Saturday, December 12, 2015

Surat terbuka kepada PF dari seorang mantan anggota Kuria Roma

Surat terbuka kepada PF dari seorang mantan anggota Kuria Roma





PF berbicara di depan Kuria Roma di Clementine Hall, Vatican, 22 Desember 2014(CNS photo/Paul Haring)

(Sebuah foto PF sedang memberikan pidato di depan Kuria Roma. Keterangan yang diberikan menyertai foto itu menjelaskan : Amanat Natal 2014 di Sala Clementina, di dalam Istana Apostolik Vatikan, Paus Francis menegur para karyawannya dengan memberikan daftar "15 penyakit" Kuria. Celaan yang dilakukan oleh Pemimpin Gereja ini telah menarik perhatian dunia)

"Anda sedang menjauhkan diri dari Kebijaksanaan"
Pada tanggal 27 November 2015, majalah berbahasa Jerman, FOCUS, menerbitkan sebuah surat terbuka [Issue 49/2015; pp. 46-48] kepada Paus Francis dari seorang mantan anggota dari jajaran tinggi Kuria Roma. Penulis mengaku telah menyampaikan inspirasinya itu dengan "membuang pembicaraan mengenai semua hal baik yang anda lakukan dan anda bicarakan dan ... hanya menyampaikan daftar pelaksanaan tugas kepausan anda yang menurut saya nampak cukup bermasalah" dengan menarik pelajaran dari teguran Paus kepada Kuria Roma Curia saat Natal yang lalu.

Dua setengah tahun yang lalu, 115 kardinal memilih Jorge Mario Bergoglio dari Argentina menjadi paus berikutnya. Hasil kerja dari kepausan ini ternyata menjadi kacau; sementara Francis menerima banyak pujian di ranah politik dan media, namun suasana saat ini di Vatikan adalah sangat buruk yang belum pernah terjadi pada masa kepausan sebelum-sebelumnya.
Para karyawan mengeluh bahwa paus menikmati perannya sebagai ‘Francis Sang Superstar’ dan bahwa dia tidak peduli tentang ajaran Gereja. Mereka juga mengeluh bahwa dia adalah seorang populis dan otoriter, dan bahwa dia hanya menerima saran dari orang-orang yang sependapat dengannya. Ada pembicaraan tentang ‘rasa takut oleh cuaca’.
Seorang mantan anggota Kuria meringkaskan kritiknya pada pembukaan masa Advent lalu dalam suratnya kepada Paus, yang tidak lain merupakan cerminan "suasana ketakutan" karena karena para pelayan Gereja harus taat kepada paus. Media FOCUS menerbitkan tulisan itu. Si penulis (yang namanya hanya diketahui oleh editor) telah meminta untuk disembunyikan namanya, karena dia merasa takut akan akibat-akibatnya, bukan saja bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi para atasannya dan para koleganya di Roma.
(Isi surat terbuka:)

