Saturday, February 10, 2018

PENIPUAN TERBESAR

PENIPUAN TERBESAR
by James Fifth


"Saat ini bukanlah akhir. Bahkan ini bukanlah awal dari sebuah akhir. Tapi, mungkin ini adalah akhir dari sebuah awal." Sir Winston Churchill, British Politician Speech in November 1942

Selama ribuan tahun setan telah mempersiapkan diri bagi saat ini ... sebuah saat di mana mata manusia akan dibuka terhadap realitas tentang Pencipta mereka, dan dengan demikian hal ini sekaligus mengungkapkan keadaan dirinya yang ada di balik layar. Setan tahu bahwa Peringatan itu akan menghancurkan kekuatan bentengnya yang hingga saat ini dipaksakan kepada jiwa-jiwa umat manusia, sebuah dominasi atau penguasaan yang, sampai saat Pencerahan Hati Nurani itu, Peringatan, telah mampu membuatnya berkuasa dengan kuat dan baik dalam menghancurkan begitu banyak sekali jiwa-jiwa yang tak terhitung jumlahnya.

Mengantisipasi langkah selanjutnya dari Tuhan setelah peristiwa Pencerahan Hati Nurani itu nanti, peristiwa Peringatan, setan tahu betul bahwa karunia-karunia Tuhan selalu diikuti oleh sebuah ujian, dan sebuah karunia tertinggi akan membutuhkan sebuah ujian yang terbesar pula. (lihat Mat 25: 14-30) Tetapi, sama seperti angkatan-angkatan sebelumnya, Tuhan akan menggunakan setan sebagai alat untuk menguji umat manusia. Dengan mengetahui bahwa apa yang dikatakan oleh Kitab Suci akan menjadi hasil dari ujian ini, maka setan telah merencanakan tipu muslihat yang paling rumit yang pernah dilakukan sejak kejatuhannya dulu, dalam usahanya yang gila untuk mengalahkan Pewahyuan Ilahi itu sendiri, dan melaksanakan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci tidak bisa terjadi : neraka akan mengalahkan Gereja Kristus

Maka selama beberapa abad yang lalu, setan telah menabur benih amoralitas, materialisme dan rasionalisme ke dalam hati manusia, yang dibutuhkan untuk memastikan bahwa usahanya itu bukan hanya akan membawa kerusakan semaksimal mungkin terhadap fisik dan spiritual manusia, tetapi setan juga berusaha menggantikan Yesus sebagai Tuhan dan Mesias bagi dunia.

Tujuan akhirnya: mengalahkan dan menghancurkan dunia.

Penipuan dimulai

Tugas pertamanya adalah menjelaskan peristiwa Peringatan itu dengan istilah-istilah yang lebih relatif dan mengandung ajaran-ajaran 'New Age'. Selama abad yang lalu setan telah membujuk umat manusia untuk mengadopsi filsafat relativisme moral di mana iman, agama dan moralitas harus tunduk kepada pilihan-pilihan bebas setiap individu. Hal ini berisi gagasan bahwa anda bisa memutuskan apa yang benar bagi diri anda sendiri, dan saya akan memutuskan apa yang benar bagi saya. Paham Relativisme mengajarkan, "Sesuatu adalah benar bagi saya, jika saya mempercayainya". Sistem kepercayaan seperti ini akan membantu memastikan bahwa, menjelang Peringatan itu, sebagian besar umat manusia akan terjebak dalam berbagai kejahatan keji dalam berbagai bentuknya, seringkali tanpa menyadarinya. Setelah Peringatan itu, manusia pada awalnya akan bertobat atas dosa-dosa mereka. Tetapi, yang namanya kejahatan tidak akan mau pergi dengan begitu mudahnya.




