Sunday, January 7, 2018

GENDERANG PERANG TERUS DITABUH

GENDERANG PERANG TERUS DITABUH


Setelah uskup-uskup Kazakhstan (Tomash Peta, uskup Agung Metropolitan dari keuskupan agung Saint Mary di Astana, Jan Pawel Lenga, Uskup Agung - emeritus dari Karaganda, dan Athanasius Schneider, Uskup Auxilier dari keuskupan agung Saint Mary di Astana) pada 30 Desember 2017 yang lalu mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa Komuni Kudus bagi umat Katolik yang bercerai dan menikah lagi sebagai ‘hal yang asing bagi seluruh tradisi iman Katolik dan Apostolik’ (lihat disini), maka tiga hari kemudian disusul oleh tiga uskup lainnya yang bergabung bersama mereka.



Uskup-uskup yang bergabung ini (lihat disini) adalah Uskup Agung Carlo Maria ViganĂ², bekas duta besar Vatikan untuk Amerika Serikat, Uskup Agung Luigi Negri, kemudian Cardinal Janis Pujats, Uskup Agung Metropolitan Riga, Latvia, yang juga dilaporkan ikut mendukung pernyataan uskup-uskup Kazakhstan.



Bahkan Uskup Athanasius Schneider mengatakan bahwa seorang pendosa yang berusaha menerima Komuni Kudus tanpa lebih dahulu memperbaiki keadaan dirinya adalah melakukan penghujatan

Dan tidak berapa lama kemudian terdengar dari sebuah sumber yang layak dipercaya dari Vatikan yang mengatakan bahwa PF merencanakan serangan balik terhadap uskup-uskup Kazakhstan itu (lihat disini).


Seorang yang menamakan dirinya Anonimi Della Croce ("Anonymous of the Cross"), memposting tulisan yang berjudul : "The Quiet Before the Storm," (Suasana tenang sebelum badai)  hari Rabu:

Sumber saya di Vatikan mengatakan kepada saya bahwa tadi malam (Paus Fransiskus) tinggal di Santa Marta bersama beberapa "pejabat pers Vatikan” dan beberapa orang "penasihatnya" untuk mengadakan sebuah pertemuan membicarakan bagaimana menghadapi ‘Koreksi’ baru yang "tak terduga" dari para Uskup Kazakhstan. Sumber tersebut mengatakan kepada saya bahwa (paus) sangat marah. Dia mengamuk - karena dia tidak tahan menghadapi penentangan. Mereka mendengar PF berteriak: "Mereka (uskup-uskup ‘penentang’) akan menyesalinya! Mereka akan menyesalinya dengan pahit!"


Laporan tersebut selanjutnya menyebutnya sebagai "kampanye fitnah" terhadap uskup-uskup ‘penentang’, yang dilakukan melalui berbagai media yang bersahabat dan memihak kepada Bapa Suci. Paus "telah memberi kekuasaan penuh kepada para petugas pers Vatikan, resmi dan tidak resmi, 'untuk memulai' kampanye media 'yang merendahkan lawan," yang akan bertujuan untuk "mendiskreditkan" para uskup itu, yang bisa membuat mereka "kehilangan kredibilitas mereka."

Demikianlah kemudian muncul beberapa postingan yang bernada merendahkan uskup-uskup ‘penentang’ itu.





Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/

No comments:

Post a Comment