Sunday, December 5, 2021

Zaman Antichrist - II

 

Zaman Antichrist - II 

https://traditioninaction.org/religious/g014_Ant-2.htm  

Beberapa Orang Paus Menentang Pesan Fatima 

By Homer Sweeney 

 

Dalam artikel terakhir kita melihat bagaimana Bunda Maria memberikan berbagai peringatan tentang masa-masa apokaliptik yang berbahaya saat ini. Bunda Maria menyampaikan kepada Marie-Julie Janenny adanya tindakan “penyingkiran para gembala” oleh Gereja sendiri: “para pastor sejati yang akan digantikan oleh orang-orang lain yang diasuh oleh Neraka, disuapi dengan segala macam kesesatan, segala bentuk kejahatan dan kedurhakaan, yang akan menyelimuti jiwa mereka dengan kotoran … para pengkhotbah baru dari sakramen-sakramen baru, bait suci baru, pembaptisan baru, serta berbagai konfraternitas atau persaudaraan baru.”

 

 

Mgr. Felton: 'Sejak Pius X Gereja

memiliki beberapa orang paus yang lemah...' 

 

Dari buku catatan Mgr. Joseph Fenton, Diaries, kita tahu bahwa, "sejak kematian St. Pius X [1914], Gereja telah diarahkan oleh beberapa orang paus yang lemah dan liberal, yang telah membanjiri Hirarki dengan orang-orang yang tidak layak dan bodoh".

Saya bertanya dalam hati, Mgr. Joseph Felton yang merupakan salah satu teolog Amerika paling terkemuka pada paruh pertama abad ke-20, apakah dia juga memikirkan para Uskup sejak Konsili Vatikan II? Kita tahu bahwa ada sebuah kelompok besar para uskup dan kardinal yang terdiri dari orang-orang komunis dan freemason, dan banyak dari mereka yang tidak terdidik di dalam dogma Gereja Katolik yang sejati.

Pada tahun 1917 Bunda Maria di Fatima menampakkan diri sebanyak enam kali, antara Mei dan Oktober, kepada tiga gembala kecil, Lucy dan sepupunya, Jacinta dan Francisco. Perkataan Bunda Maria kepada ketiga anak kecil ini dengan jelas menguraikan alasan dari beberapa kali penampakannya di tempat itu.

Dalam kunjungan ketiganya kepada anak-anak Fatima pada tanggal 13 Juli 1917, Bunda Maria menunjukkan kepada mereka penglihatan tentang Neraka dan mengatakan kepada mereka: “Kamu telah melihat Neraka di mana jiwa-jiwa orang berdosa yang malang pergi. Untuk menyelamatkan mereka, Tuhan ingin mengadakan di dunia ini sebuah devosi kepada Hatiku yang Tak Bernoda. Jika apa yang kukatakan kepadamu ini dilaksanakan, banyak jiwa akan diselamatkan dan akan ada kedamaian. Perang [WW I] akan berakhir.

“Tetapi jika manusia tidak berhenti menghina Tuhan, maka yang lebih buruk lagi [WW II] akan terjadi selama kepausan Pius XI. Ketika kamu melihat sebuah malam hari yang diterangi oleh cahaya yang tidak dikenal, [25 Januari 1938], ketahuilah bahwa ini adalah tanda besar yang diberikan Tuhan kepadamu bahwa Dia akan menghukum dunia atas kejahatannya, melalui perang, kelaparan, dan penganiayaan terhadap dunia. Gereja dan Bapa Suci.

 

Banyak orang akan bertekuk lutut kepada

Naga Merah Komunisme

 

“Untuk mencegah hal ini, aku akan datang untuk meminta konsekrasi Rusia kepada Hatiku yang Tak Bernoda dan Komuni Silih pada hari-hari Sabtu Pertama. Jika permintaanku ini dilaksanakan, Rusia akan bertobat dan akan ada perdamaian; jika tidak, ia akan menyebarkan kesalahannya ke seluruh dunia, menyebabkan perang dan penganiayaan terhadap Gereja. Yang baik akan menjadi martir, Bapa Suci akan banyak menderita dan berbagai bangsa akan dimusnahkan.

“Pada akhirnya, Hatiku yang Tak Bernoda akan menang. Bapa Suci akan mengkonsekrasikan Rusia kepadaku dan ia akan bertobat dan sebuah masa damai akan diberikan kepada dunia.”

Pada kunjungan berikutnya di bulan Agustus, Bunda Maria memberi tahu ketiga anak gembala bahwa dia akan melakukan sebuah mukjizat agar semua orang akan percaya, dan bahwa jika mereka tidak diculik pada bulan Agustus, hingga tidak mungkin baginya untuk menampakkan diri kepada mereka di Cova pada tanggal 13 Agustus, maka keajaiban akan lebih besar lagi.

Ini adalah berupa Keajaiban Matahari pada 13 Oktober 1917, keajaiban publik terbesar dalam sejarah dunia yang disaksikan oleh sekitar 70.000 orang. Dalam 50 tahun terakhir, keajaiban luar biasa ini jarang diakui oleh Gereja, dan bahkan lebih jarang lagi di dunia sekuler, karena manusia abad ke-20 tidak percaya pada 'kisah-kisah abad pertengahan'.

Dan, jika Anda percaya, Anda dianggap bodoh oleh para elit yang merasa tahu segalanya, yang sebagian besar adalah produk dari sekolah, universitas, dan sekolah hukum kita yang condong ke pada paham dan ajaran sosialis dan penuh dengan kebencian. Reaksi orang-orang ini menunjukkan bahwa mereka tidak dididik, tetapi diindoktrinasi, untuk sebagian besar hidup mereka.