Bapa Suci,
Pada kesempatan Amanat Natal anda pada tahun 2014, anda meminta karyawan kuria untuk lebih dahulu memeriksa suara hati nurani. Memang, Advent adalah saat untuk merenungkan janji-janji Allah dan apa yang Dia harapkan dari kita. Anda mengatakan bahwa karyawan anda harus menjadi contoh bagi seluruh Gereja, dan anda kemudian menyampaikan daftar "penyakit" yang menurut pendapat anda, kini sedang dialami oleh Kuria. Pada saat itu, saya menganggap bahwa pernyataan ini agak kasar - ya, bahkan tidak adil - terhadap begitu banyak orang di Vatikan yang sudah saya kenal secara pribadi – sementara anda berbicara itu, seolah anda tahu dan sudah mengenal isi Vatikan, tapi entah apakah anggapan anda itu hanya dari luar atau hanya dari atas saja. Namun demikian, pidato anda ini telah mengilhami saya untuk menulis surat ini kepada anda. Mengikuti contoh anda sendiri, saya akan menghilangkan semua pembicaraan tentang semua kebaikan yang anda lakukan atau anda ucapkan, dan saya akan memberikan daftar pelaksanaan tugas kepausan anda yang menurut saya nampak cukup bermasalah:
1. Sebuah sikap emosional dan anti-intelektual anda yang sering nampak nyata dan yang memiliki kesulitan jika berurusan dengan teori-teori dan doktrin
Alternatif dari ‘Gereja yang Mengajar’ adalah ‘Gereja yang sewenang-wenang’, dan bukan Gereja yang Penyayang. Di antara sekian banyak karyawan yang anda pilih sendiri dan para penasihat dekat anda, bisa ditemukan adanya orang-orang yang kurang berkompeten, baik dalam hal mengajar dan dalam hal teologi; orang-orang ini banyak memiliki latar belakang karir dalam pemerintahan Gereja atau dalam bidang administrasi universitas, dan mereka berpikir terlalu pragmatis dan politis. Anda, sebagai Guru Utama dalam Gereja, seharusnya membuat lebih jelas segala keutamaan Iman - untuk kepentingan anda sendiri, dan demi seluruh umat Katolik. Iman tanpa doktrin tidak bisa ada.
2. Otoriterisme
Anda telah menjauhkan diri dari kebijaksanaan yang dilestarikan dalam disiplin tradisional Gereja, yang ada didalam Hukum Canon, dan juga dalam praktek Kuria selama ini. Bersama dengan sikap penghinaan anda terhadap ajaran teoritis, maka kecenderungan anda ini mengarah kepada sikap otoritarianisme yang bahkan oleh pendiri Ordo Jesuit anda sendiri, St. Ignatius, tidak akan menyetujui sikap anda ini. Apakah anda benar-benar telah menerima suara-suara yang memperingatkan bahwa anda, secara pribadi,  tidak bisa segera melihat atau mengerti permasalahan yang ada? Apa yang akan terjadi jika anda sekarang tahu nama saya? Akan lebih baik untuk bersikap kurang otoriter agar anda bisa mengubah iklim ketakutan yang ada saat ini di lingkungan Kuria.
3. Sebuah populisme perubahan
Saat ini, adalah cukup populer ajakan untuk melakukan perubahan. Namun, terutama para Penerus Petrus harus mengingatkan dirinya dan orang lain tentang apa yang berubah secara perlahan-lahan, dan bahkan lebih dari itu, yang tidak berubah sama sekali. Apakah anda percaya bahwa dukungan yang anda terima dari ‘para pembuat opini’ di ranah politik dan media massa merupakan pertanda yang baik? Kristus tidak menjanjikan atau bernubuat tentang popularitas Petrus di media dan status ketenaran dalam sebuah kultus bintang (Yoh 21:18). Banyak sekali pernyataan anda telah membangkitkan harapan yang salah dan memberikan kesan yang berbahaya bahwa ajaran dan disiplin Gereja bisa dan harus disesuaikan dengan perubahan pendapat mayoritas orang. Rasul Paulus memiliki pendapat lain mengenai hal ini ( lihat Rom 12:. 2; Ef 4:14.)
4. Perilaku anda sendiri dipandang sebagai kritik tentang bagaimana para pendahulu anda (banyak yang telah memperoleh kanonisasi) menjalani kehidupan, berbicara, dan bertindak
