Thursday, March 8, 2018

CARDINAL MÜLLER: MAGISTERIUM SEHARUSNYA TIDAK MENUNTUN...


BLOGSCATHOLIC CHURCHHOMOSEXUALITY Mon Mar 5, 2018 - 3:25 pm EST

CARDINAL MÜLLER:
MAGISTERIUM SEHARUSNYA TIDAK MENUNTUN UMAT BERIMAN MENUJU KEBINGUNGAN





5 Maret 2018 (LifeSiteNews) - Merumuskan praktik pastoral berdasarkan "kasus individual" adalah sebuah "retorika yang akal-akalan" yang merongrong kesatuan iman, kata Kardinal Gerhard Müller dalam sebuah wawancara yang diterbitkan minggu lalu di Jerman dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh LifeSiteNews.

"Itulah mengapa pernyataan kepausan dan episkopal tentang penerimaan Sakramen haruslah dipersiapkan sedemikian rupa hingga pernyataan itu bisa bermanfaat dan melayani keselamatan umat. Kristus tidak melembagakan Magisterium untuk memulai proses yang menyebabkan kebingungan,” demikian katanya. Kardinal Müller memberikan komentar ini untuk Die Tagespost minggu lalu.

Dia bereaksi keras terutama terhadap keputusan para uskup Jerman yang memberikan Komuni Kudus kepada pasangan campuran Katolik-Protestan dalam beberapa kasus. LifeSiteNews melaporkan kutipan wawancara dengan mantan kepala Kongregasi bagi Doktrin Iman itu kepada wartawan Jerman, Regina Einig. Komentarnya terasa juga diarahkan, sebagian, kepada Amoris Laetitia dari Paus Fransiskus, yang karena ambiguitasnya, telah ditafsirkan oleh banyak uskup dan kardinal seolah mengizinkan kaum pezina aktiv untuk menerima Komuni Kudus, dimana hal ini sangat bertentangan dengan ajaran Gereja selama ini.

Kardinal Müller mengatakan bahwa Ekaristi tidak bisa diberikan kepada sembarang orang, hanya karena mereka menginginkannya. "Baik paus maupun kami, para uskup, tidak dapat mendefinisikan ulang Sakramen-sakramen sebagai sarana untuk menenangkan penderitaan psikologis seseorang dan memenuhi kebutuhan spiritual pribadi," kata Kardinal Müller ketika ditanya tentang seorang Protestan yang menikah dengan seorang Katolik, yang kemudian pasangan yang Protestan ikut menerima Sakramen Ekaristi.

Ketika ditanya tentang keterbukaan Paus, melalui berbagai pernyataannya dan isyarat-isyarat yang samar-samar, agar orang-orang Kristen non-Katolik menerima Komuni Kudus, Kardinal Müller mengatakan bahwa semua pernyataan Paus itu "tidak memiliki bobot magisterial."

"Tugas paus, bersama dengan Kongregasi Iman, adalah untuk mempertahankan kesatuan Gereja dalam kebenaran yang diwahyukan. Memang boleh untuk memiliki pluralisme dalam teologi, namun pluralisme dalam hal Iman adalah salah. Karena hanya ada satu Iman dan satu Gereja," katanya.

"Paus mungkin berpikir, sesuai dengan perasaannya sendiri, bahwa tugasnya bukanlah untuk mengumumkan berbagai larangan, dan bahwa dia, sebaiknya, harus menemukan formulasi yang menarik bagi orang-orang di luar Gereja. Dorongan pastoral ini memang bagus. Tetapi misi dan tugas paus adalah juga untuk meyakinkan orang-orang tentang Iman dan untuk mengarahkan mereka menuju kedalaman Injil sesuai dengan amanat Yesus bahwa Petrus akan menguatkan saudara-saudaranya, selalu dan di mana-mana, di dalam Iman yang diwahyukan (Luk. 22,32)," tambahnya.

Dalam wawancara yang sama, Kardinal Müller tidak hanya menentang keputusan para uskup Jerman untuk memberikan Komuni kepada pasangan campur Protestan-Katolik, tetapi juga menentang usulan yang diajukan oleh uskup-uskup Jerman untuk memberkati pasangan homoseksual.

LifeSiteNews dengan senang hati memberikan terjemahan keseluruhan wawancara itu.



Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/

No comments:

Post a Comment