Sunday, June 30, 2019

USKUP SWISS: SINODE AMAZON BISA MENCEMARI SELURUH TUBUH MISTIK GEREJA…




BISHOP DARI SWISS: MARIAN ELEGANTI

BLOGSCATHOLIC CHURCH 

 

 

USKUP SWISS: SINODE AMAZON BISA MENCEMARI SELURUH TUBUH MISTIK GEREJA… BAHKAN SANGAT MERUSAKNYA

by MAIKE HICKSON

 

https://www.lifesitenews.com/blogs/swiss-bishop-amazon-synod-could-contaminate-whole-mystical-body-of-church...gravely-damage-it

 

PETITION: Support Cardinal who is condemning Amazon synod working doc as ‘apostasy’. Sign the petition here.

28 Juni 2019 (LifeSiteNews) - Uskup Marian Eleganti, uskup auksilier Chur, Swiss telah muncul untuk mendukung kritik Kardinal Walter Brandmüller pada 27 Juni 2019 lalu terhadap dokumen kerja Vatikan untuk Sinode Pan-Amazon mendatang, diman dia mengatakan bahwa jika hal itu diadopsi, ide-ide semacam itu “akan mencemari seluruh Tubuh Mistik Gereja - dan sangat merusaknya.”
                                                  
Uskup itu menjelaskan dalam komentarnya kepada LifeSiteNews (lihat komentar lengkap di bawah) mengapa dia mendukung kritik Brandmüller terhadap dokumen itu, yang oleh Kardinal disebut "sesat" dan "murtad" dari Wahyu Ilahi.

Uskup Eleganti mengatakan bahwa Gereja harus memiliki "Wajah Kristus," bukan "wajah Amazon."

Sinode Amazon, Eleganti menambahkan, hendaknya tidak digunakan sebagai alat untuk mengubah baik imamat mau pun “struktur sakramental-hierarkis Gereja.”

“Saya setuju dengan Cardinal Brandmüller,” katanya, “ketika dia mengkritik bahwa kita seharusnya tidak berbicara tentang wilayah Amazon, padahal yang sebenarnya kita bermaksud dan menargetkan Gereja Universal.” Uskup Eleganti juga menentang gagasan membangun untuk wilayah Amazon semacam "contoh pentahbisan imam," dan menambahkan bahwa sejak Konsili Trente, tidak ada kemungkinan untuk memisahkan karakteristik yang berbeda dari kuasa penahbisan, yaitu untuk memisahkan sakramen Imamat dari kuasa pemerintahan di Gereja.

“Sakramen Imamat bukanlah masalah yang dapat ditentukan - atau didefinisikan ulang - di wilayah Amazon. Konsili terakhir sejak Konsili Trent jelas menghubungkan yurisdiksi, otoritas yang berkuasa, dan sakramen penahbisan imamat. Hal itu tidak mungkin dapat dipisahkan jika kita ingin tetap setia pada kehendak dari konsili-konsili ini," katanya.

"Pertanyaan tentang peranan wanita, tidak boleh disalahgunakan sebagai pengungkit untuk menyimpang dari ketetapan konsili dan untuk menciptakan pos jabatan baru bagi wanita. Struktur hierarkis-sakramental Gereja tidak tunduk kepada pertimbangan manusia. Tidak mungkin bahwa, sesudah lima puluh tahun kemudian, pernyataan-pernyataan konsili dianggap sebagai hal yang normatif belaka, untuk kemudian memulai percobaan laboratorium di wilayah Amazon, yang pada gilirannya akan mencemari seluruh Tubuh Mistik Gereja - dan dengan sangat parah merusaknya,” tambahnya.

Uskup Swiss itu menjelaskan bahwa wilayah Amazon haruslah bertobat kepada Yesus Kristus dan dengan demikian menyesuaikan ritus dan budayanya dengan-Nya, bukan sebaliknya. Dia menyerukan evangelisasi wilayah Amazon. Uskup Eleganti menggunakan istilah atau gambaran "adonan" Kristus yang "meresap dan mengubah" setiap budaya di dunia.

Kardinal Walter Brandmüller mengeluarkan kritik terhadap dokumen kerja yang baru-baru ini diterbitkan untuk sinode Amazon pada 27 Juni. Di dalamnya, dia menolak teks ini dan mengatakan bahwa dia bahkan melihat di dalamnya adanya bidaah dan kemurtadan. Dia dengan tegas menolak gagasan untuk menahbiskan pria yang menikah menjadi imam atau menahbiskan diaken wanita.

