Sunday, January 15, 2023

Cdl. Pell: Sinode tentang Sinodalitas -- Mimpi Buruk Yang Beracun

 These Last Days News - January 12, 2023 

 

 


  

Cdl. Pell Menyebut Sinode tentang Sinodalitas saat ini,

Sebagai 'Mimpi Buruk Yang Beracun' Tepat Sebelum Dia Meninggal…

 https://www.tldm.org/news56/cdl-pell-called-synod-on-synodality-a-toxic-nightmare-just-before-he-died.htm

 

 

Perlu pembaca ketahui bahwa hasil sinode Jerman saat ini antara lain:

- mengijinkan perempuan untuk menjadi imam.

- mengijinkan imam untuk menikah.  

- mengijinkan pemberkatan perkawinan sesama jenis.

 

Dan hal ini kemudian disusul oleh beberapa negara Eropa lainnya dengan mengajukan usulan yang serupa.

 

 

LifeSiteNews.com reported on January 11, 2023:

 

by Andreas Wailzer

 

Sesaat sebelum kematiannya yang tak terduga pada 10 Januari 2023 lalu, Kardinal George Pell mengkritik Sinode tentang Sinodalitas dari paus Francis saat ini di media cetak, dan dia menyebutnya sebagai “sebuah mimpi buruk yang beracun”.

 

Pell mengungkapkan kritiknya terhadap Sinode saat ini dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada 11 Januari 2023 di majalah Inggris The Spectator.

 

Sinode Para Uskup Katolik saat ini sibuk membangun apa yang mereka anggap sebagai 'impian Tuhan' tentang sinodalitas,” tulis Pell. “Sayangnya, mimpi ilahi ini telah berkembang menjadi mimpi buruk yang beracun meskipun para uskup menyatakan bahwa hal itu adalah niat baik mereka.”

 

Wali gereja dari Australia itu menggunakan kalimat yang sama kerasnya untuk dokumen lainnya dari Sinode ini yang sangat kontroversial yang menyerukan “penyertaan” kelompok LGBT dan mengusulkan diakonat perempuan; dia menyatakan itu adalah "dokumen paling tidak koheren yang pernah dihasilkan dari Roma."

 

Pell mencatat bahwa “...dokumen itu sangat tidak mendesak, terutama karena tidak menganjurkan umat Katolik untuk menjadikan semua bangsa sebagai murid Yesus (lht. Mat. 28: 16-20), apalagi untuk memberitakan Juruselamat di dalam musim dan di luar musim (lht. 2 Timotius 4: 2) .”

 

“Apakah yang dibuat dari bunga rampai curahan ideologi New Age ini bisa disebut sebagai niat baik?” tanya Pell. “Ini bukan ringkasan dari iman Katolik atau ajaran Perjanjian Baru. Itu tidak lengkap, justru memusuhi cara-cara yang penting bagi tradisi apostolik, dan tidak mengakui Perjanjian Baru sebagai Firman Tuhan, normatif untuk semua pengajaran tentang iman dan moral. Perjanjian Lama diabaikan, patriarki ditolak, dan Hukum Musa, termasuk Sepuluh Perintah, tidak diakui.”

 

Card.Pell juga mengkritik kalimat yang digunakan dalam dokumen Sinode, mengatakan itu adalah "jargon dan semboyan neo-Marxis tentang pengucilan, keterasingan, identitas, marginalisasi, demi mereka yang tak memiliki suara, LGBTQ, […]" dan dia juga mengamati adanya "penggeseran nilai-nilai kristiani tentang pengampunan, dosa, pengorbanan, penyembuhan, dan penebusan” dalam dokumen tersebut.

 

Dengan sikap profetik yang menyedihkan, Pell mengingatkan para pembacanya – dan penulis dokumen sinode – tentang keterbatasan hidup yang tak terelakkan. “Mengapa bersikap diam tentang masalah kehidupan akhirat, pahala atau siksaan, pada empat hal yang terakhir: kematian, penghakiman, surga dan neraka?” dia bertanya sesaat sebelum kehidupan duniawinya tiba-tiba berakhir.

 

“Sejauh ini cara sinodal kali ini telah mengabaikan, bahkan merendahkan Yang Transenden, menutupi sentralitas Kristus dengan cara permohonan kepada Roh Kudus dan mendorong kebencian, terutama di kalangan peserta,” keluh mendiang wali gereja itu.

