Tuesday, March 6, 2018

PERINGATAN PENTING DARI BUNDA AKITA SEDANG DIGENAPI DI SELURUH DUNIA




by Bradley Eli, M.Div., Ma.Th.  •  ChurchMilitant.com  •  March 5, 2018  

PERINGATAN PENTING DARI BUNDA AKITA SEDANG DIGENAPI DI SELURUH DUNIA


Hirarki Gereja Katolik semakin terpecah belah dalam ajaran moral abadi Gereja serta doktrin- doktrin yang mengikat, yang berakar di dalamnya. Umat beriman dapat sedikit merasa lega karena mereka mengetahui bahwa perpecahan ini telah dinubuatkan pada tahun 1973 oleh Santa Perawan Maria selama penampakan-penampakan, yang telah diakui oleh Gereja, di Akita, Jepang.

Pada tanggal 13 Oktober tahun itu, Our Lady of Akita mengungkapkan kepada seorang biarawati yang saleh, tentang krisis yang akan terjadi di dalam Gereja Katolik:

Karya iblis akan menyusup ke dalam Gereja sedemikian rupa hingga orang akan melihat ada  kardinal melawan kardinal dan uskup melawan uskup lainnya. ... Gereja akan penuh dengan orang-orang yang mau menerima kompromi, dan iblis akan menekan banyak imam dan jiwa-jiwa yang dikuduskan untuk meninggalkan pelayanan kepada Tuhan.

Nubuatan ini, saat ini, sedang dipenuhi dengan kejadian yang terus meningkat. Para klerus tidak mau meluruskan hati nurani yang terbentuk secara keliru dari umat Katolik yang sesat. Mereka mengizinkan orang Katolik, yang hidup dalam keadaan dosa berat, dan bahkan pasangan bukan Katolik mereka untuk menerima Komuni Kudus. Perubahan seperti ini dalam praktik Gereja Katolik digembar-gemborkan sebagai "revolusioner" oleh uskup agung Chicago, Cdl. Blase Cupich, dan dipuji-puji sebagai "pergeseran paradigma yang baik" oleh Sekretaris Negara Vatikan Cdl. Pietro Parolin.

Pada bulan Januari, Cdl. Parolin menyuarakan persetujuannya untuk memberikan Komuni Kudus kepada umat Katolik yang bercerai dan menikah kembali. Kardinal tersebut menggambarkan perubahan dalam praktik Gereja seperti ini sebagai "pergeseran paradigma," yang meninggikan keunggulan hati nurani manusia di atas ajaran moral Katolik. Dua minggu kemudian, Cdl. Cupich menyatakan solidaritasnya dengan Cdl. Parolin dengan menyebut langkah untuk melarang secara tetap pemberian Komuni Kudus kepada mereka yang hidup dalam dosa berat, sebagai sebuah "pergeseran paradigma" yang "tidak kurang revolusioner." Para kardinal ini kemudian dikritik dan dikoreksi secara terbuka oleh mantan kepala Kongregasi untuk Ajaran Iman, Cdl. Gerhard Müller, yang membantah bahwa pergeseran revolusioner semacam itu "bukanlah merupakan perkembangan, tapi sebuah pembusukan" terhadap ajaran Gereja.

Perpecahan di antara para uskup dan para kardinal ini, karena hati nurani yang terbentuk secara salah, di tengah ketidaktahuan umat Katolik, telah membuat para uskup Jerman bahkan mengijinkan orang-orang non-Katolik untuk menerima Komuni Kudus. Minggu lalu, Cdl. Muller mengecam keputusan para uskup Jerman ini, yang mengijinkan penerimaan Komuni Kudus bagi pasangan Protestan & Katolik, dan dia menyebutnya sebagai kesalahan tafsir terhadap hukum kanon. Kardinal tersebut mengatakan bahwa uskup-uskup setempat tidak memiliki wewenang untuk menerapkan disiplin-disiplin yang bertentangan dengan ajaran Katolik.

Watch the panel discuss a divided hierarchy in The Download—Bishop Against Bishop.

Marilah kita berdoa agar para klerus lebih mematuhi ajaran Yesus Kristus daripada ajaran dan keinginan manusia.



Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/

No comments:

Post a Comment