Wednesday, April 11, 2018

PETISI BEBERAPA UMAT KATOLIK KEPADA USKUP-USKUP...


BY VC EDITORS | APRIL 10, 2018 · 23:31

PETISI BEBERAPA UMAT KATOLIK KEPADA USKUP-USKUP DAN WAKIL USKUP-USKUP BELANDA
(Diterbitkan ulang disini atas ijin dari para penulis)


SURAT PENDAHULUAN

Dr. G.J.M. van den Aardweg
Borgerweg 1 – 2111 CG Aerdenhout
Prof. Dr. Ir. W.J. Witteman
D.Nijhoffstr. 14 -7552 GR Hengelo
Aerdenhout/Hengelo, 4 April 2018
Kepada:  
Mgr. Dr. Aldo Cavalli
Apostolic Nuncio
Carnegielaan 5
2517 KH ‘sGravenhage


Yang Mulia,

Terlampir kami kirimkan kepada anda, sebagai wakil dari sekelompok umat Katolik Belanda, sebuah Petisi yang menyemangati kepada para Uskup dan Uskup Auksilier Belanda, yang terdiri atas tiga buah permintaan konkret. Kami telah membatasi jumlah kelompok penandatangan, tetapi jelas bagi kami bahwa banyak umat Katolik ortodoks sangat mendukung inisiatif ini, di antara mereka ada juga banyak imam yang ikut serta.

Seperti yang anda ketahui, permintaan ini sejalan dengan beberapa inisiatif internasional seperti tindakan yang dilakukan di Polandia (dengan lebih dari 140.000 penandatangan), dan, misalnya, panggilan kepada umat beriman di Amerika Serikat oleh Editor Kepala Catholic World News, Mr Lawler, untuk menyampaikan kepada Uskup-uskup mereka dengan permintaan yang sama. Kenyataan bahwa kami memiliki permintaan saat ini sebelum prakarsa di atas dipublikasikan, menggambarkan bahwa kebutuhan yang mengilhami Petisi ini adalah merupakan sebuah realitas Katolik internasional.

Untungnya, beberapa pernyataan klarifikasi terbaru oleh Yang Mulia Cardinal Eijk jelas-jelas sejalan dengan Petisi ini; tetapi mengingat situasi aktual di dalam Gereja, kami berharap bahwa dalam kelanjutannya para Uskup Belanda akan mengambil langkah-langkah lebih lanjut yang diperlukan untuk melindungi ortodoksi dan umat beriman.

Pada prinsipnya, kami menganggap Petisi ini sebagai sebuah Surat Terbuka, karena ini bukanlah tentang pertanyaan-pertanyaan yang tidak disengaja, tetapi ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang penting yang secara langsung berhubungan dengan nasib semua umat Katolik. Oleh karena itu, kami berniat untuk mengumumkan secara terbuka surat ini dalam waktu segera.

Kami berharap para Uskup dan para Uskup Auksilier akan setuju dengan pandangan yang mendasari dari Petisi ini dan tidak menganggap bahwa tiga permintaan yang konkret ini sebagai kritikan, tetapi sebagai dukungan bagi tindakan mereka.


Dengan segala hormat,

atas nama penandatangan,

Dr. G.J.M. van den Aardweg                              Prof. Dr. Ir. W.J. Witteman




+ + +



PETISI
 I – Pendahuluan

Yang Mulia,

Sampai beberapa tahun berlalu peristiwa-peristiwa ini nampaknya tidak dapat dibayangkan, tetapi dalam beberapa tahun terakhir ini kita sangat tercengang demi mendapati bahwa Vatikan, di bawah kepausan Paus Fransiskus, telah mengambil jalan yang sangat menyentuh esensi ajaran Gereja tentang pernikahan dan seksualitas yang harus disebut sebagai jalan degradasi (kemerosotan moral).
Awalnya orang masih berusaha mencoba untuk membenarkan pernyataan-pernyataan yang amat meragukan dan langkah-langkah dari Paus sendiri atau dari para asistennya, dengan harapan bahwa kesalahan atau ‘keseleo lidah’ itu akan bersifat sementara dan kemudian nanti akan diluruskan lagi. Tetapi sekarang hal itu sudah tidak mungkin lagi dipertahankan. Sudah ada terlalu banyak masalah yang tidak bisa dibiarkan terus terjadi seperti ini, sudah terlalu banyak terjadi perpecahan dan ketidakpastian yang diciptakan.

