Friday, April 1, 2022

Garabandal: Apakah Nubuat Akan Digenapi?

 

These Last Days News - March 28, 2022




  

Garabandal: Apakah Nubuat Akan Digenapi? 

https://www.tldm.org/news54/garabandal-are-the-prophecies-about-to-be-fulfilled.htm 

 

 

CcatholicStand.com  reported on March 11, 2022:

 

Sejumlah peristiwa dunia terjadi bertepatan pada masa-masa sekarang ini yang tampaknya menegaskan bahwa penggenapan nubuat Garabandal sudah dekat. Singkatnya, nubuat-nubuat itu mengacu pada masa kesengsaraan bagi dunia di mana peristiwa Peringatan akan diberikan kepada seluruh umat manusia secara bersamaan. Dalam kurun waktu satu tahun setelah Peringatan, sebuah Keajaiban akan terjadi di Garabandal yang akan meninggalkan tanda yang kelihatan untuk disaksikan oleh semua orang. Setelah peristiwa Keajaiban itu, jika umat manusia masih tidak mau berpaling kepada Tuhan, maka akan terjadi Pemurnian yang mengerikan dalam skala global.

 

Dalam sesaat kita akan bisa melihat beberapa petunjuk yang menunjukkan bahwa penggenapan nubuat-nubuat ini sudah dekat. Salah satu yang paling tidak menyenangkan adalah sebuah pernyataan visiuner, Mari-Loli, yang mengatakan bahwa Bunda Maria telah mengungkapkan bahwa peristiwa Peringatan itu akan terjadi pada saat “Rusia akan tiba-tiba dan tidak terduga menguasai sebagian besar dunia bebas”. Setelah jatuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, banyak orang berpikir bahwa prediksi Mari-Loli yang seperti itu adalah tidak masuk akal. Namun, seperti yang kita saksikan saat ini, Rusia telah melakukan invasi tanpa alasan ke salah satu negara terbesar di Eropa, hampir memicu bencana global dengan pemboman sembrono mereka terhadap reaktor nuklir besar pada malam 3 Maret 2022 lalu.

 

 

Penglihatan-penglihatan di Garabandal, 1961 - 1965

 

Antara tahun 1961 dan 1965, empat gadis di dusun Garabandal di utara Spanyol mengaku telah melihat Bunda Maria hingga ribuan kali. Meskipun penampakan itu tidak pernah secara resmi diakui oleh Gereja, namun penglihatan-penglihatan yang terjadi di tempat itu juga disertai dengan sejumlah besar fenomena yang menentang penjelasan hukum alam. Ini termasuk kejadian tubuh visiuner yang melayang di udara, ekstase para visiuner, membaca pikiran, ketidakpekaan terhadap rasa sakit, lokusi, penyembuhan, dan pengetahuan supernatural. Para profesional medis, termasuk para dokter dan psikiater, menyaksikan begitu banyak peristiwa semacam itu di sana dan bersaksi tentang peristiwa-peristiwa itu secara tertulis.

 

Meskipun tampak sangat jelas bagi para pengamat dan penonton di Garabandal, bahwa sesuatu yang diluar gejala duniawi sedang terjadi, namun keuskupan lokal Santander mengambil pendekatan yang sangat negatif terhadap peristiwa tersebut. Pastor Jose Luis Saavedra, seorang imam ordo the Home of the Mother, telah menyelesaikan disertasi doktoralnya tentang penampakan di Garabandal. Pastor ini menemukan bahwa penyelidikan atas penglihatan-penglihatan yang dilakukan oleh keuskupan lokal tidak mengikuti norma standar ketidakberpihakan. “Penyelidikan” mereka tampaknya bermaksud untuk mendiskreditkan penglihatan-penglihatan itu karena para pejabat Gereja lokal takut akan kemungkinan dampak negatif bagi Gereja. Kemudian, secara sensasional, pada Mei 1983, Dr. Luis Morales Noriega, ahli medis dari tim penyelidikan keuskupan, menarik kembali pendapatnya yang sebelumnya negatif dan mengakui keaslian dari penampakan itu. Yang mengejutkan semua orang, setelah bertahun-tahun sikap negatif dari otoritas gerejawi setempat, Dr Morales menyatakan bahwa pernyataan positifnya yang baru dibuat dengan izin dari uskup Santander.

