guntur dan halilintar akan sangat keras sehingga akan mengguncang bumi, membawa berbagai gempa bumi dan bencana di beberapa bagian dunia. Kilatan petir akan memancar ke langit untuk dilihat oleh semua orang. Banyak yang akan mati karena ketakutan dan terkejut - bahkan mereka yang memiliki hati yang keras membatu. Mereka itu akan lebih terguncang karena hati dan kehidupan mereka yang selalu tertutup, yang dipenuhi dengan kejahatan, dan mereka telah menjadi satu dengan kematian melalui si jahat. Perundingan-perundingan damai yang kau dengar dilakukan di berbagai bagian dunia, adalah palsu. Kamu berada semakin dekat dengan kehancuran dunia saat ini.

Bertobatlah sekarang! Serahkanlah dirimu kepada belas kasihan-Ku, kamu manusia yang berdosa dan bodoh.

Mereka yang telah be
rusaha untuk menghancurkan kebenaran, haruslah segera bertobat sebelum terlambat dan menyadari kesalahan yang ada di dalam hati, jiwa dan kehidupan mereka, daripada kamu jatuh ke dalam penipuan karena kamu mencari-cari kesalahan pada diri anak-anak kecil dari Hati Kudus-Ku ini.

Bejana-Ku, damailah kamu. Ketahuilah bahwa Aku ada bersamamu. Aku juga mengalami dan merasakan betapa besarnya kesepianmu. Persembahkanlah kepada-Ku seluruh hati dan kehidupanmu yang diabaikan oleh banyak orang. Aku akan menerimanya dan melimpahkan kerahiman-Ku bagi banyak jiwa karena penderitaanmu itu.

S
ebuah salib akan segera terlihat oleh semua orang di langit. Sementara Tangan-Ku mendekati bumi, siang akan berubah menjadi malam. Banyak malaikat akan mengelilingi Rumah Ibu-Ku. Para Malaikat Agung memperhatikan Rumah ini karena ia mewakili pertempuran Ibu-Ku melawan iblis dan seluruh pengikutnya. Betapa setan berusaha menghancurkan Rumah itu dan kamu, anak kecil-Ku! Tindakan penghancuran mereka sedang mendatangkan sebuah kegelapan yang bertujuan untuk menghentikan umat-Ku menerima kebenaran.

Bagaimana begitu banyak isi
dari Hati Kudus-Ku yang telah dicurahkan bagi umat manusia melalui Rumah Ibu-Ku, telah diserang. Umat-Ku, Aku berkata kepadamu, segeralah menyerahkan dirimu ke pada Kerahiman-Ku, sementara kamu masih memiliki waktu.

Ketika hari-hari itu
tiba, suatu awan yang bercampur dengan cahaya akan memancar keluar dari Tangan-Ku, akan menyelimuti dan melindungi Rumah Ibu-Ku demi Hati Keibuannya. Ibuku, dengan rendah hati, akan berdiri di atas Rumah ini, sementara Korban-Ku melalui Daging di dalam Sakramen Maha Kudus akan terlihat. (Christina kemudian berkata bahwa Rumah itu diselimuti oleh awan yang berbaur dengan cahaya. Dia kemudian bisa melihat Bunda Maria di kapel Rumah Doa. Dia melihat Host Kudus di atas tempat air baptis  di samping pintu masuk menuju halaman Rumah Bunda Maria, ketika Yesus berbicara.)

Betapa Hati-Ku ingin melimpahi dan memenuhi semua orang yang hatinya kosong! Rasa haus-Ku sangatlah besar bagi semua jiwa. Umat-Ku, jika kamu mau tinggal dan mendengarkan panggilan-Ku dan panggilan Ibu-Ku sebelum hari-hari kegelapan itu tiba, Aku akan memberikan banyak karunia penyembuhan – jasmani dan rohani; tetapi adalah sama pada hari ini dengan hari-hari pada zaman Injil dulu – orang-orang tetap sibuk membuat penilaian mereka sendiri atas misi di tempat ini. Jika umat-Ku mau memenuhi Rumah-Rumah Ibu-Ku dengan doa, maka Aku akan mengizinkan mengalirnya karunia-karunia kepada mereka serta karunia-karunia Kehidupan-Ku yang mereka tolak saat ini, dimana hal itu tidak akan terbuang sia-sia. Bagi mereka yang datang dengan hati yang murni dan terbuka, Aku ingin memenuhinya dengan kelimpahan rahmat dan kesembuhan.

