Saturday, April 9, 2022

Ini masih belum berakhir...

 

Ini masih belum berakhir:

Kaum Globalis Masih Menggunakan Covid-19 Untuk Mengendalikan Pikiran

Orang Banyak Agar Mereka Tunduk

 

https://www.newstarget.com/2022-04-06-globalists-using-covid-to-mind-control-people.html

 

04/06/2022 / By Arsenio Toledo 

 

Bypass censorship by sharing this link: Copy URL 

 


 

 

Para globalis masih menggunakan pandemi virus corona (COVID-19) Wuhan saat ini untuk mengendalikan populasi global. Di Cina, mereka melakukan hal ini melalui pembatasan dan penguncian wilayah yang tidak manusiawi, termasuk memisahkan anak-anak dari orang tua mereka dan memaksa orang untuk berlutut sementara mereka menunggu untuk diperiksa paspor vaksinnya.

 

Hal ini menurut pendiri dan pembawa acara InfoWars, Alex Jones, yang mengatakan bahwa menciptakan pemerintahan dunia yang bersatu hanyalah upaya awal bagi para globalis.

 

“Bagi kaum globalis, pemerintahan global hanyalah permulaan,” kata Jones. “Mereka ingin melakukan depopulasi (pengurangan jumlah penduduk) secara paksa. Mereka harus membuat Anda terpana dan diracuni, mereka harus membuat kita tunduk dan merendahkan diri kita sendiri dan membiarkan hak asasi manusia kita dilanggar.”

 

Sebagai contoh, dia menunjuk pada video yang sekarang lagi viral tentang warga Cina yang dipaksa berlutut di jalan, sementara otoritas Cina memeriksa paspor vaksin COVID-19 mereka. Rekaman itu dibuat di Jinan, Cina timur, sebuah kota berpenduduk lebih dari sembilan juta orang.

 

“Indoktrinasi atas berbagai generasi akan sampai pada tahap ini: Orang-orang disuruh berbaris, berlutut, menunggu storm trooper Cina untuk memindai izin gerakan mereka -- paspor vaksin kode QR,” tulis pengguna Twitter Songpinganq, salah satu orang pertama yang mempublikasikan video itu di Platform media sosial Barat.

 

Dalam video tersebut terlihat antrean panjang orang yang sedang berjongkok atau berlutut di tengah jalan atau di pinggir jalan. Beberapa orang dengan pakaian pelindung diri lengkap terlihat melewati antrean untuk memindai paspor vaksin COVID-19 orang-orang di ponsel mereka saat mereka berlutut.

“Hal itu membuatnya lebih mudah (untuk membuat Anda tunduk) jika Anda berlutut,” kata Jones. “Jadi Anda harus menunggu dalam posisi stres berlutut, dalam beberapa kasus selama berjam-jam, sampai mereka datang kepada Anda.” 

Program pengendalian meningkat di Cina – orang tua sekarang dipisahkan dari anak-anak mereka.

 

Situasi lain yang ditunjukkan Jones adalah bagaimana strategi tirani "nol-COVID" Cina telah gagal dilakukan seperti yang mereka klaim, dan mencegah penyebaran virus corona di Cina.

 

Shanghai saat ini menjadi episentrum wabah COVID-19. Ini telah mendorong gelombang penguncian wilayah baru ketika Beijing memerintahkan kota itu untuk menerapkan strategi “nol-COVID” yang tidak efektif. (Silakan baca artikel terkait: Penduduk Shanghai bergegas untuk menimbun makanan ketika pejabat Cina menempatkan separuh kota di bawah penguncian wilayah COVID-19 yang ketat.)

 

Laporan yang keluar dari kota yang di-lockdown, termasuk penduduk setempat yang mengklaim bahwa pihak berwenang memisahkan anak-anak dari orang tua mereka, bahkan jika keduanya dipaksa masuk ke fasilitas karantina COVID-19.

 

Laporan yang datang dari Shanghai termasuk banyak penduduk setempat yang mengatakan bahwa pihak berwenang secara paksa memisahkan anak-anak dan bayi dari orang tua mereka, yang diduga dengan kedok menjaga mereka tetap aman dari COVID-19.

 

Orang tua yang membawa anak-anak mereka untuk pengujian Covid dan kemungkinan perawatan di salah satu fasilitas kota yang ditunjuk, diintimidasi untuk mematuhi pihak berwenang yang ingin membawa anak-anak mereka pergi dan terpisah dari mereka, dan memindahkan mereka ke pusat karantina resmi.

 

Jika kedua orang tua dan anak dites positif, mereka ditolak untuk keluar dari wilayah virus corona bersama di fasilitas tersebut. Hal ini membuat banyak keluarga tidak mengetahui keadaan anak-anak mereka. Setidaknya pada satu kesempatan, seorang anak berusia tiga bulan yang masih menyusui secara paksa dipisahkan dari ibunya.

 

Berbagai gambar dan video yang diambil dari anak-anak yang menangis yang dipisahkan dari orang tua mereka telah menjadi viral di jaringan media sosial Cina. Beberapa disimpan dan disalin ke platform media sosial Barat sebelum sensor Cina menghapusnya di jaringan mereka.

 

“Bukankah itu gila?” kata Jones. “Semuanya adalah latihan kekuatan dan kontrol raksasa.”

 

Silakan lihat lebih lanjut tentang program cuci otak globalis di Globalism.news.

 

Silakan lihat video dari InfoWars ini saat Alex Jones berbicara tentang bagaimana para globalis masih menggunakan pandemi COVID-19 untuk mencuci otak dan mengendalikan pikiran penduduk.

 

Video ini berasal dari saluran InfoWars channel on Brighteon.com.

-------------------------------------

Silakan membaca artikel lainnya di sini:

LDM, 31 Maret 2022

Garabandal: Apakah Nubuat Akan Digenapi?

Tempat Perlindungan Bagi Zaman Kita Sekarang

LDM, 4 April 2022

Pedro Regis, 5261 - 5265

Gisella Cardia, 24, 25, 26 Maret 2022, 3 & 5 April 2022

Great Reset Dan Kesengsaraan (Pemurnian) Besar Adalah Satu Dan Sama