 

 

Pesan-pesan Garabandal

 

Tidak seperti Medjugorje, pesan-pesan Garabandal sangat sedikit jumlahnya. Pesan pertama dibacakan dengan lantang oleh para gadis visiuner pada tanggal 18 Oktober 1961: “Kita harus melakukan banyak tindakan kurban, melakukan banyak penebusan dosa, dan sering mengunjungi Sakramen Mahakudus. Tapi pertama-tama, kita harus menjalani kehidupan yang baik. Jika tidak, sebuah pemurnian akan menimpa kita. Cawan murka Allah sudah penuh, dan jika kita tidak berubah, pemurnian yang sangat besar akan menimpa kita.”

 

Pesan kedua dari Bunda Maria, diumumkan pada tanggal 18 Juni 1965, dimana pesan ini hanya diterima oleh Conchita González: “Karena Pesanku tanggal 18 Oktober belum dipenuhi, dan karena belum diumumkan kepada dunia, aku memberitahu kamu bahwa ini adalah yang terakhir. Sebelumnya, Piala murka Allah itu sudah penuh, sekarang ia meluber. Banyak kardinal, uskup, dan imam mengikuti jalan menuju kebinasaan, dan bersama mereka, mereka membawa serta banyak sekali jiwa. Bahkan Ekaristi Kudus dianggap tidak penting lagi. Kita harus menjauhkan murka Allah dari kita dengan usaha kita sendiri. Jika kamu meminta pengampunan-Nya dengan hati yang tulus, Dia akan mengampuni kamu.”

 

Banyak orang pada saat itu menolak pesan kedua ini karena sama sekali tidak masuk akal. Bagaimana mungkin Bunda Maria, dari antara semua orang, mengatakan bahwa para kardinal, uskup, dan imam berada di jalan menuju kutukan? Namun, dari sudut pandang kita enam puluh tahun kemudian, sekarang ini, kita dapat melihat jelas bahwa pesan ini mengandung kebenaran kenabian yang tidak akan pernah diduga pada tahun 1960-an.

Gereja telah diguncang dalam beberapa dekade terakhir oleh pengungkapan banyak sekali pelanggaran jahat yang dilakukan oleh para kardinal, uskup dan imam. Tidak ada yang meramalkan kemungkinan ini pada tahun 1965, hingga saat itu membuat banyak orang mengabaikan perkataan Conchita dan menuduh hal itu sebagai rekayasa manusia.

 

 

Nubuat-nubuat Garabandal

 

Menurut para visiuner itu, setelah sebuah masa kesengsaraan, Peringatan dan Keajaiban akan terjadi di tahun yang sama. Conchita telah menggambarkan Peringatan itu sebagai "koreksi hati nurani" di mana setiap orang di dunia akan diberi pencerahan atas keadaan jiwa mereka di hadapan Tuhan. Kita akan melihat akibat dari dosa-dosa kita dan akan merasa sedih karenanya. Peristiwa Peringatan itu akan menjadi saat rahmat yang besar bagi umat manusia, sebuah penetrasi sejati Roh Kudus ke dalam hati kita yang terdalam, tetapi itu akan menjadi peristiwa traumatis ketika kita menyadari beratnya dosa-dosa kita dan jauhnya jarak kita dari Tuhan.


Peristiwa Keajaiban akan terjadi di Garabandal dalam kurun waktu satu tahun sejak Peringatan. Bunda Maria telah mengungkapkan tanggalnya kepada Conchita, yang akan mengumumkannya delapan hari sebelumnya. Pada tahun 1971, ketika berbicara dengan sekelompok orang Amerika, dia memberikan informasi yang mengungkapkan hal ini: “Ini (peristiwa Keajaiban) akan terjadi pada atau antara tanggal delapan dan enam belas Maret, April atau Mei. Itu tidak akan terjadi pada bulan Februari atau Juni. Itu akan terjadi pada hari Kamis pukul 20:30. Itu akan bertepatan dengan acara gerejawi besar di Gereja. Itu akan terjadi pada hari raya seorang santo Ekaristi muda yang mati sebagai martir.”

 

Setelah peristiwa Keajaiban, umat manusia akan memiliki kesempatan untuk mengubah jalan hidupnya dan kembali kepada Tuhan. Jika umat manusia terus mengejar materialisme tak bertuhan seperti yang saat ini kita kejar, maka Pemurnian yang mengerikan akan menimpa dunia.

 

 

Indikasi bahwa peristiwa-peristiwa itu sudah dekat

 

Terlepas dari indikasi khusus yang diberikan oleh Conchita mengenai tanggal dari Keajaiban, para visiuner itu membuat sejumlah pernyataan lain tentang pemenuhan nubuatan (detail dapat ditemukan online di berbagai situs web seperti http://www.garabandal.org/ dan http:// www.garabandal.ie/our-ladys-prophesies/).

