Monday, February 8, 2021

Devosi Kepada Hati Maria Yang Tak Bernoda Akan Menyelamatkan Dunia

 

DEVOSI KEPADA HATI MARIA YANG TAK BERNODA AKAN 

MENYELAMATKAN DUNIA 

https://www.tfp.org/devotion-heart-mary-will-save-world/?PKG=TFP210201&utm_source=ActiveCampaign&utm_medium=email&utm_content=Devotion+to+Mary+Will+Save+the+World&utm_campaign=TFP210201+-+Devotion+to+Mary+Will+Save+the+World&vgo_ee=u%2BrqQSOxpzEx1isv%2FqeXPL35hO7C%2FF3J%2FgQB9Uu3XAY%3D

 

 

 


 

 

Bunda Maria menampakkan diri kepada Lucia, Jacinta dan Francisco, dan memberi mereka pesan bagi dunia. Para penglihat itu menegaskan penampakan ini harus diberitahukan kepada Bapa Suci, Hirarki Gereja, dan seluruh umat kristiani. Mungkin orang bertanya, apakah bukti-buktinya sudah jelas, pasti, dan konklusif, untuk memberitakan penampakan yang layak mendapat pujian, atau bukti-buktinya masih meragukan, membingungkan, bisa diperdebatkan, dan pesan-pesannya salah? Jika Bunda Maria ingin menyampaikan pesannya kepada dunia, dia tidak akan gagal untuk mengatur peristiwa-peristiwa hingga dapat memberi umat manusia dengan motif-motif yang masuk akal untuk mempercayai keaslian pesan itu — dan Bunda Maria telah melakukannya.

 

Oleh karena itu, jika bukti-buktinya adalah pasti dan pesan-pesannya asli, kita tidak bisa tidak musti mempercayai dan menghargai nilai penting dari apa yang diberitakannya. Jika Bunda Maria benar-benar berbicara kepada kita melalui para penglihat kecil itu, kita harus menjunjung tinggi perkataannya, merenungkannya, dan melalui analisis yang tekun, menarik kesimpulan sepenuhnya dari maknanya. Di sisi lain, jika buktinya tidak pasti, lebih baik kita tidak membuang-buang waktu untuk memikirkan masalah ini. 

 

Gawatnya Situasi Dunia Menurut Pesan Fatima 

Bunda Maria berbicara kepada dunia. Dia menggambarkan situasi dunia sebagai sangat parah, dan menunjuk dekadensi moral yang mengerikan dari umat manusia sebagai penyebab dari situasi ini, dan memperingatkan kita akan hukuman duniawi yang mengerikan — sebuah perang yang baru, penyebaran kesesatan komunisme, penganiayaan terhadap Gereja, dan apa yang seribu kali lebih buruk: hukuman kekal jika kita gagal untuk mengubah perilaku kita, dan Bunda Maria kemudian menunjukkan cara yang diperlukan bagi kita untuk menghindari semua hukuman ini.

 

Meskipun beberapa orang ada yang menutup mata mereka terhadap kenyataan dan mengatakan bahwa dunia yang penuh keraguan ini, ramainya paham naturalisme, kelemahan moral dan pemujaan kesenangan duniawi kita, adalah sesuai dengan Tuhan, tetapi kita harus percaya yang sebaliknya — karena semua itu bertentangan dengan apa yang dikatakan Bunda Maria kepada kita.

 

Beberapa sosiolog evolusionis senang mengatakan bahwa hari ini lebih baik dari kemarin, dan hari esok pasti lebih baik dari hari ini. Bagaimanapun, Bunda Maria menegaskan bahwa kenyataannya sama sekali berbeda:

 

Besok akan lebih baik dari hari ini hanya jika kita mau mengubah hidup kita dan melakukan pertobatan dan penebusan atas dosa-dosa kita. Jika tidak, tidak peduli berapa banyak kemajuan materi yang dicapai dalam bidang kedokteran, keuangan, hiburan dan kenyamanan pribadi, kita sedang menuju keruntuhan universal yang besar.

 

Sayangnya, banyak teolog optimis juga mencoba menciptakan suasana yang menyenangkan dengan mengklaim bahwa hampir tidak ada orang yang pernah dihukum di dalam Neraka. Namun, Bunda Maria mengatakan yang sebaliknya, tidak hanya dengan kata-kata tetapi dengan argumen konkret yang tak terkalahkan: dia menunjukkan neraka kepada para gembala kecil yang sangat ketakutan, sehingga mereka dapat memberitahu dunia apa yang telah mereka saksikan. Dan kita harus lebih percaya kepada Bunda Maria daripada seorang teolog yang plin-plan. 