(Kemudian Christina diperlihatkan kepada gambar Gereja yang dalam kegelapan besar dan sejumlah anjing hitam (lebih kecil dari sebelumnya) sedang melarikan diri.)

Aku akan menggembalakan
sendiri kawanan domba-Ku. Dalam kebingungan, kekacauan. Kebenaran diinjak-injak. Hanya tinggal sedikit saja Terang-Ku yang terlihat di dunia saat hati manusia menjadi dingin. Jika orang-orang mau datang untuk memenuhi dan mempertahankan Rumah-Rumah-Ku, maka Aku akan mengijinkan terjadinya kelimpahan karunia-karunia penyembuhan rohani dan jasmani.

Pada
saat yang telah ditentukan oleh Bapa, Aku akan memberikan perpanjangan waktu satu tahun untuk membaptis dengan api melalui Roh Kudus, kepada mereka yang masuk ke rumah ini, Rumah Doa dari Ibu-Ku.

Ada kesalahan
yang sangat, sangat besar dalam kekurangan orang di Amerika untuk mau menerima Kehidupan dalam Diri-Ku atau menyerahkan waktu mereka kepada Rumah Ibuku. Merekapun akan menerima hadiah mereka secara adil.

Anak
kecil-Ku, diberkatilah kamu dari dalam Hati Kudus-Ku. Teruslah menerima Kasih dan Kebijaksanaan-Ku.

Aku memberkati kamu, saudara-Ku dalam Hidup-Ku. Jadilah kuat di dalam Diri-Ku. Terimalah dan teruslah mewartakan Kebenaran. Aku adalah Kebenaran dan Kehidupan. Manusia durhaka itu berusaha menghancurkan kamu. Aku ingin kamu tahu bahwa Aku selalu ada bersamamu dan Aku akan terus hidup melalui kamu. Aku menginginkan sebuah tugas yang berbeda melalui kamu, tetapi ada orang-orang yang berada dalam kegelapan dan dosa yang membuat banyak perubahan untuk menghancurkan misi ini. Mereka hanya diizinkan untuk merubah hidupmu untuk menjadi sebuah persekutuan dengan-Ku di Salib. Perubahan hidupmu hanya bertujuan untuk meningkatkan Hidup-Ku dalam dirimu. Betapa besar upahmu nanti. Ingatlah bahwa ketika kamu naik ke atas Kalvari, hidupmu akan menjadi hidup-Ku, yang berupa nyala api kasih, melalui Roh Kudus. Aku tahu bahwa sifat jasmanimu hanya mengalami luka-luka, tetapi bagi mereka yang telah menyebabkan luka-luka itu, kepada mereka keadilan akan diberikan. Kamu tahu semua penderitaan atas jiwa korban kecil-Ku. Hiburlah dia bersama Aku.

Anak kecil-Ku, Aku ingin kamu mewartakan pesan ini kepada umat-Ku pada tanggal 16 dan 25 Juli 2018. Tatapan-Ku akan tertuju kepadamu dan kepada semua orang yang hadir pada hari-hari itu. Dagaing dari Tubuh-Ku Yang Kudus akan ada bersamamu. Janganlah takut. Aku memberkati kamu. Bapa, Putera dan Roh Kudus. "

Kemudian Bunda Maria menampakkan diri kepada Christina. Setelah sebuah pesan pribadi yang singkat, Bunda Maria berkata: 

“
Kamu telah menerima berkat yang berlimpah untuk menjadi teguh dalam misi ini. Peringatan ke-25 dari Rumah Doaku adalah merupakan kemenangan besar, karena ia juga menyatukan aku selama 25 tahun bersama anak-anakku yang hilang. Aku akan memberikan berkat yang besar pada hari itu. Semua orang yang hadir hendaknya mendengarkan apa yang akan dikatakan pada hari itu."

Pesan diterima oleh Christina Gallagher untuk tanggal 16 & 25 Juli 2018

TDB Epperson Bab 28


TATA DUNIA BARU

A. Ralph Epperson


Bab 28

Serangan terhadap agama



Tata Dunia Baru sudah ada di sini.

