Showing posts with label Api Penyucian. Show all posts
Showing posts with label Api Penyucian. Show all posts

Sunday, September 10, 2023

Kelly Bowring - BERSIAPLAH SEKARANG

  

BERSIAPLAH SEKARANG UNTUK MENYAMBUT

PERISTIWA PERINGATAN BESAR KERAHIMAN ALLAH 

https://l.facebook.com/l.php?u=https%3A%2F%2Ftwoheartspress.com%2Fwp-content%2Fuploads%2F2023%2F09%2FThe-GREAT-WARNING-Pamphlet-1-page-scaled.jpg%3Ffbclid%3DIwAR0ALC0c_aDTplTJ97DuKneTA6OvzT142WIctxsLMtC_Y6Nt3kqjZfetnmw&h=AT3v-G9215Alag5El3iGjrigwiepXO-rwmEyMMz-zOyKHhK4e_Zz8ky71h13uBLN_p0qtsFODi_ccEmUMrfzIkzb-iNxiriOEeBoCLSTB11INA7Rc3DpvlBshiKoHF8cIU_PhQ4za5lJK2yfXw&__tn__=R*F 

by Kelly Bowring 

 

Memang sulit bagi banyak orang saat ini untuk mencari atau pun menerima kerahiman Tuhan. Tuhan bisa memahami hal ini. Maka segera Yesus akan membuat Diri-Nya diketahui dan dikenal melalui sebuah keajaiban kerahiman global dengan melalui dua tanda, yang satu secara external, dan satunya secara internal, di dalam hati. 

Yesus ingin agar kita berkata kepada dunia, saat ini juga, bahwa peristiwa ilahi yang segera tiba ini, peristiwa Peringatan, diberikan oleh Tuhan untuk menyelamatkan seluruh umat manusia. Dengan mengetahui dan mau menerima kenyataan bahwa peristiwa Peringatan Besar ini segera terjadi, maka manusia akan bisa selamat. Karena itu janganlah takut. 

Seluruh dunia akan segera menyaksikan bahwa nubuatan-nubjuatan di dalam Kitab Wahyu sudah menggantung rendah di atas generasi ini. Semua nubuatan di La Salette, Fatima, Garabandal, dan juga seperti yang dinubuatkan di dalam catatan harian St.Faustina kini akan segera terjadi pada beberapa bulan atau tahun mendatang ini. Namun tidak ada yang perlu ditakutkan karena Peringatan Besar itu nanti adalah merupakan karunia terbesar dari Allah dan akan memberi kepada seluruh umat manusia saat ini: 

1. Untuk menyelamatkan seluruh dunia dari neraka

2. Memerangi kemurtadan besar di dalam gereja saat ini, yang sudah dinubuatkan sejak lama

3. Menggagalkan rencana dari Tata Dunia Baru dan datangnya penipuan religius terbesar dari Antikristus (Katekismus 675)

(Ujian Akhir bagi Gereja: Katekismus 675. Sebelum kedatangan Kristus, Gereja harus mengalami ujian terakhir yang akan menggoyahkan iman banyak orang. Penghambatan, yang menyertai penziarahannya di atas bumi, akan menyingkapkan "misteri kejahatan". Satu khayalan religius yang bohong memberi kepada manusia satu penyelesaian semu untuk masalah-masalahnya sambil menyesatkan mereka dari kebenaran. Kebohongan religius yang paling buruk datang dari Anti-Kristus, artinya dari mesianisme palsu, di mana manusia memuliakan diri sendiri sebagai pengganti Allah dan Mesias-Nya yang telah datang dalam daging.) 

4. Secara langsung mempersiapkan dunia bagi Kedatangan Kedua Yesus Kristus, dan akhirnya:

5. Menuntun dunia menuju Surga yang baru di dunia ini, Kerajaan Ilahi yang baru, dan Zaman Damai seribu tahun.  

PERINGATAN BESAR ITU SUDAH DEKAT! 

Saat ini juga kita semua tengah berada di puncak dari sebuah letusan, dari peristiwa ajaib terbesar dalam sejarah, dimana kita akan menyaksikan Kerahiman Ilahi dicurahkan atas seluruh dunia, dan semua itu terjadi dalam satu saat, kepada setiap orang di dunia ini, dan ketika hal itu terjadi dalam waktu yang sangat sangat dekat di depan, meski harus menunggu segala sesuatu menjadi yang paling buruk, dan peristiwa besar itu akan merubah wajah dunia untuk selamanya dan mengarahkan ulang perjalanan hidup umat manusia. 

Dan penting sekali agar Anda masing-masing serta orang-orang yang Anda kasihi, sadar bahwa Tuhan ingin agar Anda sudah tahu sebelum Peringatan ini terjadi. Melalui St.Faustina Yesus berbicara jelas tentang apa Peristiwa Kerahiman Besar ini dengan berkata: “SEBELUM AKU DATANG SEBAGAI HAKIM YANG ADIL, AKU AKAN DATANG LEBIH DAHULU SEBAGAI RAJA KERAHIMAN”. 

