Tuesday, August 3, 2021

Kudeta Kaum Elit Reset Besar

These Last Days News - August 2, 2021



 

 

 

Kudeta Kaum Elit ‘Reset Besar’:

Mengendalikan Umat Manusia Dengan Cara Menghancurkan Uang Tunai Dan  

Membentuk Ulang 'Individu' Manusia. 

https://www.tldm.org/news51/the-great-res+et-elite-coup-taking-control-by-destroying-cash-reshaping-the-human-individual.htm 

 

 

Uncanceled.Newscom reported on May 31, 2021:

by Robert J. Burrowes

 

 

Bagi banyak orang yang putus asa untuk bisa melihat kembalinya kehidupan yang lebih akrab seperti sebelum pandemi, masih mudah untuk percaya bahwa pergolakan yang kita alami sejak Maret 2020 dan perubahan yang terjadi di ‘kereta api’ kehidupan mereka adalah bersifat 'sementara', bahkan meski itu bersifat sementara, tapi mulai nampak 'berlarut-larut' lebih lama dari yang diharapkan.

 

Namun, siapa pun yang memperhatikan apa yang terjadi di latar belakang semuanya ini, sangat menyadari bahwa kehidupan yang kita kenal sebelum pandemi tahun 2020 telah berakhir, dan apa yang secara sistematis ditaruh menggantikan ‘kehidupan normal pra-pandemi,’ saat Forum Ekonomi Dunia (WEF) memperkenalkan dan menerapkan 'Reset Besar,’ tidak akan sebanding dengan periode apa pun sebelum saat itu.

 

Tentu saja, kita yang memenuhi syarat sebagai 'orang biasa' tidak memiliki suara dalam bentuk apa pun yang sedang dilaksanakan: bahwa pembentukan ulang kemanusiaan telah menjadi hak prerogatif kaum kriminal elit global, yang sekarang menerapkan rencana yang telah dibuat selama puluhan tahun. dan dibangun di atas konsolidasi kekuatan elit selama ratusan tahun.

 

Dan tentu saja, tidak ada yang baik bagi kita, dari upaya pembentukan ulang manusia ini.

 

Secara sederhana, ia (Reset Besar) berusaha membentuk kembali 'individu' manusia sehingga konsep-konsep fundamental sebelumnya, seperti identitas manusia, kebebasan manusia, hak asasi manusia (seperti kebebasan berbicara, berkumpul dan bergerak), privasi manusia dan kemauan manusia, bukan hanya menjadi sejarah gagasan masa lalu, tetapi berada di luar pemahaman 'transhuman' yang khas. Pada saat yang sama, kaum elit global sedang merestrukturisasi masyarakat manusia menjadi sebuah distopia teknokratis yang merupakan persilangan mimpi buruk antara 'Brave New World', '1984' dan Zaman Kegelapan.

 

Satu-satunya pertanyaan yang tersisa adalah: ‘Dapatkah kita memobilisasi perlawanan strategis yang memadai – yaitu, perlawanan yang secara sistematis melemahkan kekuatan elit global untuk melakukan kudeta ini, dan mengembalikan kekuasaan kepada rakyat biasa – untuk mengalahkan kudeta ini?’

 

Tetapi sebelum saya menjawab pertanyaan ini, saya ingin menyoroti hanya satu elemen dari kudeta elit yang sedang terjadi sekarang, dan menguraikan perubahan besar yang sedang terjadi, kecuali kita mau dan bisa menghentikannya.

 

Perubahan-perubahan ini pada dasarnya terkait erat dengan kapasitas teknologi komputerisasi untuk menghilangkan apa yang tersisa dari otonomi finansial kita, karena gagasan tentang privasi dengan cepat menghilang.