Saya tidak bisa mengerti bagaimana sikap anda seperti ini sejalan dengan sikap kerendahan hati yang sering anda bicarakan dan anda tuntut dari orang lain. Kerendahan hati seperti ini memang diperlukan, terutama ketika itu adalah untuk melanjutkan tradisi sejak rasul Petrus dulu. Namun perilaku anda secara implisit telah mengusulkan gagasan bahwa anda berniat untuk menemukan kembali entah bentuk yang bagaimana Tahta Petrus itu. Alih-alih menjaga dengan setia warisan dari para pendahulu anda, tetapi anda bahkan ingin memperoleh hal itu (warisan) dengan cara yang terlalu kreatif. Tetapi, bukankah St. Yohanes mengatakan: "Dia (Kristus) harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil" (Yoh. 3:30)?
5. Pastoralism
Baru-baru ini anda mengatakan bahwa anda menyukai bagian-bagian dari kepausan di mana anda bisa bertindak seperti seorang pastor. Tentu saja, tidak seorang paus ataupun pastor yang meragukan apakah Gereja sedang mengikuti ajaran Kristus dalam segala sesuatu yang dilakukannya saat ini (Perawatan Pastoral, Sakramen-sakramen, liturgi, katekese, Teologi, Caritas); akhirnya, semuanya tergantung kepada pernyataan Iman ketika ia sampai kepada kita dalam bentuk Kitab Suci dan Tradisi Suci, dan yang mengikat hati nurani umat beriman. Kita tidak bisa menjalankan Iman dan mewartakannya kepada orang lain, jika kita tidak mengenal Iman itu. Tanpa teori yang baik, kita - dalam jangka panjang - tidak dapat bertindak dengan cara yang baik. Tanpa mengajar di bidang pelayanan pastoral, kita hanya akan memiliki keberhasilan yang bersifat emosional dan sangat tidak disengaja.
6. Pameran berlebihan dari kesederhanaan gaya hidup anda sendiri
Memang anda ingin memberi contoh - tetapi apakah tidak lebih baik bagi anda untuk mengurusi segala macam tugas anda sehari-hari? Dengan pertanyaan yang lebih bersifat biblis, ‘tangan kiri seharusnya tidak tahu apa yang dilakukan tangan kanan’ (Mat 6: 3); jika tidak, maka seluruh tingkah laku anda nampak menjadi tidak tulus. Jika anda benar-benar ingin mengendarai mobil yang ekologis, maka anda harus berinvestasi, atau meminta seseorang untuk memberikan hadiah kepada anda teknologi yang lebih mahal yang diperlukan: karena ekologi memiliki harganya sendiri.
7. Partikularisme yang sering mengalahkan tujuan dan tujuan dari Gereja Universal berada di bawah sudut pandang sebagian saja dari Gereja
Sikap ini nampak lucu jika berkaitan dengan seorang paus. Selain itu, dunia kita sekarang jauh lebih saling berhubungan, lebih mobile, dan lebih dekat dari pada sebelumnya. Terutama saat ini, adalah sebuah harta yang berharga jika Gereja Katolik di seluruh dunia adalah selalu sama. Hal ini sesuai dengan realitas kehidupan global dimana umat Katolik di semua negara hidup, berdoa, dan berpikir dalam nada yang sama (dan bersama-sama dengan satu sama lain). 
8. Sebuah dorongan untuk selalu melakukan spontanitas
Kurangnya sikap profesionalisme bukanlah tanda bagi karya Roh Kudus. Ungkapan-ungkapan seperti misalnya "beranak-pinak kelinci," atau "Siapakah aku ini hingga berhak untuk menilai ...?" (Who am I to judge…?”) bisa saja berkesan bagi beberapa orang, tetapi, dalam kenyataannya, hal itu bisa menyebabkan kesalah-pahaman yang cukup besar. Kemudian, selalu harus ada orang-orang lain yang musti menjelaskan apa yang anda maksudkan didalam perkataan anda. Bertindak tanpa rencana dan diluar protokol memiliki waktu dan tempatnya sendiri – namun hal itu tidak harus menjadi standar. Anda berhutang budi dalam hal ini kepada karyawan anda (di Roma dan di seluruh dunia). Tindakan spontanitas jauh lebih kecil ada di antara paus dari pada di kalangan pastor.
9. Tidak jelasnya keterkaitan dari kebebasan didalam agama, politik, dan ekonomi