WASPADALAH BAHWA TANDA-TANDA DARI ALLAH AKAN DIKIRIMKAN SEBELUM PERINGATAN BESAR! 

Menurut nubuatan dari Allah, ketika Peringatan Besar itu mendekat, Allah akan memberikan beberapa tanda dari kedatangannya, termasuk di antaranya: 

1.Akan ada tanda-tanda di alam, matahari berputar dan cahayanya berkedip-kedip, dan akan terjadi perubahan cuaca yang tidak biasa.

2. Saat ketika Peringatan itu akan segera terjadi, orang-orang akan melihat di langit adanya dua benda, yang sumbernya dari supernatural, yang muncul seperti dua buah matahari, seperti dua bintang, seperti dua komet, yang akan bertabrakan, sebagai sebuah peristiwa supernatural, hingga menimbulkan warna merah yang besar di langit.

3. Kemudian salib Yesus akan nampak di langit, yang dapat dilihat oleh semua orang di dunia dan tidak seorang pun yang tidak mengetahuinya, dan kemudian dari lubang-lubang dimana tangan dan kaki Juru Selamat kita dipaku, akan memancarlah cahaya besar yang akan menerangi dunia selama beberapa saat.

4.Kemudian langit akan seperti dikelupas untuk memperlihatkan kobaran api, serta berkas cahaya dari Kerahiman Yesus yang menyelimuti seluruh bumi.

5. Dan kemudian bumi akan mengalami sebuah gucangan besar, seperti sebuah gempa bumi, bukan gempa bumi secara fisik, tetapi secara spirituil.

6. Akhirnya, setelah suara gemuruh yang dahsyat terdengar, sebuah ketenangan yang besar segera terjadi atas seluruh bumi dan disusul dengan sebuah suasana keheningan dan kesunyian total selama sekitar 15 menit di seluruh bumi.

7. Kemudian sebuah penghakiman mini terjadi di dalam hati masing-masing orang, sebuah pencerahan hati nurani. Tidak ada satu pun suara yang terdengar saat itu kecuali Suara Yesus di dalam jiwa setiap orang (yang sudah berusia nalar) dimana Dia akan mengungkapkan kepada setiap orang keadaan dari jiwa mereka masing-masing, seolah mereka telah mati dan dihakimi oleh pengadilan Allah di dalam kebenaran, dalam hal Surga atau neraka. Namun semua orang akan diberi kesempatan kedua. Sementara itu ada beberapa orang yang bersukacita di dalam rahmat Allah, namun ada orang-orang lainnya yang merasa sangat terkejut dan sangat bersedih atas dosa-dosa mereka. Bahkan ada beberapa orang yang mati karena terkejut sebelum mereka sempat bertobat. Maka orang-orang seperti inilah yang memerlukan doa-doa kita. 

KARENA ITU BERSIAPLAH SEJAK SEKARANG, KARENA TERJADINYA PERINGATAN BESAR ITU SUDAH DEKAT SEKALI. 

Peringatan Besar sudah berada di atas kita. Setiap orang perlu bersiap-siap sekarang, seolah Peringatan itu akan terjadi besok. Yesus berkata bahwa setiap orang yang tahu tentang peristiwa ilahi ini hendaknya meminta Kerahiman Ilahi kepada-Nya, meminta pengampunan atas dosa-dosanya, sebelum Peringatan Besar itu terjadi. Bersiaplah sekarang dan sebarkan pesan ini dengan segera dan dengan urgensi yang besar.   

-------------------------------------

Silakan membaca artikel lainnya di sini:

LDM - Sifat Konformisme Umat Tuhan

LDM, 1 September 2023

LDM, Tanaman Obat - Pinus

KK, Minggu, 7 September 2014 @ 19.30 

Roma Berada Di Jantung Pertempuran Melawan Great Reset

Pedro Regis, 5486 - 5490

LDM, 7 September 2023

 

 

 

 

 

Thursday, November 22, 2018

Pastor Looney: MENJAWAB DELAPAN PERTANYAAN TENTANG API PENYUCIAN


Top of Form
MENJAWAB DELAPAN PERTANYAAN TENTANG API PENYUCIAN:
WAWANCARA DENGAN SUSAN TASSONE

oleh Pastor Edward Looney  | November 2, 2016



Ketika saya masih menjadi mahasiswa di Seminari Mundelein, saya sering mengunjungi web Marytown.

