Thursday, April 26, 2018

SEBUAH KOMPLOTAN JAHAT




the Vortex
sebuah komplotan jahat
Semua itu akan berakhir di dalam neraka.

April 24, 2018

Sebuah persekongkolan tengah berlangsung di dalam Gereja saat ini, yang telah terjadi selama beberapa dekade, di mana perbuatan homosex sedang diusahakan untuk dianggap sebagai perbuatan yang normal. Seperti halnya persekongkolan lainnya, disitu juga ada rencana serta komplotannya.

Pertama, para anggota komplotan itu – manusianya tidak lain adalah pastor James Martin, imam Yesuit pro-gay dan para klerus di jajaran tinggi serta berpengaruh yang secara terbuka mendukungnya: Card. Blase Cupich dari Chicago; Card. Joseph Tobin dari Newark; Cdl. Kevin Farrell, kepala dari Dicaster bagi umat Awam, Keluarga dan Kehidupan di Roma; dan banyak lagi uskup-uskup pendukung kaum gay di seluruh negeri. Mereka ini adalah orang-orang yang berusaha membuat perbuatan homosex sebagai hal yang normal dan baik.

Komplotan itu, pada tahun 1988 mengadakan pertemuan di New York dengan berbagai kelompok gay dari seluruh Amerika yang membahas bagaimana negara dapat dibawa untuk menerima dan mengesahkan homosex. Pertemuan itu menghasilkan sebuah buku yang berjudul After the Ball: How America Will Conquer Its Fear and Hatred of Gays in the 90's (Bagaimana Amerika Akan Menaklukkan Ketakutan dan Kebenciannya Kepada Gay pada tahun 90-an) oleh penulis Marshall Kirk dan Hunter Madsen. Dalam buku mereka, mereka menyusun strategi empat titik untuk mencapai tujuan mereka. Tanpa membahas detailnya, rencana mereka berjalan dengan sangat baik, dan sekarang Amerika adalah negara yang paling ramah gay dalam waktu sekitar dua generasi saja.

Ya, hal yang sama juga terjadi di dalam Gereja, meskipun dilaksanakan sedikit lebih licik. Kasus penerimaan perbuatan sodomi tidak pernah secara terbuka dilakukan oleh para klerus dan uskup, tetapi kasus untuk menerima mereka yang melakukan sodomi selalu dilakukan oleh para anggota komplotan seperti yang disebutkan di atas. Mereka menyamarkannya sebagai seruan untuk melakukan belas kasih, pengertian dan penerimaan atas orang-orang - yang sangat luar biasa tidak-jujurnya - karena bagi mereka, tidak ada masalah yang penting bagi warga negara kecuali mereka mau menerima praktik sodomi. Itulah yang tidak disepakati oleh mayoritas warga negara, tetapi komplotan itu tidak bisa membiarkan percakapan orang banyak mengarah ke sana. Jadi, mereka mencoba untuk tetap fokus kepada manusianya, bukan perbuatan dosanya. Tetapi bagian paling cerdik dan licik dari komplotan ini sekarang mulai terungkap.

Melalui sekian banyak umat Katolik yang gay, yang disebut sebagai ‘para utusan’ di seluruh negara, yang sering dilaporkan oleh media The Vortex, sebuah kalimat tersamar telah dirumuskan. Dengan memainkan pepatah budaya bahwa kaum gay "memang dilahirkan seperti itu," maka para anggota komplotan ini diam-diam menyelinap ke dalam kalimat-kalimat yang mengandung arti bahwa bukan saja anda lahir sudah seperti itu (gay), tetapi bahwa Tuhan memang benar-benar menciptakan anda seperti itu (untuk menjadi gay). Hal ini memiliki efek spiritualisasi atas perbuatan sodomi dan, oleh karena itu, membuatnya nampak normal. Sebenarnya, lebih dari sekedar ‘menormalkan gay’, tetapi juga membaptisnya, menjadikannya sebagai ciptaan Tuhan yang perlu untuk dirangkul, dirayakan dan dinikmati. Lagi pula, Tuhan tidak akan membuat kesalahan, bukan? Ini semua adalah bagian dari persekongkolan orang-orang di dalam Gereja yang bertindak bagai siluman - seperti pastor James Martin dan teman-teman kardinalnya - untuk memaksakan kepada umat beriman sebuah gagasan menyimpang dan sakit bahwa Tuhan memberkati dan berkenan dengan perbuatan sodomi, sebagai ekspresi kasih yang otentik.

Selama beberapa dekade, persekongkolan ini telah terungkap dalam berbagai cara: kursus-kursus universitas Katolik; konferensi-konferensi yang membela kaum gay; berbagai buku yang ditulis oleh para ahli tentang hal ini; aliran jutaan khotbah yang mengatakan kita tidak boleh menghakimi; penekanan yang berlebihan atas keunggulan hati nurani manusia, terlepas dari pembentukan hati nurani yang benar; berbagai katekese yang mengerikan; pelayanan untuk meraih kaum gay di seluruh Gereja di Amerika dan seterusnya. Efek gabungan dari semua upaya ini selama bertahun-tahun adalah: menurunkan kecerdasan umat Katolik dengan cara  menarik emosi-emosi mereka serta mengabaikan ajaran-ajaran Gereja, dan semua itu telah berjalan dan berhasil dengan sangat baik.

Setiap jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas umat Katolik tidak hanya mau menerima homoseksualitas dan pernikahan sesama jenis, tetapi mereka juga mau menerima homosex lebih besar daripada agama-agama lain di Amerika. Dan saat ini klub gay di dalam Gereja Katolik sedang berusaha untuk meletakkan batu bata terakhir dengan mengusulkan bahwa Allah sendiri berkenan menahbiskan orang sodomi, bahwa Allah memang memilih untuk menciptakan seorang anak di dalam rahim ibunya sebagai gay - bagaimanapun juga, jika seorang anak dilahirkan seperti itu (gay), maka pastilah dia telah dikandung seperti itu (gay), bukan? Kata ‘jahat’ saja tidaklah cukup untuk menggambarkan kejahatan yang dilakukan orang-orang ini serta mereka yang terlibat didalamnya. Imam-imam gay, yang aktif dalam perbuatan homosex mereka – serta para uskup dan pemimpin agama mereka, telah dibutakan oleh karena kurangnya iman supranatural mereka sendiri – dan mereka telah menuntun Gereja dalam waktu singkat menuju kehancuran.

Seluruh umat Katolik yang setia harus memahami apa yang terjadi saat ini dan kemudian menolak komplotan jahat ini dengan keras. Banyak sekali jiwa bisa musnah karena orang-orang ini, dan ini adalah tugas kita untuk berusaha menyelamatkan sebanyak mungkin jiwa yang kita bisa.



Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/

No comments:

Post a Comment