Sudah ada orang-orang dan organisasi-organisasi yang menyerang keluarga, nasionalisme, hak milik pribadi, hak untuk beribadah, dan hak untuk mempraktikkan moralitas yang baik, di antara hal-hal yang lainnya.

Salah satu sasaran pertama dari Tata Dunia Baru untuk didatangi dan untuk dihancurkan adalah Gereja Kristiani.

Dan salah satu yang pertama diserang dalam waktu belakangan ini adalah pendeta Everett Sileven dari Louisville, Nebraska.

Dia adalah pendeta dari sebuah gereja fundamentalis di komunitas itu, dan dia mengajarkan jemaatnya bahwa mereka memiliki kewajiban alkitabiah untuk mengajari anak-anak mereka sendiri. Dan, untuk mencapai tujuan ini, gereja memilih untuk membuka sekolah Kristen pada musim panas 1977.

Gereja merasa bahwa mendidik anak-anak kongregasi adalah pelayanan gereja, sama seperti sekolah Minggu, atau berkhotbah. Dan, karena gereja merasa perlu melakukan hal ini sebagai bagian dari kewajiban agama mereka, maka mereka memilih untuk tidak mendaftarkan sekolah mereka, atau melisensikan guru mereka, kepada negara bagian Nebraska. Mereka juga percaya bahwa Amandemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat melindungi hak mereka atas kebebasan beragama.

Amandemen Pertama berbunyi (sebagian): "Kongres tidak akan membuat undang-undang yang menganjurkan pembentukan agama, atau melarang pelaksanaan ajaran agama secara bebas..."

Karena pemerintah dilarang mengesahkan undang-undang yang menghalangi pelaksanaan hak-hak keagamaan mereka secara bebas, maka gereja merasa bahwa mereka tidak akan diintervensi.

Gereja ini adalah yang pertama di Nebraska yang membuka sekolah Kristen tanpa meminta lisensi atas guru-guru mereka. Maka mereka adalah yang pertama ditentang oleh pemerintah negara bagian Nebraska.

Kemudian, pada bulan Agustus, Departemen Pendidikan Nebraska memasuki sekolah dan memberi tahu pendeta bahwa sekolah itu melanggar hukum negara karena mereka belum melakukan sertifikasi instruktur/guru mereka.

Mereka mengutip Aturan bernomor 14 dan 21, yang mereka katakan adalah prosedur untuk mendapatkan lisensi sekolah, dan untuk lisensi fakultas mereka.

Pendeta menjelaskan posisi mereka, tetapi argumennya tidak didengarkan. Kemudian, sheriff datang dan menangkap pendeta itu, dan kasus itu dibawa ke pengadilan daerah. Pendeta juga menggunakan pembelaannya dengan Pasal 1, Bagian 4 dari Konstitusi Negara Nebraska yang berbunyi: "Semua orang memiliki hak alami yang tidak dapat dibatalkan (didefinisikan sebagai hak yang tidak dapat dibatalkan atau ditiadakan") untuk menyembah Allah yang Mahakuasa sesuai dengan perintah dari hati nurani mereka sendiri ... dan tidak akan ada campur tangan terhadap hak-hak hati nurani yang diizinkan.

Agama, moralitas dan pengetahuan, bagaimanapun, menjadi penting bagi pemerintahan yang baik, dan itu menjadi tugas legislatif untuk mengesahkan undang-undang yang sesuai untuk melindungi setiap pemeluk agama dalam menjalankan dengan damai ibadah publik mereka sendiri, dan untuk mendorong sekolah-sekolah dan sarana pembelajaran."

Pendeta kemudian bersaksi: "... keberatan utama dari Gereja Baptis Iman untuk menerima lisensi dari Negara adalah pelanggaran terhadap Efesus 1:22 yang berbunyi: “Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.” dan Kol 1:18 Ialah (Yesus) kepala tubuh, yaitu jemaat.

Pendeta terus menolak, dan hakim menghadiahi perlawanan itu dengan beberapa hukuman di dalam penjara.