Tidak diragukan lagi, sekitar bulan November, Anda dapat memastikan bahwa tanda web mereka akan menunjukkan adanya acara mendatang bersama Susan Tassone. Sayangnya, saya tidak pernah menghadiri ceramahnya atau bertemu dengannya secara pribadi, tetapi saya akrab dengan tugasnya. Ketika saya masih muda, saya menemukan karya seorang wanita Eropa Timur bernama Maria Simma yang menerima kunjungan dari jiwa-jiwa suci di Api Penyucian (Holy Souls). Karena ketertarikan saya pada penampakan-penampakan Maria, maka gagasan seperti itu selalu memikat hati saya, dan saya menjadi yakin akan kebutuhan doa bagi jiwa-jiwa malang di Api Penyucian. Sejak pertemuan itu, saya selalu mengingatnya, terutama selama bulan November.

Bulan November adalah bulan yang didedikasikan untuk jiwa-jiwa di Api Penyucian, dan saya mencoba menghubungi Susan Tassone melalui seorang teman, menanyakan apakah dia mau berpartisipasi dalam wawancara untuk meningkatkan kesadaran tentang jiwa-jiwa di Api Penyucian. Dia dengan ramah menerima undangan saya. Susan Tassone diakui sebagai salah satu cendekiawan terkemuka tentang Api Penyucian dan dia telah menerbitkan banyak tulisan daripada siapa pun dengan tulisan-tulisannya yang bersifat informativ dan devosional. Buku-bukunya banyak dicari dan merupakan buku terlaris baik di penerbitnya dan di berbagai toko, termasuk Katalog Religius EWTN.

Dalam buku Berdoa Bersama Orang-Orang Kudus Bagi Jiwa-Jiwa Suci Di Api Penyucian, (Praying with the Saints for the Holy Souls in Purgatory) Susan menceritakan asal-usul devosinya kepada Jiwa Suci itu. Pada tahun 1983, Susan terlibat dalam kecelakaan, yang menyebabkan kakinya rusak permanen (atau begitulah yang dia pikir). Kebetulan lima puluh tahun sebelumnya, sampai hari itu, salah satu kerabat Susan juga terlibat dalam kecelakaan, tetapi dia tidak seberuntung itu; dia tidak bertahan hidup. Susan menyadari dirinya selamat karena dia punya misi.

Sepuluh tahun setelah kecelakaan yang mengubah hidupnya, Susan mengalami penyembuhan ajaib selama peziarahan Maria, dan setelah ziarah itu, misinya terungkap: untuk menjadi devosan bagi Jiwa-jiwa Suci di Api Penyucian. Satu buku yang sederhana, Read it or Rue it, telah mengubah hidupnya, ketika dia menghadapi penderitaan dari Jiwa-jiwa Suci.

Dia mengerti bahwa jiwa-jiwa suci itun akan membalas hingga 10.000 kali lipat dari perbuatan baik kepada kepada mereka. Segera dia menjadi ketagihan! Misinya dimulai dengan mengumpulkan uang untuk mengadakan Misa untuk jiwa-jiwa suci. Pada saat publikasi buku tersebut, lebih dari 2 juta dolar telah dikumpulkan untuk intensi-intensi Misa bagi jiwa-jiwa suci di Api Penyucian.

Selain misinya mengumpulkan intensi Misa untuk jiwa-jiwa suci, Susan telah menulis (setidaknya) delapan buku tentang Api Penyucian, dan telah melakukan wawancara yang tak terhitung jumlahnya di berbagai media. Hari ini, dengan senang hati saya membagikan wawancara saya dengan hamba dari jiwa-jiwa suci di Api Penyucian yang luar biasa ini, yang penuh iman dan sangat berbakti.

Pertanyaan satu:
Pastor Looney:  Apakah konsensus tradisi Katolik kita dalam hal Api Penyucian?

Susan Tassone: Saya belajar bahwa ada tiga poin utama yang disetujui oleh setiap orang:
Pertama, api yang digambarkan oleh orang-orang kudus adalah api yang bersifat positif, cinta kasih Tuhan yang membara. Itu bisa disebut sebagai API TUHAN. Bukan api fisik seperti yang kita kenal; tetapi Api Penyucian adalah sebuah pembakaran batin, sebuah semangat spiritual demi kasih kepada Tuhan. Jiwa di Api Penyucian melihat Allah dalam segala kemuliaan-Nya dan saat ini mereka tidak dapat bersama-Nya sehingga mereka merasa terbakar “di dalam batinnya” bagi Allah. Itu adalah kasih Allah yang membara — kerinduan Allah akan jiwa-jiwa yang menciptakan kerinduan mereka bagi Allah!

Kedua, sebuah konsep yang semua orang setuju adalah bahwa jiwa-jiwa suci di Api Penyucian membutuhkan doa-doa kita, terutama melalui tindakan ini: Misa Kudus, doa Rosario, doa Jalan Salib, Adorasi Ekaristi. Ada berbagai indulgensi yang melekat pada devosi-devosi ini yang dapat kita terapkan bagi jiwa-jiwa yang menderita di Api Penyucian. Saya menyebutnya sebagai empat Pilar Devosi.

