Monday, February 1, 2021

 

EKSEKUTIF PUNCAK DARI FACEBOOK MENGUNGKAPKAN RINCIAN PERANGKAT PEMBACA OTAK YANG BARU DALAM SEBUAH DATA AUDIO YANG BOCOR 

https://www.lifesitenews.com/news/top-facebook-executive-reveals-details-of-new-brain-reading-device-in-leaked-audio 

 

Perangkat ini dapat membaca 'sinyal saraf yang datang dari otak saya, ke sumsum tulang belakang di sepanjang lengan saya, hingga ke pergelangan tangan saya.'

 

Fri Jan 29, 2021 - 9:00 am EST

·        

 

·        

FacebookShutterstock 

 

By Raymond Wolfe 

 

 

29 Januari 2021 (LifeSiteNews) - Informasi baru tentang upaya Facebook untuk mengembangkan teknologi membaca otak terungkap bulan lalu, setelah rekaman dari rapat perusahaan itu bocor kepada pers.

 

Berbicara dengan pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, dan eksekutif puncak lainnya dari raksasa media sosial, Chief Technology Officer, Mike Schroepfer, melihat prototip perangkat sensor yang katanya dapat membaca “sinyal saraf yang datang dari otak saya, ke sumsum tulang belakang, di sepanjang lengan saya, hingga ke pergelangan tangan."

 

Dia menambahkan bahwa "sensor yang kami buat ini mampu mendeteksi sinyal syaraf, menafsirkannya, dan memungkinkan saya untuk mengontrol perangkat." Ini termasuk, misalnya, mengetik atau bermain video game hanya dengan perintah mental.

 

Pengungkapan Schroepfer ini adalah yang terbaru dari rahasia perusahaan Big Tech, dan pencarian selama bertahun-tahun untuk menghasilkan sebuah perangkat saraf. Proyek ini dimulai dengan rencana untuk sebuah "mouse otak" yang memungkinkan pengguna bisa mengetik hanya dengan pikiran mereka, seperti yang diumumkan direktur lab penelitian Facebook yang sekarang sudah tidak berfungsi, Gedung 8, pada tahun 2017.

 

Sejak itu, Facebook telah membeli startup interface saraf CTRL-Labs, pengembang gelang eksperimental yang dimaksudkan untuk memberi kepada pemakainya kemampuan untuk mengoperasikan komputer hanya dengan berpikir saja.

 

Dalam sebuah postingan yang mengumumkan akuisisi CTRL-Labs pada tahun 2019, kepala Facebook Reality Labs, Andrew Bosworth, mengklaim bahwa gelang tersebut akan menganalisa kode sinyal saraf dan menerjemahkannya ke dalam sinyal digital yang dapat dipahami oleh perangkat Anda. Alat ini bisa menangkap niat Anda sehingga Anda dapat berbagi foto dengan teman hanya dengan menggunakan gerakan tak terlihat," atau dengan "hanya memiliki niatan saja,” tambahnya.

 

Awal tahun itu, Facebook mengungkapkan rincian sebuah headset pembaca pikiran, dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Nature Communications. Para peneliti yang didukung oleh perusahaan tersebut mengklaim bahwa algoritma untuk teknologi headset seperti ini dapat menafsirkan ucapan dari sinyal otak dengan akurasi 61 persen hingga 76 persen.

 

Tim peneliti menerbitkan makalah lain pada tahun 2020 yang merinci sistem kecerdasan buatan yang dapat menerjemahkan pikiran menjadi teks atau tulisan secara real time dengan cara menganalisis data otak. AI (Artificial Intelligence) ini memiliki tingkat kesalahan serendah 3 persen, demikian menurut penelitian tersebut. Dalam bocoran audio dari bulan Desember, Schroepfer mencatat bahwa Facebook menggunakan kecerdasan buatan secara produktif untuk menyensor pengguna tertentu, dan mengatakan bahwa perangkat AI ini bisa menghapus 95 persen "perkataan yang kemungkinan bisa menyulut kebencian."

 

“Investasi kami dalam teknologi ini tidak hanya tentang menjaga pelayanan kami tetap berjalan,” kata Schroepfer. “Kami sedang membuka jalan untuk terobosan pengalaman baru yang, tanpa pamer, akan meningkatkan kehidupan miliaran orang.”

 

Pada saat yang sama, Schroepfer mencatat citra publik Facebook yang rusak, yang menderita akibat gelombang skandal privasi yang memberatkan. Tahun lalu, Facebook membayar $ 550 juta untuk menyelesaikan gugatan class action yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut mengumpulkan data biometrik secara ilegal melalui praktik pengenalan wajah.

 

Selain Facebook, beberapa perusahaan teknologi terkenal lainnya telah memasuki teknologi saraf. Maret lalu, Microsoft mematenkan sistem cryptocurrency yang menggabungkan sensor yang dapat dikenakan untuk melacak gelombang otak penggunanya. Neuralink, perusahaan rintisan yang didirikan oleh CEO Tesla, Elon Musk, ingin melangkah lebih jauh, dengan chip komputer yang dapat ditanamkan untuk mengobati gangguan saraf.

 

*****

 

de Montfort - Rahasia Rosario (lanjutan 6)

LDM, 25 Januari 2021

de Montfort - Rahasia Rosario (lanjutan 6 - selesai)

Bunda La Salette: Apakah Bunda Maria berbicara tentang keadaan kita sekarang?

Enoch, 27 Januari 2021

Video Baru Tentang Great Reset Mendapatkan Reaksi Keras Dari Publik

Percayalah Kepada Rencana Maria