Pendeta Sileven menulis penjelasan mengapa dia menolak untuk mengizinkan negara mengontrol sekolahnya dalam bukunya yang berjudul, THE PADLOCKED CHURCH: "Kami sampai pada kesimpulan yang pasti, dengan suara bulat, bahwa Kristus tidak dapat diserahkan kepada otoritas negara, memberi kepada negara hak untuk menentukan filosofi kurikulum atau kualifikasi para guru." (558)

Selain itu, pendeta melihat perbuatan hakim yang memutuskan dalam kasus ini: "Hakim yang memimpin dalam kasus kami mengakui bahwa dia tidak melihat Amandemen Pertama (Konstitusi Amerika Serikat) sebelum memutuskan kasus kami. Dia juga mengakui bahwa dia mendefinisikan pendidikan sebagai non-agama; oleh karena itu, dia mendefinisikan keyakinan dan hak dari agama kita menurut caranya sendiri." (559)

Pendeta dan para anggota Gereja Baptis Iman tetap percaya bahwa operasional sekolah untuk mengajar anak-anak anggota gereja adalah bagian dari pelayanan gereja. Negara membalas dengan argumen bahwa mereka tidak memenuhi syarat untuk menentukan apa yang diajarkan kepada anak-anak mereka, atau tidak mampu menentukan siapa yang harus mengajari mereka.

Dan, karena pendeta menolak untuk menutup sekolahnya atau mengizinkan negara untuk memberi surat lisensi kepada gurunya, maka hakim memerintahkan sheriff untuk memasuki gereja selama kebaktian, menangkap sang pendeta serta dan siapa saja yang menolak, dan kemudian menggembok pintu gereja itu.

Hasil akhir dari keseluruhan kasus ini terjadi pada bulan Januari 1985 ketika Mahkamah Agung Negara membatalkan hukuman penjara delapan bulan atas sang pendeta, dan tampaknya tidak akan ada tindakan pengadilan lebih lanjut atas kasus ini.

Negara telah menggunakan kekuatannya tanpa dasar dan dukungan hukum, dan sekolah Kristen dari Gereja Baptis Iman terus beroperasi. Gereja Kristen, setidaknya di Nebraska, tidak harus mengizinkan negara untuk mengatur kebijakan sekolah, menentukan kurikulum, atau memberi lisensi kepada guru dari anak-anak mereka.

Namun pertempuran belum berakhir. Baru dimulai.

Ini hanyalah salah satu dari pertempuran awal.




Wednesday, August 1, 2018

TDB Epperson Bab 27


TATA DUNIA BARU

A. Ralph Epperson

 

 

Bab 27

 

Etika Situasi

 

 


"Jika kita adalah dewa, maka kita bisa mengembangkan kebenaran kita sendiri."

Tetapi jika Humanisme berhasil dan agama dihapus dari gaya hidup Amerika, gaya moralitas Kristen akan hilang juga. Itu berarti bahwa kaum Humanist harus memiliki pandangan moral untuk ditawarkan sebagai gantinya.

Dan mereka melakukannya: itulah disebut Etika Situasi.

Kamus mendefinisikan "etika situasi" sebagai: "Sebuah sistem etika yang menurutnya aturan moral tidak mutlak mengikat, tetapi dapat dimodifikasi sesuai dengan situasi tertentu."

Kaum Humanis telah menyatakan dukungan mereka terhadap konsep ini.

Mereka telah memasukkannya dalam Manifesto Humanis II: "Ketiga: Kami menegaskan bahwa nilai-nilai moral mendapatkan sumbernya dari pengalaman manusia.

Jadi, etika bersifat otonom dan situasional." (536)

Douglas Grothuis, penulis UNMASKING THE NEW AGE, menulis: "Begitu anda telah mendewakan diri anda (menjadikan diri anda sendiri sebagai dewa,) yang merupakan isi dari ajaran New Age, maka tidak ada nilai moral absolut yang lebih tinggi. Ini adalah resep untuk melakukan anarki etis." (537)

Intinya, kaum New Age mengatakan: Semua nilai moral bersifat situasional. Situasi yang ada, menentukan apa yang benar atau salah, dan karena situasi terus berubah, maka apa yang benar saat ini mungkin besok menjadi salah.

Gerakan New Age, Agama Humanis, dan Komunis telah membuat sebuah dewa dari manusia; mereka telah mendewakan manusia. Nilai moral yang baru untuk dewa-manusia ini adalah apa pun yang ia putuskan adalah benar, dan itulah yang dilakukan oleh New Age-Humanists- Communists. Moralitas baru mereka itulah yang disebut Etika Situasi.