Setelah Peringatan itu, seiring berubahnya hari menjadi minggu, minggu berganti bulan, orang-orang akan rindu untuk kembali kepada keadaan sebelum Peringatan itu. Sebuah saat ketika orang tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah adalah lebih mudah dijalani daripada mengetahui realitas atau kebenaran. Banyak orang yang akan mulai memberi alasan pembenar bagi diri mereka sendiri mengapa mereka boleh melanjutkan gaya hidup berdosa mereka sebelumnya, entah itu berupa pemakaian obat bius, dosa-dosa seksual, gaya hidup yang tidak bermoral, atau bahkan kebiasaan buruk lainnya. Orang akan merindukan jalan yang lebih lebar, jalan yang lebih mudah untuk mendapatkan kenikmatan, serta kemudahan dan kelimpahan lainnya. Begitulah, si ular tua itu akan menciptakan banyak nabi palsu, yaitu orang-orang yang telah begitu mengakar dengan keyakinan yang salah, kejahatan buruk, dan kebijaksanaan duniawi mereka, sehingga mereka mulai menindas dan membungkam kebenaran agar sesuai dengan keadaan dan kepercayaan mereka. Mereka akan memberi alasan pembenar bagi diri mereka sendiri dan orang-orang lain, dan membawa orang banyak kembali kepada jalan yang lebih lebar. Mereka akan mencoba menggabungkan keyakinan mereka dengan kebenaran yang terungkap melalui Peringatan tersebut. Dengan demikian akan terjadilah pemisahan antara orang-orang yang menyerah kepada kompromi, yang akan menjauhkan dirinya dari orang-orang yang berpegang teguh pada kebenaran Tuhan. Orang-orang beriman yang tetap setia kepada ajaran Tuhan, yang akan mengingatkan sesamanya untuk tidak berkompromi dengan tipu daya setan, akan dituduh menghakimi. Mereka akan dibenci dan dicerca karena ketaatan mereka yang teguh kepada kebenaran Tuhan dan mereka akan dipisahkan seperti rumput liar dari gandum: “Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan." (Mat 3:12 & Mat 13: 24-30)

Di tengah banyaknya nabi-nabi palsu saat itu, yang akan memecah-belah umat beriman, akan datang seseorang yang akan naik ke puncak gereja itu sendiri. Dia akan meyakinkan orang banyak yang sedang goyah hati dan pikiran mereka, bahwa hukum-hukum Gereja adalah terlalu ketat dan tak tergoyahkan, dan ia sama sekali tidak berhubungan dengan kebutuhan dan keinginan manusia. Dengan lidahnya yang sangat licik, "Nabi Palsu" ini akan memecah-belah massa yang sedang bergejolak, mempersiapkan jalan bagi dia yang akan datang sebagai "Tuhan di atas Bumi", yaitu Antikristus.

“Ordo ab Chao”: Keteraturan dari Kekacauan



Peringatan itu tidak hanya akan mempengaruhi semua orang, namun juga akan berdampak besar bagi mereka yang telah secara sadar atau tidak sadar bekerja bagi setan, yaitu para elit dunia. Beberapa di antara mereka sendiri pada akhirnya akan membuka kemungkinan untuk mengubah jalan hidup yang telah mereka jalani sendiri dan dijalani oleh umat manusia. Mereka akan merindukan kebenaran dan ingin membawa umat manusia kembali kepada tempat yang seharusnya. Tapi karena banyaknya kejahatan yang mereka lakukan terhadap umat manusia, dan piala kekuasaan yang lengkap telah berada di dalam genggaman tangan mereka, maka sebagian besar mereka akan mendengarkan godaan dari si jahat dan mengikuti rencana mereka untuk menaklukkan dunia ini, bukannya menghadapi keadilan dari umat manusia yang telah terbangun saat itu. Para elit, yang dicobai oleh setan, akan melakukan dorongan terakhir bagi pemerintahan dunia tunggal dengan cara menciptakan kekacauan yang tertinggi di seluruh dunia. Baru setelah itu mereka bisa menawarkan solusi terakhir mereka ... sebuah pemerintahan tunggal dunia.

Peristiwa Pencerahan hati nurani atau Peringatan, telah memperkenalkan sebuah batu sandungan dalam rencana mereka untuk mewujudkan dominasi global ... yaitu Yesus. Agar Tata Dunia Baru itu bisa muncul, maka Kekristenan (dan Katolisitas pada khususnya) haruslah dihilangkan, karena sebuah masyarakat yang bermoral dan takut akan Tuhan tidak akan pernah mau menerima kediktatoran universal. Agar rencana mereka berhasil, mereka harus menawarkan tipu muslihat yang terbesar kepada dunia, sebagai obat untuk mengatasi masalah-masalah dunia, yaitu Mesias palsu, Antikris.

Orang ini harus menjadi boneka utama yang bisa mereka kendalikan seperti yang mereka lakukan terhadap begitu banyak politisi dan penguasa lainnya, dengan pesona dan karisma yang bisa mempengaruhi masyarakat luas. Dia harus bisa menjembatani kesenjangan antara bangsa-bangsa di dunia tanpa memandang ras atau agama, menunjukkan dirinya sebagai kebijaksanaan yang menjelma, sebagai obat bagi dunia yang sedang sakit. Dengan menggunakan setiap orang, setiap media massa, dan teknologi yang mereka miliki, mereka bahkan akan membuat berbagai mukjizat palsu sebagai cara untuk meyakinkan dunia bahwa dia (Antikris) adalah Tuhan. Tapi, "kekuatan yang tak terbatas cenderung untuk merusak pikiran orang-orang yang memilikinya". (William Pitt: Perdana Menteri Inggris-1770)

…Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.  (2 Thess 2:9-12)

Mesiasnya Iblis 

"Sebelum akhir dunia, akan muncul manusia yang sangat jahat, yang memiliki kekuatan kuasi-manusia super, yang akan menantang Kristus, dimana dia akan melakukan peperangan secara bodoh dan tidak berperasaan untuk melawan Dia. Orang ini akan mengilhami banyak orang dengan rasa takut, dan terutama, melalui tipu muslihat dan kecerdikannya yang menggoda, dia akan berhasil menaklukkan hampir seluruh alam semesta; dia akan meninggikan dirinya sendiri dan akan memaksa semua orang untuk menyembahnya." —The End of the Present World, pg. 40

Ketika kekacauan telah mencapai puncaknya, bintang palsu ini akan bangkit dari antara orang banyak, dialah ‘mesiasnya iblis.’ Disiarkan di televisi di seluruh dunia, dia akan menawarkan kesempatan kepada umat manusia untuk mengembalikan perdamaian di dunia dan memberikan solusi bagi masalah tersebut. Dengan mengungkapkan teknologi-teknologi baru (yang selama ini dirahasiakan dari orang banyak oleh para elit), dia akan memberikan solusi alternatif kepada umat manusia yang akan menjanjikan segalanya, mulai dari pengobatan terhadap berbagai penyakit, makanan yang berlimpah, dan bahkan realisasi untuk berpergian menuju bintang-bintang. Tapi yang paling penting, dia akan menjanjikan keselamatan kepada semua orang yang mengikutinya.

Media massa yang dikendalikan oleh para elit akan menggambarkan orang ini sebagai "Juruselamat Dunia, Orang yang dapat menciptakan Keteraturan dari dalam dari Kekacauan". Kata-katanya akan sehalus mentega, sangat menawan, dengan karisma yang tidak dimiliki oleh orang-orang di sekitarnya. Dia akan menawarkan semuanya kepada orang-orang: makanan, rumah, karier dan hiburan, sebuah 'solusi akhir' bagi persatuan dalam sebuah pemerintahan global, yang dikawal oleh tentara dunia, dan dibiayai dengan mata uang global.

Dia akan melakukan mukjizat-mukjizat besar di hadapan dunia, termasuk juga dia bangkit dari mati. Dia akan membanggakan 'keilahiannya’ untuk dilihat oleh semua orang, dan dia akan menuntut agar semua orang memuji dan menyembah dia saja.

Dan ia tinggal berdiri di pantai laut. Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat. Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar. Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu. Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: "Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?" (Rev. 13: 1-4)

Nabi Palsu

Nabi Palsu, melihat orang ini (Antikris) menjadi Juruselamatnya, maka dia akan menuntun orang banyak kepadanya. Atas nama Antikristus, dia akan melakukan perbuatan-perbuatan baik di hadapan banyak orang, termasuk membuat api jatuh dari langit:

Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga. Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh. Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang. (Rev. 13: 11-13) DRB




Tidak puas dengan orang-orang yang memilih untuk percaya atau tidak, nabi palsu itu akan menuntut agar dibuat gambar ‘Mesias’. Dengan diberi kuasa dan wewenang oleh Antikristus dia akan membawa ‘kehidupan’ kepada gambar itu, yang menyebabkannya bisa bergerak dan berbicara di depan semua orang. Iblis, yang berbicara melalui gambar ini, akan menuntut agar siapapun yang menolak untuk menyembahnya dianggap sebagai musuh bagi perdamaian dan kesejahteraan umat manusia dan mereka akan dimusnahkan. 

Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu. Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.  (Rev. 13: 14-15) DRB

Dari Boneka menjadi Tuan-Boneka

Dengan umat manusia diganggu oleh boneka baru ‘mesias palsu’ ini, maka dunia akan dipecah-pecah menjadi 10 kerajaan dimana di atasnya akan memerintah para elit sebagai para kaisar dari Tata Dunia Baru. Mereka akan mengagumi kesuksesan tertinggi mereka karena telah mencapai apa yang dinubuatkan oleh Albert Pike (tokoh Freemason) di abad ke-19:



