Monday, April 18, 2022

Seorang Bintang Porno Diminta Menyanyi Di Lapangan St.Petrus

 SEORANG BINTANG PORNO DIMINTA MENYANYI DI LAPANGAN ST.PETRUS

 https://www.churchmilitant.com/news/article/soft-porn-star-to-sing-in-st-peters-square 

 

Penyanyi homoerotik menghibur para remaja pada perayaan Paskah di Vatikan

 

by Jules Gomes  •  ChurchMilitant.com  •  April 15, 2022  

 

VATICAN CITY (ChurchMilitant.com) - Para uskup Italia telah mengundang penyanyi dan rapper porno terkemuka Italia, untuk tampil di St. Peter's Square, pada Senin Paskah di hadapan 60.000 penonton remaja.

 

 

Blanco (kanan) dan Mahmood, berpose telanjang di sampul Vanity Fair 


Riccardo Fabbriconi, yang dikenal secara profesional sebagai Blanco, mendapat pujian dari para penggemar LGBTQ + setelah penampilan homoerotic di Festival Sanremo 2022 Italia di mana dia melakukan aksi bersama dengan penyanyi Alessandro Mahmood, yang adalah seorang gay.

 

"Blanco dan Mahmood telah menjadi ikon sejati bagi kaum homoseksual," kata media Italia

 QDS.it melaporkan, mengomentari "lagu intens dan mempesona dari 'Brividi,' (diterjemahkan sebagai "menggigil" atau "gemetar"). Lagu ini menggunakan "kata-f" dan merayakan relasi atau hubungan homoerotik.

 

Undangan kepada Blanco adalah atas perintah dari Konferensi Waligereja Italia (CEI), yang telah mengorganisir ziarah pemuda nasional yang dipimpin oleh Pastor Michele Falabretti, kepala Pelayanan Para Uskup Nasional untuk Pelayanan Bagi Pemuda.

 

Sekitar 60 uskup diharapkan menghadiri acara tersebut, dengan membawa serta orang-orang muda dari keuskupan mereka ke Vatikan. Media para uskup ‘Avvenire mengatakan bahwa  penampilan artis homosex Blanco akan mempersiapkan para remaja untuk pertemuan doa dan khotbah dari paus Francis pada malam yang sama.

 

 

Sebuah Pesan yang 'Tidak Layak’

 

Uskup Antonio Suetta dari keuskupan Ventimiglia-San Remo mengatakan kepada surat kabar Italia La Nuova Bussola Quotidiana bahwa dirinya merasa tersinggung dengan undangan tersebut karena "pesan yang disampaikan oleh artis Blanco tidak layak bagi sebuah konteks Katolik."  

Blanco dan Mahmood telah menjadi ikon sejati bagi kaum homoseksual. GabTweet 

"Jika hiburan dimaksudkan untuk mempersiapkan anak-anak bagi pertemuan dengan paus dan untuk berdoa, saya akan merasa lebih tepat untuk mengundang para seniman di bidang musik Kristiani, karena akan ada warisan suci dari mereka," kata Suetta.

 

Foto-foto publik Blanco "mencerminkan pendekatan terhadap tubuh, hubungan manusia dan visi hidup yang bertentangan dengan visi Kristiani," kata uskup itu. "Saya juga melihat foto dia hanya mengenakan pakaian dalam, sambill meremas alat kelaminnya dengan tangannya."
 

Blanco dan Mahmood tampil telanjang bulat di sampul Vanity Fair edisi Italia, hanya menutupi alat kelamin mereka dengan tangan. (Church Militant telah membuat piksel bagian ofensif pada gambar, yang ditunjukkan di atas.)

 

Suetta, salah satu uskup Italia satu-satunya yang menentang semangat zaman, menjelaskan:

Saya mengerti bahwa dunia telah jatuh ke dalam budaya vulgar, tetapi kita, sebagai sebuah Gereja, haruskah kita mendukung hal-hal yang vulgar seperti itu? Kami memiliki warisan seni yang sangat besar dengan berbagai ekspresi; Gereja selalu menggunakan cara-cara ini untuk meningkatkan semangat, menerangi mode dan gaya yang berbeda dari waktu ke waktu. Tapi bisakah kita menyebut pertunjukan semacam ini sebagai "seni"?

 

Saya sudah lama mendapat kesan bahwa kesalahan ini berasal dari konsep dialog yang disalahpahami. Saya memberi nilai positif pada dialog. Jelas, saya tidak menganggapnya mutlak, karena makna hubungan manusiawi kita tidak dapat dibatasi pada dialog. Seharusnya kita tidak bingung dengan kompromi; Dialog adalah alat kecerdasan kita untuk saling mengenal dan berjalan bersama menuju kebenaran. 