Ketiga, ketika seseorang telah meninggal, kita merasa sedih dan berduka. Kami ingin melakukan sesuatu. Saya telah menerbitkan cara-cara paling kuat untuk membantu jiwa-jiwa suci di Api Penyucian yang mencakup pengumpulan doa, devosi, meditasi, membuat tulisan-tulisan, membaca Kitab Suci, dan lain-lain, yang merupakan sarana sempurna untuk menunjukkan kasih kita kepada jiwa-jiwa suci itu. Jiwa-jiwa itu paling mengkhawatirkan keselamatan kita, terutama keluarga mereka. Mereka menjadi pendoa syafaat yang kuat bagi kita sepanjang hidup. Katekismus memberi tahu kita banyak hal dalam paragraf 958. Semakin banyak kita berdoa bagi mereka, semakin kuat syafaat mereka bagi kita. Karena itu janganlah pernah berhenti berdoa untuk jiwa suci di Api Penyucian !

Pertanyaan dua:
Pastor Looney:  Bolehkah kita takut kepada Api Penyucian?

Susan Tassone: Beberapa orang melihat Api Penyucian sebagai “hukuman.” Tetapi sebenarnya tidak. Api Penyucian bukanlah tempat yang menakutkan. Tuhan mengasihi kita lebih dari siapa pun dan lebih dari siapa pun yang bisa mengasihi! Kasih-Nya itulah yang membersihkan dan memurnikan kita untuk dapat berdiri di hadapan hadirat-Nya. Tuhan adalah penuh dengan kemurnian yang tak terkatakan. Karena dosa dan keegoisan kita, kita membutuhkan pemurnian dan penyembuhan. Ini adalah keindahan surgawi dari Allah yang menggairahkan jiwa-jiwa ini dan mereka tidak akan mau pergi ke hadapan-Nya dengan membawa noda sedikitpun juga. Api Penyucian adalah tempat pemulihan besar: tempat di mana ketidak-sempurnaan dan kesalahan kita dimurnikan agar mencerminkan citra Allah yang bercahaya. Ini adalah api penyucian yang penuh kasih, sebuah penyucian yang menyembuhkan. Sebuah tanda yang indah dari kasih Tuhan. Itu adalah mahakarya dari rahmat-Nya. Dengan semuanya ini, kita harus bersyukur atas doktrin yang penuh belas kasih ini.

Pertanyaan tiga:
Pastor Looney: Mengapa kita perlu berdoa bagi jiwa-jiwa suci itu?

Susan Tassone: Keadilan Tuhan menuntut penghapusan dosa-dosa mereka dan Tuhan menaruh di tangan kita sarana-sarana untuk menolong mereka. Yesus memberi tahu St. Faustina: “Mereka sedang membayar denda atas keadilan-Ku. Adalah berada dalam kemampuanmu untuk memberikan bantuan bagi mereka ... Kerahiman-Ku memang tidak menginginkan hal ini, tetapi keadilan-Ku menuntut demikian ... “ (Diary 20, 1226).

Tuhan memberi kita kekuatan dan hak istimewa untuk meringankan dan membebaskan mereka dari api penyucian melalui Misa, Rosario, Jalan Salib, Adorasi dan mempersembahkan rasa sakit, sukacita dan penderitaan kita bagi mereka. Setelah jiwa meninggalkan tubuh maka saat untuk mendapatkan pahala bagi diri sendiri telah habis. Mereka tidak dapat melakukan apa pun untuk pembebasan mereka. Mereka tidak dapat menerima sakramen-sakramen atau mendapatkan indulgensi. Mereka bergantung sepenuhnya pada kemurahan hati kita yang masih berada di dunia. Kita adalah pembebas mereka. Surga mendorong semua tindakan ini dan kita membebaskan mereka. Dalam prosesnya, setelah dibebaskan, kita akan mendapatkan para pendoa syafaat yang baru selama sisa hidup kita.

Pertanyaan empat:
Pastor Looney: Beberapa orang menolak gagasan mengenai Api Penyucian. Sebagian orang tidak percaya bahwa tempat itu ada. Sebagai sebuah Gereja, kita sering menghindar dari topik ini. Apa yang ada di balik ini?

Susan Tassone: Dalam beberapa dekade setelah Konsili Vatikan Kedua (1962-1965) topik Api Penyucian kurang begitu diajarkan di kelas-kelas agama (termasuk di beberapa seminari) atau disampaikan dalam homili-homili karena masalah itu dianggap "pra-Vatikan II" daripada Gereja Doktrin. (Dengan cara berpikir yang sama, devosi terhadap Maria dianggap kuno, jika tidak, hampir usang.) Hasilnya adalah generasi muda yang hanya sedikit belajar, atau sama sekali tidak belajar,  tentang iman, rahmat, dosa, neraka, dan api penyucian. Kemudian, ketika mereka menjadi guru atau menjadi orang tua, mereka tidak memiliki pengetahuan atau pemahaman untuk berbicara tentang api penyucian kepada siswa atau anak-anak mereka sendiri. Untungnya, ada perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir, dan api penyucian adalah salah satu topik yang paling sering ditanyakan di antara umat beriman.