 

 

Menghapus Uang Tunai

 

Salah satu alasan untuk menyoroti masalah uang adalah karena, meskipun bagus untuk melihat peningkatan perhatian kritis diberikan pada program 'yang disuntikan,' dengan konsekuensinya yang menghancurkan bagi kemanusiaan, juga terlalu sedikit perhatian yang diberikan pada transformasi yang sangat penting yang sedang dilakukan di bawah tirai narasi yang digerakkan oleh para elit global, yang hampir mengalihkan perhatian semua orang dari agenda yang lebih dalam dan lebih penting ini. Dan sementara agenda yang lebih dalam ini mencakup banyak aspek, satu bagian dari hal ini terkait dengan cara sistem keuangan global yang direkayasa ulang untuk memainkan perannya dalam mengendalikan populasi manusia sepenuhnya.

 

Dalam serangkaian laporan yang dikeluarkan pada awal 2020, Deutsche Bank mengklaim bahwa 'uang tunai akan masih ada untuk waktu yang lama'. Tetapi lihatlah kepada tiga laporan yang dapat diakses dari ‘Transisi ke pembayaran digital dapat “menyeimbangkan kembali kekuatan ekonomi global

 

Namun, laporan ini bertentangan dengan penelitian lain dan bukti berkelanjutan bahwa uang tunai segera menghilang. Yang terpenting, tidak ada keraguan tentang niat kaum elit global dalam hal ini. Mereka ingin uang tunai hilang.

 

Digitalisasi uang telah terjadi selama beberapa dekade belakangan dan sekarang sedang dipercepat secara dramatis.

 

Selain itu, Forum Ekonomi Dunia dan organisasi elit lainnya telah secara aktif berusaha untuk mencapai ekonomi tanpa uang tunai selama bertahun-tahun. Untuk memahami tren ini, silakan baca 'Mengapa kita membutuhkan "masyarakat tanpa uang tunai"' dan “AS harus menyingkirkan uang tunai dan beralih ke mata uang digital,” kata ekonom Peraih Nobel ini', Klaus Schwab.

 

Khususnya, dalam hal ini, Better Than Cash Alliance yang memiliki 78 anggota, telah 'berkomitmen untuk mendigitalkan semua pembayaran.' Jika Anda berpikir bahwa ini adalah inisiatif akar rumput yang dibuat oleh orang-orang seperti Anda dan saya, Anda akan terkejut membaca bahwa Bill & Melinda Gates Foundation adalah 'Resource Partner' untuk inisiatif ini bersama dengan beberapa badan PBB, dan banyak pemerintah nasional serta perusahaan seperti Mastercard dan Visa.

 

Jadi sementara tren menuju masyarakat tanpa uang tunai telah berkembang dengan mantap selama beberapa dekade, dengan negara-negara seperti Denmark, Norwegia dan Swedia sudah hampir tanpa uang tunai sama sekali, dan India dengan cepat bergerak ke arah situ – lihatlah 'PM India Modi membela larangan uang tunai, mengumumkan pemberian insentif' – begitu - disebut 'pandemi Covid-19' sebagian dibuat untuk memberikan alasan untuk lebih mempercepat perpindahan dari uang tunai ke uang kartu dan aplikasi, dengan meningkatnya jumlah orang yang menggunakan metode digital, bahkan untuk jumlah yang kecil, sebagian karena beberapa orang takut untuk percaya bahwa 'virus' dapat ditularkan melalui uang kertas dan koin.

 

Tapi ada yang lebih dari itu. Selain tindakan yang tidak disebutkan di sini, rencana lain mencakup penggunaan pemindaian wajah yang mencatat entri Anda ke toko dan terkait dengan kecerdasan buatan yang mengidentifikasi Anda dan peringkat kredit Anda. Ini kemudian menentukan apakah Anda boleh membeli atau tidak, atas suatu barang, berdasarkan kemampuan Anda untuk membayar barang dan jasa berdasarkan pemindaian wajah ini.

 

'Apakah semua ini penting', Anda mungkin bertanya.

