Tuesday, April 3, 2018

IMAM-IMAM SEGERA SAJA BEREAKSI....


IMAM-IMAM SEGERA SAJA BEREAKSI MEMBELA AJARAN GEREJA MENGENAI KEBERADAAN NERAKA
paulsimeon2014 April 3, 2018




Pastor Nicholas Gregoris dengan kukuh membela ajaran Gereja tentang keberadaan neraka, di tengah-tengah komentar kontroversial dari Paus Fransiskus yang menyangkal keberadaan neraka


Setelah pernyataan kontroversial tentang keberadaan neraka yang disampaikan oleh seorang wartawan atheis, Eugenio Scalfari, pada Jumat Agung kemarin, dari hasil wawancaranya dengan Paus Fransiskus beberapa tahun yang lalu, banyak imam turun ke Twitter untuk secara terbuka menegaskan ajaran tradisional Gereja tentang neraka.

Pastor Nicholas Gregoris, seorang penulis terkenal yang menulis untuk media Catholic News Service, Catholic World Report, Ireland’s Catholic Voice dan The Catholic Response, mengatakan: “Jika ada seorang Katolik, apalagi seorang imam, uskup ataupun paus, yang menyangkal keberadaan neraka beserta hukumannya yang kekal disana, maka dia adalah seorang bidaah.” Lebih lanjut dia menekankan: “Tidak ada paus yang memiliki otoritas untuk mengubah ajaran Kristus dalam Injil tentang neraka atau kebenaran lain dalam masalah ini.”

Pastor  Gregoris meminta kepada para kardinal dan uskup untuk mengambil tindakan dan membantu Paus Fransiskus kembali kepada jalan kebenaran: “Apakah para kardinal dan uskup benar-benar peduli dengan keselamatan kekal Paus Fransiskus? Atau apakah mereka harus menunggu waktu sampai terlambat? ”

Pastor Gregoris terkenal karena pembelaannya terhadap ajaran tradisional Gereja selama Sinode Keluarga (2014 & 2015) yang banyak diperdebatkan itu. Pada tanggal 6 Oktober 2015, selama konferensi pers, dia menantang dan mendekati Uskup Agung Paul-Andre Durocher setelah uskup itu menyarankan bahwa Komuni bagi umat yang bercerai dan menikah lagi layak untuk diperdebatkan, dan bahwa "mungkin ada perbedaan pendapat tentang hal itu".

Fr. Gregoris mendekati Uskup Agung setelah komentar-komentar itu: "Saya mengatakan kepadanya bahwa saya pikir sangatlah berbahaya untuk mengatakan bahwa Gereja dapat mengubah ajarannya tentang perceraian dan Komuni". Beberapa jam kemudian, Vatikan segera mencabut identitas pers dari pastor Gregoris dan melarang dia untuk meliput Sinode itu.


 Pastor Dwight Longenecker membenarkan pentingnya memperingatkan orang-orang tentang bahaya kutukan abadi di dalam neraka.

Pastor Dwight Longnecker, Pastor dari Gereja Our Lady of the Rosary di Greenville, Carolina Selatan. Dulu dia adalah seorang Protestan dan dari Gereja Anglikan. Dia mengatakan bahwa tidak ada salahnya dengan mendorong umat kepada rasa takut yang suci tentang adanya api neraka: “Yesus membuat orang takut dengan deskripsi yang jelas dan peringatan tentang neraka. Siapakah saya hingga tidak setuju dengan Yesus?" Dia juga berkata: "Menggunakan neraka untuk menakut-nakuti orang? Saya lebih suka takut ke Surga daripada merasa ditenangkan ke dalam neraka."


 Pastor Thomas Berg, Pastor Thomas Petri, dan Pastor Raymond Blake, semuanya juga membela ajaran Gereja tradisional tentang neraka.


