Sunday, June 11, 2023

Pengambilalihan AI Tidak Dapat Dihindari

 Pengambilalihan AI TIDAK DAPAT DIHINDARI:

 Para ahli memperingatkan kecerdasan buatan (AI - Artificial Intelligence) akan menjadi cukup kuat untuk mengendalikan pikiran dan perilaku manusia

 https://www.newstarget.com/2023-06-08-experts-fear-ai-take-over-human-minds-behaviors.html

 

By JD Heyes // Jun 08, 2023 


 

Kecerdasan Buatan (AI) adalah bidang ilmu komputer yang berkembang pesat yang berupaya menciptakan mesin cerdas yang dapat melakukan tugas-tugas yang secara tradisional membutuhkan kecerdasan manusia, seperti memahami bahasa alami, mengenali pola visual, dan belajar dari pengalaman. 

AI memiliki potensi untuk merevolusi banyak aspek kehidupan kita, mulai dari perawatan kesehatan dan transportasi hingga pendidikan dan hiburan. Tapi, para ahli memperingatkan, AI juga berpotensi menghancurkan keberadaan manusia atau menjadi sangat kuat sehingga mengendalikan perilaku manusia.

 

Sejarah AI dapat ditelusuri kembali ke tahun 1950-an, ketika para ilmuwan dan peneliti pertama kali mulai mengeksplorasi kemungkinan menciptakan mesin yang dapat berpikir dan belajar seperti manusia. Bidang AI mengalami beberapa siklus naik dan turun selama bertahun-tahun karena para peneliti menghadapi tantangan teknis dan pendanaan.

 

Namun, kemajuan baru-baru ini dalam daya komputasi, penyimpanan data, dan algoritme pembelajaran mesin, telah menyebabkan minat baru pada AI dan terutama bahayanya.

 

"Dengan waktu yang cukup, kecerdasan buatan akan sepenuhnya mendominasi masyarakat kita. Teknologi AI telah berkembang dengan kecepatan eksponensial, dan sudah dapat melakukan ribuan tugas lebih baik daripada yang dapat dilakukan manusia. Pada akhirnya, hanya akan ada sedikit pekerjaan yang tidak dapat dilakukan AI dan itu lebih efisien dari yang kita (manusia) bisa," tulis Michael Snyder dalam blognya, End of the American Dream.

 

"Lihat saja semua hal yang dapat dilakukan ChatGPT saat ini. Tidak mungkin kita dapat bersaing dengan itu. Karena teknologi AI terus menjadi semakin canggih, jutaan lapangan pekerjaan akan hilang, dan itu akan menciptakan raksasa orang-orang kelas bawah yang sama sekali tidak dibutuhkan oleh masyarakat," tambahnya.

 

AI digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari asisten virtual seperti Siri dan Alexa,hingga mobil dan drone yang dapat mengemudi sendiri. AI juga memainkan peran yang semakin penting dalam perawatan kesehatan, di mana AI digunakan untuk menganalisis citra medis, mendiagnosis penyakit, dan mengembangkan perawatan baru.

 

Di bidang keuangan, AI digunakan untuk mendeteksi terjadinya penipuan, memprediksi tren pasar, dan mengelola investasi. Dan dalam pendidikan, AI digunakan untuk memberikan pengalaman belajar yang dipersonalisasi dan meningkatkan kinerja siswa.

 

Snyder berkata: "Kami diberi tahu bahwa AI dapat menyebabkan munculnya 'agama baru', dan banyak komunitas transhumanis berharap untuk 'meningkatkan' diri mereka sendiri dengan benar-benar bergabung dengan kecerdasan buatan."

 

Selanjutnya Snyder menambahkan:

Apakah Anda ingin belajar bahasa baru hanya dalam hitungan detik? Apakah Anda ingin memiliki kemampuan untuk memproses informasi ribuan kali lebih cepat daripada yang Anda lakukan saat ini? Apakah Anda ingin menjadi makhluk "sangat cerdas" yang memiliki "kekuatan seperti dewa" dibandingkan dengan semua orang di sekitar Anda?

 

Para pendukung transhumanis percaya bahwa orang benar-benar akan memiliki kemampuan untuk menjadi "pahlawan super" saat kita bergabung dengan komputer, teknologi, dan kecerdasan buatan (AI). Dan itu terjadi jauh lebih cepat daripada yang pernah dipikirkan banyak orang.

 

Salah satu aspek paling berbahaya dari penelitian AI adalah machine learning, yang melibatkan mesin pengajar untuk belajar dari data, dan meningkatkan kinerjanya dari waktu ke waktu. Ini dilakukan dengan memasukkan data dalam jumlah besar ke dalam algoritme pembelajaran mesin, yang kemudian menganalisis data dan mengidentifikasi pola dan hubungan satu sama lain.

 

Algoritme pembelajaran mesin dapat digunakan untuk berbagai tugas, mulai dari pengenalan gambar dan ucapan hingga pemrosesan bahasa alami dan analitik prediktif. Dan itu juga bisa digunakan untuk membajak fungsi-fungsi manusia. 

"Beberapa orang dalam industri memperingatkan bahwa bermain-main dengan teknologi semacam itu sangatlah berbahaya," Snyder memperingatkan dalam blognya. "Misalnya, pendiri DeepAI mengklaim bahwa masa depan kita akan didominasi oleh 'otak digital' yang lebih unggul daripada otak manusia, dan dia memperingatkan bahwa ini 'akan membuat Anda takut.'" 

 

-------------------------------------

 

Silakan membaca artikel lainnya di sini:

 

Satanisme Sedang Meningkat

Prof.Seifert - 'Sikap diam yang sangat menakutkan' dari para kardinal...'

Invasi Halus dari Satanisme

LDM, 6 Juni 2023

Pedro Regis 5446 - 5450

LDM, 10 Juni 2023

Mengenakan Mantilla Di Dalam Gereja