LifeSiteNews telah menerbitkan sebuah petisi untuk mendukung pernyataan kardinal Walter Brandmüller dari Jerman, juga karena rasa terima kasih atas keteguhannya kepada Iman. Sejauh ini, ada lebih dari 8.700 orang yang telah menandatangani petisi itu. Uskup Eleganti mengatakan kepada LifeSiteNews bahwa dia telah menandatangani petisi itu. Dia adalah wali gereja Katolik pertama yang secara terbuka mendukung kritik Kardinal Brandmüller terhadap dokumen kerja Sinode Amazon.
LifeSiteNews melaporkan hari ini bahwa pertemuan pra-sinode yang diselenggarakan oleh sekretariat Sinode Amazon di bawah Kardinal Lorenzo Baldisseri menyerukan penahbisan diaken perempuan.

*****

Pernyataan lengkap oleh Uskup Marian Eleganti kepada LifeSiteNews


Mengenai wajah Gereja, saya berharap bahwa kita memiliki Wajah Kristus sebagaimana yang disajikan kepada kita di dalam Injil. Dalam pengertian ini, bagi saya, tidak ada Gereja "dengan wajah Amazon." Dan juga tidak diinginkan bahwa wilayah tertentu di dunia memaksakan wajahnya sendiri kepada Gereja Universal. Sebaliknya, Wajah Kristus haruslah terlihat di semua budaya dunia. Tetapi untuk ini, pertama-tama mereka harus bertobat kepada-Nya. Injil adalah garam dunia dan terang dunia: dalam hal ini, akan selalu ada kritikan terhadap budaya lokal.

Hal ini juga berlaku untuk wilayah Amazon, yang secara langsung membutuhkan kritik semacam itu berdasarkan Wahyu, agar mereka dapat mencerminkan Wajah Kristus dan agar pada kenyataannya tidak mendistorsi dengan melalui ide dan ritus budaya mereka sendiri. Injil mengubah dan memanusiakan budaya kuno di wilayah Mediterania pada saat itu. Hal ini dulu sudah terjadi, dan tidak jauh berbeda dengan hari ini. Hal ini juga berlaku untuk semua budaya di dunia. Yesus menghendaki Injil-Nya sebagai adonan, yang meresap dan mengubah hati manusia - dan dengan itu, merubah budaya.

Karena itu, marilah kita tidak membalikkan situasi dan tatanan kebenaran rohani, seolah-olah dalam budaya wilayah Amazon, Roh Kudus mendahului Injil, dan seolah-olah (Injil) membebaskan dirinya dengan bantuan budaya asli, dan bukan sebaliknya!

Saya setuju dengan Cardinal Brandmüller ketika dia mengkritik bahwa kita seharusnya tidak berbicara tentang wilayah Amazon ketika kita sebenarnya bermaksud mau manarget pada Gereja Universal. Imamat sakramental bukanlah masalah yang dapat diputuskan - atau didefinisikan ulang - di wilayah Amazon.

Konsili-konsili, sejak Konsili Trent, jelas sekali mengaitkan antara yurisdiksi, otoritas yang berkuasa, dan penahbisan sakramental. Hal itu tidak dapat dipisahkan jika kita ingin tetap setia pada kehendak dari konsili-konsili ini. Pertanyaan mengenai tahbisan bagi perempuan tidak boleh disalahgunakan sebagai pengungkit untuk menyimpang dari keinginan Konsili-Konsili dan untuk menciptakan jabatan baru bagi perempuan. Struktur hierarkis-sakramental Gereja bukanlah untuk diperdebatkan. Tidak mungkin bahwa, sesudah lima puluh tahun kemudian, pernyataan-pernyataan Konsili dianggap sebagai  hal yang normatif belaka, dan kemudian memulai percobaan laboratorium di wilayah Amazon, yang pada gilirannya akan mencemari seluruh Tubuh Mistik Gereja - dan dengan sangat parah akan merusaknya .

Kuasa penahbisan (imamat: munus sanctificandi; magisterium: munus docendi; jabatan pemerintahan: munus regendi) tidak dapat dipisahkan dan tidak dapat dibatasi pada tugas atau tindakan sakramental tertentu. Tidaklah mungkin ada - dalam istilah teologis - semacam "pentahbisan imamat" sui generis untuk "Penatua yang sudah menikah" sebagaimana beberapa orang sudah mulai mempertimbangkannya.