Sekali lagi, Perawan Maria mengatakan kepada anak-anak Fatima untuk terus mendaraskan doa Rosario setiap hari dan untuk “berdoa, banyak berdoa dan berkorban untuk orang berdosa; karena banyak jiwa akan pergi ke Neraka, karena tidak ada yang mau berkurban dan berdoa untuk mereka.”

 

 

Kardinal Pacelli memperingatkan terhadap berbagai reformasi liturgi,

yang kemudian ia terapkan ketika menjadi Paus: sebuah misteri. 

 

Sekitar tahun 1933, Kardinal Eugenio Pacelli, calon paus Pius XII, membuat pernyataan yang luar biasa tentang Fatima: "Saya tertarik tentang kepercayaan Sang Perawan kepada Lucia kecil dari Fatima. Kegigihan Bunda yang baik dalam menghadapi bahaya yang mengancam Gereja adalah sebuah peringatan ilahiah terhadap tindakan bunuh diri orang-orang di dalam Gereja, dimana perubahan Iman, dalam liturgi, teologi, dan jiwanya, akan mewakili tindakan bunuh diri ini.

"Saya mendengar di sekitar saya para inovator yang ingin membongkar Kapel Suci, menghancurkan api universal Gereja, menolak ornamennya, dan membuatnya menyesal atas masa lalunya yang bersejarah. Nah, sahabatku, saya yakin bahwa Gereja Petrus harus menegaskan masa lalunya, atau jika tidak, ia akan menggali kuburnya sendiri."

Ketika Kardinal Pacelli menjadi Paus Pius XII, dia memprakarsai berbagai prosedur untuk mengubah liturgi. Mengapa dia melakukan persis apa yang dia peringatkan, ini adalah sebuah misteri.

Meskipun dikatakan bahwa Pius XII hanya mencoba untuk menghindari konflik dan mungkin akan mempertahankan niatan para klerus berhaluan kiri, ini adalah alasan yang sangat buruk. Kita semua menyadari hasilnya: bahasa Latin praktis menghilang dari Gereja, Misa menjadi bergaya Protestan, Dogma yang seharusnya tidak dapat dirubah ternyata jatuh di bawah rentetan dan perubahan yang terus-menerus. Keselamatan umat beriman telah sangat terancam, dan jutaan umat Katolik kehilangan iman mereka sejak KV II. Ini hanya beberapa di antara banyak buah mengerikan lainnya.

Pada awal 1930-an Pius XI membuat marah Tuhan kita dengan tidak menaati permintaan Bunda Maria dari Fatima dengan tidak mau mengkonsekrasikan Rusia kepada Hati Maria yang Tak Bernoda, yang sebenarnya akan bisa mencegah Perang Dunia II, di mana ada lebih dari 80 juta orang terbunuh. Perang itu juga mengakibatkan kesesatan si Naga Merah besar tersebar ke seluruh dunia, seperti yang diprediksi Bunda Maria akan terjadi.

Perkataan Tuhan kita pada tahun 1931 kepada Suster Lucia adalah: “Beritahukan kepada para utusan-Ku bahwa karena mereka mengikuti teladan Raja Prancis dalam menunda pelaksanaan permintaan-Ku, maka mereka akan mengikutinya ke dalam kemalangan. Tidak akan pernah ada kata terlambat untuk meminta bantuan kepada Yesus dan Maria.”

 

Louis XVI terbunuh & Monarki berakhir karena Raja Prancis tidak mengindahkan peringatan dari Surga. Bagaimana nasib Kepausan? 

 

Kemudian pada tahun 1936, Sr.Lucia menulis lagi tentang Tuhan kita yang mengeluh bahwa permintaan-Nya tidak didengarkan:

“Mereka tidak mau mengindahkan permintaan-Ku. Seperti Raja Prancis, mereka akan bertobat dan melakukannya, tetapi itu akan sudah terlambat. Rusia sudah akan menyebarkan kesesatannya ke seluruh dunia, menyebabkan perang dan penganiayaan terhadap Gereja. Bapa Suci akan banyak menderita!”

Bagian dari kisah Fatima ini masih harus diselesaikan.

Kemalangan Raja Louis XVI dari Prancis adalah akhir dari Monarki dan tiga tahun kemudian dia dipenggal kepalanya.
 

Meskipun Suster Lucia tidak dapat mengungkapkan isi Rahasia Ketiga, dia memberitahu Pastor Schweigl dan yang lain-lainnya, bahwa Rahasia Ketiga berisi dua bagian; tentang Paus dan tentang Dogma. Bagian dari Dogma mudah dipahami saat ini dalam menghadapi kemurtadan secara menyeluruh di masyarakat. Tetapi tentang para Paus, meskipun mereka tidak mematuhi Bunda Maria dari Fatima, dengan menolak untuk mengungkapkan isi Rahasia Ketiga, namun mereka masih nampak sebagai sahabat dan pendukung dari banyak misteri Fatima.

Namun fakta yang menyedihkan adalah bahwa mereka sebenarnya adalah musuh.

Bersambung


-------------------------------- 

Silakan membaca artikel lainnya di sini: 

Pedro Regis, 5206 - 5210

Giselle Cardia, 20, 21, 23, 27 & 30 Nopember 2021

Francis Merencanakan Pertumpahan Darah

Sebuah video dari suatu jiwa

Anda Perlu Tahu

Dikonfirmasi: Francis Merencanakan Penghancuran Komunitas Ritus Romawi

Zaman Antichrist - I