Sunday, December 23, 2018

the Vortex - SISI GELAP




the Vortex - SISI GELAP
Menjadi Gelap Oleh Asap Setan.


December 17, 2018  

Jika ada yang harus dibersihkan di dalam Gereja, suatu restorasi yang sudah lama ia rindukan, maka ada satu fakta sederhana yang perlu dipahami disini.

Dari sisi manusianya, pelaksana institusi, unsur manusia dari Gereja, maka Gereja beroperasi sebagai sindikat kejahatan yang terorganisasi secara internasional, yang memiliki akses pada uang dalam jumlah besar dari berbagai sumber, yang terbang bebas di bawah naungan (kedok) "religius" dan di bawah perlindungan itu, institusi itu tidak akan bisa diuji kebenarannya dan tidak bisa diperiksa oleh siapapun dari luar, selama setengah abad terakhir.

Begitulah yang terjadi saat ini. Paus Paulus VI belum menyadari hal itu sepenuhnya, ketika dia mengatakan pada tahun 1972 bahwa asap setan telah masuk. Kini asap setan hampir sepenuhnya menelan seluruh tempat kudus, dan jika Anda mengasihi Gereja, Anda harus melakukan sesuatu untuknya.

Sejak berita tentang McCarrick meledak pada bulan Juni, kehidupan telah benar-benar terbalik di sini, di Gereja Militan. Kami sekarang terus-menerus berbicara lewat telepon dan dalam pertemuan-pertemuan pribadi untuk bertukar catatan dan informasi dengan jaksa dan penyidik ​​negara bagian dan federal, serta para klerus dan orang dalam yang memiliki banyak informasi.

Bagi setiap orang, mereka semua menyadari bahwa monster jahat inilah yang telah mengambil kendali operasional Gereja hingga sangat jauh kedalam dan orang-orang itu termotivasi oleh sifat kebusukan seksual dan korupsi finansial dalam skala yang bahkan mengejutkan para veteran dalam gereja.

Peristiwa ini sangat besar, sangat dahsyat, begitu menakjubkan, sehingga mereka bahkan tidak dapat memberi alasan kepada otak mereka, apalagi mencari jalan hukum mana yang harus ditempuh - singkatnya, semakin dalam mereka menggali, semakin dalam lubang itu.

Sisi Gelap itulah yang kini kita ketahui telah mengambil alih fungsi Gereja sehari-hari, dan ternyata hal itu sudah terjadi sejak lama.

Kadang-kadang hal ini menjadi nyata dalam skandal klerus-homo dan kebangkrutan beberapa paroki yang disebabkan oleh mengalirnya uang miliaran dolar bagi pembayaran dan ‘uang tebusan’ bagi para pengacara dan para korban pencabulan  - belum lagi adanya upaya menutup-nutupi dan menipu, senjata yang paling ampuh dari Bapa Segala Kebohongan, yang dipatuhi oleh terlalu banyak klerus.

Semua itu, tentu saja, telah mengangkat isu ini ke tingkat keterbukaan yang sama sekali baru dan mengundang masuk penyelidikan federal dan negara bagian, dimana beberapa di antaranya telah sampai beritanya di sini, di Church Militant.

Ada juga isu luar biasa lainnya, hingga di luar yang bisa kita bayangan, yaitu berupa korupsi finansial, penyembunyian aset Gereja, pengumpulan miliaran dolar dalam kampanye penggalangan dana keuskupan agung di seluruh negeri Amerika Serikat. Dan itu hanyalah beberapa kejahatan pada tingkat alami.

Pada tingkat supernatural, jauh lebih buruk lagi yang terjadi. Santo Paulus berkata bahwa ketika ada satu bagian tubuh yang terluka, maka semua anggota lainnya juga terluka.

Di Gereja Universal - Gereja Katolik - yang hadir di setiap negara, setan telah menyulut kebusukan moral, hilangnya kepercayaan supernatural di antara sejumlah besar pemimpin, hingga seluruh Gereja di dunia sangat menderita karenanya .

Hilangnya iman, predasi homoseksual tidak hanya terhadap anak-anak di bawah umur, tetapi juga terhadap laki-laki dewasa, kebohongan, penipuan, tindakan menutup-nutupi kasus, kurangnya transparansi, pendekatan yang otoriter, sikap tidak bertanggung jawab dan paling memuakkan dari semuanya… semua inilah yang diteriakkan oleh umat beriman ke arah Surga untuk mendapatkan keadilan – dan semua itu terbungkus jubah religiusitas dan spiritualitas dari para pejabat gereja.

Iman telah dihancurkan di seluruh dunia dengan berbagai katekese palsu, ekumenisme palsu, sebuah kehancuran liturgi dan sakramental serta kehidupan devosional yang nyaris terjadi secara menyeluruh - suatu masalah yang campur aduk hingga kita patut mempertanyakan apa artinya menjadi Katolik.

Kita tidak tahu apakah ini adalah Kemurtadan Besar seperti yang diperingatkan oleh Surga melalui orang-orang kudus dan Alkitab, tetapi jika ini bukan, kita pasti tidak suka untuk merenungkannya seperti apa yang kelihatan saat ini.

Ada sebuah sindikat kriminal yang busuk dan terorganisir yang menjalankan Gereja, menempatkan dirinya selama beberapa dekade hingga sekarang, sebuah sindikat kriminal yang akan membuat para mafia memerah karena malu.

Sudah saatnya bagi umat Katolik yang setia untuk bangun sekarang - umat awam - dan mulai menuntut perubahan. Para pemimpin harus dikonfrontasi. Tindakan dan keputusan jahat mereka harus ditentang secara terbuka, di depan umum. Mereka harus diingatkan secara langsung bahwa tugas pertama dan satu-satunya mereka adalah merawat dan menyelamatkan jiwa.

Mereka harus bersikap transparan dan mereka harus dimintai pertanggungjawaban atas penunjukan imam-imam yang buruk – dan agar mereka juga melihat ke arah yang lain, kepada para klerus homosex yang ada di keuskupan mereka yang sangat merusak jiwa, dan kadang-kadang bahkan tubuh, dari para korban yang tidak bersalah.

Dan Anda, imam-imam di luar sana, untuk apa Anda ditahbiskan menjadi imam? Berdirilah dan berjuanglah. Apa yang terjadi pada Anda nanti akan mendatangkan Surga bagi Anda.

Anda para seminaris, sadarilah bahwa jika dan ketika Anda ditahbiskan, tugas pertama Anda adalah menolak semuanya ini tanpa syarat, dan apa pun yang akan terjadi pada Anda, terjadilah. Karena Anda akan mengamankan keselamatan jiwa Anda. Kita umat awam harus mendukung mereka dalam hal ini - dengan doa-doa kita yang tekun, tetapi juga bagaimana kita mengarahkan uang kita.

Setan telah membangun sebuah kerajaan di dalam Gereja, dan dia menunjukkan dirinya sekarang jauh lebih tangguh dan busuk daripada yang pernah dibayangkan oleh siapa pun – dan sekarang semuanya menjadi jelas.

Tahun 2018 telah menjadi tahun penemuan. Tahun 2019 akan menjadi tahun dari tindakan kita.

No comments:

Post a Comment