Tuesday, April 17, 2018

SEORANG PENGACARA KATOLIK berbicara:


NEWSCATHOLIC CHURCHMon Apr 16, 2018 - 3:48 pm EST



SEORANG PENGACARA KATOLIK: 
PARA KARDINAL SEHARUSNYA MENYATAKAN BAHWA PF TELAH BERJALAN SESAT


By Stephen Kokx


DEERFIELD, IL, 16 April 2018 (LifeSiteNews)  - Sekitar 100 umat Katolik dari Amerika Serikat, Amerika Latin, dan Eropa menghadiri konferensi Keluarga Katolik 2018 di Illinois utara akhir pekan lalu.

Diiklankan dengan kata-kata "Senjata Bagi Pertempuran Kita," pertemuan yang berlangsung selama tiga hari itu diadakan di  sebuah hotel Hyatt Regency di luar Chicago dengan menampilkan pembicaraan dari  beberapa umat awam yang berpengetahuan luas dan para klerus yang terlibat dalam pertempuran dan pelestarian iman Katolik, termasuk ahli sejarah Gereja yang terkenal, sejarawan Roberto de Mattei.

Konferensi yang berfokus membicarakan Paus Fransiskus dan keluarga, adalah yang pertama diselenggarakan oleh Catholic Family News, sebuah surat kabar Katolik Tradisional, sejak 2016. John Vennari, editor koran yang mengelola organisasi ini sejak didirikan pada tahun 1994, meninggal dunia setelah pertempuran panjang melawan penyakit kanker pada bulan April 2017 lalu.

Krisis dalam keluarga
Dalam pidato pembukaannya, editor Matt Gaspers memberi penghormatan kepada pendahulunya, meyakinkan kepada para pendengarnya bahwa perjuangan untuk membela dan mempertahankan Tradisi Gereja akan terus berlanjut. Gaspers kemudian menyampaikan pidato yang mengutip ucapan Sr. Lucia dan Bunda Maria dalam upaya untuk menjelaskan serangan-serangan yang saat ini sedang dilancarkan terhadap keluarga.

“Meskipun sangat menyakitkan untuk menyaksikan krisis yang mengerikan ini di dalam Gereja dan keluarga, tetapi fakta bahwa itu telah terjadi seharusnya tidak mengherankan. Bunda Maria memberi tahu kita bahwa hal itu akan terjadi. ”“Krisis di dalam Gereja dan keluarga memiliki akar penyebab yang sama, yaitu, krisis kebapaan.”

Gaspers menyebutkan secara khusus nama Uskup Agung Vincenzo Paglia, presiden dari Akademi Kepausan untuk Kehidupan, yang pada bulan Maret lalu mengatakan "berbahaya" untuk berbicara tentang keluarga sebagai "gereja domestik."

Kredibilitas Uskup Agung Paglia sendiri adalah "hampir sampai pada titik nol," demikian kata Gaspers. Dia telah “membongkar institusi Akademi Kepausan untuk Kehidupan dan telah memerintahkan pemasangan lukisan-lukisan homoerotik di dalam Gereja.” Keluarga adalah hirarki patriarkal dari orang-orang dibaptis yang kepalanya berperan mengajar, mengatur, dan menguduskan. Dengan demikian, ini adalah refleksi dan mikrokosmos dari Gereja universal, katanya. Gaspers juga merinci bagaimana pernikahan dan keluarga adalah "senjata ampuh " yang harus digunakan dalam pemulihan Bunda Gereja.

Belas kasih yang benar dan yang palsu
Seorang imam Fransiskan tradisional, Pasor Isaac Mary Relyea, berbicara tentang Pengakuan Dosa, sebuah topik yang tepat bagi kebutuhan saat ini mengingat penerapan yang rancu atas Amoris Laetitia dan seruan yang terus menerus dari Paus Fransiskus untuk melaksanakan belas kasih di seluruh dunia.

Secara ekstensif dia mengutip ucapan St. Alphonsus Liguori (1696-1787), santo pelindung para bapa pengakuan, Pastor Relyea berpendapat bahwa ada rasa belas kasih palsu yang sedang dipromosikan di Roma saat ini. Rasa belas kasihan ini "dipelesetkan" dan sangat "menjijikkan," katanya.