 

Kehidupan Spirituil Adalah Solusi Sejati 

Bunda Maria menunjukkan bahwa doa, tobat dan penebusan dosa, sebagai solusi mendasar bagi dunia kontemporer sekarang ini. Menurut Bunda Maria, pada tiga langkah spiritual ini bergantunglah perdamaian dunia, keselamatan Barat dari propaganda komunis, dan kelangsungan hidup peradaban.

 

Hal ini dapat mengejutkan banyak umat Katolik yang tidak berhati-hati, yang menaruh semua harapan mereka pada sumber daya manusia, seperti di seminari-seminari, universitas, surat kabar, majalah, toko buku, bioskop, karya amal dan bantuan sosial. Melalui konsep sesat ini, semuanya direduksi menjadi alam material belaka; de-Kristenisasi, menurut mereka, disebabkan oleh kurangnya sumber daya dan sarana tindakan untuk mempromosikan Iman. Pada saat kita berupaya memperbaiki kekurangan ini, kita mengira akan dapat mengatasi de-Kristenisasi. Namun, Bunda Maria hadir di Fatima dan tidak mengucapkan sepatah kata pun tentang semua sarana tindakan semacam itu. Bagaimana menjelaskan misteri ini? Dan bagaimana menjelaskan bahwa para paus telah merekomendasikan tanpa henti segala sesuatu yang sama sekali tidak dikatakan oleh Bunda Maria? Apakah pesan Fatima bertentangan dengan pedoman kepausan?

 

Para paus tanpa kenal lelah merekomendasikan untuk menggunakan semua cara duniawi dan sah untuk mempromosikan kerajaan sosial dari Tuhan kita Yesus Kristus. Namun, dalam dokumen yang tak terhitung jumlahnya para paus juga menunjukkan bahwa cara-cara duniawi tidak akan berguna tanpa kehidupan yang berkelanjutan dalam kesalehan, matiraga, dan kurban. Para prajurit Kristus harus terus-menerus mengingat bahwa sarana duniawi harus menjadi saluran bagi kasih karunia Allah; dan bahwa seorang rasul, baik seorang religius atau umat awam, harus menjadi reservoir rahmat yang harus menghidupkan karya-karya-Nya.

 

Dengan kata lain, para paus tidak henti-hentinya mempromosikan tesis penting dalam buku Dom Jean-Baptiste Chautard, The Soul of the Apostolate, dan ini adalah prinsip yang sama yang diajarkan Bunda Maria kepada kita di Fatima. Jauh dari mengecilkan hati kita untuk mendedikasikan diri kita sepenuhnya bagi karya kerasulan, Perawan Suci tetap mengulangi ajaran Tuhan kita di Betania: Seseorang harus hidup dalam persatuan yang erat dengan Tuhan, karena semuanya berasal dari persatuan ini, dan tanpa hal itu bahkan upaya yang terbaik dan paling berguna, upaya itu tidak akan menghasilkan buah. 

 

Malaikat Pelindung Bangsa/Negara 

Sekarang mari kita meninjau aspek lain dari pesan Fatima. Penampakan Malaikat Portugal bisa mengingatkan kita pada doktrin Gereja, bahwa setiap bangsa memiliki malaikat pelindungnya sendiri. Ada suatu masa ketika bangsa-bangsa memiliki devosi khusus kepada malaikat pelindung mereka, memanggilnya dalam kesengsaraan mereka dan terutama dalam perjuangan untuk mempertahankan umat mereka di dalam Gereja. Sudahkah kita memikirkan tentang ini? Apakah kita menghormati malaikat pelindung negara kita sendiri? 

 

Kasih dan Takut akan Tuhan 

Para Malaikat ikut berdoa bersama para gembala yang sujud ke tanah di depan palungan. Ini adalah contoh yang harus kita tiru. Dalam doa kita, kita harus curhat, intim, dan berbakti. Kita tidak boleh lupa bahwa kesalehan anak yang sejati tidak mengecualikan rasa hormat yang paling dalam. Ini adalah poin lain di mana pesan Fatima berisi ajaran yang berharga bagi manusia modern. Karena berbicara terus-menerus tentang demokrasi, terkadang kita cenderung memperkenalkan "nada" egaliter, termasuk relasi kita dengan Tuhan. 

 

Sebuah devosi yang dimusuhi oleh para ahli liturgi 

Ada sebuah pola pikir liturgis tertentu di dalam Gereja selama bertahun-tahun ini, telah membuat umat Katolik menentang devosi-devosi tertentu, termasuk menyembah Sakramen Mahakudus di luar Misa dan mendaraskan rosario suci. Namun, dua devosi ini sangat dianjurkan di Fatima. Bagi Tuhan, tidak ada yang mustahil, dan jika Dia berkenan, ketiga anak gembala kecil itu bisa saja dipindahkan ke suatu tempat di mana Kurban Kudus dirayakan sehingga mereka bisa menerima Komuni Kudus. Namun Tuhan menetapkan bahwa seorang malaikat memberi mereka Komuni Kudus di tempat mereka saat itu berada, di luar Misa Kudus, di luar Gereja. Jika menyembah Sakramen Mahakudus extra Missam (diluar Misa) dengan cara apa pun, dianggap bertentangan dengan cara yang benar dalam memahami Kehadiran Nyata, maka Kuasa Ilahi tidak akan mengijinkan bahwa adorasi Ekaristi oleh malaikat dan Komuni Pertama bagi para gembala kecil Fatima berlangsung seperti yang sebenarnya terjadi saat itu.

