Sunday, August 20, 2017

VORTEX - EMPAT PENGKHIANAT

Vortex - empat pengkhianat
Jagalah jiwa anda dan jiwa dari orang-orang yang anda kasihi
August 17, 2017  


Dengan begitu banyaknya pemimpin di dalam  Gereja Katolik yang melakukan pemberontakan secara terbuka terhadap ajaran-ajaran pewahyukan Ilahi, maka sudah dipandang perlu untuk memperingatkan umat terhadap pengkhianatan tersebut. Saat ini, di bagian dunia yang berbahasa Inggris, hampir setiap saat anda akan menemukan beberapa kombinasi dari empat imam berikut ini, menyebarkan kesalahan dan menaburkan kebingungan ke mana pun mereka bisa mendapatkan penonton. Dan karena pengaruh mereka di lingkungan Gereja, maka mereka berhasil masuk dan mempengaruhi banyak orang.

Pertama, empat besar tadi adalah pastor James Martin, pastor Thomas Rosica, pastor Bryan Massingale dan pastor Timothy Radcliffe. Secara bersama-sama, mereka berempat membentuk ujung tombak dari kampanye untuk memperkenalkan keraguan dan kebingungan ke dalam pikiran sebanyak mungkin umat Katolik yang mendengarkan pendapat mereka.

Salah satu topik favorit mereka adalah bagaimana ajaran Gereja Katolik tentang moralitas seksual dapat diabaikan, dikesampingkan atau diremehkan dan bahkan ditolak. Hal ini terutama di bidang homoseksualitas dan terutama ‘kebingungan’ jenis kelamin, yang merupakan masalah kejiwaan yang biasa disebut juga sebagai transgenderisme. Secara sederhana, mereka semua    (4 orang pastor itu) menganggap Gereja telah melakukan kesalahan dalam ajaran magisterial-nya. Mereka selalu menyarankan, kepada pikiran kaum muda khususnya, bahwa ajaran-ajaran Gereja sudah kadaluwarsa, dan cepat atau lambat Gereja harus merubahnya agar sejalan dengan budaya saat ini.

Beberapa minggu yang lalu, pastor Thomas Rosica berbicara kepada lebih dari 100 orang muda dalam acara ‘Theology on Tap’ yang diselenggarakan oleh keuskupan agung Chicago di bawah pimpinan kardinal Cupich. Di atas panggung, bersama pastor Rosica ada Michael O'Loughlin, seorang penulis dan pendukung homoseksual yang terkenal, yang menjadi penulis dalam majalah America Magazine - sebuah publikasi Yesuit. Sungguh ironis jika memberi mereka kesempatan berbicara di sebuah acara dengan memakai kata ‘Teologi’ di dalamnya, karena apa yang mereka tawarkan adalah persepsi dan pendapat mereka sendiri yang menyimpang dan sesat – dimana hal itu pasti bukanlah teologi Gereja Katolik.

Kemudian, tentu saja ada pastor James Martin, yang sedang berkampanye secara non-stop untuk membuat Gereja merubah ajarannya tentang gangguan psikologis dalam homoseksualitas. Pastor pendukung homoseksual itu akan menjadi pembicara utama pada Order of the Knights of the Holy Sepulchre pada bulan Oktober yang akan datang di New York yang tentu saja akan diterima dengan senyuman lebar-lebar oleh kardinal Timothy Dolan. (Kardinal Timothy Dolan adalah pendukung kuat kaum gay dan homosex). Dan sekarang ada  laporan bahwa pastor Martin akan berpidato di depan sekumpulan guru sekolah dasar dan sekolah menengah di wilayah keuskupan agung New York pada tanggal 19 September di Westchester County Convention Center - lebih banyak racun, lebih banyak pengkhianatan, lebih banyak tipuan akan ditabur pada kesempatan itu.

Pastor Bryan Massingale, baru-baru ini, pada Kongres Pendidikan Keagamaan tahun lalu di Keuskupan Agung Los Angeles, berdiri di atas panggung dan dalam presentasi sekitar 45 menit, dengan cerdiknya dia memelintir, dalam presentasinya saat itu, di hadapan kerumunan peserta yang cukup besar jumlahnya, dia menyatakan bahwa dalam ajaran Gereja --- anda boleh melanggar ajaran Gereja dengan mudahnya dalam masalah seksualitas. Dan keesokan harinya dia hadir di atas panggung dalam konferensi disforia gender (kebingungan dalam masalah jenis kelamin), dia memberikan dukungan untuk lebih banyak lagi melakukan perbuatan dosa.

Sama seperti pastor Rosica yang seolah memiliki kekuasaan penuh di hampir semua keuskupan yang dia kunjungi, begitu juga pastor Martin yang selalu dilindungi oleh para atasannya, maka pastor Massingale juga diberi izin, paling tidak, melalui sikap diam dari uskup agung L.A. Jose Gomez dan pastor Timothy Radcliffe, mantan penguasa Dominikan hampir selama tahun 1990an. Orang ini mengatakan bahwa ‘homoseksualitas’ adalah bersifat "ekaristik" karena di disitu (perbuatan homosex) ada tindakan saling berbagi dan pengorbanan yang besar bagi pasangannya (tidak peduli bahwa pasangannya adalah sesama jenis). Pastor Radcliffe adalah termasuk ‘orang kuat’, ‘tak tersentuh’ - seorang klerus yang memiliki pelindung sangat berpengaruh karena dia jarang sekali ditolak atau ditegur oleh siapapun dalam hirarki.