Para imam telah “diwajibkan untuk menjelaskan tentang hati nurani” dan diminta untuk tidak pemberian pengampunan jika orang yang mengaku dosa itu tidak mau mengubah hidup mereka yang berdosa. Dan anda sungguh “gila” jika berpikir bahwa anda sedang memberikan berbelas kasihan dengan mengatakan bahwa seseorang yang hidup bersama dalam relasi yang tidak benar (homosex dan kumpul kebo) bahwa mereka berkenan bagi Allah, demikian kata imam itu dalam aksen Brooklyn.

Pastor Relyea menyampaikan juga tentang Empat Hal Terakhir - Kematian, Penghakiman, Surga, Neraka - ke dalam sambutannya, dimana dia mengingatkan bahwa meskipun Tuhan menunjukkan belas kasihan kepada mereka yang takut akan Dia, tetapi bagi mereka yang menyalahgunakan kerahiman-Nya, Dia menjalankan keadilan-Nya.

Imam yang lahir di New York itu mengatakan bahwa seruan Paus 2016 Amoris Laetitia sebagai “hal yang jahat” dan inilah belas kasih yang palsu itu. 

Persaudaraan Kristiani
Di antara pidato-pidato yang disampaikan, peserta konferensi mengikuti Misa pagi, menikmati minuman malam, dan mengunjungi pameran di tempat acara berlangsung, di mana Loreto Publications dan Yayasan St. Vincent Ferrer di Texas - di antara karya kerasulan lainnya - menjual buku-buku bacaan, buku misa, kain cadar, serta CD audio.

Simposium mengenai Kepausan Francis dan juga “Gereja Katolik: Ke mana Gereja sedang menuju?” yang diadakan di Roma pada tanggal 7 April (hari yang sama dari konferensi) menjadi topik umum percakapan di antara para tamu.

Seorang peserta, Elizabeth Yore, mengatakan kepada LifeSiteNews bahwa dia mengikuti konferensi itu karena “Adalah kewajiban bagi umat awam untuk melakukan perlawanan, dan untuk terus meningkatkan perlawanan terhadap apa yang sedang terjadi di Vatikan, terutama saat ini, mengingat bahwa begitu sedikitnya Uskup dan Kardinal yang bersedia untuk melakukannya."

Stasiun radio Katolik yang berbasis di Internet, Magnificat Media, juga menyiarkan langsung acara ini dari hotel. Kartu-kartu yang berisi doa dan literatur tentang Freemasonry dan Our Lady of Good Success juga diberikan kepada semua peserta yang hadir.

Meskipun sesat, tetapi Paus tetaplah Paus
Tiga pidato pada konferensi ""Senjata Bagi Pertempuran Kita" berfokus pada kepausan.
Sejarawan Gereja, Roberto de Mattei, mengatakan "devosi sejati" kepada Tahta St. Petrus menuntut umat Katolik untuk berbicara menentang "bidaah" yang sedang dipromosikan oleh Paus Francis, yang meski menyebarkan ajaran sesat, tetapi dia tetap menjadi paus.

Seorang Pastor Dominikan dari Kanada, Pastor Albert Kallio O.P. mengulang kata-kata Mattei. "Bahkan jika paus itu bidaah ... hal itu sama sekali tidak berarti bahwa dengan fakta itu, seperti yang kita katakan dalam bahasa Inggris ipso facto, dia akan berhenti menjadi paus."

Menolak klaim bahwa Paus Francis telah kehilangan jabatannya, Pastor Kallio berkata, “Bahkan mereka yang menganggap bahwa seorang paus yang secara nyata adalah sesat secara otomatis telah kehilangan jabatannya, tetapi sebelum paus kehilangan jabatannya masih diperlukan sebuah deklarasi yang dinyatakan oleh otoritas Gereja, yaitu para uskup."

Nampaknya Tuhan masih mengijinkan semacam “gerhana" untuk terjadi pada Gereja saat ini, demikian dia menyimpulkan.