 

Nubuat akan digenapi pada saat diadakannya sebuah Sinode penting 

Bunda Maria memberi tahu Conchita bahwa nubuatan akan terjadi pada saat sebuah Sinode penting diadakan di Gereja. Fakta ini telah ditransmisikan dengan andal kepada kami oleh Bunda Nieves Garcia, kepala sekolah asrama Conchita setelah penglihatan tersebut. Dalam sebuah wawancara, Bunda Nieves Garcia mengatakan bahwa Sang Perawan memberi tahu Conchita bahwa sebuah Sinode penting akan diadakan sebelum peristiwa itu terjadi. Ketika Conchita menceritakan kisah itu kepada bibinya sekitar tahun 1962, bibinya bertanya, "Apakah kamu merujuk pada sebuah konsili?" (Konsili Vatikan baru saja dimulai saat ini). Conchita menjawab, “Tidak, Sang Perawan tidak mengatakan konsili, dia mengatakan Sinode, dan saya pikir Sinode adalah sebuah konsili kecil.” Seperti yang dikatakan Bunda Nieves Garcia, tak seorang pun pernah mendengar tentang Sinode pada awal 1960-an; tampaknya tidak mungkin seorang gadis berusia dua belas tahun dapat berbicara tentang sesuatu yang begitu baru dalam kehidupan Gereja; selain itu, Conchita mendefinisikan Sinode dengan cukup akurat sebagai "konsili kecil".

 

Paus Paulus VI mendirikan Sinode Para Uskup pada September 1965, hanya dua bulan sebelum penampakan terakhir di Garabandal. Sejak saat itu, Sinode mengadakan pertemuan setiap beberapa tahun sekali. Jelas, Bunda Maria tidak mengacu pada salah satu pertemuan rutin Sinode ini. Lagi pula, sebuah pewahyuan yang mengatakan bahwa nubuat akan terjadi pada tahun di mana peristiwa yang dijadwalkan secara teratur terjadi, bukanlah pewahyuan sama sekali. Tetapi Conchita diberitahu bahwa Sinode yang bersangkutan akan menjadi “penting”, dan ‘Sinode tentang Sinode’ saat ini tentu saja adalah demikian. Untuk pertama kalinya, ‘sinode tentang sinode’ dari paus Francis ini akan menjadi Sinode dengan dimensi yang mendunia. Setiap keuskupan di seluruh dunia mengundang umatnya untuk ikut berpartisipasi. Tingkat konsultasi dan dialog akan berada pada skala yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam sejarah Gereja. Prosesnya telah dimulai, akan berlanjut dalam berbagai fase selama beberapa bulan mendatang, dan mencapai puncaknya tahun depan di Roma. Sejak Sinode Para Uskup dilembagakan pada tahun 1965, tidak ada calon lain yang lebih mungkin untuk “Sinode penting” yang – dalam kata-kata Bunda Nieves Garcia – akan merupakan sebuah “pra-Warning”.

 

 

Setelah Kepausan Paus Benediktus XVI

 

Pada tanggal 3 Juni 1963, ketika Conchita pergi ke gereja untuk berdoa bagi jiwa Paus Yohanes XXIII yang baru saja meninggal, dia mendengar suara Bunda Maria berkata, “Setelah paus ini, hanya ada tiga (paus) yang tersisa. Setelah itu akan terjadilah akhir zaman.” Segera setelah itu, Perawan Maria menyatakan kepada Conchita bahwa juga akan ada paus keempat yang akan "memerintah Gereja untuk waktu yang sangat singkat". Prediksi terakhir ini luar biasa karena digenapi dalam tiga puluh tiga hari kepausan Yohanes Paulus I, sehingga mendukung keandalan nubuatan paus lainnya dari Bunda Maria. Bahkan, kepausan singkat Yohanes Paulus I dapat dianggap sebagai tanda bahwa penegasan pertama Bunda Maria juga benar: bahwa setelah paus ketiga (Beniktus XVI), akhir zaman akan dimulai.

 

Banyak komentator telah membahas arti “akhir zaman”. Pastor José Luis Saavedra berkomentar, kita tidak punya alasan untuk berpikir bahwa dunia akan berhenti menjadi ada, atau bahwa tidak akan ada lagi paus setelah waktu ini. Sebaliknya, Gereja akan memasuki periode yang menentukan dalam sejarahnya di mana Hati Maria yang Tak Bernoda akan menang, seperti yang dinubuatkan di Fatima.