Sebagai pengingat, disini kami sampaikan beberapa masalah yang terjadi:

* Perwakilan Vatikan seolah-olah menyetujui teori mengenai perubahan iklim di PBB yang secara ilmiah tidak berdasar dan berbahaya secara moral, karena masalah itu adalah merupakan  kewajiban agama;
* Laporan yang dimanipulasi pada Sinode Episkopal 2014 di Roma, yang menuju kepada kebebasan perceraian dan pengakuan atas hubungan homoseksual;
* Paragraf-paragraf dalam anjuran Amoris Laetitia, di mana pintu dibuka lebar-lebar bagi pasangan menikah yang sah, bercerai, dan kemudian menikah lagi (dengan orang lain), untuk menerima Komuni Kudus tanpa memenuhi persyaratan yang dianjurkan, dan di mana prinsip ‘keyakinan subyektif pribadi’ dapat berada di atas hukum Allah yang telah dikenal selama ini;
* Penolakan terus-menerus dari Paus untuk memberikan klarifikasi (yang benar & Katolik) kepada para kardinal dan orang-orang lain yang telah menyampaikan “Dubia” mereka dengan penuh hormat dan dengan argumen-argumen yang kuat  - serta tindakan Paus yang mengabaikan keberatan serius yang disampaikan oleh Kongregasi untuk Ajaran Iman (Kardinal Müller);
* Persetujuan resmi kepausan kepada uskup-uskup Argentina, Jerman, dan Malta, yang menggunakan paragraf yang disengketakan (bab 8 dalam Amoris Laetitia) dengan pengertian liberal yang sengaja mereka kehendaki (orang-orang yang bermasalah dalam perkawinan mereka, diijinkan menerima Komunis Kudus tanpa terlebih dahulu mengaku dosa ataupun memperbaiki kehidupan mereka yang berdosa);
* Memberikan penghargaan kehormatan kepada para aktivis aborsi dan feminis radikal (termasuk disini adalah pemberian penghargaan kepada ex-menteri Belanda, Ploumen, serta perlakuan sembrono sesudahnya);
* Penunjukan orang-orang di dalam dan di luar Vatikan, yaitu orang-orang yang menolak Humanae Vitae atau bahkan orang-orang yang pro-aborsi, pengangkatan para penasihat dan uskup di berbagai belahan dunia yang dikenal secara terbuka menganjurkan pengakuan atas hubungan homoseksual;
* Sikap yang patut dipertanyakan dari sebuah komite (yang dibentuk oleh Vatikan) yang berniat untuk "perlu memeriksa kembali Humanae Vitae"; dimana disitu ada kemungkinan dilakukannya persiapan untuk penghapusan kehidupan selibat para imam secara menyeluruh; dan membuka kemungkinan untuk membahas pembentukan "diakon-diakon wanita";
* Pemujaan terhadap Luther yang salah kaprah serta penolakan terhadap kebutuhan untuk berusaha mempertobatkan orang-orang dari golongan lain;
* Meremehkan bahaya dari golongan lain; mengusulkan golongan lain sebagai agama kemanusiaan yang tidak bersalah – disini kita tentu saja tidak berbicara tentang pribadi-pribadi dari golongan itu;
* Penyerahan para uskup Katolik dan 60 juta umat beriman di Tiongkok kepada negara dan pemerintahan Komunis, yang dapat menjadi salah satu skandal paling serius dalam sejarah Vatikan.

Semua ini adalah saling berhubungan satu sama lain. Benang merah yang melintasinya kira-kira seperti Modernisme dan Protestanisme. Setengah abad yang lalu kita telah mengalami di Belanda bagaimana kesalahan-kesalahan ini telah menghancurkan sebagian besar Gereja kita yang sebelumnya sangat vital bagi masyarakat. Tetapi setelah adanya konsolidasi dan pemulihan secara hati-hati di bawah kepemimpinan para paus sebelumnya, serta gagasan-gagasan dan usulan-usulan para teolog pembangkang serta pengikut mereka dari tahun enampuluhan, kini datanglah kehancuran itu kepada kita yang berasal dari dalam Vatikan sendiri. Karena itu kami tidak berkhayal, ke arah mana semua ini akan menuju.