Christopher Ferrara, seorang pengacara dan penulis Katolik yang produktif, menyampaikan pidatonya dengan kata-kata yang tegas dengan mendorong umat Katolik tidak hanya untuk mengemukakan ajaran-ajaran kekal Gereja, tetapi juga untuk mengekspos ajaran-ajaran problematis yang berasal dari Paus Fransiskus.

Berbicara dengan LifeSiteNews, Ferrara mengatakan "penentangan yang paling efektif terhadap apa yang dialami saat ini ketika kepausan yang paling bandel dalam sejarah kepausan, terpaksa harus mengalir keluar dari hirarki atas."

Penentangan seperti itu akan datang dalam bentuk pernyataan publik yang dibuat oleh sejumlah besar Kardinal yang menyatakan bahwa Paus Francis adalah “salah, dimana dia mencoba memaksakan kesesatan ke pada Gereja, bahwa usahanya untuk mendukung kesalahan ini sebagai ‘magisterium yang otentik' adalah sebuah penipuan ... dan bahwa umat beriman tidak boleh mengikuti paus ini dalam kesalahannya itu,” demikian kata Ferrara.

Kaum muda Katolik membutuhkan Tradisi Gereja
Pembicara lain yang secara khusus relevan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam  Gereja saat ini adalah yang diberikan oleh Alexandra Reis, seorang pemudi yang berusia 21 tahun, koresponden muda media Catholic Family News.

"Apa yang bisa dilakukan kaum muda untuk melawan iblis?" demikian Reis bertanya secara retoris. Bukan saja tetap mengikuti berita-berita dunia dan terus-menerus mengamati berbagai demo protes, tetapi mereka dapat melawan iblis dengan menjalankan tugas harian mereka.

Jika anda ingin “penebusan yang nyata” dan jika anda ingin benar-benar mengubah dunia, katanya, cobalah mencuci piring kotor, cobalah bangun dari tempat tidur tepat ketika alarm anda berbunyi di pagi hari. Persembahkan semua itu kepada Bunda Maria. Bunda Maria ingin kita mempersembahkan kurban ke pada hatinya.”

Reis mengatakan kepada LifeSiteNews bahwa kaum muda masa kini tidak diajari tentang kebaikan dari kemurnian dan kesopanan. Kaum Millenials memandang agama “sebagai salib” dan memberontak melawan “perbuatan-perbuatan yang sederhana.” Sebenarnya, “melalui hal-hal kecil itulah kita akan merubah dunia.”

Senjata-senjata lain dari pertempuran kami
Louis Tofari, pemilik Romanitas Press, sebuah perusahaan penerbitan yang membantu umat Katolik belajar tentang Misa Roma, menyampaikan pidato tentang liturgi.

Tofari mengatakan kepada LifeSiteNews bahwa Misa Roma "perlu digunakan untuk mempertobatkan jiwa-jiwa kepada Kristianitas dan untuk memulihkan Pemerintahan Sosial Kristus Raja."

Topik menarik lainnya yang dibahas pada konferensi itu adalah tentang kehidupan Pastor Augustus Tolton, mantan budak yang lahir pada pertengahan tahun 1800-an, yang ditahbiskan sebagai imam di Roma karena seminari di Amerika Serikat tidak ada yang mau menerimanya, karena dia adalah menjadi orang Amerika-Afrika.

Editor web Catholic Family News, Brendan Young, menghimbau kepada umat Katolik untuk mempersembahkan diri mereka kepada Bunda Terberkati, dalam pidatonya tentang St. Maximilian Kolbe dan Militia Immaculata.

Dr. Andrew Childs dari Akademi dan Kolese St. Mary di St. Mary's, Kansas, memberikan ceramah yang penuh wawasan tentang musik, sementara Uskup Bernard Tissier de Mallerais dari Perkumpulan Imam St. Pius X memberikan penjelasan terperinci tentang kehidupan Uskup Agung Marcel Lefebvre, pendiri Serikat St. Pius X.

Editor’s Note: visit the Catholic Family News website if you are interested in purchasing any of the talks in CD-format.

Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/

No comments:

Post a Comment