"Kami akan membebaskan orang-orang Nihilist dan atheis, dan kami akan memprovokasi bencana-bencana alam yang hebat yang dalam semua kengeriannya akan menunjukkan dengan jelas kepada negara-negara di dunia, adanya pengaruh dari atheisme absolut, asal muasal dari kebiadaban dan kekacauan yang paling berdarah. Kemudian di mana-mana, warga negara, yang berkewajiban untuk membela diri melawan minoritas revolusioner dunia, akan memusnahkan para perusak peradaban tersebut, dan orang banyak, yang kecewa dengan kekristenan, yang roh-rohnya yang deistik, sejak saat itu tak lagi memiliki panduan atau penunjuk arah, yang sangat menginginkan idealisme, tetapi tanpa mengetahui ke mana harus memberikan pemujaannya, akan menerima cahaya sejati melalui manifestasi universal dari doktrin Lucifer murni, yang akhirnya dibawa keluar di depan masyarakat luas. Manifestasi ini akan dihasilkan dari gerakan reaksioner menyeluruh yang akan mengikuti kehancuran kekristenan dan atheisme, karena keduanya telah ditaklukkan dan dimusnahkan pada waktu yang bersamaan."-- Cmdr. William Guy Carr: Dikutip dalam Satan: Prince of This World

Namun, kebanggaan akan selalu mendahului kejatuhan. (Amsal 16:18) Di balik pintu-pintu tertutup, ‘mesias’ baru ini akan menyerang para penguasa ini. Entah oleh Kuasa Ilahi atau karena sifat manusiawi, dalam keinginan mereka yang tak terpadamkan untuk memperoleh kekuasaan penuh, para elit itu akan mengabaikan kesadaran bahwa rencananya harus berjalan terlalu baik sampai mereka terlambat. Begitulah ketika seluruh dunia percaya bahwa orang ini adalah Tuhan yang berinkarnasi, dan dia akan meninggikan dirinya sebagai penguasa alam semesta, dia menuntut agar setiap orang, besar maupun kecil, orang bebas maupun budak, termasuk kaum elit, harus menyembah dan mengikutinya. Tidak seorang pun yang boleh lebih besar dari pada dia dan tidak merasa takut kepadanya.

Untuk memastikan bahwa para elit mematuhi perintahnya, dia (mesias palsu, antikris) akan menaklukkan dan memusnahkan 3 penguasa, beserta seluruh keluarga dan ahli warisnya. Hal ini akan dilaksanakan tanpa mengenal ampun, dilakukan dengan kebencian yang ekstrim, untuk mendatangkan rasa takut sepenuhnya di dalam hati para penguasa yang tersisa.

“Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja. Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa”. (Daniel 7:24-25)

Para diktator yang tersisa, menyadari bahwa mereka telah menjadi boneka bagi mesias palsu, akan bersumpah untuk mengikuti setiap perintahnya sebagai ganti nyawa mereka. Kerajaan-kerajaan, kekayaan dan kekuasaan akan menjadi miliknya, untuk diperintah dan dikendalikan olehnya.

Saat Kegelapan




Keluar dari kedalaman terendah dari harga diri orang yang egois, terang yang palsu ini (mesias palsu, antikris) akan bangkit untuk menyatakan dirinya sebagai penguasa atas seluruh langit dan bumi. Umat manusia akan menuai apa yang telah ditaburnya, mereka akan ditaklukkan dan diperbudak oleh penjelmaan dari dosa-dosanya sendiri. Dan sekarang, dimana setiap bagian dan setiap sendi masyarakat telah berada di bawah kendali mesias palsu, dia akan mengalihkan pandangannya kepada orang-orang yang menolak untuk percaya pada ‘keilahiannya’, mereka yang menghalangi jalannya menuju penaklukan total, mereka yang terus percaya kepada Yesus Kristus. Perkataannya, yang dulu selembut mentega, demi menyadari bahwa perkataan itu telah jatuh ke telinga yang tuli dari umat beriman, maka dia akan berbalik dan berperang melawan orang-orang kudus di Surga dan umat Allah.


Saat kegelapan itu telah tiba. Gereja akan jatuh ke dalam kegelapan dari nafsu-nafsunya sendiri. Jalan menuju Kalvari yang telah dilewati oleh Mempelai Prianya (Yesus) sekarang jalan itu akan menjadi miliknya juga. Iman akan berlari dan sembunyi di bawah tanah, sementara pencobaan terbesar yang pernah ada di dunia, kini membentang di depan matanya. Strategi si jahat akan gagal, mesias palsunya akan jatuh, dan kepala si Ular Tua itu akhirnya akan dihancurkan oleh tumit kaki Bunda Maria. (Kej 3:15). Hanya dengan menyelimuti diri kita dengan Darah dari Anak Domba, maka kita bisa memiliki pengharapan untuk menolak tipu daya itu ... yang merupakan Penipuan Tertinggi.


Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/

No comments:

Post a Comment