Tuesday, May 17, 2022

Anne, lokusi 27 Maret 2021 (5 dari 5)

 Anne, lokusi 27 Maret 2021 (5 dari 5)

 

27 Maret 2021 (3)

(5 dari 5)

Maria, Bunda dan Ratu Gereja

Anne, bagaimana seharusnya Gereja di Bumi mewakili aku, Ibu dan Ratunya? Jika kamu merenungkan atributku yang paling berharga, kamu akan memulai dengan masa-masa pengabdianku kepada Tuhan, Bapaku yang terkasih. Aku tidak pernah memberontak terhadap-Nya. Aku sangat mencintai-Nya sehingga aku bisa merasakan getaran-Nya dalam diriku setiap saat. Aku tidak pernah terpisah dari-Nya, selamanya. Jika pikiranku mulai merenungkan realitas duniawi, segera aku menarik kembali diriku kepada Bapaku dan membawa Dia ke dalam kontemplasiku. Aku terus mencari, tanpa lelah dan dengan gembira, untuk memohon pengertian dari-Nya tentang setiap orang dan setiap situasi yang kutemui.

Aku selalu dipenuhi dengan rasa ingin tahu dan bertanya-tanya tentang Dia. Dan Dia tidak pernah mengecewakan aku. Jika aku menunjukkan rasa ingin tahuku ini, Dia memberiku kebebasan terbesar dalam perenunganku. Aku mempelajari cara dan tindakan Surga di Bumi. Bagiku, semuanya adalah kesempatan untuk mempelajari cara-cara agung dari Tuhan, Sang Pencipta. Pelajaran yang kujalani ini termasuk pengamatan tentang dosa-dosa manusia, ya, tetapi juga cara mereka memperbaiki diri. Aku juga mempelajari penyesalan dan kesedihan mereka. Hal itu membuat aku menangis dan memohon belas kasihan Tuhan. “Bapa,” aku berdoa, “Sudilah Engkau segera menyembuhkan orang ini dari akibat dosa mereka. Sudilah Engkau melakukan hal ini demi aku, Bapa, karena aku tidak dapat menanggung rasa sakit mereka.”

Anne, apakah aku pernah dikecewakan oleh permintaanku kepada Tuhan dengan meminta belas kasihan bagi orang lain? Kamu tahu bahwa aku tidak pernah kecewa dengan jawaban atas doa-doaku. Dari Tuhan datanglah aliran kebaikan yang tiada akhir bagi orang-orang yang kujumpai. Tidak, Tuhan tidak pernah mengecewakan aku sama sekali. Rencana Bapa yang luar biasa selalu mempesona diriku dan memenuhi aku dengan segala pengharapan. Tuhan telah mengizinkan bagiku suatu keberadaan yang memberi hidup secara kekal. Aku adalah Ibu dari setiap anak manusia. Aku adalah Ibu dari anak-anak Allah dan aku adalah Ratu dari Gereja Putraku. Dalam peran ini, aku meminta agar cara hidupku juga menjadi cara hidup Gereja.

Kesempurnaan Tuhan tersedia melalui setiap Sakramen dan setiap rahmat yang datang melalui setiap pertemuan sakramental. Sungguh, Putraku telah melihat kesempurnaan yang tersedia melalui Sakramen-sakramen. Tuhan, Pencipta dan Bapaku yang terkasih, tidak membutuhkan pembaruan. Tuhan tidak membutuhkan perkembangan, adaptasi, atau dorongan untuk meningkatkan sesuatu. Roh Kudus mencari tanpa lelah bagi mereka yang mengenal Allah dan ingin melayani menurut kehendak-Nya. Roh Kudus mencari mereka yang mau melupakan prasangka dan luka-luka mereka. Roh Kudus selalu segar dan ide-ide yang berasal dari Sang Penghibur ini memicu upaya yang paling dinamis. Siapakah yang mau bergabung dengan Roh Kudus Penghibur?

Anak-anakku, siapakah aku ini? Aku adalah pembela sejati Tritunggal. Akulah yang membela Tritunggal tanpa merugikan anak-anak yang begitu disayangi oleh Sang Pencipta. Aku tidak punya sifat pemberontakan. Aku tidak memiliki keinginan memberontak di dalam hatiku di dunia. Umat manusia hendaknya ditarik kepadaku sekarang, sebab jika tidak, mereka akan hanyut tanpa tujuan ke dalam rencana-rencana musuh untuk menimbulkan kekecewaan dan keputusasaan.

Karena Tuhan sendiri telah menunjuk aku sebagai Ibu dan Ratu Gereja, aku memiliki otoritas yang Dia berikan kepadaku untuk menggunakan kuasa-Nya. Pengaruhku dengan Tuhan tidak kuperoleh dari usahaku sendiri. Aku tidak ingin disalahpahami. Tuhanlah yang telah memberikan kuasa itu kepadaku, dan Dia menciptakan aku untuk membantu-Nya dengan cara ini. Aku hanya merasakan kerendahan hati dan tekad. Saat aku meninggalkan tempat kematian Putraku, sebagai murid yang tidak terpengaruh, aku sekarang bertindak sebagai anak yang tidak terpengaruh dari Pencipta dan Bapa yang terkasih. Siapakah yang akan membantu aku dalam membela Tritunggal dalam sifat sejati-Nya, yaitu kasih? Siapakah yang akan menerima getaranku dan menggunakannya untuk memperbarui Gereja Putraku? Siapakah yang akan mau menanggung dan berbagi beban tekad dari Ibu mereka?

Aku adalah Ibu dan Ratu Gereja dan aku juga Ibu dan Ratumu. Sebagai Ibu dan Ratumu, aku mengajukan permintaan ini kepadamu. Bergabunglah denganku. Mulailah kembali ke dalam kehidupan rohanimu. Menjadi anak dari Ibumu ini secara lebih utuh. Biarlah orang-orang yang bertemu denganmu bisa merasakan dan mengalami kesetiaanku kepada Roh Penghibur. Biarlah orang-orang bertemu denganmu dan mengalami pengampunan tak terbatas dari Putraku. Biarlah orang-orang bertemu denganmu dan mengalami sukacita dan harapan dari Pencipta dan Bapaku yang terkasih.

Aku adalah Ibu dan Ratu Gereja. Aku ingin membuat hal ini diketahui semua orang. Tuhan telah memberiku karunia keibuan bagi Gereja Putraku dan Dia juga telah memberiku wewenang untuk menanamkan getaranku kepada Gereja, sebagai Ratunya, demi tujuan pembaruan. Sungguh, aku berharap orang-orang dapat melihat Gereja kita di Bumi dan mengakui Tritunggal. Agar hal ini terjadi, maka Gereja harus ingat bahwa ia memiliki seorang Ibu dan seorang Ratu dan bahwa aku, Maria, adalah Ibu dan Ratu itu. Ketika orang-orang dapat melihat Gereja kita dan mengenali aku yang hadir dan aktif di dalam Gereja, maka Gereja akan paling akurat mewakili Tritunggal Ilahi, yang saat ini sedang kubela.

Siapakah yang mau membantu aku?

 

----------------------------------

 

Silakan membaca artikel lainnya di sini:

LDM, 12 Mei 2022

Gisella Cardia 13 Mei 2022 & Co-redemptrix & Blood Moon

Anne, lokusi 25 Maret 2021 (1 dari 5)

LDM, 15 Mei 2022

Anne, lokusi 26 Maret 2021 (2 dari 5)

Anne, lokusi 27 Maret 2021, (3 dari 5)

Anne, lokusi 27 Maret 2021 (4 dari 5)