Friday, July 30, 2021

3 Cara Berdoa Rosario Lebih Baik, Menurut St. Yohanes Paulus II

 

 

3 Cara Berdoa Rosario Lebih Baik, Menurut St. Yohanes Paulus II 

 

 

St Yohanes Paulus II sangat suka berdoa Rosario. Bahkan, dia berkata: “Rosario adalah doa favorit saya. Doa yang luar biasa! Luar biasa dalam kesederhanaan dan kedalamannya!” Dia sering berdoa Rosario, di banyak tempat berbeda - di Gereja, di tempat-tempat suci Bunda Maria, sambil berjalan di alam terbuka, di pegunungan.

 

Pada 16 Oktober 2002, dia merilis surat apostoliknya Rosarium Virginia Mariae ("Rosario Perawan Maria"), yang memperkenalkan serangkaian misteri baru dari Rosario - Misteri Cahaya atau Misteri Terang. Apa yang banyak orang tidak tahu, bagaimanapun, adalah bahwa St. Yohanes Paulus II dalam surat apostolik itu memberikan beberapa saran yang indah dan praktis tentang bagaimana kita dapat berdoa Rosario dengan lebih baik. 3 saran yang akan kami bagikan di bawah ini bukan merupakan petunjuk, atau hal wajib yang harus kita lakukan saat berdoa Rosario. Sebaliknya, itu adalah saran yang diberikan oleh St. Yohanes Paulus II yang, jika diterapkan, akan membantu kita berdoa dengan lebih baik. 

1. Daraskanlah Rosario Dengan Menggunakan Sarana-Sarana Religius 

St Yohanes Paulus II merekomendasikan penggunaan gambar atau patung religius yang bisa menggambarkan misteri-misteri Rosario. Tujuannya adalah untuk membantu kita “memfokuskan perhatian kita.” Sebagai manusia, indera kita mudah terganggu oleh banyak hal. Mendaraskan misteri rosario dengan lantang, dan menggunakan gambar atau patung religius, akan membantu memusatkan "pikiran kita pada misteri tertentu."

 

Inilah alasan mengapa sangat disarankan agar kita mendirikan altar keluarga yang sederhana di rumah, dimana disitu kita dapat berdoa Rosario sebagai sebuah keluarga. Gambar-gambar indah Bunda Maria dan Tuhan kita Yesus akan membantu memfokuskan pikiran kita kepada doa. 

2. Bacalah Kutipan Alkitab Yang Terkait Dengan Masing-Masing Peristiwa 

Rosario adalah doa yang sangat alkitabiah. 20 misteri Rosario pada dasarnya adalah ringkasan dari Perjanjian Baru dan Kehidupan Tuhan kita Yesus Kristus. Ketika kita berdoa Rosario satu dekade tertentu, kita diajak untuk memusatkan pikiran kita pada misteri tertentu yang sedang kita renungkan - kita diajak untuk merenungkan momen tertentu dalam kehidupan Yesus dan Maria, seperti yang didokumentasikan dalam Alkitab.

 

Itulah sebabnya St. Yohanes Paulus II menyarankan bahwa setelah mengucapkan sebuah misteri tertentu, bacalah suatu kutipan Alkitab yang terkait. Misalnya, jika kita merenungkan Misteri Sukacita Pertama – Maria menerima Kabar Sukacita - kita dapat membaca bagian singkat tentang Kabar Sukacita dalam Alkitab. Ini dapat membantu memfokuskan pikiran kita pada misteri itu. 

3. Sediakan Saat-saat Keheningan 

St Yohanes Paulus II juga sangat merekomendasikan adanya saat-saat hening ketika kita berdoa Rosario. Dia menulis bahwa saat hening idealnya harus mengikuti pernyataan misteri dan pembacaan firman Tuhan.

 

Dia berkata bahwa “kelemahan masyarakat yang didominasi oleh teknologi dan media massa saat ini adalah kenyataan bahwa keheningan menjadi semakin sulit dicapai.” Untuk mendengar Tuhan yang berbicara kepada kita, kita juga perlu menghilangkan “kebisingan” dari semua suara dan perhatian lain. Keheningan doa yang tergabung dalam Rosario ini akan membantu kita membungkam pikiran kita dan memungkinkan kita untuk mencapai relasi yang lebih dalam dengan Yesus dan Maria, yang akan berbicara kepada hati kita dalam keheningan ini. 

St. Yohanes Paulus II, doakanlah kami! 

 

---------------------------------------- 

Silakan membaca artikel lainnya di sini: 

Kaum ​​Muda Katolik Di Seluruh Dunia Berseru Kepada Paus Francis

LDM, 22 Juli 2021

Pesan kepada Pedro Regis, 5151 – 5155

Uskup Schneider: Misa bukanlah milik pribadi paus.

Enoch, 28 Juli 2021

Penggunaan Meluas Atas Aplikasi Khusus Homoseksual, Grindr, Di Seantero Vatikan

Kardinal McCarrick Didakwa Bersalah