 

Kenyamanan memakai kartu dan aplikasi memiliki, dua ongkos yang signifikan: privasi dan kebebasan Anda. Anda kehilangan keduanya hanya karena saat membayar dengan uang tunai bersifat anonim, tetapi membayar dengan kartu atau aplikasi akan meninggalkan jejak digital Anda yang sulit Anda ikuti seperti gajah yang ekornya sudah Anda pegang. Dan jejak digital ini membentuk bagian penting dari jaringan pengawasan yang memungkinkan semua orang untuk melacak dan mendokumentasikan pergerakan Anda, pembayaran Anda, dan perilaku Anda, dan mereka melakukan hal itu tanpa meninggalkan kenyamanan kursi empuk mereka. Untuk mengetahui detail lebih lanjut tentang ini, lihatlah ‘Uang tunai atau kartu – akankah COVID-19 membunuh uang tunai?’ yang ada di dalam artikel ‘Uang tunai atau Kartu – Akankah COVID-19 Membunuh Uang Tunai? Meninggalkan Jejak Digital Dengan Setiap Pembayaran'.

 

Tetapi mereka bertindak melampaui ini. Seperti disinggung di atas, dalam kaitannya dengan privasi, dan dijelaskan secara panjang lebar oleh Whitney Webb, 'ada dorongan terkait oleh mitra WEF (Forum Ekonomi Dunia) untuk "mengatasi kejahatan dunia maya" yang berupaya mengakhiri privasi dan potensi anonimitas setiap pengguna di internet secara umum, dengan menghubungkan ID, yang dikeluarkan oleh pemerintah – agar Anda bisa mengakses internet. Kebijakan semacam itu akan memungkinkan pemerintah untuk mengawasi setiap konten online yang diakses serta setiap posting atau komentar yang ditulis oleh setiap warga negara, untuk memastikan bahwa tidak ada warga negara yang dapat terlibat dalam aktivitas "kriminal" (menurut mereka) secara online.

 

'Khususnya, kemitraan WEF melawan Kejahatan Dunia Maya menggunakan definisi yang sangat luas tentang apa yang merupakan "penjahat dunia maya" karena mereka menerapkan label ini dengan mudah kepada siapa saja yang memposting atau meng-host konten yang dianggap sebagai "disinformasi" yang mewakili ancaman bagi pemerintah "demokratis" versi mereka sendiri. Ketertarikan WEF dalam mengkriminalisasi dan menyensor konten online telah dibuktikan dengan pembentukan Koalisi Global baru untuk Keamanan Digital baru-baru ini, untuk memfasilitasi peningkatan regulasi pidato online oleh sektor publik dan swasta.' Silakan lihat disini 'Mengakhiri Anonimitas: Mengapa Kemitraan WEF Melawan Kejahatan Dunia Maya Mengancam Masa Depan Privasi'.

 

Tetapi untuk mendapatkan kembali uang tunai, sungguh malang bagi kita, karena kaum elit global telah bermaksud untuk meninggalkan uang tunai dengan berbagai langkah lain untuk menarik kita agar beralih ke pembayaran digital. Mereka sepenuhnya bermaksud memaksa kita untuk menerima metode digital sebagai satu-satunya alat pembayaran.

 

Sebagian, ini karena pembayaran elektronik sangat menguntungkan bagi bank dan penyedia layanan pembayaran, sementara industri pialang data juga menghasilkan pendapatan besar.

Dan dalam beberapa hal, 'membunuh uang' itu sederhana saja. Dua cara yang jelas untuk melakukannya adalah dengan menghapus fasilitas menarik uang tunai dari semua ATM (termasuk dari pusat perbelanjaan) dan menutup cabang-cabang bank lokal sehingga uang tunai tidak tersedia. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

 

Dalam hal ini, bahkan keuntungan telah berada di ujung yang sepele dari spektrum motivasi kaum elit. Uang tunai terpaksa ditiadakan karena menggerogoti agenda kaum elit itu untuk merebut semua kekuasaan dari rakyat biasa.