Selibat juga memiliki sebuah sifat intern (eksklusivitas ikatan dengan Tuhan dan Kristus) dan karakteristik sifat ekstern (ketersediaan yang tidak terbatas untuk Kerajaan Allah) dimana bagi kepentingan itu Yesus sendiri tetap tidak menikah.

Bagaimana seseorang dapat mengambil risiko ini dengan begitu gegabah dan menyimpang dari cara hidup Yesus dan dari teladan-Nya? Khususnya para imam, pertama dan terutama harus dengan sepenuh hati mengikuti teladan Yesus, tanpa keraguan atau keberatan, dan menjadi serupa dengan-Nya. Jika tidak begitu, mau serupa dengan siapa lagi?

PARA KARDINAL DAN PARA USKUP YANG MENDUKUNG PENAHBISAN WANITA...




These Last Days News - June 27, 2019

 

PARA KARDINAL DAN PARA USKUP YANG MENDUKUNG PENAHBISAN WANITA, SECARA DIAM-DIAM BERTEMU DI DEKAT ROMA UNTUK BERSIAP-SIAP BAGI SINODE AMAZON ...

 

https://www.tldm.org/news42/cardinals-bishops-who-back-womens-ordination-secretly-meet-near-rome-to-prepare-for-amazon-synod.htm


LifeSiteNews.com reported on June 25, 2019:

by Maike Hickson

“Sekelompok kardinal dan uskup yang terlibat dalam persiapan sinode Amazon dan yang mendukung penghapusan selibat imamat dan perubahan progresif lainnya yang bertentangan dengan pengajaran Katolik yang abadi, diam-diam bertemu bersama di dekat Roma dalam persiapan untuk sinode mendatang,” sebuah sumber yang dapat dipercaya mengungkapkan hal ini kepada LifeSiteNews hari ini.

Para peserta utama yang diundang ke pertemuan itu termasuk kardinal Lorenzo Baldisseri, Claudio Hummes, Walter Kasper, Christoph Schönborn, Uskup Franz-Josef Overbeck, dan Uskup Erwin Kräutler. Turut hadir adalah Josef Sayer, seorang teman dan penasihat Kardinal Oscar Maradiaga, Ny. Doris Wagner-Reisinger - mantan biarawati yang menuduh dan menentang seorang pejabat pada Kongregasi untuk Ajaran Iman dan ditolak oleh pengadilan Vatikan - juga diundang untuk menghadiri pertemuan itu.

Wartawan spesialis Vatikan, Marco Tosatti, baru saja menerbitkan laporannya sendiri tentang pertemuan rahasia ini, sehingga hal itu mengkonfirmasi kebenaran sumber independen kami. Edward Pentin, koresponden Roma untuk National Catholic Register, juga mengkonfirmasi berita pertemuan itu.

"Pertemuan rahasia untuk membahas strategi guna menghadapi sinode Amazon yang akan datang, dengan melibatkan sebagian besar uskup dan intelektual berbahasa Jerman, berlangsung hari ini di sebuah biara di Roma. Card. Hummes, Baldisseri, Kasper, Schoenborn ikut serta + Krautler, + Overbeck dari Essen. Lebih banyak lagi yang akan segera bergabung," katanya dalam tweeter hari ini.

Para peserta pertemuan itu bersiap untuk mendukung agenda progresif dalam Gereja.