Pastor Thomas Berg, seorang imam dari Keuskupan Agung New York dan yang merupakan spesialis dalam teologi moral, teori hukum alam dan etika medis, mengutip Paus Emeritus Benediktus XVI, yang pernah berkata: “Ketika seseorang tidak sadar akan penghakiman Allah, ketika seseorang tidak mengenal kemungkinan masuk neraka, karena kegagalan hidup yang radikal dan definitif, maka seseorang tidak akan mengenal kemungkinan dan kebutuhan untuk mengalami pemurnian.”

Pastor Thomas Petri, OP, Wakil Presiden dan Dekan Akademik dari Fakultas Kepausan dari Immaculate Conception di AS, sangat ringkas dan langsung berbicara lewat Tweeternya tentang neraka: "Neraka itu ada". Kicauan tunggal itu sejak itu telah di-retweet sebanyak 218 kali, dan ada 964 orang yang menyukainya di Twitter. Pastor Petri juga mengutip tulisan-tulisan St. Thomas Aquinas, yang menulis: "Tidak ada bencana yang lebih besar daripada mendapati diri kita berada di dalam neraka."

Pastor Raymond Blake, seorang imam dari Keuskupan Arundel & Brighton di Inggris selatan, menge-tweet sebagai tanggapan atas kontroversi tentang keberadaan neraka: “Tanpa neraka, maka penebusan dan keselamatan adalah konsep yang tidak bermakna; jadi pada akhirnya, Yesus Kristus tidak ada artinya apa-apa, Rahmat tidak dapat ditolak, manusia tidak memiliki kehendak bebas dan menjadi budak Tuhan. Oleh karena itu, ketiadaan neraka adalah neraka.”

Dalam sebuah artikel berjudul "Salib adalah pilihan untuk surga atau neraka" tertanggal 30 Maret yang ia publikasikan di blognya http://marymagdalen.blogspot.com, Pastor Blake menjelaskan lebih lanjut tentang ajaran Gereja mengenai neraka:

Doktrin tentang neraka pada dasarnya adalah berbicara tentang kehendak bebas. Manusia dapat memilih untuk memeluk Tuhan untuk selama-lamanya atau untuk menolak-Nya, manusia bebas untuk berkata 'ya' atau 'tidak'; kita dapat memilih antara hidup dan mati. Dengan cara yang sangat nyata kita dibuat seperti Tuhan sendiri, kita menjadi kekal… Pilihan itu adalah kekal karena kita ini kekal, kita bisa memilih Tuhan yang adalah Surga, atau neraka, di mana penderitaan disana adalah menjadi keputusan kita sendiri dengan cara menolak Tuhan.”


 Pastor Miguel Galvez menggambarkan wartawan Eugenio Scalfari sebagai "sekutu besar untuk menyebarkan kebingungan".

Fr. Miguel Galvez, Parochial Administrator, Divine Mercy Parish from the diocese of Madison in Wisconsin U.S.A,  reminded himself on Twitter to preach more often about hell: “Note to self: preach about the existence of hell in the next few days.” Also, Fr. Galvez observed that Scalfari “has proven to be a great ally to spread confusion.” The last Tweet was a reaction to another Twitter user, Francis Rocca, who complained that Scalfari “has yielded some of the most controversial quotations of [Pope Francis’] pontificate”, never officially confirmed verbatim but never explicitly denied.”

Pastor Miguel Galvez, Parochial Administrator, Paroki Divine Mercy dari keuskupan Madison di Wisconsin AS, mengingatkan dirinya sendiri di Twitter untuk lebih sering berkhotbah tentang neraka: “Catatan untuk diri sendiri: Berkhotbahlah tentang keberadaan neraka dalam beberapa hari ke depan.”

Juga, Pastor Galvez mengamati bahwa Scalfari “telah terbukti sebagai sekutu besar untuk menyebarkan kebingungan.” Tweet terakhir adalah reaksi dari pengguna Twitter lain, Francis Rocca, yang mengeluh bahwa Scalfari “telah menghasilkan beberapa kutipan kontroversial dari pemerintahan Paus Francis", dan celakanya hal ini tidak pernah secara resmi disetujui ataupun ditolak secara eksplisit oleh pihak Vatikan."

by Paul Simeon, Veritas

Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/

No comments:

Post a Comment