Pertanyaan lima:
Pastor Looney: Sebagai seorang imam, saya melakukan perencanaan pemakaman dengan orang-orang. Berkali-kali orang yang berduka mengatakan bahwa mereka tahu jika orang yang mereka kasihi telah berada di Surga (mereka menolak Api Penyucian secara implisit). Kadang-kadang pada Misa pemakaman, imam mengkanonisasi (menganggap suci) almarhum. Bagaimana komentar Anda dalam masalah ini?

Susan Tassone: Beberapa imam yang saya ajak bicara mengatakan bahwa kita perlu berbicara tentang kebenaran dan tidak menyangkal atau menyembunyikan gagasan mengenai Api Penyucian dari orang-orang. Kita harus ingat bahwa Tuhan adalah Hakim, bukan kita. Kita tidak tahu apakah jiwa itu secara sempurna selaras dengan kehendak Tuhan saat kematiannya. Hanya Tuhan saja yang tahu itu. Kita tidak boleh terlalu cepat berhenti mempersembahkan Misa atau doa bagi orang-orang yang kita cintai yang telah meninggal. Siapakah yang paling Anda rindukan dalam hidup? Siapakah yang membantu Anda secara rohani? Persembahkanlah Misa-Misa bagi mereka dan jangan lupa untuk berdoa bagi jiwa-jiwa mereka.

Pastor Looney: Menambahkan apa yang dikatakan Susan, terkadang saya punya kenalan orang-orang yang mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak perlu mengadakan Misa untuk orang-orang yang mereka cintai karena mereka percaya mereka sudah berada di Surga. Saya biasanya menanggapi dengan memberi tahu orang itu bahwa mengadakan Misa adalah cara bagi kita untuk bersekutu dengan orang yang kita cintai, karena liturgi kita di dunia adalah partisipasi dalam liturgi surgawi. Jika hal ini bisa meyakinkan orang itu, maka manfaat bagi orang yang telah meninggal pasti akan didapatkan dari Misa yang berikutnya!

Pertanyaan enam:
Pastor Looney: Berbicara tentang intensi Misa, apa yang terjadi pada intensi Misa kita jika almarhum sudah berada di Surga dan tidak lagi ditahan di Api Penyucian?

Susan Tassone: Tidak ada doa yang sia-sia bagi Tuhan. Jika orang yang meninggal masih juga didoakan dengan mempersembahkan Ekaristi atau dengan sebuah doa tertentu tetapi jiwa itu tidak membutuhkan pemurnian lebih lanjut, maka doa itu tidak akan sia-sia. Almarhum yang berada di surga menerima dua rahmat luar biasa: peningkatan keakraban dengan kasih Tuhan dan peningkatan kekuatan syafaat (pengantaraan) mereka sendiri. St. Thomas Aquinas menyebut ini “kemuliaan yang tidak disengaja.” Pelajaran yang bisa diambil di sini: jangan pernah berhenti berdoa untuk orang yang meninggal. Tuhan tidak pernah bisa dikalahkan dalam kedermawanan-Nya!

Pertanyaan tujuh:
Pastor Looney: Tahun depan menandai 100 tahun Fatima. Selama penampakan, anak-anak visiuner disana bertanya tentang seorang pemuda yang baru saja meninggal. Bunda Maria memberi tahu anak-anak itu, bahwa orang tersebut akan berada di api penyucian sampai akhir zaman. Apa yang harus kita lakukan dalam hal ini, karena bagaimanapun, yang meninggal itu adalah orang muda?

Susan Tassone: Suster Lucia bertanya kepada Bunda Maria tentang teman mereka, Amelia, yang berusia antara delapan belas dan dua puluh tahun. Amelia meninggal dalam situasi yang melibatkan perilaku tidak bermoral. Hanya Tuhan yang tahu mengapa jiwa itu akan berada di api penyucian sampai akhir dunia. Untuk berada di api penyucian, dia harus sangat menyesal atas dosa-dosanya. Namun, ketika dia meninggal, dia tidak memiliki waktu yang cukup untuk membuat penebusan atas hukuman sementara karena dosa-dosanya. Ini adalah pengingat yang baik untuk mempraktekkan tindakan kebajikan, sering menerima sakramen-sakramen, rajin berdoa, melakukan penebusan dosa dan membuat perbaikan sekarang, sementara kita masih hidup, untuk menghindari api penyucian.

Pertanyaan delapan:
Pastor Looney: Selama bulan Mei banyak orang akan meningkatkan perbuatan kesalehan Maria; selama bulan Juni mereka berdoa kepada Hati Kudus; pada bulan Oktober mereka sering berdoa rosario. Bagaimana kita bisa menghormati dan berdoa bagi jiwa-jiwa suci di Api Penyucian selama bulan November?

