Sunday, February 6, 2022

Teolog Spanyol Memperingatkan Bahwa Jalan Sinode Jerman...

 

Teolog Spanyol Memperingatkan Bahwa Jalan Sinode Jerman Bisa Menimbulkan Bahaya Besar Bagi Gereja

 https://www.catholicnewsagency.com/news/250185/spanish-theologian-warns-german-synodal-way-poses-great-danger-to-the-church?fbclid=IwAR2Ecm1lT0ia5bpZeTAjM5485v7_T30BRgMP9E8y62ob-m7o8RnSzSpnYVw

  

Thomas Sternberg and Bishop Georg Bätzing at the Synodal Way’s second Synodal Assembly in Frankfurt, Germany, Sept. 30, 2021. | Synodaler Weg/Maximilian von Lachner.

 

 

By David Ramos

 

 

Teolog Spanyol, pastor José Antonio Fortea, telah memperingatkan tentang apa yang disebutnya sebagai ‘bahaya serius bagi Gereja Katolik yang ditimbulkan oleh jalan sinode di Jerman.

 

Dalam sebuah blogpost berjudul “Kemana Gereja Jerman Akan Menuju”, imam itu mengatakan bahwa “jika kita melihat sejarah Gereja, kita akan melihat bahwa jalan sinode adalah sesuatu yang Tuhan inginkan, tetapi hasil dari konsili atau sinode tidak selalu merupakan buah yang tepat.”

 

"Hari ini kita menyebut conciliabules (konsili yang tidak sah) di Jerman sebagai konsili yang 'sesat', tetapi pada zaman dulu, dan di Jerman saat ini, hal itu dianggap oleh mereka yang menghadirinya sebagai konsili yang benar, seperti misalnya, mereka yang memberikan definisi yang telah disahkan oleh magisterium Gereja," demikian pastor José Antonio Fortea memberi contoh.

 

Teolog itu memperingatkan bahwa "sebuah sinode, sebuah konsili, pertemuan gerejawi apa pun, dapat berjalan ke arah yang berlebihan dan tidak sah, jika ada tekanan."

 

“Dan untuk itu kita harus menambahkan bahwa sebuah konsili regional atau sinode provinsi, tidak harus menjadi ekspresi iman Gereja,” tambahnya.

 

Jalur sinode di Jerman adalah proses di mana para uskup dan umat awam dari negara ini berpartisipasi untuk menangani masalah-masalah seperti pelaksanaan kekuasaan, moralitas seksual, imamat, dan peran wanita dalam Gereja.


Proses ini dimulai 1 Desember 2019 yang lalu dan dijadwalkan berakhir pada 2023.

 

Pada bulan Oktober sesi plenonya berakhir secara tiba-tiba setelah pemungutan suara menyetujui teks yang mendukung adanya ‘berkat perkawinan’ bagi pasangan sesama jenis dan diskusi tentang apakah imamat masih diperlukan.

 

Berbagai umat Katolik telah menyatakan keprihatinan mereka tentang arah yang telah dilalui oleh jalan sinode Jerman ini dan mereka telah memperingatkan adanya risiko perpecahan atau skisma dengan Gereja Katolik yang sejati.

 

Pastor José Antonio Fortea mencatat dalam artikelnya bahwa "sinode regional dijamin akan menerima bantuan dari Roh Kudus, tetapi tidak yakin bahwa hasil akhirnya akan menjadi ekspresi iman Gereja yang tidak diragukan."

 

“Dalam konklaf (pemilihan paus) misalnya, bantuan Roh Kudus memang dijamin, tetapi itu tidak berarti bahwa para kardinal mendengarkan suara Tuhan. Pemilihan paus tertinggi belum tentu merupakan ekspresi dari apa yang Tuhan inginkan.”

 

Bagi Pastor José Antonio Fortea, ini menunjukkan bahwa “mendengarkan Roh mutlak diperlukan. Apakah hasilnya merupakan ekspresi dari Kehendak Tuhan akan tergantung pada pikiran dan pendengaran dari masing-masing orang.”

 

“Saya minta maaf karena mengacaukan visi tertentu tentang sinode sebagai sesuatu yang mutlak, tetapi sejarah Gereja jelas: hanya konsili universal dalam persatuan dengan Paus Roma yang dijamin infalibilitas. Itu telah menjadi tradisi Gereja yang konstan,” kata pastor Fortea.

 

Oleh karena itu, lanjutnya, "...para peserta sinode Jerman harus disadarkan akan adanya falibilitas (kemungkinan kesalahan mereka sendiri), baik secara pribadi maupun kolektif."

 

"Mereka tidak bisa memisahkan diri dari struktur kebenaran yang bisa kita sebut 'sinode universal'."

 

Pastor Fortea mengatakan bahwa “karena kita tidak akan menyetujui apa yang ada atau tidak ada dalam iman, kita setidaknya harus menerima struktur gerejawi untuk melindungi iman yang didirikan di dalam Gereja oleh Yesus Kristus sendiri ketika Dia berada di bumi.” 

“Jika 'tatanan gerejawi universal' itu tidak diterima, maka sinode memulai pembahasannya dari titik awal yang tidak tepat. Apa yang akan dibahas bukanlah pertanyaan moral atau alkitabiah ini atau itu, tetapi keberadaan Gereja, kemampuan Gereja untuk menjaga iman yang diberikan kepada kita oleh Kristus,” katanya. 

--------------------------------- 

Silakan membaca artikel lainnya di sini: 

LDM, 24 Januari 2022

Antikris sudah berada di dunia

Francis - Serigala Berpakaian Gembala?

Ned Dougherty, 21 Januari 2022, St.Michael

LDM, 30 Januari 2022

Hasil Sinode Gereja Jerman

Kardinal Jerman Menyerukan Agar Aturan Selibat Gereja Dicabut