 

Jadi, sejalan dengan kemunduran lain selama 18 bulan terakhir, ketika kudeta kaum elit untuk mengambil kendali penuh atas hidup kita terus terungkap, ada 'peringatan' dari berbagai lembaga – termasuk Forum Ekonomi Dunia dan Carnegie Endowment for International Peace. – tentang kemungkinan 'serangan dunia maya yang diduga akan segera terjadi yang akan meruntuhkan sistem keuangan yang ada'.

 

Menyusul simulasi pada tahun 2020, di mana WEF (Forum Ekonomi Dunia) bersama dengan pemerintah Rusia dan bank-bank global melakukan simulasi serangan siber tingkat tinggi yang menargetkan industri keuangan, simulasi lain diadakan pada 9 Juli 2021 yang melibatkan World Economic Forum dan Sberbank milik pemerintah Rusia serta agen keuangan utama lainnya. Lihat ‘Cyber Polygon’ dan ‘Cyber Polygon 2021. Pada kenyataannya, tentu saja, keruntuhan sistem keuangan seperti itu akan menjadi 'langkah terakhir namun perlu' untuk mengimplementasikan hasil yang diinginkan Forum Ekonomi Dunia, untuk memaksa pergeseran luas 'ke mata uang digital dan peningkatan tata kelola global ekonomi internasional'.

 

Jika keruntuhan keuangan ini terjadi, 'solusi' yang disarankan oleh lembaga-lembaga utama – 'untuk menyatukan aparat keamanan nasional dan industri keuangan terlebih dahulu, dan kemudian menggunakannya sebagai model untuk melakukan hal yang sama terhadap sektor-sektor ekonomi lainnya' – dan hal itu akan memastikan bahwa kita kehilangan sedikit kendali yang tersisa dalam hidup kita, tidak hanya dalam kaitannya dengan sumber daya keuangan kita tetapi juga dalam semua domain lainnya.

 

Dan untuk penjelasan lain tentang agenda yang lebih dalam dan dampak keuangannya, termasuk 'genosida ekonomi', serta apa yang akan terjadi, saksikan wawancara Catherine Austin Fitts: Globalist Central Banking New World Order Res*et Plan.

 

Di luar ini, jika Anda ingin beberapa wawasan tentang ancaman utama lainnya di dunia kejahatan dunia maya, lihat video ini oleh the Ice Age Farmer sehubungan dengan ancaman dunia maya terhadap jaringan listrik.

 

 

Jadi Bagaimana Kita Bisa Menolak?

 

Untungnya, sudah ada beberapa perlawanan.

 

Menanggapi kekhawatiran di Amerika Serikat bahwa bisnis yang menolak uang tunai akan merugikan masyarakat dengan akses yang buruk ke sistem perbankan tradisional, ada tanda-tanda bahwa 'gerakan nasional yang melindungi kemampuan konsumen untuk membayar tunai mungkin akan muncul di sejumlah negara bagian dan kota yang sudah melarang outlet cashless.

 

Namun, secara realistis, mengingat apa yang dipertaruhkan, tekanan para elit global yang cukup besar akan diterapkan untuk membalikkan keputusan ini pada waktunya. Jadi kita perlu pertahanan kita untuk lebih ketat dan kurang bergantung pada agen yang tidak mungkin cukup tangguh untuk membela kepentingan kita atau akan dikesampingkan atau dibunuh karena melakukannya, seperti setidaknya dua presiden nasional yang menolak niat kaum elit global tahun lalu sejak itu, telah dibunuh.

 

Selain itu, mengingat kemungkinan bahwa sistem keuangan akan sengaja dihancurkan di beberapa titik – dan mungkin segera – kita perlu menggunakan berbagai taktik, yang membangun ketahanan dalam perlawanan kita, untuk mengalahkan inisiatif ini.