Dr Arthur E. Gravatt, MD, mendefinisikan istilah ini untuk sebuah jurnal ilmiah: "... perilaku moral dapat berbeda dari situasi ke situasi. Sebuah perilaku tertentu mungkin dikatakan bermoral untuk satu orang dan bukan untuk orang yang lain. Apakah suatu tindakan adalah bermoral atau tidak bermoral ditentukan oleh hukum kasih,  yaitu sejauh mana kasih dan kepedulian terhadap orang lain menjadi faktor yang berperanan dalam hubungan mereka." (538)

Tapi adalah orang lain yang menciptakan istilah "Etika Situasi."

Orang itu adalah Joseph Fletcher, yang pertama kali menggunakan kata itu (Etika Situasi) dalam sebuah pidato kepada alumni Harvard pada tahun 1964. Dia adalah seorang profesor di Seminari Teologi Episcopal Cambridge.

Inilah yang dia percaya: "... bagiku tidak ada aturan - tidak ada sama sekali ...

... apapun dan semuanya bisa benar atau salah menurut situasinya - apa yang salah dalam beberapa kasus adalah benar di kasus yang lain ...

... seorang penganut ‘Etika Situasi’ akan membuang semua yang absolut kecuali yang absolut: selalu bertindak dengan penuh perhatian." (539)

Dengan definisi ini, seorang pembunuh massal tidak akan bersalah jika mereka mengatakan bahwa tindakan mereka didasarkan pada kecintaan pada kemanusiaan, dan bahwa mereka telah melakukan pembunuhan dengan "perhatian yang penuh kasih". Jika, misalnya, salah satu pembunuh ini membunuh orang di daerah yang tercemar limbah radioaktif, dan mengatakan bahwa tindakan ini dilakukan karena si pembunuh tidak ingin orang-orang terkena polusi bahan radioaktif, dan bahwa dia mencintai mereka, maka tindakan pembunuhan itu akan dapat diterima menurut mereka yang percaya pada Etika Situasi.

Moralitas seperti inilah, yang dikenal sebagai ‘Etika Situasi’, adalah filosofi yang mendasari Komunis / Sosialis yang membunuh sejumlah besar populasi suatu negara dalam upaya untuk mencapai tujuan Komunisme atau Sosialisme mereka. Para pendukung "-isme" inilah yang mengklaim bahwa tujuan mereka itu sangat diinginkan sehingga orang-orang yang mereka bunuh harus memberi jalan demi kebaikan seluruh umat manusia. Akibat wajar dari sikap seperti ini adalah "Tujuan menghalalkan cara."

Kaum Komunis di Rusia telah membunuh hingga 42 juta orang dalam Revolusi Komunis tahun 1917 karena masyarakat Komunis menganggap layak untuk melakukan semua pembunuhan massal oleh para pembunuh.

Sudah pasti bahwa Adolf Hitler merasa bahwa pembunuhannya terhadap sekitar 50 juta orang selama Perang Dunia II tidak salah karena "Third Reich" (terbentuknya negara Jerman ketiga) yang akan terjadi setelah perang usai, akan sepadan dengan harga nyawa 50 juta orang itu.

Chou En-Lai dan Mao Tse Tung membunuh sebanyak 64 juta orang dalam Revolusi Komunis mereka, yang dimulai pada tahun 1923 dan berakhir pada tahun 1949, dan seseorang dapat mengetahui bahwa mereka merasa bahwa harga yang harus dibayar oleh orang-orang yang  mati dibunuh demi orang-orang Cina mendatang adalah harga yang wajar bagi tujuan akhir yang ingin mereka peroleh.

Patut diingat bahwa Adam Weishaupt, pendiri Illuminati, telah menulis bahwa "Tujuan akhir membenarkan cara."

Weishuapt lebih lanjut menulis bahwa "…tidak ada orang yang cocok untuk Ordo kita jika dia tidak siap untuk bertindak apapun." (540) Dengan kata lain: Hanya orang yang tak memiliki nilai-nilai moral, orang yang percaya pada Etika Situasi, yang akan "bersedia untuk bertindak apapun."

John Robison, penyebar Illuminati, menulis: "Yang paling sering dibicarakan dalam melakukan sesuatu demi mendapatkan tujuan yang baik, adalah cara-cara yang digunakan oleh orang-orang jahat untuk tujuan-tujuan yang jahat; dan telah diajarkan bahwa untuk mencapai kebaikan yang besar dibenarkan menggunakan segala cara." (541)

Seorang pendukung filosofi Etika Situasi zaman ini adalah aktris Shirley MacLaine. Dia telah menulis: "Tidak ada yang namanya kejahatan. Kejahatan adalah ketakutan dan ketidakpastian.

Kejahatan adalah apa yang anda pikir jahat.

Masalah 'jahat' dan 'setan' ini adalah konsep yang konyol bagi saya." (542)

Dan kaum Mason juga percaya pada Etika Situasi ini. Mason H. L. Haywood menulis dalam bukunya yang berjudul, GREAT TEACHINGS OF MASONRY: "Pengalaman manusia ... adalah otoritas terakhir dalam menentukan nilai moral.

Salah adalah apa pun yang menyakiti kehidupan manusia atau menghancurkan kebahagiaan manusia ...

Suatu tindakan, secara intrinsik tidak bisa dikatakan benar atau salah, karena benar-salahnya ditentukan oleh akibatnya yang menguntungkan atau merugikan." (543)

Dan dia mengulangi pemikiran itu dalam bukunya yang lain, THE MEANING OF MASONRY: "Apa yang baik bagiku, mungkin jahat bagimu; apa yang benar untuk dilakukan pada satu saat, mungkin salah pada saat yang berikutnya." (544)

Dan Albert Pike setuju dengan komentar ini dalam bukunya MORALS AND DOGMA: "... semua kebenaran adalah kebenaran menurut masanya, dan bukan kebenaran untuk selamanya." (545)

Pike berpendapat bahwa tidak ada yang absolut. Semua kebenaran hanya untuk suatu periode tertentu saja. Pandangan inilah yang disebut Etika Situasi.

Pike memberi nama bukunya MORALS AND DOGMA. Etika Situasi adalah pandangan khusus tentang moralitas. Menilai dari komentar Pike, akan cukup adil untuk menyimpulkan bahwa ini adalah pandangan moral dari buku ini. Pike menginstruksikan setiap Mason yang membaca buku ini agar mengerti bahwa agama Masonik percaya dengan Etika Situasi.

Rekan Mason, Manly P. Hall mengambil taktik yang sedikit berbeda, tetapi pada dasarnya mengatakan hal yang sama: "Selalu menjadi pertanyaan serius bagi saya apakah Yesus pernah benar-benar mengucapkan kata-kata: 'Jika kamu mengasihi Aku, patuhilah perintah-perintah-Ku,' karena pernyataan itu jelas tidak sesuai dengan penalaran Ilahi maupun manusia." (546)

Yesus mengajarkan kepada para pengikut-Nya bahwa mereka harus mematuhi perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah itu disebut Moral Absolute.

Hall mengatakan bahwa Yesus tidak pernah mengajarkan hal itu, dan bahwa akal manusia tidak akan menerima prinsip bahwa ada nilai moral yang mutlak. Penalaran manusia telah menyimpulkan bahwa menaati perintah Ilahi bukanlah "masuk akal."

Friedrich Nietzsche, yang disertasinya tentang THE GENEALOGY OF MORALS berusaha membuat "penilaian kembali atas semua nilai," menulis bahwa "apa yang disebut kejahatan itu baik, dan apa yang biasanya diyakini baik, adalah jahat." (547)

Kaum Komunis juga diajarkan bahwa tidak ada kemutlakan dalam hidup ini. Nikolai Lenin, Komunis Rusia, tentu percaya pada Etika Situasi. Revolusinya pada tahun 1917 telah membunuh, seperti yang telah dibicarakan sebelumnya, hampir 42 juta orang, untuk mencapai tujuan Komunisme bagi rakyat Rusia. Dia menulis: "Komunisme adalah kekuatan yang didasarkan kepada paksaan dan tidak ada batasnya, tidak ada hukum dan sama sekali tidak ada aturan yang ditetapkan." (548)

"Kediktatoran proletariat tidak lain adalah kekuasaan yang berdasarkan paksaan dan tidak dibatasi oleh apapun juga - tidak ada jenis hukum apapun dan sama sekali tidak ada aturan." (549) "Kita harus memerangi agama. Ini adalah ABC dari semua paham materialisme dan akibat dari Marxisme.