 

 

Peristiwa Peringatan: Setelah Kesengsaraan Dunia

 

Para visiuner menggambarkan masa kesengsaraan ini dengan berbagai cara. Seperti yang dinyatakan sebelumnya, Rusia secara tiba-tiba menyerang bagian dari dunia bebas. Dalam sejumlah pernyataan, gadis-gadis itu menggambarkan ‘kesengsaraan dunia’ ini yang melibatkan “kembalinya” komunisme. Pada 1960-an, tidak ada tanda-tanda bahwa komunisme akan menghilang dalam waktu dekat. Faktanya, pada saat ini, ia mencapai tingkat pengaruh global yang terbesar. Bagi gadis-gadis visiuner Garabandal, yang mengatakan bahwa kesengsaraan akan melibatkan "kembalinya" komunisme, menunjukkan bahwa mereka telah diberitahu tentang peristiwa masa depan yang akan terjadi setelah komunisme dalam arti tertentu "pergi". Dari sudut pandang kita pada tahun 2022 sekarang ini, itu semua adalah sangat masuk akal. Runtuhnya Uni Soviet pada 1990-an menandai kematian kepemimpinan komunisme global, sebuah entitas yang telah menyebarkan kesalahannya ke seluruh dunia.

 

Serangan Rusia terhadap Ukraina dapat diartikan sebagai manifestasi dari “kembalinya” komunisme ini. Putin, sebagai pejabat KGB, bukan sekadar fungsionaris rezim komunis lama. Bosnya, Yuri Andropov, memerintahkan upaya pembunuhan terhadap Paus Yohanes Paulus II, dan Putin terus melindungi KGB sejak mengambil alih pemerintahan otokratis di Rusia. Dari berbagai pernyataan publiknya, jelas bahwa Putin mendambakan kekuasaan yang pernah dijalankan oleh Rusia atas negara-negara Soviet lama.

 

Dalam artian yang sebenarnya, komunisme “kembali” dengan perilaku megalomaniak Vladimir Putin. Namun, ada pengertian yang lebih luas di mana komunisme sekali lagi mulai menonjol dalam berbagai urusan dunia. Marxisme budaya, seperti yang dimanifestasikan terutama oleh teori ras kritis, ideologi gender dan feminisme radikal, memiliki budaya Barat dalam cengkeraman kematiannya. Dalam beberapa dekade terakhir, negara-negara seperti Irlandia telah menolak prinsip-prinsip moral dari Alkitab yang pernah diabadikan dalam warisan Kristiani mereka. Sebagai gantinya, mereka dengan sepenuh hati menganut pandangan dunia Marxisme budaya, memberlakukan undang-undang yang memungkinkan aborsi permisif dan “perkawinan” antara orang-orang dari jenis kelamin yang sama.

 

Namun, komunisme tidak hanya muncul dalam urusan negara. Para uskup dan teolog juga telah benar-benar terkontaminasi. Ketua Konferensi Uskup Jerman, Uskup Georg Bätzing, baru-baru ini menyatakan bahwa ajaran Gereja adalah salah mengenai tidak dapat diterimanya hubungan seks di luar nikah atau di antara sesama homoseksual. Dia mengklaim bahwa aktivitas seksual semacam ini baik-baik saja dari sudut pandang moral jika dilakukan secara bertanggung jawab. Pada bulan Januari, Kardinal Hollerich, orang yang diangkat paus Francis sebagai penanggung jawab ‘Sinode tentang Sinode’, menyatakan bahwa ajaran Gereja tentang homoseksualitas adalah “salah”. Ini adalah contoh-contoh mengejutkan dari tokoh-tokoh senior Gereja yang telah meninggalkan antropologi alkitabiah dan menggantinya dengan sudut pandang yang murni berdasarkan adat-istiadat atheistik dari budaya kontemporer.

 

 

Kata-kata Terakhir

 

Ada indikasi lain bahwa peristiwa-peristiwa itu sudah dekat. Para visiuner menyatakan bahwa itu akan terjadi ketika gereja-gereja akan ditutup dan umat beriman akan dicegah menerima sakramen-sakramen, yang merupakan sesuatu yang telah terjadi untuk pertama kalinya dalam sejarah di tingkat global karena alasan pandemi.