II – Tiga permintaan kepada uskup-uskup Belanda

Yang Mulia,

1. Para imam dan umat beriman, kepada siapa anda memikul tanggung jawab sebagai Uskup, mungkin akan dengan benar dan berani memohon kepada anda di saat kebingungan dan ketidak-amanan ini, agar anda memimpin mereka melewati ajaran-ajaran yang tidak ambigu, yang tetap setia kepada Kristus dan untuk melindungi mereka dari kesalahan-kesalahan di dalam doktrin dan praktek-praktek Kristiani yang sekarang ini mendapatkan kesempatan untuk berkembang.

Dengan segala hormat kami meminta anda, para uskup, untuk berbicara :
-demi penegakan Humanae Vitae;
-untuk mempertahankan doktrin dan praktek Kristiani sehubungan dengan penerimaan Komuni Kudus oleh orang yang sudah menikah secara sah, yang bercerai dan menikah lagi dengan orang lain dalam sebuah relasi baru;
-untuk mempertahankan doktrin moral Kristiani tentang hubungan homoseksual;
-untuk mempertahankan hukum kanon dan dekrit Konsili Trente, setelah Konsili Vatikan II (Lumen Gentium); terutama untuk mempertahankan doktrin tentang supremasi Hukum Allah atas hati nurani subyektif individu.

Secara konkrit, kami merangkum permintaan-permintaan ini dalam satu permintaan sederhana: Bersediakah anda menyatakan kesetiaan anda kepada dan menjunjung tinggi tulisan-tulisan doktrinal para paus sebelumnya: Beata Paul VI, St. Yohanes Paulus II, dan Benediktus XVI?

2. Selain itu, kami meminta anda, sebagai Uskup yang pertama-tama ditunjuk di dalam Gereja dengan meniru Santo Paulus, dapat memperingatkan Paus dan / atau otoritas tertinggi lainnya atas kesalahan-kesalahan serius ini dan, jika perlu, untuk mengoreksinya sesuai dengan prosedur yang ada; untuk bergabung dengan para uskup yang bersikap tulus dan berani di Gereja di seluruh dunia, agar berbicara kepada Paus dengan cara yang benar.
Secara tegas kami bertanya kepada anda:

Bersediakan anda bergabung untuk menyampaikan permintaan guna mendapatkan klarifikasi yang benar dari petikan-petikan kontroversial di dalam Amoris Laetitia, seperti yang diajukan kepada Paus oleh para penggagas "Dubia", yaitu kardinal Caffarra, Burke, Meissner, dan Brandmüller?

Tentu saja kami berharap bahwa Uskup-uskup dan Uskup-uskup Auksilier Belanda akan dengan suara bulat membuat gerakan seperti itu. Jika ini tidak terjadi, maka permintaan kami akan berlaku bagi masing-masing Uskup dan wakil Uskup secara terpisah, sebagai otoritas yang bertanggung jawab di keuskupannya sendiri-sendiri.

3. Ketiga, kami meminta perhatian anda terhadap kebutuhan mendesak dari Gereja-gereja di China:

Bersediakan anda berupaya agar Vatikan tidak menyerahkan Gereja di China kepada rezim komunis, guna menanggapi permintaan mendesak dari mereka yang benar-benar tahu apa artinya ini? Bersediakah anda mendukung Cardinal Zen secara terbuka?


Terima kasih atas perhatian anda, dan dengan segala hormat kami:

Dr. H.F. Boon, Hengelo
H. Bos, Ede
Drs.  B.J. Bruggeling, Oldenzaal
Pastoor J.M. de Hommel, H. Landstichting.
Mr. C. de Kiefte, den Haag
Prof. H.C.M. de Swart, Tilburg
H. Huyskens, Ommen
Mr. drs. H.H.M. Jansen, Nederweert
Ing. A.J. Kors, Wassenaar
Ir. N.J.M. Kuipers, Delden
A.P.M. Meijknecht, Leeuwarden
Pastoor C. Mennen, lic., Vlijmen
Drs. Y.J.J. Postma, Leeuwarden
H. J. Rijkers, oud-hoofdredacteur KN, Malden
Dr. J. Schins, Amsterdam
Dr. G.J.M. van den Aardweg, Aerdenhout
H. van Winden, H. Landstichting
Drs. K.P. Wiecherink, Markelo
Prof. Dr. Ir. W.J. Witteman, Hengelo

Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/

No comments:

Post a Comment