Keempat ‘orang kuat’ ini terus-menerus mengembara dan berkelana di dunia Katolik. Seminari-seminari adalah tempat favorit bagi pastor Rosica saat dia tidak memompakan racun tipuannya melalui televisi Salt + Light yang dia kelola di Kanada. Pastor Martin, tentu saja, dia telah menempatkan dirinya sebagai tokoh di media sekuler bagi semua persoalan gay dan Katolik, memberinya batu loncatan yang sempurna untuk menipu banyak orang. Pastor Massingale dan pastor Radcliffe, sebagai ‘orang dalam’, melakukan sebagian besar kerusakan mereka di dalam  konferensi-komperensi, seminar ataupun di dalam retret-retret Katolik di mana mereka dapat memutarbalikkan pikiran banyak orang, setidaknya orang Katolik ‘KTP’, dimana banyak dari mereka mencari-cari alasan untuk mengabaikan ajaran Gereja.

Terlepas dari acara yang mereka ikuti, mereka masing-masing dilindungi dan dipromosikan oleh orang-orang yang lebih tinggi dari ‘rantai makanan’ yang dengan senang hati membiarkan mereka melakukan kepada orang banyak apa yang ingin mereka capai secara pribadi. Orang-orang seperti ini merangkul para pria muda yang bingung dalam masalah seksual mereka dan meyakinkan mereka bahwa hasrat mereka yang menyimpang itu adalah baik dan (ajaran) Gereja adalah salah. Inilah yang dikatakan oleh para imam yang berpikiran seperti ini kepada saya, ketika saya masih muda, di tengah kebingungan dan dosa.

Mereka berbohong kepada jiwa-jiwa yang berada dalam keadaan krisis iman, untuk membuat diri mereka merasa lebih nyaman dengan dosa dan kejahatan mereka sendiri. Dan mereka diberi akses tak terbatas kepada jiwa-jiwa semacam itu pada berbagai konferensi dan seminar keuskupan, pada acara-acara ‘Theology on Tap’, kepada para seminaris yang akan mereka rusak sebelum pentahbisan dan dalam berbagai kesempatan diskusi. Ketika mereka tidak menjajakan racun mereka di depan massa yang bersemangat, mereka menulis buku-buku, artikel-artikel, memberikan wawancara dan mempertahankan diri mereka tetap berada di depan dan di pusat perhatian, dengan bantuan besar dari teman mereka dari apa yang disebut sebagai ‘media Katolik’, termasuk Church of Nice. Dimana media-media itu jarang mengatakan apapun tentang strategi jahat ini. Ini adalah sebuah arus kejahatan dan pengkhianatan yang mengalir keluar dari orang-orang ini - yang disamarkan sebagai upaya untuk menegakkan keadilan sosial atau perhatian kepada hak-hak asasi manusia.

Pastor Timothy Radcliffe bahkan telah mengambil alih jabatan direktur Las Casas Institute di Inggris, yang didedikasikan untuk mempromosikan keadilan sosial dan hak asasi manusia - dua istilah yang sangat flexibel penerapannya, yang pada dasarnya berarti apa pun yang anda inginkan boleh dilakukan.

Hillary Clinton, misalnya, yang terkenal pernah mengatakan bahwa hak-hak kaum gay adalah hak asasi manusia, sesuatu yang sulit dibayangkan jika ada salah satu dari empat orang (pastor diatas) yang tidak setuju dengan komentar ratusan publik pendukung homosex, belum lagi yang berbicara secara pribadi.

Sulit untuk menemukan klerus yang lebih menakutkan daripada empat orang ini, bukan karena kecakapan intelektual mereka, tapi karena mereka memposisikan dirinya atau diposisikan untuk memiliki akses yang mudah kepada umat awam yang dapat dengan mudah ditipu.

Umat awam pantas untuk mengetahui agenda jahat dari orang-orang ini yang disebarkan ke seluruh dunia Katolik. Tidak satu pun dari orang-orang ini yang dilarang untuk berada dekat dengan pikiran kaum muda atau orang-orang yang mengajarkan pemikiran kaum muda. Umat awam juga perlu mengerti bahwa orang-orang ini terlindungi, yang berarti ada banyak jajaran di atas mereka yang lebih tersembunyi namun tidak kurang berbahayanya.

Tentu saja, jika ada skandal publik yang pernah mencuat mengenai salah satu dari mereka, dengan mudahnya mereka akan diganti dan agendanya akan terus dilaksanakan meski tanpa kehadiran mereka. Inilah keadaan yang banyak terjadi di berbagai tempat di dalam Gereja barat akhir-akhir ini, dan sangat sedikit sekali orang yang berkata sesuatu tentang hal itu, hingga seseorang harus diam dan menurut saja.


Karena itu jagalah jiwa anda dan jiwa dari orang-orang yang anda kasihi dari para penipu ini. Mereka menggunakan Gereja dan sumber dayanya untuk mempromosikan agenda-agenda pribadi mereka sendiri. Dan mereka dilindungi oleh orang-orang lain yang bersekongkol dengan mereka.

Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/

No comments:

Post a Comment