Persetan dengan agama. Hiduplah atheisme. Penyebaran atheisme adalah tugas utama kita. Komunisme menghapuskan kebenaran-kebenaran kekal. Ia menghapus semua agama dan moralitas." (550)

Lenin menunjukkan bahwa pemikirannya sama tidak masuk akalnya seperti yang dipamerkan oleh John Dewey. Dia mengatakan bahwa "Komunisme menghapuskan kebenaran-kebenaran  abadi."

Ini tidaklah mungkin!

Kata "abadi" didefinisikan sebagai durasi yang tak terbatas, atau selamanya.

Apa yang kekal tidak ada akhirnya. Itu akan terus ada sepanjang waktu. Lenin mengakui bahwa dalam pandangannya, "kebenaran-kebenaran" ini adalah abadi.

Namun dia mengakui bahwa Komunisme akan "menghapus" semua "kebenaran abadi" ini. Dan apa yang abadi tidak bisa dihapuskan.

Anda tidak akan mengerti alur pemikiran seperti ini kecuali jika pemikiran anda berbelit-belit seperti yang terjadi pada otak Nikolai Lenin! Dan Lenin sama sintingnya dengan John Dewey!

Dia melanjutkan dengan pemikiran serupa lainnya: "Kami, tentu saja, mengatakan bahwa kami tidak percaya kepada Tuhan. Kami tidak percaya pada moralitas abadi.

Kami menolak semua moralitas yang diambil di luar manusia, ini adalah konsep kelas sosial dari komunis. Kami mengatakan bahwa moralitas kami sepenuhnya tunduk pada kepentingan perjuangan kelas.

Komunis harus menganggap diri mereka bebas, bahkan secara moral berkewajiban untuk melanggar kebenaran, menghormati kehidupan, dll., ketika benar-benar jelas bahwa banyak bahaya yang lebih besar (bagi tujuan Komunis) bisa diperoleh dengan berpegang pada prinsip-prinsip tersebut, daripada dengan melanggarnya.

Ini adalah moral, yang melayani penghancuran struktur masyarakat lama." (551)

"Kita harus menyangkal semua moralitas yang berasal dari ide-ide supranatural (agama), atau cita-cita yang di luar konsepsi kelas sosial (cara Komunis). Segala sesuatu adalah bermoral jika itu diperlukan untuk pemusnahan tatanan sosial yang lama yang bersifat eksploitatif dan demi menyatukan proletariat.

Dalam arti apa kita menolak etika dan moralitas?

Dalam arti bahwa mereka diajarkan oleh kaum borjuis (yang berarti orang kaya) yang menyatakan bahwa ini adalah perintah-perintah tuhan mereka." (552)

Frederick Engels, seorang rekan kerja di dunia Komunisme bersama Karl Marx, menulis: …mengesampingkan masalah moralitas ... bagi seorang revolusioner segala cara adalah benar asalkan ia mengarah kepada tujuan; cara kekerasan, nampaknya adalah jinak." (553)

Feodor Mikhailovich Dostoevski, novelis Rusia, menulis ini dalam salah satu tulisannya: "Jika tidak ada tuhan, maka semuanya diizinkan." (554)

Apa yang terjadi pada pikiran seseorang, setelah dia menerima filsafat etika situasi, dapat diilustrasikan dengan baik dengan mempelajari tulisan-tulisan Sergei Nechayev, seorang Revolusioner Rusia.

Pemuda ini memiliki pengaruh besar pada hasil Revolusi Komunis Bolshevik Rusia 1917, dengan kematian yang dihasilkan sekitar 42 juta orang, karena tulisan-tulisannya memiliki pengaruh besar pada Nikolai Lenin. Nechayev menulis: "Urusan kita adalah kehancuran yang mengerikan, total, universal dan tanpa belas kasihan ... Marilah kita bersatu dengan dunia biadab dan kriminal dari para revolusionis Rusia yang sejati dan satu-satunya." (555)

Hanya orang yang percaya pada Etika Situasi yang bisa mengatakan hal seperti itu. Tidak ada nilai moral yang mutlak ketika kehancuran total adalah tujuan anda. Dan itulah tujuan revolusioner ini.