 

Oleh karena itu, menyimpan dan membayar dengan uang tunai, memindahkan rekening Anda ke bank komunitas lokal atau serikat kredit (dan jauh dari bank milik perusahaan besar) dan membuat upaya untuk menjadi lebih mandiri, terutama dalam hal produksi makanan, akan meningkatkan ketahanan Anda, seperti juga berpartisipasi dalam skema perdagangan lokal, baik yang melibatkan mata uang lokal atau barang dan jasa secara langsung.

 

Seperti semua elemen pertahanan yang kita terapkan, itu perlu berlapis-lapis dan diintegrasikan ke dalam strategi pertahanan secara keseluruhan. Kaum elit global bermaksud untuk membunuh banyak dari kita – sebagai langkah untuk mengurangi jumlah penduduk melalui kudeta sistem keuangan, termasuk penghancuran ekonomi global, mendepak 500.000.000 orang agar kehilangan pekerjaan, dan membunuh jutaan orang sebagai akibatnya, serta program 'suntikan' yang sudah membunuh banyak orang, yang semakin jelas saja faktanya – dan memperbudak sisanya.

 

Strategi terpadu untuk mengalahkan kudeta kaum elit ini, lihat kampanye ‘We Are Human, We Are Free’, yang memiliki 29 tujuan strategis untuk mengalahkan kudeta kaum elit ini, termasuk keterlibatan yang berarti dengan pasukan polisi dan militer untuk membantu mereka memahami dan melawan, bukannya mendukung agenda dari kaum elit global itu.

 

 

Kesimpulan

 

Salah satu tantangan menarik tentang 'Krisis Covid-19' saat ini adalah bahwa hal itu terus berhasil mengalihkan perhatian kebanyakan orang dari kesadaran akan agenda yang lebih dalam: 'Reset Besar' dari kaum Elit Global dan segala inisiatif yang terkait, seperti yang dibahas di atas dalam kaitannya dengan uang.

 

Oleh karena itu, terlepas dari masalah abadi ‘meningkatkan kesadaran dan memobilisasi perlawanan’ di antara mereka yang masih mempercayai propaganda yang didorong oleh para elit, kita menghadapi dua bahaya strategis utama. Bahaya pertama adalah bahaya yang sudah berlangsung lama: sementara hampir semua orang percaya bahwa para agen elit – dalam hal ini, pemerintah – mengendalikan berbagai peristiwa, maka banyak 'perlawanan' akan fokus pada memohon kepada pemerintah, melalui hal-hal seperti petisi dan demonstrasi protes, untuk 'memperbaikinya' untuk kepentingan kita. Para elit global ini telah lama berusaha menghilangkan perbedaan pendapat kita dengan meminta kita mengarahkannya pada salah satu atau beberapa agennya. Kasus sekarang ini juga tidak berbeda. Dan sementara kita tidak dapat menggunakan rapat umum besar sesekali untuk memberi tahu orang-orang bagaimana melawan dengan kuat setiap hari dalam hidup mereka, rapat umum ini hanya membuang-buang waktu dari solidaritas apa pun yang mereka bangun dalam jangka pendek. Sejarah secara kategoris telah mengajarkan tentang hal itu.

 

Bahaya strategis kedua yang kita hadapi adalah resistensi terhadap 'vaksin' dan paspor 'vaksin' mungkin 'berhasil' (dalam arti bahwa tindakan bersama menghambat beberapa implementasi pemerintah dari beberapa tindakan sehubungan dengan dua inisiatif ini) dan meninggalkan kebanyakan orang percaya bahwa mereka telah 'menang', sementara agenda yang lebih dalam tetap berada di bayang-bayang dengan hampir tidak ada yang menolak.

