Sunday, April 9, 2023

21 Hal dikatakan St. de Montfort tentang Rosario dan Devosi Maria

 These Last Days News - April 29, 2016

 



    

21 Hal yang dikatakan St. Louis de Montfort tentang Rosario dan Devosi Maria…

 https://www.tldm.org/news29/21-things-st-louis-de-montfort-said-about-the-rosary-and-marian-devotion.htm 

 

 

NCRegister.com reported on April 27, 2016:

 

Tanggal 28 April menandai peringatan 300 tahun kematian St. Louis Marie Grignion de Montfort, salah satu promotor terpenting devosi Maria, Rosario, dan konsekrasi kepada Bunda Maria sebagai sarana pasti untuk bertumbuh di dalam rahmat dan kasih kepada Yesus, Putranya, dan Tuhan kita.

 

Itu adalah metode konsekrasi cara de Montfort kepada Bunda Maria yang kemudian disusun oleh St. Yohanes Paulus II dan mengarah pada motonya: Totus Tuus.

 

Dalam bukunya Crossing the Threshold of Hope, St Yohanes Paulus II menulis, “Terima kasih kepada St Louis de Montfort, karena saya jadi mengerti bahwa devosi sejati kepada Bunda Allah sebenarnya adalah bersifat Kristosentris, yang memang berakar sangat dalam pada misteri Tritunggal Mahakudus, dan misteri Inkarnasi dan Penebusan."

 

Pada peringatan tiga abad St. Louis de Montfort ini, tulisan dan ajarannya tetap segar dan menginspirasi. Mari kita lihat 21 kutipan di antaranya, dari karyanya yang berjudul Risalah Devosi Sejati kepada Perawan Terberkati, Rahasia Rosario, dan Kasih akan Kebijaksanaan Abadi.

 

(1) “Melalui Perawan Maria yang Terberkati, Yesus Kristus datang ke dunia, dan juga melalui Maria yang sama, maka Kristus akan memerintah di dunia.”

 

(2) “Seluruh kesempurnaan kita terdiri dari: menjadi serupa, dipersatukan, dan dikuduskan (dikonsekrasikan) kepada Yesus Kristus. Oleh karena itu yang paling sempurna dari semua devosi tidak diragukan lagi adalah yang menyesuaikan, mempersatukan dan mengkonsekrasikan diri kita secara paling sempurna kepada Yesus Kristus. Sekarang, karena Maria, dari antara semua makhluk, adalah yang paling mirip dengan Yesus Kristus, maka di antara semua devosi yang paling menguduskan dan menyesuaikan jiwa kepada Tuhan kita adalah devosi kepada Maria, Bunda Suci-Nya, dan semakin banyak jiwa yang dikonsekrasikan kepadanya akan semakin dikuduskan dia bagi Yesus Kristus.”

 

(3) “Hampir tidak mungkin bagi saya untuk mengungkapkan dengan kata-kata seberapa banyak Bunda Maria berpikir tentang Rosario Suci dan betapa dia lebih menyukainya daripada semua devosi lainnya. Saya juga tidak dapat mengungkapkan secara memadai betapa dia menghargai orang-orang yang berusaha untuk mewartakan devosi ini, untuk membangun dan menyebarkannya, atau di sisi lain betapa tegasnya Maria menegur mereka yang berupaya menentangnya.

 

(4) “Jika para imam dan religius memiliki kewajiban untuk merenungkan kebenaran agung dari agama suci kita untuk menghayati panggilan mereka secara layak, maka kewajiban yang sama juga diberlakukan bagi umat awam — karena fakta bahwa setiap hari mereka bertemu dengan bahaya spiritual yang mungkin membuat mereka kehilangan jiwa mereka. Oleh karena itu mereka harus mempersenjatai diri dengan sering merenungkan kehidupan, kebajikan dan penderitaan Tuhan Yang Terberkati – yang begitu indah terkandung dalam 15 misteri Rosario Suci.”

 

(5) “Jika saya ditanya oleh seseorang yang ingin menghormati Bunda kita, ‘Apa yang termasuk dalam devosi yang tulus kepadanya?’ Saya akan menjawab secara singkat bahwa itu terdiri dari apresiasi penuh terhadap hak istimewa dan martabat Bunda kita; dalam mengungkapkan rasa terima kasih kita atas kebaikannya terhadap diri kita; dengan bersemangat mempromosikan devosi kepadanya; terus-menerus meminta bantuannya; dalam ketergantungan penuh kepadanya; dan dalam menempatkan kepercayaan yang kuat dan keyakinan yang penuh kasih pada kebaikan keibuannya.”

 

(6) “Rosario adalah senjata paling ampuh untuk menyentuh Hati Yesus, Penebus kita, yang sangat mencintai Bunda-Nya.”