  • Kardinal Baldisseri sangat penting posisinya dalam mempersiapkan kedua sinode tentang keluarga (2014 & 2015) yang kemudian melahirkan anjuran Apostolik paus Francis Amoris Laetitia yang membuka ide untuk memberi ijin kepada pasangan yang bercerai dan ‘menikah kembali’ untuk menerima Sakramen-sakramen. Baldisseri berkata kepada Dr. Frédéric Martel tentang metode sinode: "… barisan kami pada dasarnya adalah pengikut setia Kasper."
  • Kardinal Claudio Hummes yang mendukung orang-orang yang sudah menikah untuk menjadi imam di wilayah Amazon, dan bahwa mereka haruslah penduduk asli. Dia menyatakan pada tahun 2016: “Seharusnya hanya ada klerus pribumi, imam-imam dan uskup-uskup pribumi – meski tanpa menjalani pendidikan sebagai calon imam.”
  • Kardinal Walter Kasper adalah orang yang berada di balik ide untuk memberikan Komuni Kudus kepada orang yang bercerai dan ‘menikah kembali’ tanpa harus mengubah cara hidup mereka.
  • Kardinal Schönborn pernah berkata bahwa dia membayangkan adanya para imam dan uskup perempuan, dan beberapa hari yang lalu dia menyatakan bahwa penyebab dari krisis pelecehan sex di kalangan klerus bukanlah revolusi budaya tahun 1960-an (seperti yang baru-baru ini dikatakan oleh Paus Benediktus XVI), bahkan, menurutnya, Gereja jangan terlalu terpaku pada Perintah Keenam (yang melarang perzinahan) serta bersikap sangat tertutup."
  • Profesor Thomas Schüller, dalam sebuah wawancara baru-baru ini, memperkirakan bahwa wilayah-wilayah lain di dunia akan meminta imam-imam yang menikah segera setelah Sinode Amazon. Dia mengatakan: "Sinode Amazon ini akan mendorong konferensi para uskup dan wilayah Gereja Universal - yang juga dipengaruhi oleh kelangkaan imam - untuk mengajukan permintaan serupa, sementara pada saat yang sama menghormati selibat yang dipilih secara bebas oleh imam." Roma pasti akan "memeriksa dan mempertimbangkan permintaan semacam itu dengan sikap kemurahan hati," katanya.
  • Uskup Franz-Josef Overbeck baru-baru ini menyatakan bahwa setelah Sinode Amazon, “Gereja tidak akan sama seperti sebelumnya.” Dia berharap untuk mempertanyakan ajaran Gereja tentang seksualitas dan akses kepada jabatan imamat. Overbeck adalah pakar uskup Jerman untuk Amerika Latin dan bertanggung jawab atas sumbangan yang diberikan ke wilayah ini, melalui organisasi amal para uskup Jerman, Adveniat.
  • Uskup Erwin Kräutler mendukung adanya imam yang sudah menikah dan penahbisan wanita menjadi imam. Dia bahkan melangkah lebih jauh dengan mengklaim bahwa Paus Francis akan bersikap terbuka terhadap kemungkinan penahbisan wanita menjadi imam.


LifeSiteNews telah menghubungi Cardinal Kasper dan Cardinal Schönborn, meminta komentar mereka. Dr.Michael Prueller, juru bicara pers Kardinal Christoph Schoenborn, mengkonfirmasi kepada LifeSitenews bahwa kardinal Austria itu telah diundang ke pertemuan ini, tetapi menambahkan bahwa dia tidak dapat hadir. Dia berkata: "Sejauh yang saya tahu, ada sebuah konferensi para ahli - yang berakhir hari ini - mengenai topik-topik dalam Sinode Amazon. Kardinal Schoenborn telah diundang, tetapi terpaksa menolak, karena dia masih harus pulih dari operasi kanker." Prueller menambahkan bahwa tujuan konferensi ini hanyalah "diskusi teologis" dan "bukan bagian dari persiapan Sinode."

Pertemuan rahasia lainnya telah terjadi di masa lalu di bawah kepausan paus Francis. Sebagai contoh, Edward Pentin pada waktu itu mengungkapkan apa yang disebut "Hari Studi," atau  Konsili Bayangan,” yang berlangsung pada Mei 2015 dan yang dimaksudkan untuk mempersiapkan sinode keluarga kedua pada Oktober tahun itu. Pada pertemuan itu, para peserta membahas hal-hal seperti kelonggaran pengajaran Gereja tentang homoseksualitas, serta tentang “pernikahan kembali.”

Selain itu, pertemuan rahasia lainnya diselenggarakan oleh Pastor Antonio Spadaro, S.J. yang terjadi beberapa bulan kemudian, dari 28 September hingga 2 Oktober 2015, tepat sebelum sinode keluarga kedua. Dengan berfokus pada tema "Berbagai Reformasi Gereja dan di dalam Gereja," maka saat itu ditampilkan sebagai pembicara Profesor Hermann Pottmeyer yang secara terbuka mendukung pelemahan wewenang dan jabatan Tahta Petrus. Dia telah menyatakan pada 2010: “Dengan kata lain, uskup Roma seharusnya tidak membuat keputusan dan tidak ada keputusannya yang bisa mempengaruhi gereja universal tanpa lebih dahulu secara resmi mengundang partisipasi gereja-gereja lokal dan para uskup mereka. Lebih jauh dikatakan bahwa “… gereja-gereja lokal dan asosiasi regional atau konferensi para uskup mereka harus memutuskan peraturan apa pun yang tidak mengancam kesatuan seluruh gereja.” Uskup Agung Victor Manuel Fernandez, salah satu penasihat dekat Paus Francis, juga hadir pada pertemuan tahun 2015 itu.

