Wednesday, December 15, 2021

Akankah Roma dihancurkan? – IV

 

Akankah Roma dihancurkan? - IV 

Anggur Murka Allah Akan Ditumpahkan 

https://traditioninaction.org/HotTopics/g57_Rome-4.htm 

 

by Homer Sweeney 

 

Saya punya berita untuk Anda. Jika Anda tidak mengetahuinya, Tuhan sudah sangat marah, tetapi Dia masih memberi kita kesempatan untuk menyelamatkan jiwa kita. “Tidak ada kata terlambat untuk meminta bantuan kepada Yesus dan Maria.”

 

 
Bunda Maria tidak dapat lagi menahan tangan pengadilan dari Putra Ilahinya 

 

Dunia tidak akan berakhir, tetapi akan ada sebuah Pemurnian Besar yang akan terjadi di bumi. Kemudian, setelah itu, seperti yang kita baca dalam Zakharia (13:8): Maka di seluruh negeri, demikianlah firman TUHAN, dua pertiga dari padanya akan dilenyapkan, mati binasa, tetapi sepertiga dari padanya akan tinggal hidup.

Jika Anda telah dicuci otak Anda untuk mempercayai Perubahan Iklim, Pemanasan Global dan propaganda kaum kiri dan komunis lainnya, Anda tidak perlu terkejut dengan perubahan dahsyat yang akan terjadi. Tetapi Tuhanlah yang mengubah musim, menyebabkan bumi menghasilkan buah yang buruk, dan membuat benda-benda langit kehilangan keteraturan dalam gerakannya. 

Ketika bulan hanya memantulkan cahaya kemerahan yang lemah; ketika air dan api akan menghasilkan gerakan-gerakan yang menggetarkan bola bumi, menyebabkan gunung-gunung dan kota-kota ditelan, ini adalah tindakan Tuhan, yang murka-Nya tidak bisa lagi ditahan oleh tangan Bunda Maria.

 

Tiga periode Sejarah & Apokalips

Dalam bukunya tahun 1921 The Apocalypse of St. John, penulis, pastor E. Sylvester Berry, membagi Sejarah Gereja menjadi tiga periode: 

  • Masa kemenangan Gereja;
  • Masa pembukaan jurang maut – termasuk zaman revolusi-revolusi yang mengarah kepada kedatangan Antikristus;
  • Masa penutupan jurang maut dengan berdirinya Pemerintahan universal Yesus di dalam Maria sampai akhir dunia. 

 

Tampaknya saat ini kita berada di akhir dari periode kedua – dengan Antikristus saat ini telah berada di antara kita. Ini adalah awal dari pemurnian bumi yang diperlukan sebelum datangnya Pemerintahan Yesus Kristus melalui Maria. Dari Kitab Suci dan nubuat lainnya, kita dapat mengharapkan bahwa pemurnian akan mencakup juga sebuah Pemurnian Besar, penghancuran Roma dan tiga hari kegelapan (KTH) ketika, kecuali untuk beberapa pengecualian, semua musuh Gereja akan binasa.

Mengabaikan Peringatan Bunda Maria

Surga telah berusaha untuk memperingatkan umat manusia agar bertobat dan menyesal. Pada tanggal 13 Mei 1917, Bunda Maria di Fatima menampakkan diri kepada ketiga visiuner kecil dan berkata kepada mereka, “Aku datang dari Surga.” Bunda Maria meminta mereka untuk pergi ke Teluk Iria selama enam bulan berturut-turut pada tanggal 13 dan pada jam yang sama, karena dia memiliki pesan bagi dunia: “Nanti, aku akan mengatakan siapa aku ini dan apa yang kuinginkan dan aku akan datang kembali di sini untuk ketujuh kalinya.”

Kita masih menunggu penampilan ketujuh di Teluk Iria. 

 

Kamu telah melihat Neraka di mana jiwa-jiwa orang berdosa yang malang menuju. 

Selama penampakan ketiga pada 13 Juli 1917, Bunda Maria mengatakan kepada tiga visiuner Fatima bahwa dia datang ke Fatima untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. Berikut ini adalah perkataannya:

“Kamu telah melihat Neraka di mana jiwa-jiwa orang berdosa yang malang
menuju. Untuk menyelamatkan mereka, Tuhan ingin membangun di dunia ini sebuah devosi kepada Hatiku yang Tak Bernoda. Jika orang-orang mau melakukan apa yang kukatakan ini, banyak jiwa akan diselamatkan dan akan ada kedamaian. Perang akan berakhir (Perang Dunia I). Tetapi jika orang-orang tidak berhenti menghina Tuhan, yang lebih buruk akan pecah selama kepausan Pius XI (yaitu Perang Dunia II).” Perang itu akan menjadi awal dari hukuman dunia atas kejahatannya melalui perang, kelaparan, dan penganiayaan terhadap Gereja dan Bapa Suci.”

Untuk mencegah hal ini, Bunda Maria meminta konsekrasi Rusia kepada Hatinya yang Tak Bernoda dan Komuni silih pada Sabtu Pertama. Jika permintaannya diindahkan, Rusia akan bertobat dan akan ada perdamaian; jika tidak, Rusia akan menyebarkan kesalahannya ke seluruh dunia, menyebabkan perang dan penganiayaan terhadap Gereja.”

Pada pergantian abad ke-20 kaum Katolik Liberal, yang oleh Paus Pius IX sebelumnya telah dianggap memenuhi syarat sebagai "musuh terburuk di dalam Gereja," bermetamorfosis menjadi paham Modernis dan mereka sedang bangkit. Meskipun dikutuk oleh St. Pius X, pengaruh mereka tumbuh di bawah Benediktus XV dan Pius XI. Pada tahun 1930, ketika Pius XI mendengar kabar bahwa Bunda Maria Fatima telah meminta agar Rusia dikonsekrasikan kepada Hatinya yang Tak Bernoda oleh dia dan para Uskup di dunia, tetapi dia tidak melakukan apa-apa.

Bunda Maria menerima "sikap diam." Panggilan untuk menyelamatkan jiwa kita, ditolak. Penyangkalan terhadap Bunda Maria Fatima telah dimulai. Hasilnya: terjadi Perang Dunia II dan hilangnya 80 juta nyawa.

Tuhan kita tidak berkenan! Dia memberi tahu Suster Lucia dalam Penampakan di Rianjo pada tahun 1931: “Beritahukan hal ini kepada para utusan-Ku, mengingat bahwa mereka mengikuti teladan Raja Prancis dalam menunda pelaksanaan permintaan-Ku, dan mereka akan mengikutinya ke dalam malapetaka.”

Kemudian Bunda Maria mengulangi keluhan yang sama: “Mereka tidak mau mengindahkan permintaanku. Seperti Raja Prancis, mereka akan bertobat dan akan melakukannya (mengkonsekrasikan) tetapi hal itu akan terlambat. Rusia sudah akan menyebarkan kesalahannya ke seluruh dunia, menyebabkan perang dan penganiayaan terhadap Gereja. Bapa Suci akan banyak menderita.”

Dalam penampilan publik terakhirnya, Suster Lucia mengatakan kepada Pastor Fuentes dalam pertemuan tahun 1957: “Pastor, Perawan Tersuci sangat sedih karena tidak ada yang memperhatikan pesannya, baik itu yang baik maupun yang buruk.” 

Keluhan sedih ini sesuai dengan pesan-pesan Bunda Maria sebelumnya.

Pada tahun 1600-an, Our Lady of Good Success mengatakan kepada seorang biarawati Conceptionist di Quito, Ekuador, bahwa pada abad ke-20 “kaum religius yang tidak setia, yang mengenakan jubah kebajikan namun dengan semangat berjiwa buruk, mereka akan berpaling menjauhi Agama, yang selama ini telah memelihara mereka di dalam dadanya...” Pikiran kita segera beralih kepada para religius yang meninggalkan Gereja untuk mengikuti agenda kaum progresivis pendukung Novus Ordo. 

Dalam pesan La Salette, Bunda Maria memperingatkan pada tahun 1856: “Celakalah bagi para imam, dan bagi orang-orang yang dikuduskan kepada Allah, yang dengan ketidaksetiaan dan kehidupan jahat mereka menyalibkan kembali Putraku.”

 

Tujuh Malaikat dengan sangkakala muncul untuk mengakhiri periode kedua.


Bunda Maria juga mengatakan kalimat yang sangat penting ini: “Roma akan kehilangan Iman dan menjadi tahta Antikristus.”

Tentu saja Paus saat ini – bersama dengan enam orang yang mendahuluinya – dapat mewakili Antikristus yang datang untuk menipu orang-orang dan menghancurkan Gereja Kudus.

Peran Elias

Dalam Perjanjian Lama, kita menemukan Nabi Elias yang paling sempurna, Karmelit pertama. Guna menyelamatkan jiwa, Tuhan mengutusnya untuk memperingatkan 10 Suku Israel utara bahwa mereka telah melanggar hukum Musa. Karena mereka tidak mendengarkannya, maka ibu kota mereka, Samaria, direbut oleh orang Asyur dan mereka dibawa sebagai tawanan di Penawanan Niniwe pada tahun 722 SM.

Bunda Maria datang ke Fatima pada tahun 1917 seperti Nabi Elias untuk memanggil umat Katolik yang sudah menyimpang dari jalan yang benar agar kembali kepada Iman nenek moyang kita. Hirarki Gereja yang dimulai dengan Paus tidak mau mematuhi Bunda Maria dari Fatima dan konsekuensi dari kurangnya tindakan mereka itu telah menyebabkan jutaan umat Katolik kehilangan iman mereka. 

Binatang buas dari laut dan kembalinya Elias

Tampaknya sekarang kita telah berada di hadapan Antikristus.

Bab XII dari Kitab Wahyu memberitahu kita bahwa binatang berkepala tujuh yang keluar dari laut adalah Antikristus seperti yang dinubuatkan oleh Nabi Daniel. Bukankah binatang ini melambangkan paham Progresivisme yang dianut oleh tujuh Paus yang mempersiapkan jalan bagi KV II dan menerapkannya? 

 

 

Suara sangkakala kedua dan ketiga untuk memperingatkan hukuman atas umat manusia.

  


Sebagaimana pastor Berry menunjukkan: “Kedatangan Antikristus membuka konflik yang menentukan antara Gereja dan kekuatan-kekuatan Neraka. Ini akan menjadi realisasi lengkap dari nubuat Kitab Kejadian: “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." (The Apocalypse of St. John, hlm. 88-89)

Ini adalah “pertempuran yang menentukan” yang akan dilakukan Iblis melawan Perawan Terberkati yang dikatakan oleh Suster Lucia kepada pastor Fuentes, yang akan terjadi di zaman kita sekarang ini.

Pemerintahan Antikristus dan nabinya (nabi palsu) akan menjadi pembaruan sejati dari Paganisme di seluruh dunia. Faktanya, akan ada sebuah organisasi lengkap dari gereja Setan yang didirikan untuk menentang Gereja Kristus.

Untuk menolong kita menyelamatkan jiwa dan memenangkan pertempuran melawan Antikristus ini (Mat 6:9), Tuhan akan mengirim Elias lagi seperti yang Dia lakukan pada tahun 772 SM.

Pesan La Salette juga mencatat bahwa ketika "Gereja nampaknya akan dikalahkan dan dunia akan diliputi ketakutan," maka Tuhan akan mengirim Elias dan Henokh, yang "akan berkhotbah dengan kuasa Tuhan, dan orang-orang baik akan percaya kepada Tuhan dan banyak jiwa akan dihibur.” Mereka (Elias dan Henokh) secara terbuka akan mengutuk kesalahan jahat dari Antikristus.

Setelah memenuhi misi mereka, kedua Nabi itu akan dibunuh oleh Antikristus. Selama tiga setengah hari, tubuh para nabi yang mati sebagai martir itu akan terbaring tidak terkubur di jalan-jalan Yerusalem “tempat Tuhan kita disalibkan berabad-abad sebelumnya.”

Tetapi kemudian kedua Nabi itu akan bangkit kembali dan diangkat ke Surga, dan Yerusalem akan diguncang dengan gempa bumi yang dahsyat di mana banyak orang akan binasa dan sepersepuluh bagian dari kota itu akan dihancurkan.

Seorang Malaikat menasihati semua orang agar segera kembali kepada Tuhan Langit dan Bumi karena hari penghakiman sudah dekat. 

 

Berhala Pachamama yang dipuja di Vatikan: tanda Antikristus? 

Sebagaimana pastor Berry menunjukkan, ini bukanlah Penghakiman Terakhir di hari terakhir. (hal. 98) Sebaliknya, Ini adalah penghakiman Bangsa-bangsa yang dibicarakan oleh Kitab Suci, penghakiman yang akan dijatuhkan kepada Antikristus dan para pengikutnya.

Malaikat kedua mengumumkan kejatuhan Babel yang semakin dekat, yang merupakan Roma progresif, tahta Nabi Palsu dan ibu kota kerajaan neo-pagan. Roma akan merayu bangsa-bangsa non-Yahudi lainnya untuk menyembah Antikristus. Mereka yang telah hidup melalui paruh kedua abad ke-20 mungkin mengenali hal ini sebagai KV II. 

Malaikat ketiga mengancam semua pengikut Antikristus dengan kutukan kekal. Mereka akan dihukum dengan seluruh kerasnya keadilan Tuhan yang tak terbatas tanpa belas kasihan. Anggur murka Allah akan dituangkan ke dalam cawan yang tidak dicampur dengan air belas kasihan. (hlm. 98-99) Ini adalah Pemurnian Besar.

Bersambung 

------------------------------- 

Silakan membaca artikel lainnya di sini: 

Pedro Regis, 5211 - 5215

LDM - 11 Desember 2021

Francis Gelar “KTT Komunis”

Francis Berterima Kasih Atas Penyimpangan Mengejutkan Dalam Homoseks Pastoral

Guadalupe: Pewahyuan Dan Nubuatan Kepada Luz de María

Maria, Sebuah Contoh Bagi Perang Spiritual

Pesan kepada Shelley Anna – 4 Desember 2021