 

(7) “Jika Anda berdoa Rosario dengan setia sampai mati, saya yakinkan Anda bahwa, terlepas dari beratnya dosa Anda, Anda akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak pernah pudar. Bahkan jika Anda berada di ambang kutukan, bahkan jika Anda memiliki satu kaki di neraka, bahkan jika Anda telah menjual jiwa Anda kepada iblis seperti yang dilakukan oleh para dukun yang mempraktikkan ilmu hitam, dan bahkan jika Anda seorang bidaah yang keras kepala seperti iblis, cepat atau lambat Anda akan bertobat dan akan mengubah hidup Anda dan akan menyelamatkan jiwa Anda, asalkan -- dan catat dengan baik apa yang saya katakan -- asalkan Anda mendaraskan Rosario Suci dengan tekun setiap hari sampai mati untuk tujuan mengetahui kebenaran dan mendapatkan penyesalan dan pengampunan untuk dosa-dosa Anda.”

 

(8) “Jika kemudian kita membangun devosi yang baik kepada Bunda Maria, itu tidak lain adalah untuk membangun devosi kepada Tuhan kita secara lebih sempurna, dengan menyediakan cara yang mulus namun pasti untuk mencapai Yesus Kristus.”

 

(9) “Karena melalui Maria adalah cara Yesus pertama kali datang kepada kita, maka Maria akan kembali menjadi cara Yesus datang kepada kita untuk kedua kalinya meskipun tidak dengan cara yang sama.”

 

(10) “Karena Maria adalah sarana yang pasti, jalan yang langsung dan tak bercela menuju Yesus dan pembimbing yang sempurna kepada-Nya, melalui Maria-lah jiwa-jiwa yang bersemangat dalam kesucian harus menemukan Yesus. Dia yang menemukan Maria menemukan hidup, yaitu, Yesus Kristus yang adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup…Maka Maria harus lebih dikenal daripada sebelumnya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam serta kemuliaan yang lebih besar dari Tritunggal Mahakudus.”

 

(11) “Di masa-masa akhir ini Maria harus bersinar lebih dari sebelumnya dalam belas kasihan, kekuatan dan rahmat. Dalam belas kasihan, untuk membawa kembali dan menyambut dengan penuh kasih para pendosa dan pengembara yang malang yang akan bertobat dan kembali ke dalam Gereja Katolik. Dalam kekuasaan, untuk melawan musuh-musuh Tuhan yang akan bangkit dengan mengancam untuk merayu dan menghancurkan dengan janji dan ancaman kepada semua orang yang menentang mereka. Dan akhirnya, Maria harus bersinar dalam kasih karunia untuk menginspirasi dan mendukung para prajurit yang gagah berani dan hamba yang setia dari Yesus Kristus yang berusaha demi tujuan-Nya.”

 

(12) “Maria haruslah menjadi sehebat pasukan dalam barisan perang melawan iblis dan para pengikutnya, terutama di zaman akhir ini. Bagi Setan, mengetahui bahwa dia hanya memiliki sedikit waktu tersisa  bahkan lebih sedikit sekarang daripada sebelumnya  untuk menghancurkan jiwa-jiwa, maka setan mengintensifkan upaya dan serangannya setiap hari. Setan tidak akan ragu untuk membangkitkan penganiayaan yang kejam dan memasang jerat yang berbahaya bagi para hamba Maria yang setia dan anak-anak yang menurutnya lebih sulit untuk diatasi daripada yang lain.

 

(13) “Siapa pun yang berdoa Rosario setiap hari tidak akan pernah menjadi bidaah formal atau disesatkan oleh iblis.”

 

(14) “Orang yang berdoa Rosario setiap hari tidak akan pernah tersesat. Ini adalah pernyataan yang dengan senang hati akan saya tandatangani dengan darah saya.”

 

(15) “Ketika Rosario Suci didaraskan dengan baik, hal itu memberi Yesus dan Maria lebih banyak kemuliaan dan jasa daripada doa-doa lainnya.”

 

(16) “Devosi sejati kepada Bunda Maria adalah penuh dengan kepercayaan, artinya, itu memenuhi kita dengan keyakinan pada Perawan Terberkati, keyakinan yang dimiliki seorang anak terhadap Ibunya yang penuh kasih. Itu mendorong kita untuk datang kepadanya dalam setiap kebutuhan tubuh dan jiwa kita dengan kesederhanaan, kepercayaan, dan kasih sayang yang besar. Kita memohon bantuan Ibu kita selalu, di mana saja, dan untuk segalanya. Kita berdoa kepadanya agar tercerahkan dalam keraguan kita, untuk dikembalikan ke jalan yang benar ketika kita tersesat, untuk dilindungi ketika kita dicobai, untuk dikuatkan ketika kita lemah, untuk diangkat ketika kita jatuh ke dalam dosa, untuk didorong ketika kita putus asa, untuk disingkirkan dari beban berat kita, untuk dihibur dalam pencobaan, salib dan kekecewaan hidup. Akhirnya, dalam semua penderitaan tubuh dan jiwa kita, kita secara alami meminta bantuan kepada Maria, tanpa pernah takut seolah mau memaksanya atau tidak menyenangkan Tuhan kita.