 

Kardinal Pell juga menuduh seorang wali gereja Luksemburg melakukan heterodoksi (modernisasi) terbuka, mengatakan bahwa “sebagai Relator (kepala penulis dan manajer) dari dokumen Sinode, Kardinal Jean-Claude Hollerich telah secara terbuka menolak ajaran dasar Gereja tentang seksualitas, dengan alasan bahwa yang diajarkan oleh Gereja selama ini adalah bertentangan dengan sains modern.”(Catatan: selama ini Gereja mengajarkan bahwa jenis kelamin hanya ada dua: laki atau perempuan. Namun menurut sains modern, jenis kelamin ada lebih dari dua: laki, perempuan, tidak laki dan tidak perempuan, dsb).   

 

Karena sikap heterodoksi Hollerich ini, Pell percaya bahwa "dua sinode terakhir di Roma pada tahun 2023 dan 2024 perlu mengklarifikasi ajaran mereka tentang masalah moral".

 

Pell juga mengkritik struktur organisasi Sinode tentang Sinodalitas saat ini, dan dia menunjukkan bahwa “aktor utama dalam semua sinode (dan konsili) Katolik dan dalam semua sinode Ortodoks adalah para uskup.” Namun, dalam Sinode saat ini, “hanya pandangan panitia penyelenggara” yang akan disampaikan kepada Bapa Suci agar dia melakukan apa yang mereka putuskan,” yang “merupakan penyalahgunaan sinodalitas, mengesampingkan para uskup, yang tidak dibenarkan oleh Kitab Suci atau tradisi.”

 

“Ini bukanlah proses hukum dan dapat dimanipulasi,” katanya.

 

Pell menekankan bahwa “Dokumen kerja sinode ini bukanlah bagian dari magisterium” tetapi hanya “dasar untuk diskusi; untuk dinilai oleh seluruh umat Allah dan khususnya oleh para uskup dengan dan di bawah Paus.”

 

“Dokumen kerja sinode ini membutuhkan perubahan radikal,” kata Pell.

 

Kardinal Pell menjadi terkenal di dunia setelah dia dihukum secara tidak adil atas pelecehan seksual anak dan dipenjarakan pada tahun 2019. Setelah lebih dari 400 hari di balik jeruji penjara, dia dibebaskan dengan suara bulat oleh Pengadilan Tinggi Australia pada tahun 2020 dan dinyatakan bahwa dia tidak bersalah.


Pell dengan berani membela iman Katolik dan merupakan suara ortodoksi yang penting, terutama pada masa kepausan Francis yang sangat membingungkan secara doktrinal saat ini. Dia secara terbuka mengkritik Sinode tentang Sinodalitas, Jalan Sinode Jerman, dan bahkan memperingatkan kesesatan dalam dokumen Sinode Amazon saat dia masih dipenjara.

 

Berita kematian Pell yang tak terduga telah menyebar ke seluruh dunia Katolik online, dengan banyak umat Katolik yang cepat tanggap. Yang paling menonjol adalah jumlah imam dan uskup yang berbicara tentang penghargaan dan kasih sayang mereka kepada kardinal Pell.

 

LifeSiteNews mengajak para pembaca untuk berdoa bagi kebahagiaan kekal Kardinal Pell.

 

 

----------------------------

----------------------------

 

 

YESUS TIDAK PERNAH BERUBAH

"Keluarlah dari kegelapan, para susterku. Kamu telah disesatkan. Jangan ikuti mode duniamu. Tidak ada mode di Surga. Yesus tidak pernah berubah. Ada hukuman besar di depan bagi mereka yang mengikuti dunia. Janganlah menjauh ketika kamu ditegur oleh orang-orang yang sengaja dikirim setan ke dalam biara-biaramu. Berdirilah tegak sebagai contoh kemurnian dan kesalehan hidupmu. Kamu tidak akan disingkirkan oleh Tuhanmu seperti yang dikatakan oleh manusia, saat kamu berdiri untuk membela Tuhanmu. Bawalah salibmu. Kamu harus mengembalikan adat kebiasaan di dalam biara." – St. Theresa, Bayside, 20 November 1972

 

 

KONSILI VATIKAN III

"Perhatikan, anakku, apa yang akan terjadi. Mereka akan mengajukan Konsili lagi. Oh, tetapi setan sekarang memiliki rencananya. Oh celaka, celakalah orang-orang jahat itu  apa yang akan menimpa mereka!" - Bunda Maria, Bayside, 1 Februari 1974

 

 