Mengenai masalah penahbisan imam perempuan, Paus Yohanes Paulus II dengan jelas memutuskan untuk menolak gagasan ini ketika dia menerbitkan pada tahun 1994, dokumennya Ordinatio Sacramentalis. Di dalamnya, dia menyatakan: "Karenanya, agar semua keraguan dapat dihilangkan mengenai masalah yang sangat pentingini, masalah yang berkaitan dengan konstitusi ilahi Gereja itu sendiri, berdasarkan pelayanan saya untuk mengukuhkan saudara-saudara (lih. Luk 22: 32) maka saya menyatakan bahwa Gereja tidak memiliki wewenang apa pun untuk melakukan penahbisan imamat pada wanita dan bahwa keputusan ini harus secara definitif dipegang dan dipatuhi oleh seluruh umat beriman Gereja."

*****

"Kami sudah mendengar kamu berseru-seru untuk meminta pentahbisan wanita. Tidak seorang wanita boleh berdiri di Rumah-Ku untuk mewakili Aku! Betapa beraninya kamu membawa bidaah ini ke dalam Rumah-Ku! Aku akan berjalan di antara kamu dan Aku akan melemparkan kamu keluar dari bait-bait-Ku!" Jesus, Bayside - 27 Desember 1975


Kemudian Veronica membaca tulisan ini:
"Tingkah laku wanita selama Kurban Misa Kudus haruslah berupa sebuah keheningan. Tidak seorang pun wanita boleh berbicara selama Kurban Misa Kudus.[1] Wanita harus mengenakan penutup kepala ketika mereka memasuki Rumah Tuhan.[2] Rumah Tuhan adalah tempat berdoa, dan bukan tempat pertemuan atau ruang dansa. Tidak boleh ada wanita yang berbicara dari atas mimbar. Tidak ada wanita yang boleh memasuki jabatan pelayanan imamat."[3]
December 7, 1976   [1]1 Cor 14:34-35; [2] 1 Cor 11:5-10; [3] 1 Tim 2:9-15.

KONSPIRASI AMAZON MUNCUL DARI DALAM LUMPUR




KONSPIRASI AMAZON MUNCUL DARI DALAM LUMPUR: CARD.HUMMES DAN CARD. BALDISSERI MENYERUKAN UNTUK MENGESAHKAN “DIAKON PEREMPUAN SERTA PENGHAPUSAN SELIBAT

 

https://gloria.tv/article/BneMB1Y188JV1F61NC6oMiqef?fbclid=IwAR0XM6NhqKeIIKKkEWJIlLLnew7_u4-wht2-_h1XGKcV4kNwimrilomt5wQ

 


Picture: © Mazur/catholicnews.org.uk, CC BY-NC-SA#newsShlancpvss


Pertemuan  rahasia 25 Juni 2019 dari beberapa uskup, terutama dari gereja Jerman yang dekaden, menerbitkan laporan akhir di media RedAmazonica.org, sebuah jaringan yang didirikan pada tahun 2014 oleh gabungan keuskupan-keuskupan Amazon.

Laporan itu mengusulkan untuk memperkenalkan "diaken wanita" yang seakan didukung oleh "perspektif KV II" [yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan bidaah semacam itu] dan untuk menghapuskan selibat.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh dua kardinal modernis terkemuka pada Sinode Amazon:
Claudio Hummes, Relator General Sinode, dan Lorenzo Baldisseri, Sekretaris Jenderal Sinode.

Tidak terpikirkan bahwa mereka bertindak tanpa sepengetahuan dan persetujuan Paus Fransiskus.

Laporan itu membuka kedok Kardinal Walter Kasper sebagai pembohong, yang mengklaim
bahwa menghapuskan selibat adalah "bukanlah topik" dari pertemuan itu.




Saturday, June 29, 2019

CARDINAL MENGKRITIK DOKUMEN KERJA SINODE AMAZON...


Cardinal Walter Brandmüller

by Maike Hicksone

NEWSCATHOLIC CHURCHThu Jun 27, 2019 - 6:00 am EST

CARDINAL MENGKRITIK  DOKUMEN KERJA SINODE AMAZON: SESAT … KEMURTADAN;  DIA MEMINTA KEPADA PARA USKUP AGAR MENOLAKNYA.


PETITION: Support Cardinal who is condemning Amazon synod working doc as ‘apostasy’. Sign the petition here.


27 Juni 2019 (LifeSiteNews) - Kardinal Walter Brandmüller, salah satu dari dua kardinal dubia yang tersisa, hari ini mengeluarkan kritik keras terhadap dokumen kerja Vatikan (Instrumentum Laboris) untuk Pan-Amazon Synod mendatang, dan menyebutnya “sesat” dan “kemurtadan” dari Wahyu Ilahi. Dia meminta para pemimpin Gereja untuk “menolak” hal itu dengan “segala ketegasan.”

“Haruslah dinyatakan dengan tegas sekarang, dengan desakan, bahwa Instrumentum Laboris dari sinode Amazon bertentangan dengan ajaran Gereja yang mengikat, dalam hal-hal yang menentukan, dan karenanya ia telah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai bidaah,” tulis uskup Jerman berusia 90 tahun itu dalam sebuah dokumen (baca di bawah ini) yang diterbitkan secara bersamaan oleh LifeSiteNews dan situs web berita Austria Kath.net

"Sejauh fakta Wahyu Ilahi di sini sedang dipertanyakan atau disalahpahami, orang juga sekarang harus berbicara tentang kemurtadan yang ada di dalam dokumen kerja sinode," kata Kardinal Brandmüller, yang merupakan cendekiawan terkenal dunia dalam sejarah gereja.

Katekismus Gereja Katolik (2089) mendefinisikan “bidaah” kalau menyangkal atau meragukan dengan tegas suatu kebenaran yang sebenarnya harus diimani dengan sikap iman ilahi dan katolik, sesudah penerimaan Sakramen Pembaptisan. Paragraf yang sama (2089) selanjutnya mendefinisikan: disebut murtad kalau menyangkal iman-kepercayaan kristiani secara menyeluruh

Kardinal Walter Brandmüller mengatakan bahwa dengan mengadakan sebuah sinode di suatu daerah dengan populasi yang relatif kecil, setengah dari ukuran Mexico City, adalah "menimbulkan kecurigaan mengenai niat yang sebenarnya" di balik pertemuan para uskup Katolik.

Dia mempertanyakan mengapa hampir tiga perempat topik yang dibahas dalam dokumen yang dirilis 17 Juni lalu, yang disiapkan untuk sinode Oktober mendatang, hanya sedikit sekali yang berkaitan dengan "Injil dan Gereja."

Kardinal Brandmüller mengambil contoh masalah dengan memperhatikan dokumen kerja yang berbunyi: "…penilaian yang sangat positif atas agama-agama alami, termasuk praktek penyembuhan asli dan sejenisnya, bahkan prakteik mitos-keagamaan dan berbagai bentuk kultus," dan dia berkata bahwa "gagasan inkulturasi agama sangat diselewengkan dalam dokumen ini."

Kardinal Brandmüller kemudian mengkritik dokumen kerja itu karena ia sangat getol mendorong "penghapusan hidup selibat" dan mempromosikan jalan kepada "imamat perempuan."

“Tidaklah mungkin untuk menyembunyikan fakta bahwa 'sinode Amazon' bermaksud untuk membantu mengimplementasikan dua proyek yang paling diharapkan yang sampai sekarang belum pernah dilaksanakan: yaitu, penghapusan selibat dan pengenalan imamat perempuan - dimulai pertama dengan diadakannya diaken perempuan. Dalam hal apa pun, ini adalah tentang 'menerima peran, kepemimpinan wanita di dalam Gereja' (129a3). Dengan cara yang sama, sekarang ada ‘ruang-ruang baru bagi penciptaan perutusan-perutusan baru, sebagaimana momen bersejarah ini menyerukannya. Sudah waktunya untuk mendengarkan suara wilayah Amazon ... '(no. 43)," tulisnya.
Kardinal Brandmüller menyampaikan bagaimana Paus Yohanes Paulus II telah “menyatakan dengan otoritas magisterial tertinggi bahwa Gereja tidak memiliki wewenang untuk menyerahkan Sakramen Tahbisan Suci kepada wanita.” Dalam Surat Apostoliknya tahun 1994, Ordinatio Sacerdotalis, Yohanes Paulus II menyatakan bahwa Gereja "tidak memiliki wewenang apa pun untuk memberikan penahbisan imamat pada wanita dan bahwa keputusan ini harus secara definitif dipegang oleh semua umat Gereja yang setia."