 

Adapun doa rosario suci, hampir tidak mungkin direkomendasikan dengan desakan yang lebih besar. “Akulah Bunda Rosario,” kata Perawan Terberkati pada penampakan terakhir di Fatima. Dan di hampir semua penampakan dia bersikeras pada devosi seperti yang dilakukan oleh para gembala kecil Fatima.

 

Untungnya kedua devosi ini, penyembahan Sakramen Mahakudus dan Rosario Kudus, dihidupkan kembali saat ini karena permintaan banyak umat beriman. 

 

Devosi yang akan dihapuskan oleh para ahli liturgi dari hati umat beriman 

Bunda Fatima dengan pesan-pesannya sangat mendorong devosi kepada Hati Kudus Yesus, yang juga telah dikesampingkan oleh gaya modern dari spiritualitas tertentu. Semua teolog menganggap devosi kepada Hati Kudus Yesus sebagai salah satu rahmat paling berharga yang bermanaat bagi Gereja selama beberapa abad terakhir. Devosi kepada Hati Kudus Yesus ditujukan untuk menghidupkan kembali kasih Allah di dalam diri umat manusia, yang telah mati rasa oleh paham naturalisme Renaisans dan kesalahan-kesalahan Protestan, kaum Jansenis, para deist, dan rasionalis. Melalui devosi inilah, di abad kesembilan belas, Kerasulan Doa menghasilkan refleksi kehidupan religius yang mengagumkan di seluruh dunia. Dengan devosi ini Hati Kudus Yesus akan melindungi kita dari kejahatan, yang terus tumbuh setiap hari. Karena itu jelas kebutuhan akan devosi yang tak tertandingi ini haruslah selalu bertumbuh.

 

Namun demikian, seseorang harus menambahkan bahwa di tengah kegilaan kejahatan kontemporer saat ini, Penyelenggaraan Ilahi, boleh dikatakan, bersedia mengalahkan dirinya sendiri dengan menunjukkan kepada manusia devosi kepada Hati Maria Yang Tak Bernoda, yang kemudian hal itu dengan sendirinya akan memurnikan devosi kita kepada Hati Kudus Yesus dan membawanya kepada kepenuhannya. Pelajaran dan pelaksanaan devosi kepada Hati Maria bukanlah hal baru. Namun, pembacaan atas pesan-pesan Fatima menunjukkan betapa Bunda Maria sangat menginginkan devosi ini bagi hari-hari kita sekarang ini. Misi yang dia percayakan kepada Suster Lucia adalah untuk tetap tinggal di bumi untuk menarik hati manusia kepada Hati Maria Yang Tak Bernoda. Selama beberapa kali penampakannya di Fatima, devosi ini sering dianjurkan. Pada penampakan kedua, Hati Yesus Yang Mahakudus nampak dimahkotai dengan duri oleh dosa-dosa kita dan Bunda Maria meminta doa-doa silih dari umat manusia. Tampak bagi kita bahwa poin ini, seolah-olah, mengandung semua harta dari pesan-pesan Fatima.

 

Jadi, secara keseluruhan, penampakan Fatima di satu sisi memberi petunjuk kepada kita tentang betapa mengerikan situasi dunia saat ini dan tentang penyebab yang sebenarnya dari segala kejahatan kita, dan di sisi lain, pesan Fatima mengajari kita cara-cara yang dengannya kita harus menghindari hal-hal duniawi dan hukuman kekal yang menunggu kita. Kepada orang-orang jaman dahulu, Tuhan mengutus para nabi. Di zaman kita, Dia berbicara kepada kita melalui Ratu dari para Nabi sendiri, Maria Terberkati. Setelah mempelajari apa yang dikatakan Bunda Maria, apa yang dapat kita katakan? Satu-satunya kalimat yang cocok untuk ini adalah Sabda Tuhan kita di dalam Injil: Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" (Mark. 4:23). 

 

*****

 

Putin Memperingatkan Bahwa...

Menlu Antony Blinken Memerintahkan Bendera LGBT Dikibarkan Di Kantor-Kantor Kedubes AS

LDM, 1 Februari 2021

Pedro Regis 5076 – 5080

Giselle Cardia 19, 20, 21, 26, 30 Januari 2021

Enoch, 1 Februari 2021

Kardinal Müller Mencela Great Reset