Saya juga melihat foto Blanco praktis dalam pakaian dalam, meremas alat kelaminnya dengan tangannya. GabTweet

Pada minggu pertama bulan April, rapper itu menjadi berita utama ketika dia mengambil bra dan mengenakannya di sekitar dadanya yang bertato. Bra itu dilemparkan ke arahnya oleh seorang penggemar wanita muda di barisan depan di sebuah konser di Padua.

 

"Bagi sebagian orang, tindakan mengenakan pakaian dalam wanita adalah sinyal untuk mendefinisikan diri mereka sebagai 'cair – bisa laki bisa perempuan.' Bagi yang lain, Blanco sekali lagi menunjukkan semangat eklektiknya," komentar harian Italia Il Giornale

Latest Perversion of 'Art'

 

Penyimpangan 'Seni' Terbaru

 

Vatikan dan para uskup Italia telah membuat skandal di kalangan umat beriman dalam beberapa tahun terakhir dengan sejumlah pameran yang berkedok sebagai seni.

 

"Gender fluid" Blanco mengenakan bra di konser Padua 

 

Sumbangan dana dari Peter's Pence, koleksi amal paus, digunakan untuk mendanai film biografi Elton John, seorang hmosex, yang berjudul Rocketman 2019, yang menampilkan adegan seks gay yang terang-terangan. Penyanyi Elton John, yang "menikahi" "suaminya" David Furnish, mengecam Gereja sebagai "munafik" karena mendanai filmnya tetapi menolak untuk memberkati pernikahan sesama jenis.

 

Umat ​​Katolik yang setia pada ajaran yang sejati dari Yesus Kristus juga mengecam keras kandang Natal di Vatikan 2018 karena menampilkan sosok homoerotik. Tempat tidur Natal, yang dimaksudkan untuk menggambarkan tujuh tindakan belas kasih jasmani, dibuat di Montevergine, sebuah kota yang terkenal karena hubungan dekatnya dengan komunitas LGBTQ+ Italia.

 

Pada tahun 2017, Uskup Agung Vincenzo Paglia, kepala Akademi Kepausan untuk Kehidupan, menugaskan seniman homoseksual Ricardo Cinalli untuk melukis mural homoerotik pada dinding katedralnya di keuskupan Terni-Narni-Amelia.

 

Lukisan mural itu mencakup gambar homoerotik Uskup Agung Paglia sendiri dan menggambarkan Yesus mengangkat ke Surga dua jaring yang diisi dengan para homoseksual telanjang dan setengah telanjang, transeksual, pelacur dan pengedar narkoba yang terlibat dalam interaksi seksual.

 

 

Lukisan mural yang dipajang pada dinding Gereja Katedral dari Uskup Agung Paglia

 

 


 

Saya mengerti bahwa dunia telah jatuh ke dalam kebiasaan vulgar, tetapi kita, sebagai Gereja, haruskah kita mendukung sikap vulgar? GabTweet

 

 

Pada April 2008, pihak berwenang di Katedral St. Stephen di Wina menyulut kemarahan orang banyak ketika mereka memamerkan karya seni yang menggambarkan Perjamuan Terakhir sebagai pesta seks homoerotik. Pameran, "Agama, Daging dan Kekuasaan," oleh pematung kontroversial Alfred Hrdlicka, menggambarkan Yesus sedang dibelai dan para Rasul saling meraba-raba.

 

Kardinal Christoph Schönborn memerintahkan penghapusan pameran Perjamuan Terakhir itu, tetapi gambar-gambar menghujat lainnya — termasuk satu yang menunjukkan Kristus dibelai saat di Salib — dibiarkan dipajang.

 

“Saya tidak berpikir hal itu akan membantu anak-anak untuk mengenal Yesus Kristus lebih baik dengan menawarkan kesempatan lebih lanjut untuk mendengarkan Blanco," keluh Uskup Antonio Suetta "Itu adalah sesuatu yang mempermalukan, menciptakan kekhawatiran dan ketidaknyamanan. Jika yang dimaksud dengan skandal adalah sesuatu yang benar-benar menghalangi, ya, memang demikian." 

Kantor Pers Takhta Suci tidak mau menanggapi permintaan komentar oleh Church Militant pada waktu siaran pers. 

---------------------------

 

Sillakan membaca artikel lainnya di sini: 

Cardinal Marx vs. St. Peter Damian

LDM, 12 APRIL 2022

Komuni di tangan

Quotes 16042022 tentang nubuat

Pedro Regis, 5266 - 5270

Anne - Lokusi 1 / 12

Anne - Lokusi 2 / 12