Susan Tassone: 
  1. Misa, Misa dan Misa. Ini adalah cara paling kuat untuk membantu meringankan dan melepaskan jiwa-jiwa suci itu. Persembahkanlah Misa, atau Misa Gregorian, melalui Persekutuan Kesalehan St. Joseph (http: //www.pusj.org/). Saya mendorong orang-orang untuk memasukkan Misa Gregorian ke dalam rencana-rencana Anda! Ia adalah berupa 30 kali Misa berurutan untuk satu jiwa yang telah meninggal. Devosi dipopulerkan oleh Paus St. Gregorius Agung. Suatu jiwa akan  dibebaskan dari Api Penyucian setelah St. Gregorius mempersembahkan 30 Misa untuknya.

Apakah ini menjamin bahwa jika kita telah mempersembahkan 30 Misa maka jiwa itu akan dibebaskan dari Api Penyucian? Tidak ada jaminan, tetapi Gereja menunjukkan keampuhan dari Misa!

  1. Bersama Misa Kudus adalah doa Rosario! Mengapa? Karena indulgensi yang melekat padanya. Rosario adalah merupakan doa Maria yang paling kuat di samping Misa Kudus. Saya memiliki Rosario untuk jiwa-jiwa suci di Api Penyucian. Ia memiliki setiap petikan Kitab Suci dan referensi yang terkait dengan Api Penyucian.
  1. Jalan Salib adalah bentuk devosi lainnya bagi jiwa-jiwa suci. Kitab Suci dan iman kita dalam Persekutuan Para Kudus mendorong kita untuk mengingat keluarga atau teman kita yang telah meninggal.

Cara apa yang lebih baik untuk berdoa bagi mereka selain dengan merenungkan jam-jam terakhir Kesengsaraan Yesus. Ini adalah panduan yang indah untuk devosi yang penting ini. Saya telah menulis buku Jalan Salib untuk Jiwa Suci di Api Penyucian yang telah terjual lebih dari 85.000 eksemplar. Saya suka menganggapnya sebagai 85.000 jiwa yang dibebaskan dari Api Penyucian.

  1. Hari demi hari untuk Jiwa Suci di Api Penyucian: 365 Refleksi juga bisa menjadi bantuan doa yang kuat untuk membantu Jiwa Suci.


Pastor Looney: Untuk memberi daftar bagi Anda, saya bisa menambahkan mengunjungi pemakaman selama bulan November, tetapi terutama selama delapan hari pertama setelah meninggal dunia. Ada indulgensi penuh yang melekat pada praktik renungan ini, yang hanya dapat diperoleh untuk jiwa-jiwa malang di api penyucian. Saya juga merekomendasikan doa St. Gertrude Agung untuk melepaskan jiwa-jiwa dari api penyucian.

Thursday, November 15, 2018

Fr.Paul O’Sullivan O.P. (E.D.M) - MENGHINDARI API PENCUCIAN Bab 14


MENGHINDARI API PENCUCIAN


Oleh : Fr.Paul O’Sullivan O.P. (E.D.M)


B A B   14

Bagaimana Kita Bisa Membantu Jiwa-jiwa di Api Pencucian

Cara yang pertama adalah dengan menjadi anggota kelompok kerasulan doa untuk jiwa-jiwa di Api Pencucian. Syaratnya mudah dipenuhi. Kelompok ini telah diterima secara resmi oleh Cardinal Patriarch of Lisbon (Uskup tertinggi Lisabon, Portugal) pada bulan Juni 1936. Syarat-syarat :

Para anggota diharuskan mengirimkan nama lengkap ke Association of the Holy Souls, Diminican Nuns of the Perpetual Rosary, PIUS XII Monastery, Rua Do Rosario 1, 2495 Fatima, Portugal.

Para anggota diharuskan mengikuti Misa Kudus seminggu sekali yang dipersembahkan untuk jiwa-jiwa di Api Pencucian (Misa hari Minggu dapat dipersembahkan untuk permohonan ini)
Para anggota diharuskan berdoa untuk jiwa-jiwa di Api Pencucian dan menyebarkan devosi ini (dianjurkan untuk membaca buku ‘Read me or Rue It’).

Para anggota diminta untuk memberikan sumbangan setahun sekali untuk dana Misa Kudus. Dana sumbangan ini untuk mempersembahkan Misa Kudus bagi jiwa-jiwa di Api Pencucian setiap bulan.

Cara kedua untuk membantu jiwa-jiwa di Api Pencucian adalah dengan mengadakan Misa Kudus yang dipersembahkan bagi mereka. Ini adalah cara paling efektif untuk mengurangi penderitaan mereka.

Mereka yang tidak dapat mempersembahkan misa-misa khusus untuk keperluan ini karena terbatasnya dana, harus menghadiri sebanyak mungkin misa untuk intensi ini. Suatu ketika seorang pria muda yang berpenghasilan rendah berkata kepada penulis :’Istri saya meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Saya hanya mampu mengadakan 10 kali misa untuk jiwanya, tetapi mengikuti 1000 kali misa dengan intensi untuk membantu jiwanya’.