Dia melanjutkan: "Kaum revolusioner adalah manusia yang terkutuk. Dia tidak memiliki kepentingan pribadi, tidak ada urusan bisnis, tidak ada emosi, tidak ada keterikatan, tidak ada properti dan tidak ada nama.

Segala sesuatu dalam dirinya sepenuhnya diserap dalam pemikiran tunggal dan gairah tunggal demi revolusi.

Kaum revolusioner tahu ... dia telah menghancurkan semua tali yang mengikatnya pada tatanan sosial dan dunia yang beradab dengan semua hukum, moralitas dan adat istiadatnya dan dengan kesepakatan yang diterima secara umum.

Objeknya terus-menerus sama: cara paling cepat dan paling pasti untuk menghancurkan seluruh tatanan yang kotor. Kaum revolusioner ... menghina dan membenci moralitas sosial yang ada ...

Baginya, moralitas adalah segala sesuatu yang berkontribusi pada kemenangan revolusi. Tidak bermoral dan kriminal adalah segala sesuatu yang menghalangi jalannya.

Orang Revolusioner harus bersikap tirani terhadap orang lain. Semua sentimen kekeluargaan, kasih sayang, persahabatan, rasa syukur, dan bahkan kehormatan harus ditekan dalam dirinya dan memberi tempat bagi semangat kaku dan satu-satunya untuk revolusi."

"Janganlah menaruh belas kasihan ... Bunuh saja di tempat-tempat umum jika bajingan tengik ini berani masuk ke dalam lingkup mereka, bunuh saja di rumah-rumah, bunuh saja di desa-desa.

Ingat, bahwa mereka yang tidak berpihak kepada kita, akan melawan kita.

Siapa pun yang melawan kita adalah musuh kita. Dan kita harus menghancurkan musuh dengan segala cara." (556)

Apa yang ditulis oleh revolusioner muda ini adalah Etika Situasi yang tidak dibatasi, di mana tidak ada yang benar dan tidak ada salah. Buah pikiran NechayeVs adalah akibat logis dari tipe pemikiran ini. Begitu seorang revolusioner menerima kode etik ini, maka apa pun diizinkan. Pembunuhan, penjarahan, perampokan dan penyiksaan, adalah perilaku yang dapat diterima.

Dan ini adalah kode etik dari kaum Humanist.

Etika Situasi telah berhasil membawa beberapa orang kepada sikap membenci seluruh masyarakat, dan mereka ingin menghancurkan seluruh tatanan sosial, "tatanan dunia lama." Maka mereka yang ingin mengisi kekosongan yang terjadi, dapat menyusun kembali dunia. Dan dunia baru yang akan diciptakan oleh mereka akan disebut TATA DUNIA BARU.

Ingat bahwa Nechayev telah menulis jika kaum revolusioner bermaksud untuk ‘menghancurkan seluruh tatanan yang kotor.’ Tujuan kaum revolusioner adalah untuk menghancurkan ‘tatanan dunia lama’ dan menggantinya dengan ‘Tata Dunia Baru’.

Mungkin tujuan utama dari Etika Situasi telah dijelaskan dalam sebuah buku yang ditulis oleh Aldous Huxley yang berjudul BRAVE NEW WORLD REVISITED. Dia mengidentifikasi penghancuran individu sebagai tujuan utama dari pengajaran etis baru ini. Dia menulis: "... Etika Sosial baru menggantikan sistem etika tradisional kita - sistem di mana individu adalah yang utama.

... keseluruhan pranata sosial memiliki nilai dan signifikansi yang lebih besar daripada bagian-bagian individualnya ... bahwa hak-hak kolektivitas lebih diutamakan daripada ... Hak-Hak Manusia secara pribadi." (557)

Tetapi sebenarnya Etika Situasi bukanlah hal baru. Hal itu sudah setua Alkitab.

Nabi Yesaya tergerak untuk menulis tentang sistem ini di sekitar tahun 740 SM. Dia menulis ini dalam Yesaya 5: 20, dalam Perjanjian Lama dari Alkitab: "Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan, yang mengubah pahit menjadi manis, dan manis menjadi pahit."

Etika Situasi menyebut bahwa kejahatan adalah baik dan kebaikan itu jahat.

Dan itu adalah filosofi kaum Humanis, Komunis, dan para Mason. Dan pemikiran itu dengan cepat telah menjadi moralitas Amerika.