HANYA SETAN YANG MENCARI PERUBAHAN

“Kami meminta — Bapa yang Kekal telah berbicara, dan menuntut agar semua uskup di rumah Allah di seluruh dunia harus kembali rajin berdoa. Mereka harus berbalik dari jalan yang telah mereka pilih, jalan yang penuh dengan kesalahan, kebusukan, dan dosa. Manusia tidak boleh membuat perubahan di Rumah Tuhan untuk menyenangkan sifat dasar manusia! Tetapi manusia di Rumah Tuhan — para pemimpin, pastor, yang dipilih oleh Bapa Yang Kekal, harus mengembalikan manusia dari jalan kehancurannya dan membawa mereka kembali ke Rumah Tuhan. Ini tidak akan dapat dicapai dengan menurunkan standard aturan yang telah ada sebelumnya. Manusia harus mengubah jalannya dan mengikuti jalan Tuhan." – Bunda Maria, Bayside, 22 Maret 1975

 

 

KAMI TIDAK BISA MENERIMA VARIASI DAN PERUBAHAN

"Hal ini telah sangat menyedihkan Aku di masa lalu, dan menyedihkan Aku saat ini, bahwa umat manusia membuat perubahan terhadap firman-Ku. Aku menjamin, anak-anak-Ku dan para gembala di dalam rumah-Ku, Gereja-Ku di bumi, bahwa tidak ada kebutuhan untuk mengubah firman-Ku. Surga, neraka, api penyucian, dan khususnya, anak-anak-Ku, kata 'neraka' harus dipertahankan ada di dalam doa-doamu.

"Ulangi, anakku, doa bagi pengakuan dosa ini:


Doa Tobat

 

Allah yang maharahim, aku menyesal atas dosa-dosaku. Aku sungguh patut Engkau hukum, terutama karena aku telah tidak setia kepada Engkau yang maha pengasih dan mahabaik bagiku. Aku benci akan segala dosaku, dan berjanji dengan pertolongan rahmat-Mu hendak memperbaiki hidupku dan tidak akan berbuat dosa lagi. Allah yang maha-murah, ampunilah aku, orang berdosa. Amin.

 

 

"Ya, anak-Ku, Kami tidak menyetujui adanya variasi dan perubahan. Musuh-musuh Tuhanmulah yang telah mengatur diri mereka sendiri untuk mempromosikan perubahan atas firman-Ku. Firman Tuhanmu itu kekal dan tidak boleh diubah." – Yesus, Bayside, 10 Februari 1977

 

 

YANG LEBIH BURUK MASIH AKAN DATANG

“Dan jika kamu berpikir bahwa kamu telah melihat pembantaian sekarang ini di dalam Gereja, yang terburuk masih akan datang, kecuali jika kamu mengikuti aturan yang diberikan oleh Ibu-Ku bertahun-tahun yang lalu, tentang doa, penebusan dan pengorbanan. Dengan teladanmu kamu mungkin dapat menyelamatkan orang lain. Karena segera Pemurnian Besar itu akan datang kepadamu. Ia datang dalam dua bagian, anak-Ku dan anak-anak-Ku: Perang Dunia Ketiga dan Bola Penebusan.

“Hal ini tidak bisa lagi ditunda. Bagi orang yang baik seolah mereka bisa pergi kemana-mana dengan cara mereka sendiri, mungkin dengan rasa bangga. Kami tidak berusaha untuk menuduh atau menempatkan stigma pada siapa pun, tetapi beberapa orang mungkin dengan bangga duduk dan membiarkan orang lain pergi dan melakukan pengorbanan dan doa dan penebusan dosa ini. Karena mereka telah menjadi sombong, atau karena mereka tidak memiliki kasih karunia untuk memahami bahwa begitu kamu menerima kasih karunia ini, banyaklah yang diharapkan darimu. Kamu bahkan harus bekerja lebih keras lagi untuk menyelamatkan saudara-saudarimu." - Yesus, Bayside, 18 Juni 1986

 

 

-------------------------------------

 

Silakan membaca artikel lainnya di sini:


LDM, 9 Januari 2023

Viganò: Setiap Orang Akan Menghadapi Penghakiman Tuhan

Para Mason, anak-anakku — hirarki harus melepaskan diri dari organisasi yang menjijikkan ini 

Ketika 6G dirilis, manusia akan berfungsi sebagai ‘antena sumber daya’ berjalan

Cermin Keabadian - by chosen soul

Shelley Anna, 1 Desember 2022

Shelley Anna 1, 4, 9, 11 Januari 2023