Uskup dari Jerman itu kemudian mengkritik dokumen kerja sinode Amazon karena “serangan langsung terhadap konstitusi hirarkis-sakramental Gereja, ketika ditanyakan apakah tidak tepat untuk mempertimbangkan kembali gagasan bahwa pelaksanaan yurisdiksi (kekuasaan pemerintahan gereja) harus berhubungan di semua bidang (sakramental, yudisial, administratif) dan secara permanen dengan Sakramen Tahbisan Suci '(no. 127)."

Sebagai kesimpulan, Kard. Brandmüller menyatakan bahwa "…kita sedang menyaksikan bentuk baru dari ‘Modernisme klasik awal abad ke-20’ dalam dokumen ini, yang dikaitkan dengan pemahaman yang salah tentang perkembangan dogma, yang "sangat menentang pemahaman Katolik yang sejati."

Dengan demikian, aspek-aspek tertentu dari dokumen kerja itu harus dinilai sebagai "sesat," atau bahkan sebagai bentuk "kemurtadan," katanya.

“Instrumentum Laboris untuk Sinode Amazon jelas merupakan serangan terhadap fondasi Iman, dan dengan cara yang sampai sekarang belum dianggap mungkin. Karena itu ia harus ditolak dengan tegas,” tambahnya.

LifeSiteNews telah membuat petisi untuk mendukung Cardinal Brandmüller yang dapat di klik di sini


Friday, June 28, 2019

GELOMBANG SUHU PANAS MENGHANCURKAN YANG MENCAPAI REKOR...


These Last Days News - June 27, 2019




GELOMBANG SUHU PANAS MENGHANCURKAN YANG MENCAPAI REKOR, TELAH MENYIKSA EROPA

https://www.tldm.org/news42/record-shattering-heat-wave-scorches-europe.htm

 


USAToday.com reported on June 24, 2019 :
by Doyle Rice


Suhu yang memecahkan rekor telah menghanguskan sebagian besar Eropa minggu ini karena panas yang membakar dari Afrika Utara menyebar ke benua yang biasanya berhawa sejuk.

Jerman memecahkan rekor panas sepanjang masa untuk bulan Juni pada hari Rabu lalu ketika suhu melonjak hingga 101,5 derajat di Coschen, yang berjarak sekitar 65 mil tenggara Berlin, demikian menurut dinas pelayanan meteorologi Jerman.

Pihak berwenang di Jerman juga memberlakukan batas kecepatan pada beberapa angkutan autobahn di tengah kekhawatiran permukaan jalan yang tertekuk, dan beberapa sekolah di Prancis ditutup sebagai tindakan pencegahan.

Baik Polandia (100,8 derajat) dan Republik Ceko (102) juga mencatat suhu tinggi bulan Juni pada hari Rabu lalu.

Peringatan merah dan oranye telah dikeluarkan di beberapa negara Eropa, termasuk di beberapa bagian di Perancis, Austria, Swiss, Spanyol dan Belgia, untuk memperingatkan tentang suhu tinggi yang berbahaya, menurut MeteoAlarm.eu. Beberapa negara ini menetapkan rekor tertinggi Juni pada akhir pekan.

Profesor Hannah Cloke, seorang peneliti bencana alam di Universitas Reading Inggris, mengatakan bahwa panas bersama dengan peningkatan kelembaban adalah “kombinasi yang berpotensi mematikan. Anak-anak, orang tua dan orang-orang dengan kondisi kesehatan lemah, sangat beresiko,” katanya.

Gelombang panas awal-musim panas ini sangatlah berbahaya, kata pihak dinas Weather Channel, karena orang tidak berkesempatan untuk beradaptasi dengan panas musiman seperti ini.

Beberapa lokasi di Prancis mencapai suhu 104 derajat pada hari Rabu, yang lebih hangat dari perkiraan 103 derajat di Phoenix. Suhu di Prancis diperkirakan mendekati 110 derajat di bagian selatan negara itu pada Kamis dan Jumat, kata Weather Channel. Itu tidak jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa negara itu, 111,4 derajat, yang ditetapkan pada 12 Agustus 2003.
Panas juga bisa menjadi masalah bagi siapa saja yang menghadiri pertandingan Piala Dunia Wanita yang berlangsung di Perancis sampai minggu depan, kata AccuWeather.

