Wednesday, August 23, 2017

Komentar Gereja Tetangga tentang PF

Komentar Gereja Tetangga tentang PF:
NEWSFAITHPOLITICS - U.S.Mon Sep 28, 2015 - 4:20 pm EST

PARA PEMIMPIN GEREJA EVANGELIS AMERIKA SERIKAT MEMPERINGATKAN BAHWA PAUS FRANCISCUS SEDANG MENGGIRING GEREJA KE ARAH KIRI




Albert Mohler, president of the Southern Baptist Theological Seminary

By John-Henry Westen

September 28, 2015 (LifeSiteNews) -- Dalam sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, para pemimpin Gereja Evangelis konservatif di Amerika Serikat telah memperingatkan umat Katolik konservatif bahwa Paus Fransiskus sedang menggiring Gereja Katolik ke arah kiri. Pemimpin yang sama ini selama bertahun-tahun telah bekerja sama dengan umat Katolik pro-life dan pro-keluarga dalam pendekatan bersama untuk membela kehidupan dan keluarga.

Kritik paling tajam datang dari salah satu pemikir terkemuka dari Gereja Evangelis di Amerika Serikat, Albert Mohler, Presiden dari Seminari Teologis the Southern Baptist.

Yang juga berbicara keras adalah Russell Moore, presiden dari the Ethics & Religious Liberty Commission (ERLC) of the Southern Baptist Convention, yang sangat menyesalkan bahwa pidato Paus Francis kepada Kongres (Amerika Serikat) hari Kamis lalu yang sama sekali tidak memiliki kejelasan. "Saya menganggap bahwa pidato Paus itu adalah sebuah kesempatan untuk mengatasi masalah moral yang mendesak, seperti budaya aborsi dan kebebasan beragama, agar masalah itu disampaikan secara lebih jelas dan langsung, daripada yang telah disampaikan olehnya," katanya.

Mohler, yang ikut menandatangani Deklarasi Manhattan yang terkenal itu, bersama-sama dengan para pemimpin Katolik dan pemimpin Kristen lainnya, dia memperingatkan bahwa penampilan paus di Kongres, "telah memberikan sinyal yang sangat jelas kepada umat Katolik konservatif bahwa mereka benar-benar sedang menghadapi apa yang mereka takutkan, yaitu seorang paus yang tidak hanya condong ke kiri, tapi dia juga akan membawa Gereja Katolik Roma ke arah kiri bersamanya."

Mohler memperingatkan dengan keras betapa paus Franciscus, di hadapan konggres Amerika Serikat, ‘bahkan tidak menyebut kata Yesus Kristus sama sekali’.

"Lebih jauh lagi,” Mohler mengatakan, “di antara hal-hal yang tidak disebutkan oleh paus secara khusus adalah keprihatinan Gereja Katolik tentang aborsi dan definisi mengenai pernikahan yang secara eksklusif merupakan persatuan antara pria dan wanita," demikian tambah Mohler. "Sebaliknya, apa yang dikatakan oleh paus dalam masalah itu (aborsi dan perkawinan) adalah berupa pendekatan yang sangat kabur dan secara sengaja paus berusaha menghindari sesuatu yang membuat banyak orang akan bertanya-tanya: apakah dia benar-benar membicarakan tentang aborsi / perkawinan, atau tidak sama sekali."

Komentar Mohler tentang penampilan PF di hadapan Kongres Amerika Serikat:

“Paus,” demikian Mohler mencatat, “memang menyebutkan kata pernikahan, tetapi dia tidak pernah mendefinisikannya dan dia, tentu saja, tidak memperhatikan fakta bahwa Gereja Katolik Roma mengartikan pernikahan sebagai dan hanya sebagai penyatuan antara pria dan wanita."

Selanjutnya Mohler melanjutkan :

Sebagai gantinya paus menawarkan sebuah pernyataan yang dapat ditafsirkan oleh hampir semua orang, karena setiap individu mungkin ingin menafsirkannya secara berbeda, dimana paus saat itu menyebutkan pernikahan dan keluarga tanpa menentukan apa definisinya. Dan paus berbicara tentang masa depan pernikahan sedemikian rupa hingga hampir tidak ada seorangpun yang mempedulikan posisi mereka di tengah revolusi moral saat ini jika seseorang tidak setuju dengannya. Lebih jauh lagi, meskipun kesucian hidup manusia adalah ajaran mendasar dalam Gereja Katolik Roma, tetapi hal itu hampir tidak dapat ditemukan dalam pernyataan paus. Yang secara eksplisit tidak ada pada pidato paus adalah referensi tentang aborsi dan fakta bahwa aborsi sekarang adalah salah satu isu paling depan dan paling  kontroversial di Amerika saat ini.