Banyak sekali pernyataan anda yang menunjukkan bahwa anda ingin agar negara harus memerintah lebih besar, mengendalikan lebih banyak, dan bertanggung jawab atas masalah yang lebih luas, khususnya di bidang ekonomi dan sosial. Kita di Eropa sudah terbiasa dengan negara yang sangat kuat. Namun, sejarah telah terbukti salah didalam gagasan bahwa negara dapat mengurusi semuanya. Gereja harus membela lembaga-lembaga non-pemerintah, yang bisa memberikan segala sesuatu yang tak bisa diberikan oleh negara. Terhadap kecenderungan untuk mengharapkan segala sesuatu dari negara, Gereja harus membantu orang-orang untuk mengurus kehidupan mereka sendiri. Negara kesejahteraan juga dapat menjadi terlalu kuat, dan dengan itu, juga bersifat terlalu paternalistik, otoriter, dan tidak lagi liberal.
10. Meta-Clericalism
Di satu sisi, anda menunjukkan sedikit sekali minat anda kepada klerus, di sisi lain anda mengkritik sebuah klerikalisme seolah lebih jahat dari pada hantu, bukan sebagai sesuatu yang nyata. Seseorang tidak dapat mengkompensasi kurangnya minat seperti ini dengan niatan yang baik atau dengan berbagai pernyataan di depan kelompok-kelompok kecil.
Para uskup dan imam harus tahu bahwa paus berdiri di belakang mereka ketika mereka membela Injil "di dalam musim dan di luar musim," meski hal itu dilakukan dengan cara yang tidak menyenangkan bagi paus. Tidaklah baik jika ada beberapa orang yang berpikir bahwa paus melihat banyak hal dengan pandangan yang sangat berbeda dari Katekismus, dan kemudian ada orang-orang lain yang meniru dia untuk membangun karir di bawah kepausan ini. Sebagai paus, anda harus melayani kontinuitas dan Tradisi Gereja - bahkan orang Kristen non-Katolik juga berpendapat seperti ini. adalah lebih baik bagi anda untuk menghentikan inovasi dan provokasi yang anda lakukan itu; kita sudah memiliki banyak orang yang melakukan hal itu. Magisterium anda, sudah dengan sendirinya menjadi provokasi dan inovasi utama anda – karena anda adalah Wakil Kristus dan guru tertinggi dari Iman adikodrati kami. "Rahmat, Kerahiman, dan Perdamaian" datang "dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Putera Bapa, didalam Kebenaran dan Kasih" (2 Yoh 1: 3); dan semua itu hanya datang bersama-sama dalam satu paket yang lengkap. Jika selama ini Tahun Kerahiman itu nanti, dimana anda sedang mempersiapkan diri bagi saat Natal, silahkan menggunakan kesempatan ini sebagai sebuah insentif untuk menemukan, bagi diri anda sendiri, apa yang telah anda diabaikan di selama ini. Biarkan diri anda dibantu oleh karyawan anda sendiri yang akan bisa belajar dari anda jika anda bersedia untuk belajar sesuatu dari mereka. Seperti saya, maka banyak orang lainnya juga mengalami kesulitan dengan cara anda dalam kadang berbicara dan bertindak. Tetapi hal itu bisa diperbaiki, jika anda dengan jelas bersedia mendengarkan apa yang dikatakan orang lain kepada anda. Namun sayangnya, saya tahu sendiri bahwa anda belum mampu menerima dengan baik kritikan seperti ini – dan inilah sebabnya saya tidak mencantumkan nama saya pada surat ini. Saya ingin melindungi para atasan saya dari kemarahan anda, terutama para imam dan uskup dengan siapa saya telah bekerja sama selama bertahun-tahun di Roma dan dari siapa saya telah belajar banyak. Anda mungkin ingin menghilangkan suasana ketakutan ini - dari diri saya dan dari orang-orang lain - atau, bahkan lebih baik lagi, untuk menjadikan surat-surat seperti ini yang banyak sekali jiumlahnya, yaitu, untuk belajar sesuatu dari orang lain.
Dengan semangat inilah semoga anda menerima masa Adven yang penuh dan kontemplativ.
A Chaplain of Your Holiness


No comments:

Post a Comment