 

Oleh karena itu, penting bagi mereka yang menyadari agenda yang lebih dalam dari kaum elit global, untuk terus memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menyadari hal ini dan ancaman mendasar yang ditimbulkannya kepada kita semua sambil berbagi bagaimana kita dapat melawan dimensi kuncinya, dengan cara yang bermanfaat. Tidaklah cukup hanya mengeluh tentang para agen dari kaum elit, seperti pemerintah, industri medis dan farmasi, dan media korporasi.

 

Kita harus secara strategis melawan kudeta elit global itu sendiri dengan tindakan seperti yang dilakukan dalam Kampanye 7 Hari Untuk Menolak Reset Besar sebelum kita menemukan diri kita terkunci di penjara teknokratis tanpa memiliki pikiran bebas yang diperlukan untuk menganalisis, mengkritik, merencanakan, dan bertindak.

 

-------------------

 

DI TEMPAT-TEMPAT TERTINGGI PEMERINTAHAN

“Duniamu dan negaramu berkubang dalam kubangan kesalahan, kebusukan, dan kehinaan. Setan telah menempatkan di antara kamu, di tempat-tempat pemerintahan tertinggi, dan memberi mereka kekuatan untuk menghancurkan jiwa manusia. Agen-agen neraka ini telah ditempatkan di sekolah-sekolahmu untuk menghancurkan anak-anakmu; dalam pemerintahanmu untuk membuatmu berlutut di hadapan orang yang bukan berasal dari Tuhan; dan sayangnya, para agennya telah masuk ke Rumah Tuhan untuk berperang." - Bunda Maria, Bayside, 13 September 1973

 

“Kamu harus memberi tahu anak-anakku di negaramu bahwa mereka harus memasukkan ke dalam pemerintahanmu orang-orang yang takut akan Tuhan, yang mengikuti aturan dari Bapa. Jika kamu membawa para pembunuh ke dalam rumah, perampok dan pencuri, mereka akan merampokmu sampai tidak ada yang tersisa. Kamu akan dilucuti dari semua kekayaan duniawi dan kekayaan ini akan diserahkan kepada satu kelompok kecil yang akan mengatur kehidupan banyak orang!" - Bunda Maria, Bayside, 1 November 1974

 

MEDIA MASSA SEPENUHNYA DIKONTROL

“Media massa dikontrol, dikendalikan sepenuhnya, anakku. Oleh karena itu, kamu tidak bisa menilai dari kata-kata yang tertulis atau pendekatan visual yang mereka berikan.” – Bunda Maria, Bayside, 20 November 1976

 

SEBUAH MESIN POLITIK UNTUK MEMPERBUDAK

"Ibu-Ku telah menjelaskan kepadamu tentang rencana pengambilalihan Tahta Petrus oleh sebuah kelompok terpilih. Pada tahun 1975, sebuah pesan kebenaran diberikan kepada umat manusia melalui uraian yang cukup panjang, tentang apa yang akan dilakukan oleh orang-orang jahat untuk merebut Tahta Petrus. Di seluruh dunia, ada suatu kelompok yang Kami sebut ‘gurita,’ yaitu jaringan kejahatan yang terdiri dari kerajaan-kerajaan, kekuatan-kekuatan, yang semuanya berusaha untuk menghancurkan Kekristenan dan untuk membawa negaramu dan semua bangsa di dunia di bawah kekuasaan para agamawan dunia tunggal. Ia menjadi mesin politik untuk memperbudak dunia." - Yesus, Bayside, 18 Juni 1978

 

--------------------------------

 

Silakan membaca artikel lainnya di sini:

 

Enoch, 28 Juli 2021

Penggunaan Meluas Atas Aplikasi Khusus Homoseksual, Grindr, Di Seantero Vatikan

Kardinal McCarrick Didakwa Bersalah

3 Cara Berdoa Rosario Lebih Baik, Menurut St. Yohanes Paulus II

LDM, 31 Juli 2021

Nama-Nama Di Balik Traditionis Custodes

Sosok Globalis, Bergoglio : Menindas Warisan Luhur Gereja Katolik