Mengutip Huffington Post, Mohler mencatat, "Hanya 75 kata dari 3400 kata" pada pidato paus kepada Kongres Amerika Serikat ‘yang ada kaitannya dengan apa saja yang mendekati’ masalah kehidupan dan pernikahan.”

Menurut Mohler, paus "telah condong ke kiri dengan melalui begitu banyak tindakan simbolis serta begitu banyak isyarat dan pernyataan, namun tidak ada pertanyaan dalam kesempatan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi paus untuk berbicara pada sebuah acara bersama dengan Kongres Amerika Serikat, dimana dia membiarkan prioritasnya (keinginan-keinginannya) diketahui secara jelas dimana prioritas tersebut, dalam bahasa politik, tidak dapat disangkal lagi adalah condong ke kiri."

Komentar Mohler tentang pendekatan umum dari paus Francis:
Menganalisis pendekatan paus, Mohler mengatakan bahwa "bagian dari kesuksesan paus Fransiskus adalah kepribadiannya dan cara keterlibatannya yang terbuka," dan meminta agar sifat-sifat tersebut ditiru.

Selanjutnya dia menambahkan:

Sebenarnya hal ini merupakan kesempatan untuk menghindari kesulitan dalam menguasai kebenaran Kristiani. Ini adalah usaha paus yang disengaja untuk menghindari konfrontasi langsung dengan budaya sekularisasi. Ini adalah upaya paus untuk mencoba menyesuaikan dirinya dengan revolusi moral ini, dengan cara merubah ajaran gerejanya sendiri, namun dengan menjajakannya secara tersembunyi, atau dalam kasus pidatonya kepada Kongres, bahkan paus tidak menyebutkannya (ajaran Gereja) sama sekali. Bahkan dia tidak berani mendefinisikan arti pernikahan yang sangat penting bagi Gereja Katolik,  yang sebenarnya hal itu adalah salah satu sakramen yang diakui oleh gereja, namun paus Franciscus tidak merujuk pada pentingnya pernikahan dan dia juga tidak mendefinisikannya, dan hal itu adalah benar-benar kejadian yang luar biasa.

Mohler mengaitkan popularitas liar dari Francis dengan cara pendekatan yang dilakukannya selama ini. "Itulah sebabnya mengapa ada begitu banyak orang yang tertarik kepada paus Franciscus, dimana jika umat tidak mau melakukan hal itu maka mereka akan ditolak oleh ajaran gerejanya sendiri dan paus akan bisa menentang mereka secara terbuka," kata Mohler. “Karena itulah anda bisa menyukai paus Franciscus, karena dia tidak secara khusus menempatkan dirinya sebagai pembela ajaran (sesat) yang menyebabkan pelanggaran semacam itu dilakukan."

Mohler berbicara tentang ke arah mana pendekatan paus Franciscus itu menuju:
"Meskipun tidak ada perubahan mendasar dalam ajaran aktual Gereja Katolik Roma," demikian menurut Mohler, "tetapi jelas bahwa dalam hal proses pastoral dan aplikasinya paus ini tidak hanya mengarahkan Gereja Katolik ke arah yang lebih liberal, tapi sekarang dia bahkan telah mengirimkan sinyal prioritasnya dan prioritas tersebut adalah keputusannya yang akan membawa Gereja Katolik ke arah yang lebih liberal."

Di dalam diri Francis, Mohler melihat jenis kepemimpinan religius yang dimiliki oleh media sekuler dan itulah yang dirindukan oleh kaum teolog beraliran kiri. "Sebuah contoh kepemimpinan yang tidak mau menjelaskan isu-isu yang ada, sebuah contoh kepemimpinan yang berpindah perhatian dari masalah teologi kepada masalah kesalehan, sebuah contoh kepemimpinan yang tidak berani mengemukakan pertanyaan-pertanyaan ceroboh dan tidak mau memperhatikan isu-isu yang sulit, di mana kebenaran harus didefinisikan dan dipertahankan. "

Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/


No comments:

Post a Comment