Monday, June 6, 2022

Paus menunjuk Kardinal Cupich yang pro-LGBT untuk menjabat di kantor urusan liturgi Vatikan

 Paus menunjuk Kardinal Blase Cupich yang pro-LGBT untuk menjabat

di kantor urusan liturgi Vatikan

 https://www.lifesitenews.com/blogs/pope-francis-names-latin-mass-foe-cardinal-cupich-other-pro-lgbt-bishops-to-vatican-liturgy-office/

 


  

Ini adalah Cupich yang sama yang mempromosikan homoseksualitas yang "terkenal" karena memberikan Komuni kepada politisi pro-aborsi dan pasangan homoseksual.

  


  

By John-Henry Westen

 

Wed Jun 1, 2022 - 6:41 pm EDT

 

(LifeSiteNews) – Berita terkini dari Roma pagi ini. Paus Francis mengangkat Kardinal dari Chicago, Blase Cupich, ke dalam Kongregasi untuk Ibadah Ilahi (CDW) Vatikan. Ini adalah Cupich yang sama yang mempromosikan homoseksualitas dan yang "terkenal" karena memberikan Komuni kepada politisi pro-aborsi dan pasangan homoseksual.

 

Kongregasi untuk Ibadah Ilahi bertanggung jawab atas liturgi di dalam Gereja, yang berarti Misa atau Ekaristi – yang dikenal sebagai sumber dan puncak Gereja. Setan jelas tahu di mana ia harus mulai menyerang.

 

Saya ingin Anda melihat liputan lengkapnya di LifeSite oleh jurnalis Michael Haynes, tetapi inilah sorotannya – atau dalam hal ini, cahaya redup mungkin merupakan deskripsi yang lebih baik untuk menggambarkan keadaan ini.

 

Bencana dalam kepausan Francis tampaknya telah mengambil giliran baru minggu ini dengan suksesi cepat dari pengangkatan yang amat memalukan. Minggu lalu kita melihat Uskup San Diego Robert McElroy, yang pendukung kuat LGBT, diangkat ke Kolese Kardinal, dan baru hari ini kita melihat paus Francis mengangkat Blase Cupich kepada Kongregasi untuk Ibadat Ilahi dan Disiplin Sakramen-sakramen.

 

Biasanya, di tengah-tengah itu akan ada beberapa cerita yang terdengar atau berbau ortodoks untuk melunakkan kecaman terhadap pengangkatan yang memalukan itu. Dan sekarang tampaknya tidak ada hambatan atau pun kecaman.

 

Untuk memahami pentingnya pengangkatan ini, mari kita fokus pada sejarah liturgi atas Kardinal Cupich.

 

Pertama, ingatlah bahwa dia telah melakukan apa pun yang dia bisa untuk membatasi Misa Tradisional Latin. Selain itu, Cupich memimpin Misa di tempat yang tampak seperti gimnasium sekolah, di mana pada awalnya ada umat yang berdiri seperti seekor naga keluar dan diberkati oleh Cupich. Ini benar, saya tidak bercanda. Lihat sendiri dalam video di atas.

 

Dan jika itu masih belum cukup: Saksikan Misa ini, yang dipimpin oleh Kardinal Cupich, di mana tepat pada saat setelah konsekrasi, Tubuh dan Darah Yesus dipersembahkan kepada Allah Bapa, seperti yang dikatakan imam 'Melalui Dia, bersama Dia dan di dalam Dia…," nampak beberapa wanita menari di depan altar dengan membawa dupa, semangkuk bunga, dan semangkuk bahan lainnya.

 

  • Cardinal Luis Antonio G. Tagle: adalah Prefek Kongregasi untuk Evangelisasi, dipuji sebagai calon Paus masa depan dan dikenal karena getol mempromosikan ideologi LGBT.

·       Cardinal Kevin Farrell: Prefek Dikasteri untuk Awam, Keluarga, dan Kehidupan, yang menolak larangan Vatikan atas pemberian berkat kepada relasi sesama jenis dan Camerlengo kepausan saat ini. Farrell adalah rekan dekat mantan kardinal Theodore McCarrick, si predator anak yang terkenal itu.

  • Kardinal Cristóbal López Romero: Uskup Agung di Rabat (Maroko) dan anggota Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama, yang dipuji oleh pembangkang Jesuit, pastor Thomas Reese atas dialog ekumenisnya dengan Muslim di Maroko.
  • Kardinal Mario Grech: Sekretaris Jenderal Sinode Para Uskup, yang bertanggung jawab atas Sinode tentang Sinode yang sedang berlangsung saat ini, dan yang telah memuji-muji Jalan Sinode Jerman, yang menghasilkan keputusan ‘hebat’: memberikan ‘berkat’ kepada ‘perkawinan’ homosex, mengijinkan imam untuk menikah, dan mengangkat wanita untuk menjadi imam. Dan sikap Francis dalam hal ini? Diam saja !

 

 

Tetapi bahkan di luar para kardinal ini ada juga uskup-uskup yang ditunjuk untuk bertugas di CDW (Kongregasi untuk Ibadah Ilahi) yang menjadi perhatian serius. Salah satu dari mereka yang saya kenal secara pribadi adalah uskup Kanada Douglas Crosby dari Hamilton, Ontario. Uskup Crosby ini mendukung langkah untuk mengibarkan bendera pelangi “kebanggaan” gay di sekolah-sekolah Katolik, dan memberangus para imam yang berbicara menentang hal itu. Dia bahkan memecat seorang imam dari keuskupan yang menentang pengibaran bendera kebanggaan LGBT di sekolah-sekolah Katolik.

 

Crosby juga memaksa umat paroki untuk memakai masker di Gereja dan memerintahkan para imamnya untuk menolak pemberian Komuni Kudus kepada umat yang setia jika mereka tidak memakai masker, juga mengancam para imam yang menolak vaksin dimana dia akan membatasi tugas pelayanan mereka.

 

Dan sementara Uskup Crosby melarang seorang pembicara di keuskupannya untuk berbicara menentang pendidikan seks grafis di sekolah-sekolah, tetapi dia mengabaikan permohonan umat Katolik yang setia untuk melarang dua mantan imam berbicara di sebuah perguruan tinggi Katolik di keuskupannya tentang masalah homoseksual.

 

Lihat laporan lengkap LifeSiteNews tentang cerita ini, bisa dibaca dengan mengklik di sini. 

   

 Burung yang berbulu sama cenderung untuk berkumpul bersama.

                                                                                                          

 

 

----------------------------------

 

Silakan membaca artikel lainnya di sini:

 

LDM, 2 Juni 2022

Anne, February 4, 2022 (lokusi, 4 of 5)

Anne, February 4, 2022 (lokusi, 5 of 5)

Vatikan Bersikap Diam Saat Kedubes AS Di Vatikan Mengibarkan Bendera LGBT

Ini Adalah Akhir Dunia

Uskup Agung Viganò: Francis Memilih Para Kardinal Barunya Justru Karena 'Korupsi Dan Kebejatan' Mereka

Paus Mengumumkan Uskup Pro-LGBT Akan Diangkat Menjadi Kardinal