Mendaraskan doa Rosario (yang memberi indulgensi sangat besar) dan Jalan Salib (yang mendatangkan sangat banyak indulgensi pula) adalah cara yang sangat efektif untuk membantu jiwa-jiwa di Api Pencucian. St.Yohanes Massias membebaskan lebih dari 1 juta jiwa dari Api Pencucian dengan mendaraskan Rosario dan mempersembahkan semua indulgensinya bagi mereka.   
Cara lain yang mudah tetapi efektif dengan mengulang-ulang doa pendek dan mempersembahkan indulgensinya bagi jiwa-jiwa di Api Pencucian. Banyak orang mempunyai kebiasaan mengucapkan 500-1000 kali doa-doa pendek :’Hati Kudus Yesus, Engkaulah andalanku’, atau kata-kata ‘Yesus’ setiap hari. Devosi dengan cara ini memberikan banyak sekali rahmat bagi mereka yang menjalankannya serta memberikan keringanan yang sangat besar bagi jiwa-jiwa di Api Pencucian. Mereka yang mendaraskan doa pendek ini hingga 1000 kali sehari, mendapatkan indulgensi sebanyak 300.000 hari ! Jelas banyak sekali jiwa-jiwa di Api Pencucian yang dapat mereka ringankan penderitaannya. Apalagi jika hal ini dijalani selama satu bulan, 1 tahun, atau bahkan bertahun-tahun. Dan bila mereka tidak mendaraskan doa-doa pendek ini, bisa dibayangkan betapa banyak rahmat yang tidak mereka peroleh. Tidaklah mustahil, bahkan tidak akan terasa sulit bagi kita untuk mengucapkan doa ini 1000 kali sehari. Jika 1000 kali terlalu menyita waktu, kita bisa mencobanya dengan 500 atau hanya 200 kali saja sehari.

Doa lain yang sangat ampuh adalah : ‘Bapa yang kekal, kami mempersembahkan kepadaMu Darah Yesus yang paling berharga, bersama dengan semua Misa Kudus diseluruh dunia hari ini demi jiwa-jiwa di Api Pencucian’. Tuhan Yesus memberikan penglihatan kepada St.Gertrudis bagaimana sejumlah besar jiwa-jiwa meninggalkan Api Pencucian menuju ke Surga karena doa yang biasa diucapkan oleh Santa ini berkali-kali setiap hari.

Sikap pengurbanan diri, yakni mempersembahkan kepada Allah semua perbuatan baik kita selama hidup di dunia serta doa-doa orang lain yang ditujukan kepada kita setelah kita meninggal dunia demi jiwa-jiwa di Api Pencucian. Apabila Tuhan memberikan balasan yang sangat murah hati atas bantuan kecil bagi orang miskin yang diberikan atas namaNya, maka Tuhanpun akan memberikan balasan yang berlimpah kepada kita apabila kita persembahkan semua perbuatan baik kita selama hidup dan doa-doa orang lain bagi kita setelah meninggal bagi jiwa-jiwa di Api Pencucian yang sangat dikasihiNya. Sikap seperti ini tidak menghalangi para imam untuk mempersembahkan misa dengan intensi-intensi yang mereka kehendaki, atau menghalangi umat untuk mendoakan orang-orang lain atau intensi-intensi lain yang mereka kehendaki. Sikap ini hanyalah salah satu cara yang dianjurkan.  

Sedekah bisa membantu jiwa-jiwa di Api Pencucian

St.Martinus memberikan setengah dari jubahnya kepada seorang pengemis dan tak lama kemudian barulah ia tahu bahwa ternyata Yesus Kristuslah yang diberinya jubah itu. Tuhan menampakkan diri kepadanya dan mengucapkan terima kasih.

Jordan Terberkati dari Ordo Dominikan tidak pernah dapat menolak memberi sedekah apabila hal itu diminta dengan nama Allah. Suatu hari ia lupa membawa dompetnya. Seorang pengemis meminta sedekah kepadanya demi kasih Allah. Bukannya menolak, Jordan yang saat itu masih pelajar, memberikan ikat pinggang kesayangannya yang sangat mahal kepada pengemis itu. Tidak lama kemudian ia masuk ke Gereja dan melihat bayangan ikat pinggangnya melingkar di pinggang patung Kristus di salib. Jelas sudah, iapun telah memberikan ikat pinggang itu kepada Kristus. Setiap kali kita memberi sedekah, kita memberikannya kepada Kristus.

Saran :

Marilah kita memberi sedekah semampu kita.
Marilah kita mempersembahkan intensi-intensi kita lewat Misa Kudus semampu kita.
Marilah kita mengikuti Misa Kudus sesering mungkin.
Marilah kita persembahkan semua rasa sakit dan penderitaan kita bagi jiwa-jiwa di Api Pencucian.   