 

(17) “Karena segala kesempurnaan dibangun dalam diri kita yang dibuat serupa, dipersatukan, dan dikuduskan kepada Yesus, maka secara alami akan mengikuti bahwa yang paling sempurna dari semua devosi adalah yang menyesuaikan, mempersatukan, dan menguduskan diri kita sepenuhnya kepada Yesus. Sekarang dari semua makhluk Tuhan, Maria adalah yang paling mirip dengan Yesus. Oleh karena itu, dari semua devosi, devosi kepada Maria merupakan konsekrasi dan kesesuaian yang paling efektif dengan Yesus. Semakin seseorang dikonsekrasikan kepada Maria, semakin dikonsekrasikan dia kepada Yesus.|

 

(18) “Itulah sebabnya penyerahan diri yang sempurna kepada Yesus adalah penyerahan diri yang sempurna dan lengkap kepada Perawan Maria Terberkati, yang merupakan devosi yang saya ajarkan; atau dengan kata lain, itu adalah pembaruan sempurna dari sumpah dan janji baptisan suci.”

 

(19) “Dengan devosi ini kita memberikan kepada Yesus semua yang dapat kita berikan kepada-Nya, dan dengan cara yang paling sempurna, yaitu melalui tangan Maria.

 

(20) “Sang Perawan Terberkati, Ibu dari segala kelembutan dan kemurahan hati, tidak pernah membiarkan dirinya dikalahkan dalam hal kasih dan kemurahan hatinya. Ketika dia melihat seseorang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Maria untuk menghormati dan melayaninya, dan melepaskan apa yang paling dia hargai demi menghormati Maria, maka Maria akan memberikan dirinya sepenuhnya dengan cara yang menakjubkan kepadanya. Maria akan menyelimuti orang itu di dalam lautan rahmatnya, menghiasi orang itu dengan jasanya sendiri, mendukung orang itu dengan kekuatannya, mencerahkan orang itu dengan cahayanya, dan mengisi orang itu dengan kasihnya. Maria akan berbagi kebajikannya dengan orang itu -- kerendahan hatinya, imannya, kemurniannya, dll. Maria akan menebus kegagalan orang itu dan menjadi wakilnya di hadapan Yesus. Sama seperti orang yang dikonsekrasikan sepenuhnya menjadi milik Maria, demikian pula Maria akan rela menjadi milik orang itu.”

 

(21)  “St. Thomas meyakinkan kita bahwa, mengikuti tatanan yang ditetapkan oleh Kebijaksanaan ilahi-Nya, Allah biasanya memberikan rahmat-Nya kepada manusia melalui Maria. Oleh karena itu, jika kita ingin pergi kepada-Nya, mencari persatuan dengan-Nya, kita harus menggunakan cara yang sama yang Dia gunakan saat turun dari Surga untuk mengambil sifat manusiawi kita dan untuk memberikan rahmat-Nya kepada kita. Itu berarti ketergantungan penuh kepada Maria Bunda-Nya, yang merupakan devosi sejati kepada Maria.”

 

**********************

 

“Sadarilah bahwa ada kekuatan di tanganmu dengan Rosario, karena di tanganmu kamu memegang kekuatan Tuhan. Jika kamu tidak mengenal Rosario, dapatkah kamu berharap untuk dikenal oleh Putraku? Berapa banyak yang bisa kau harapkan? Mengapa kamu menyembunyikan Rosarioku? Dengan hati penuh kasih seorang Ibu aku memilih untuk memberimu mutiara Surga yang kau tolak itu.

 

“Celakalah bagi semua orang yang berdedikasi dan berusaha untuk menyingkirkan (Rosario) ini dari tangan anak-anak kecil, karena hukuman mereka akan diukur sesuai dengan  hal itu!

 

“Mengapa manusia modern mengesampingkan tanda-tanda kasihku ini? Mereka yang tetap setia kepada Rosarioku tidak akan tersentuh oleh api. Kumpulkan harta ini, anak-anakku, karena waktunya akan tiba dimana kamu tidak akan menemukannya di konter-konter tokomu." - Our Lady of the Roses, Bayside, 6 Oktober 1970

 

 

-------------------------------------

 

Silakan membaca artikel lainnya di sini:

 

Giselle Cardia, 3 April 2023

Anne, lokusi, 31 Maret 2023

LDM, 5 April 2023

LDM, 6 April 2023

LDM, 7 April 2023

DIA TURUN KE NERAKA

LDM, 8 April 2023