Di Jerman timur, polisi menangkap pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan apa-apa (telanjang bulat) selain helm, lapor AccuWeather reported. Ketika petugas menanyai pria itu, mengapa dia telanjang, pria itu menyebutkan suhu tinggi sebagai motivasinya untuk bertindak seperti itu, menurut sebuah postingan yang memajang foto-foto dari pengendara telanjang itu yang dibagikan oleh polisi di Twitter.

Melinda Cuzner dari Swedia, saat berlibur di Kopenhagen, Denmark, menyebut gelombang panas itu "…mengkhawatirkan. Itu menakutkan. Ini bukan seperti yang seharusnya."

"Eropa saat ini berada di bawah serangan ‘punggung’ dari gelombang panas yang kuat secara historis," kata Mika Rantanen, seorang ahli meteorologi di Finlandia, Rabu. Menurut Capital Weather Gang, ‘punggung’ disini adalah istilah teknis untuk zona luas kubah tekanan tinggi atau panas.

Meskipun Organisasi Meteorologi Dunia mengatakan "masih terlalu dini untuk mengaitkan gelombang panas ini sebagai awal yang tidak biasa dari perubahan iklim," tetapi gelombang panas ekstrem adalah petunjuk yang paling jelas bagi perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia, dimana banyak penelitian telah mengindikasikan hal tu, termasuk satu dari National Academy of Sciences.

Faktanya, perubahan iklim membuat gelombang panas Eropa pada musim panas 2003 setidaknya dua kali lipat kemungkinannya; episode panas tahun 2003 adalah bencana alam paling mematikan di Eropa dalam 50 tahun terakhir, dengan jumlah kematian melebihi 30.000.

Gelombang panas di Eropa mengikuti episode panas ekstrem di Australia, India, Pakistan, dan sebagian Timur Tengah pada 2019, kata Organisasi Meteorologi Dunia.

Secara global, peristiwa panas ekstrem bertanggung jawab atas lebih banyak kematian setiap tahun daripada badai, petir, tornado, banjir dan gempa bumi digabungkan, demikian kesimpulan sebah sebuah studi studi dalam American Journal of Preventative Medicine.

Yang lebih memprihatinkan adalah bahwa lima kali musim panas yang terpanas di Eropa sejak 1500 semuanya telah ada di abad ke-21, menurut sebuah lembaga klimatologi di Potsdam, Jerman, kata BBC.



**************


Panas Luar Biasa Segera Terjadi ...
"Ibu-Ku telah menasihati kamu dengan baik bagaimana melewati tahapan ini dimana umat manusia harus berjalan maju menuju kesucian. Namun, kamu harus mengingat hal ini: nasihat telah diberikan, dan tindakan harus dilakukan.

Ibu-Ku telah mengatakan kepadamu beberapa tahun yang lalu, bahwa akan ada beberapa banjir besar, dan kenyataannya memang ada beberapa banjir yang besar, bahwa akan ada panas yang hebat, dan hal itu akan segera datang, dan setelah itu akan ada tulah yang besar. Kamu juga mengalami wabah sekarang, anak-anak-Ku - dua penyakit yang tidak diketahui obatnya oleh umat manusia. Bukankah Ibu-Ku telah menyampaikan kepadamu berita bahwa akan ada penyakit yang tidak dapat dijelaskan atau dihentikan oleh para ilmuwan? Mereka tidak akan menemukan obatnya." - Yesus, Bayside, 18 Juni 1983

Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga kepada mereka. Tetapi jawab Yesus: "Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah, dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak. - St. Matius 16: 1-3

"Tragedi besar dari unsur-unsur alam, bencana, ‘buatan manusia’ dan yang dikirimkan Tuhan kepada umat manusia, akan terus bertambah, akan bertambah intensitas dan jumlahnya. Ingatlah, anak-anak-Ku, kamu tidak mengerti hal itu secara supernatural, karena akan ada kecelakaan yang bukan merupakan kecelakaan yang sebenarnya." - Yesus, Bayside, 26 Mei 1979

“Akan ada lebih banyak lagi banjir disertai dengan kematian; lebih banyak lagi letusan gunung berapi disertai dengan kematian; lebih banyak lagi kecelakaan yang bukan merupakan kecelakaan yang sebenarnya; sampai saatnya kamu menjadi sadar, dan kamu menyadari bahwa ada kekuatan yang lebih tinggi yang sedang bekerja pada saat ini untuk membuatmu bertekuk lutut.” - Bunda Maria dari Mawar, Mary Help of Mothers, Bayside, 18 Juni 1986