Sunday, January 21, 2018

Vatikan disusupi oleh Freemason?


Vatikan disusupi oleh Freemason?
"Anak-anakku, aku meminta kepada para pastorku agar mendengarkan aku, sebagai Ibumu,  seperti yang saya katakan kepadamu bahwa kamu harus menjauhkan dirimu dari semua komunitas-komunitas rahasia. Mereka tidak secara terbuka berencana untuk melawan Gereja Puteraku, namun mereka melakukan hal ini secara rahasia! Kaum Mason , anak-anakku – Hirarki Gereja harus melepaskan diri dari organisasi yang keji ini. Kamu tidak dapat menyangkal bahwa banyak orang di dalam kelompok Mason itu mempraktikkan ilmu sihir dan tenung." - Pesan Bunda Maria kepada Veronica Lueken di  Bayside, New York, 1 Juni 1978

TorontoCatholicWitness.blogspot.com reported on January 14, 2018:


Uskup Agung Gądecki mengatakan di dalam blognya, sekitar dua tahun yang lalu, mengenai Sinode Tentang Keluarga, bahwa roh freemason telah menguasai banyak uskup khususnya mengenai ‘dialog’ yang mereka anjurkan serta pandangan sekuler mereka:

Dialog mengenai hak-hak asasi manusia adalah berasal dari pandangan Illuminati abad 19”

Para sahabat yang terkasih, kami ingin mengajak anda untuk mengingat kembali kalimat dari Uskup Agung ini dalam kaitannya dengan dirilisnya dokumen sesat Amoris Laetitia, serta berbagai pernyataan memalukan yang mengalir deras dari Roma, krisis soal homosexual yang berkelanjutan di kalangan para klerus (apakah kelompok Freemason memanfaatkan para klerus homosex untuk mempercepat kehancuran Gereja Katolik?), berbagai pernyataan aneh dari para pejabat Gereja kepada para politisi dan PBB, dan sebagainya.

Kami mengajak anda untuk merenungkan dengan sungguh peranan dan pengaruh Freemason, dengan mengingat pengumuman-pengumuman yang dikeluarkan oleh sekretaris negara Vatikan, Cardinal Parolin, mengenai ‘gereja dari paradigma baru’. Apakah yang dimaksud dengan ‘gereja’ disini?  Gereja Protestan? Gereja masonik?

Apakah Cardinal Parolin memakai apron, sebagai imam Gereja Katolik?, kami tidak tahu. Tetapi apa yang kami tahu adalah  bahwa dia berbicara dan bertindak sebagai seorang Freemason. Kami tahu, bahwa dia sebagai pengurus harian Gereja Katolik, dia hanya duduk manis dan tidak berbuat apa-apa sementara para penghancur Gereja Katolik bisa bergerak bebas.

Freemason Internasional telah berusaha untuk menyusup ke dalam Gereja Katolik selama beberapa dekade. Bisakah kita melupakan Alta Vendita, atau pawai Freemason di Roma pada tahun 1917, di mana seorang pastor muda Maximilian Kolbe melaporkan bahwa Freemason telah membual bahwa mereka sedang menyusup di Vatikan dan mengubah Paus menjadi "anak suruhan" mereka? Dapatkah umat Katolik melupakan kekuatan P2 Lodge, sebuah daftar yang berisi nama-nama pejabat tinggi gereja yang menjadi anggota Freemason?

Kekuatan-kekuatan musuh, yang diilhami oleh roh jahat, terus menerus melakukan perang melawan Kristiani… itulah sekte Masonik, yang memiliki sumber daya manusia dan kekuasaan yang besar, yang memimpin dalam perang melawan segala sesuatu yang suci.” Pope Leo XIII (Inimica Vis)

Janganlah kita tertipu: Tuhan kita Yesus Kristus memiliki musuh-musuh yang nyata. Kaum Mason ini telah menyusup ke dalam Gereja. Iblis menggunakan setiap tipuan dalam kitab-kitab untuk membohongi dan menipu kita: Yudaisme dan keturunannya, Zionisme politik, Liberalisme, Sosialisme, Komunisme, Kapitalisme, Globalisme, Ekumenisme, Lingkungan, Kebebasan Beragama, Okultisme, Revolusi Seksual - dan seterusnya. Iblis tak pernah kehabisan kebohongannya untuk menipu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

[original blog post published, late 2015] 

Sekarang saya dapat melaporkan bahwa selama diskusi Sesi Pagi di Grup A (Italicus) pada tanggal 8 Oktober 2015, disitu telah diketahui dengan jelas bahwa pengaruh Freemason telah meningkat pesat. Kejadian ini dicatat oleh Uskup Agung Stanisław Gądecki di dalam blognya. Fakta bahwa para Bapa Sinode (para peserta Sinode) telah mengangkat isu Freemasonry membantu menjelaskan terjadinya penghujatan, ajaran sesat, awan gelap kebingungan dan kejahatan yang mengelilingi intrik dan ulah dari sekelompok pejabat Gereja yang berniat untuk memutar-balikkan ajaran Tuhan Yesus Kristus yang tidak bisa dirubah tentang Perkawinan Kudus dan seksualitas manusia.

Secara khusus, Uskup Agung Gądecki mencatat bahwa ada para Bapa Sinode (para peserta Sinode) di dalam kelompok Italicus A yang khawatir bahwa semangat pengaruh masonik telah merecoki bagian-bagian dari Instrumentum Laboris.


Maka sangat masuk akal untuk mempertimbangkan bahwa semangat Antikristus telah bertempat tinggal di dalam hati dan jiwa beberapa orang yang berkeliaran di ruang-ruang marmer Kota Vatikan. Gembala-gembala palsu, serigala-serigala berbulu domba, sedang berusaha untuk menyesatkan kawanan domba. Vade retro saya Satana!


Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/

No comments:

Post a Comment