Dengan cara-cara ini kita akan membebaskan banyak sekali jiwa-jiwa di Api Pencucian dan mereka yang telah masuk ke Surga akan membalas kemurahan hati kita beribu-ribu kali lipat banyaknya.



Lampiran I :

Skapulir Coklat

Bunda dari Gunung Karmel memberikan 2 janji kepada mereka yang memakai Skapulir Coklat. Janji Perawan Terberkati kepada St.Simon Stock pada tanggal 16 Juli 1251 adalah :”Barang siapa yang pada saat meninggalnya mengenakan skapulir ini, tidak akan menderita api abadi”.

Janji kedua, yang terkenal dengan sebutan ‘Hak istimewa hari Sabtu’, diberikan oleh Bunda Maria kepada Paus Johanes XXII pada tahun 1322 yang mengatakan :’Aku, Bunda Rahmat Ilahi, akan turun pada hari Sabtu setelah kematian mereka dan siapa saja yang aku jumpai di Api Pencucian akan kubebaskan dari sana’.

Ada tiga syarat untuk mendapatkan hak istimewa ini, yaitu :
Memakai Skapulir Coklat.
Menghayati kemurnian selaras dengan panggilan hidupnya.
Mengucapkan doa ofisi pendek (doa persembahan pagi) setiap hari.

Mereka yang buta huruf dapat mengubah doa ini dengan pantang daging setiap hari Rabu dan Sabtu. Demikian juga imam yang mempunyai tugas-tugas keuskupan (ini mencakup sebagian besar imam) memiliki kewenangan tambahan untuk mengubah syarat ketiga diatas dengan tugas lainnya, misalnya doa rosario setiap hari.

Karena agungnya hak istimewa Hari Sabtu ini maka Ordo Karmelit menyarankan agar syarat ketiga ini maksimal hanya digantikan dengan tujuh Bapa Kami, tujuh Salam Maria dan tujuh Kemuliaan.
Pemberkatan Skapulir Bunda Maria dari Gunung Karmel ini merupakan tanda bahwa seseorang secara resmi telah masuk kedalam Persaudaraan Skapulir (Persaudaraan Bunda Maria dari Gunung Karmel), sebuah organisasi doa yang sangat besar. Para pemakai skapulir ini (anggota Persaudaraan) mendapat bagian pahala didalam doa-doa harian yang didaraskan Ordo Karmelit serta semua kebajikan para anggota Persaudaraan Skapulir ini. Upacara pemberkatan Skapulir dan persemian anggota Persaudaran ini seringkali dilaksanakan setelah upacara penerimaan Komuni Pertama.


Lampiran 2 :

Cara memperoleh indulgensi penuh

Indulgensi adalah remisi atau pengurangan hukuman sementara atas dosa-dosa yang telah diampuni. Indulgensi Parsiil mengurangi sebagian dari hukuman diatas, sedangkan Indulgensi Penuh menghapus semua hukuman seseorang. Hanya satu indulgensi Penuh yang bisa diperoleh setiap hari (kecuali dalam menghadapi kematian). Baik Indulgensi Penuh maupun Indulgensi Parsiil dapat dipersembahkan bagi jiwa-jiwa di Api Pencucian.

Ada banyak doa dan perbuatan baik yang bisa memberikan Indulgensi Penuh tetapi 4 hal berikut ini perlu mendapat perhatian khusus :

Melakukan kunjungan kehadapan Sakramen Terberkati untuk menyembahNya paling sedikit selama setengah jam.
Membaca Kitab Suci paling sedikit setengah jam sebagai bacaan rohani dengan perhatian mendalam kepada Sabda Tuhan.
Melakukan Jalan Salib (termasuk berjalan dari stasi yang satu ke stasi berikutnya, dalam kelompok, minimal pemimpin doa berjalan dari stasi ke stasi). Disini tak diperlukan doa khusus, tetapi Jalan Salib harus mencakup meditasi yang khidmat atas kasih Tuhan Yesus serta sengsara dan wafatNya.
Mendaraskan doa rosario (paling sedikit 3 peristiwa) dengan renungan yang sungguh-sungguh atas misteri-misterinya, di Gereja, didalam keluarga, kelompok doa atau kelompok kerasulan doa.

Disamping menjalankan hal diatas, ketiga syarat berikut ini perlu diperhatikan :
Mengaku dosa (beberapa hari sebelumnya sudah cukup memadai)
Menerima Komuni Kudus.
Medoakan ujub Bapa Suci (satu kali Bapa Kami dan satu kali Salam Maria)

Selain itu kita juga harus bebas dari semua keterikatan dengan dosa, sekalipun dosa itu dosa yang bisa diampuni. Jika seseorang berusaha mendapatkan Indulgensi Penuh tetapi gagal memenuhi semua persyaratan ini, maka ia hanya mendapatkan Indulgensi Parsiil.