 

Jika nubuatan-nubuatan Garabandal memang benar-benar akan digenapi, apa yang harus kita lakukan? Nah, satu hal yang tidak boleh kita lakukan adalah membuang-buang waktu untuk mencari tahu secara rinci tanggal pasti dari Keajaiban. Banyak usaha telah terbuang sia-sia untuk memuaskan keingintahuan sia-sia ini selama enam puluh tahun terakhir. Cukuplah untuk menyadari bahwa peristiwa-peristiwa akan terjadi selama masa hidup banyak dari kita. Bagaimana pun, Conchita sudah berusia tujuh puluh dua tahun saat ini dan dia telah dipercaya untuk mengumumkan tanggalnya kepada dunia. Tanggapan utama kita, tentunya, harus memperhatikan pesan-pesan yang dipercayakan kepada para gadis visiuner: bahwa hari-hari kita dipusatkan pada doa, penebusan dosa, dan Ekaristi, dan bahwa kita hidup dengan benar. Jika kita melakukan hal ini, maka kita dapat memainkan peran kita dalam melindungi dunia dari Hukuman atau Pemurnian. Di zaman yang terus berubah ini, dengan begitu banyak disinformasi, penting untuk menemukan cara berkomunikasi di internet menggunakan platform yang ditulis oleh umat Katolik yang setia bagi umat Katolik yang setia.

 

-------------------------------

 

BENCANA-BENCANA

"Memang benar bahwa saya memberikan pesan terakhir [kepada Bunda Godinho], tetapi saya juga tidak dapat menyampaikan tanggalnya -- hanya untuk memperingatkan dunia bahwa Peringatan besar itu akan datang kepada umat manusia. Itu akan menjadi Peringatan bencana besar, dan kemudian akan ada Keajaiban besar. Dan setelah itu, jika tidak ada perubahan dan manusia terus melanggar Bapa di Surga, Dia terpaksa harus memulai pencobaan yang mengerikan, hukuman yang mengerikan. Karena akan ada sebuah Perang besar dan akan ada sebuah Pemurnian besar, Pemurnian yang mengerikan." - Jacinta Marto, 8 Juni 1974

 

 

LEDAKAN

"Akan ada sebuah ledakan dahsyat, dan langit akan berguling seperti gulungan. Kekuatan ini akan masuk ke dalam jati diri manusia. Dia akan memahami semua pelanggarannya terhadap Tuhannya." - Bunda Maria, Bayside, 12 Juni 1976

 

 

“Kamu telah membuat Gereja-Ku, hai para pastor, menjadi berantakan dan menjadi bahan olok-olok. Dan apa yang harus Kulakukan kepadamu, kamu yang akan datang ke hadapan-Ku dan mengatakan bahwa ajaranmu adalah murni? Aku akan mengusirmu dan membuat kamu terlupakan di dalam api!" - Yesus, Bayside, 2 April 1977

 

 

“Kamu harus membersihkan Rumah-Ku dari semua bidaah, kesalahan, kesesatan, dan pendusta yang telah kau izinkan masuk ke dalamnya. Kamu harus membersihkannya dan menata Rumah-Ku, atau Aku akan datang di antara kamu dan mengirimmu keluar dari Rumah-Ku ke dalam api kutukan abadi." - Yesus, Bayside, 24 Desember 1976

 

 

“Berapa lama lagi Bapa Yang Kekal akan bersabar dengan harapan bahwa kamu akan berbalik dari jalanmu saat ini yang menuntun jiwa-jiwa ke jalan menuju kebinasaan? Bergegaslah, dengarkan, dan dengarkan, karena peringatan yang diberikan kepadamu sekarang adalah salah satu peringatan terakhir yang diberikan kepada umat manusia.

 

“Semua yang telah menyerahkan diri mereka kepada kesenangan daging, semua yang telah menyerahkan diri mereka kepada cara-cara baru dari paham humanisme dan modernisme, yang diciptakan oleh setan untuk menjerat umat manusia, semua orang yang menutup telinga mereka terhadap suara Kami, akan terbakar!" - Yesus, Bayside, 28 Mei 1975

 

------------------------------------

 

Silakan membaca artikel lainnya di sini:

 

Inilah Saatnya

LDM, 27 Maret 2022

Dua Belas Janji Hati Kudus Yesus Kepada St. Margaret Mary Alacoque

Gereja Baru: Menerima Komuni Dengan Lidah Dilarang, Tapi Punya Selir Diizinkan

Mari Kita Bicara Tentang Rosario

Setelah Misa Kudus, Tidak Ada Devosi Lain Yang Lebih Besar Dari Rosario

LDM, 31 Maret 2022