Monday, April 10, 2017

PF SEDANG BERMAIN API

YA… SUNGGUH, PF SEDANG BERMAIN API … API NERAKA !
27 March 2017, 20:49



Ya, dia sedang bermain-main dengan api neraka, karena dia mengikuti bapa segala kebohongan, sebagai Nabi Palsu. (Dengan mempertaruhkan jiwanya sendiri dan jiwa-jiwa sekian banyak umat).

March 27, 2017 (LifeSiteNews) – Selama berbulan-bulan belakangan ini Vatikan telah membasahi umat Katolik di seluruh dunia dengan aliran pertanda yang menunjukkan bahwa PF setuju dengan pandangan kaum modernist yang mengijinkan penerimaan Kimuni Kudus bagi umat Katolik yang bercerai dan menikah lagi (baca: orang yang berzina).

Berberapa contoh dari tindakan PF yang menegaskan hal ini:

1. PF menanda-tangani surat yang mendukung penafsiran uskup-uskup Buenos Aires terhadap Amoris Laetitia.





2. Kita memiliki bukti mengenai sikap dan pandangan PF dari ucapan Cardinal Marx, salah satu dari sembilan orang kardinal yang bersumpah-setia kepada PF.



3. Kita juga memiliki bukti dari uskup-uskup Malta yang mengatakan hal yang sama mengenai PF.



4. Kita juga memiliki text terjemahan dari Vatikan mengatakan hal yang sama.



5. Kita juga bisa membaca berbagai artikel yang diterbitkan di surat kabar Vatikan, yang mendukung pelanggaran terhadap Tradisi Gereja Katolik.




6. Disamping itu, kita juga bisa melihat adanya suara-suara yang berbeda dengan hal-hal diatas, seperti Cardinal Muller, kepala  the Congregation for the Doctrine of Faith, dan baru-baru ini, suara uskup-uskup dari Chili.

Sementara itu pernyataan dari Cardinal Muller mencerminkan pendapatnya sendiri, dan bukan pendapat paus, tetapi pernyataan dari uskup-uskup Chili baru-baru ini kepada surat-surat kabar besar di negara itu mengindikasikan bahwa PF sendiri memberikan penafsiran konservativ kepada mereka atas anjurannya di dalam Amoris Laetitia yang tidak mengijinkan pemberian Komuni bagi umat Katolik yang bercerai dan menikah lagi. Demikianlah beberapa blog Katolik menafsirkan pernyataan uskup-uskup Chili itu bahwa PF menentang pemberian Komuni bagi para politisi Katolik yang mendukung aborsi. Beberapa dari pernyataan uskup-uskup itu mengatakan bahwa PF menolak adanya imam yang menikah, dimana hal ini bertentangan dengan pernyataan PF sendiri kepada surat kabar Jerman Die Zeit.

Namun telah terjadi kebingungan yang meluas di dalam Gereja Katolik mengenai sikap PF dalam masalah Komuni bagi pezina ini. Dari berbagai perkataan dan tindakan PF belakangan ini jelas bagi kita bahwa dia mendukung pemberian Komuni kepada umat yang bercerai dan menikah lagi. Tetapi ada beberapa kardinal yang berkata bahwa PF tidaklah seperti itu.

Bagi mereka yang telah mengenal Cardinal Jorge Bergoglio sebelum menjadi Paus, sikap seperti itu bukanlah hal yang baru. Saya telah berbicara dengan beberapa orang imam di Buenos Aires (Argentina) yang pernah bekerja bersama Cardinal Bergoglio di berbagai bidang, dan mereka mengatakan bahwa kebingungan telah menjadi ciri khas dari sifat dan perutusannya.

Sementara itu di sebuah keuskupan agung, sikap seperti ini mungkin dapat dilakukan untuk sementara waktu, tetapi di Vatikan hampir semua yang diucapkan paus akan langsung menyebar ke seluruh dunia, termasuk berbagai jenis ketidak-sesuaian ucapan dan tindakan ini menjadi lebih cepat meluas. Imam itu berkata kepada saya bahwa Francis sangat mendukung Peron - nama mantan Presiden Argentina, Juan Domingo Perón. Sama seperti Peron, Paus Francis suka bermain-main dengan kelompok sayap kiri maupun sayap kanan.

Imam itu bercerita dengan memakai contoh tingkah laku Peron untuk menggambarkan bagaimana tingkah laku Francis. Pernah suatu saat Peron naik mobil bersama sopirnya. Di sebuah pertigaan, sang sopir bertanya kepadanya ke arah mana yang dituju, dan Peron menjawab: ‘Nyalakan saja lampu sign ke kanan, dan kamu belok ke kiri’. Satu lagi catatan imam itu mengenai Bergoglio, ketika dia didesak, Francis akan berbelok ke kiri meski media massa menduga Francis akan menjadi pendukung sayap kanan.

Beberapa saat setelah dikeluarkannya Amoris Laetitia, sebuah kritikan langsung muncul yang mengatakan bahwa Amoris Laetitia itu tak bisa diterapkan bagi Gereja karena ketika uskup-uskup di Jerman mengedipkan mata (menyetujui penerimaan Komuni) bagi umat yang bercerai dan menikah lagi, sementara itu hanya selangkah saja ke negara tetangga, di Polandia, tindakan yang sama dianggap sebagai perbuatan dosa berat. Tetapi siapakah yang bisa membayangkan bahwa kita akan memiliki uskup-uskup dan kardinal-kardinal yang berani menentang apa yang diajarkan dan dipercaya oleh paus?

Dikotomi ini (sikap mendua) jelas menunjukkan bagaimana paus, yang telah menolak memberikan klarifikasi atas permintaan empat orang kardinalnya (Dubia), dimana empat orang kardinal ini mewakili pendapat para klerus dan umat awam, melalui penolakannya itu, berarti dia melakukan pengkhianatan terhadap keseluruhan ajaran Gereja. Dengan membiarkan sandiwara ini terus berlanjut, maka paus telah menabur kebingungan di dalam hati umat beriman. Kebingungan ini bisa menuntun kepada dosa berat dan hukuman kekal.

Begitulah… SUNGGUH… PF SEDANG BERMAIN API … API NERAKA !

Read the full article at Life Site News

Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/


1 comment: