Saturday, December 4, 2021

Zaman Antichrist - I

 

Zaman Antichrist - I

 

Dari Kitab Wahyu Dan Berbagai Pewahyuan 

https://traditioninaction.org/religious/g013_Ant-1.htm

 by Homer Sweeney

  

Why 12:1-2 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.



Gereja selalu berada dalam keadaan sakit melahirkan anak-anaknya menuju kehidupan kekal. Di hari-hari yang menyedihkan saat ini, telah dinubuatkan adanya kesedihan dan rasa sakit melahirkan yang akan terus meningkat hingga berkali-kali lipat. 

 

Naga berkepala tujuh yang menyeret para imam

dan umat beriman dari jalan kebenaran

  

Why 12:3-4 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi.

Hal ini mewakili kemunafikan licik yang dia gunakan untuk menipu sejumlah besar imam dan orang-orang yang dikatakan sebagai ‘sepertiga dari bintang-bintang. Kekuatan naga itu menunjukkan bahwa serangan Setan terhadap Gereja akan diorganisir dan dilakukan oleh para pemerintah dan para penguasa pada masa itu.

Kata-kata ini berlaku untuk masa lalu Gereja. Arianisme, memang, menyesatkan banyak uskup, imam dan orang-orang. Revolusi Protestan abad ke-16 masih menggodai jumlah orang yang lebih besar.

Tetapi preseden ini tidak dapat dibandingkan dengan angka-angka yang digoda
i oleh Setan pada zaman Antikristus.

Bagaimana Antikristus didefinisikan dalam Kitab Suci?

Ada dua ungkapan dalam Surat St. Yohanes yang dapat saya kutip dengan menggunakan kata antikristus: 

  • “Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.” (1Yoh 2:22)
  • “Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.” (1Yoh 4:2-3) 

 

Antikristus dapat diartikan pula sebagai para pendahulu

yang mengingkari kebenaran Iman

 

Perjanjian Baru menafsirkan bagian terakhir ini sebagai merujuk pada antikristus, pada roh antikristus, yang sekarang sudah ada di dunia. Bukan Antikristus yang utama, yang akan datang pada akhir zaman, tetapi para pendahulunya, yang entah bagaimana, mereka hadir di dalam roh Antikris. Menurut St. Yohanes Penginjil setiap guru kesesatan dan setiap musuh Gereja adalah antikristus.

Sejauh yang saya tahu, ini adalah dua bagian di mana kata antikristus digunakan dalam Kitab Suci. Tetapi Bunda Maria menggunakan istilah di La Salette: "Roma akan kehilangan Iman dan menjadi takhta Antikristus."

Konsep Antikristus berasal dari zaman St. Yohanes Penginjil dan dalam rangkaian artikel ini saya akan sering menggunakan kata antikristus yang menunjukkan orang-orang dengan semangat menyangkal atau menolak bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan atau mereka yang murtad dari Iman.

Keberhasilan Setan 

Untuk menjelaskan keberhasilan Setan, pertama-tama kita harus mengingat apa yang Kristus katakan kepada Pilatus: "Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas." (Yoh 19:11)

 

Our Lady of La Salette


St. Yohanes Penginjil menjelaskan bahwa Kristuslah yang mengizinkan pencobaan dan kesengsaraan sebagai sarana pengudusan bagi jiwa-jiwa dan peningkatan semangat dan kekudusan dalam Gereja. Apakah Anda pernah merenungkan fakta bahwa Anda sedang diuji?

Dalam Rahasia La Salette, dinubuatkan bahwa pada tahun 1864, Lucifer, bersama dengan sejumlah besar iblis dilepaskan dari Neraka. Sedikit demi sedikit mereka meniadakan iman, dan terutama pada orang-orang yang disucikan kepada Allah (kaum religius).

Pada tanggal 25 September 1888, Paus Leo XIII mendengar percakapan antara Iblis dan Yesus Kristus. Iblis membual bahwa dia bisa menghancurkan Gereja jika dia diberi waktu 100 tahun. Iblis juga meminta izin untuk memiliki ”pengaruh yang lebih besar atas orang-orang yang mau mengabdikan diri kepada saya”. Atas permintaan Iblis ini, Tuhan kita menjawab: "Kamu akan diberi waktu dan kuasa itu."

Beberapa pengamatan tentang Hirarki dan berbagai pihak lainnya di dalam Gereja belakangan ini sangat perlu dilakukan sebelum kita meninjau tentang Kitab Wahyu.

Anne Catherine Emmerick, yang me
nerima stigmata dari Tuhan, menggambarkan tentang kemurtadan besar dalam Gereja yang ditunjukkan kepadanya:

“Di antara hal-hal aneh yang saya lihat, adalah
berupa prosesi panjang dari para uskup. Pikiran dan ucapan mereka sampai kepada saya melalui berbagai gambaran yang keluar dari mulut mereka. Kesalahan mereka terhadap Agama ditunjukkan oleh cacat eksternal. Beberapa hanya memiliki tubuh, dengan kepala berbentuk awan gelap kabut. Yang lain hanya memiliki kepala dan tubuh, namun hati mereka seperti uap yang tebal. Beberapa ada yang timpang; yang lain lumpuh; yang lain lagi tertidur dan terhuyung-huyung.”

“Kemudian, saya melihat bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan Protestantisme secara bertahap semakin di atas angin, dan Agama Katolik jatuh ke dalam dekadensi total. Sebagian besar imam terpikat oleh pengetahuan palsu dari guru-guru muda yang berkilauan tetapi sesat, dan mereka semua berkontribusi pada upaya penghancuran terhadap Gereja.”


Marie-Julie Jahenny menubuatkan Misa yang dirubah

  

Marie-Julie Jahenny bisa dianggap sebagai mistik dan stigmata wanita terbesar dalam Sejarah Gereja Katolik. Buta, tuli, bisu dan lumpuh, dia hidup secara ajaib hanya dari Sakramen Mahakudus selama tahun-tahun terakhir hidupnya. Pada tahun 1910, Tuhan kita menampakkan diri kepadanya, memperingatkan dunia bahwa suatu hari liturgi baru akan dilembagakan:

“Aku memberimu peringatan. Para murid yang bukan dari Injil-Ku sekarang bekerja keras untuk me
rekayasa ulang, menurut ide-ide mereka sendiri, dan di bawah pengaruh musuh dari jiwa-jiwa, sebuah Misa yang berisi kata-kata yang menjijikkan dalam Pandangan-Ku. Ketika saat yang mematikan itu tiba di mana Iman dari para imam-Ku diuji, ujian-ujian inilah yang akan dirayakan pada periode kedua ini.

“Periode pertama adalah salah satu dari Imamat-Ku, yang ada sejak Aku
memulainya dulu. Periode yang kedua adalah berupa salah satu penganiayaan, ketika musuh Iman dan Agama Suci akan memaksakan formula mereka (Konsili Vatikan II) dalam buku perayaan kedua. Banyak dari imam-imam-Ku yang kudus akan menolak buku ini, yang dimeterai dengan kata-kata dari jurang maut. Sayangnya, di antara mereka ada yang mau menerimanya.”

Tidakkah Anda setuju bahwa inilah yang terjadi di zaman kita
sekarang ini?

Ketika kita mencoba untuk menempatkan dalam perspektif waktu di mana kita hidup
saat ini, nubuat yang berasal dari visi Paus Leo XIII, Anne Catherine Emmerich dan Marie-Julie Jahenny ini tampaknya menafsirkan Konsili Vatikan II dan Misa Baru sebagai bentuk keberhasilan Setan dan peristiwa-peristiwa yang membawa metafora Apokaliptik tentang seekor naga yang menganiaya Gereja, yang harus melarikan diri ke padang gurun.

Bersambung

 

------------------------------------ 

Silakan membaca artikel lainnya di sini:

LDM, 29 Nopember 2021

Pedro Regis, 5206 - 5210

Giselle Cardia, 20, 21, 23, 27 & 30 Nopember 2021

Francis Merencanakan Pertumpahan Darah

Sebuah video dari suatu jiwa

Anda Perlu Tahu

Dikonfirmasi: Francis Merencanakan Penghancuran Komunitas Ritus Romawi