Friday, May 18, 2018

100 TAHUN RENCANA FREEMASONERIA


100 TAHUN RENCANA FREEMASONERIA


Albert Pike di akhir tahun 1800-an, diberi serangkaian penglihatan oleh Lucifer yang menggambarkan bagaimana dia bermaksud membangun pemerintahannya yang total di dunia.



Untuk menegakkan kekuasaan 'tuhan' yang mereka sembah

by Chris Watkins  

Dalam terbitannya tahun 1989, The New World Order (Tata Dunia Baru), sejarawan A. Ralph Epperson mendokumentasikan dengan sangat jelas esensi dan tujuan dari Masoneria, berdasarkan pada tulisan-tulisan asli dari para anggota organisasi itu sendiri dengan 654 sumber referensi.

Disitu digambarkan terutama karya seorang anggota Freemason tingkat ke-33 yang dipuji sebagai seorang jenius: Albert Pike, seorang Grand High Wizard, yang bukunya Moral and Dogma menjadi acuan definitif dari keyakinan Freemason dan Illuminati.

Tulisannya itu menjelaskan semua misteri bahwa tempat suci dari masyarakat rahasia ini tidak memuja yang lain kecuali Lucifer sendiri, yang masih selalu dikatakan sebagai malaikat terang, dan bahwa pondok-pondok Masonik itu memang, seperti Paus Pius IX katakan, adalah "sinagoga setan ".

Menurut sumber-sumber lain, Albert Pike di akhir tahun 1800-an diberi serangkaian penglihatan oleh Lucifer yang menggambarkan bagaimana dia (Lucifer) bermaksud menetapkan pemerintahannya di dunia. Hal ini menjadi cetak biru (pedoman) bagi orang-orang yang mengikuti iblis itu untuk melaksanakannya, yang meliputi orang-orang super kaya, orang-orang yang berkuasa, mereka yang mendedikasikan dirinya untuk memberantas Nama Allah dari muka bumi.

Ingatlah bahwa hal ini terjadi pada abad ke-19, saat ketika pikiran-pikiran atheistik pertama muncul, psikologi dan sains muncul ke permukaan, dan ketika Karl Marx pada tahun 1848 menerbitkan dokumen pendiriannya tentang Komunisme, pamflet politik Manifesto Komunis, dan ketika Darwin pada tahun 1859 menghasilkan karyanya Origin of the Species.

Jadi di tengah-tengah iklim pemikiran modern dan paganistik yang semakin meningkat inilah Albert Pike menerima pewahyuan-wahyu iblisnya.

Pemerintahan absolut dari Lucifer, seperti yang diperlihatkan kepada Albert Pike, harus diresmikan melalui tiga kali perang dunia yang bersifat menghancurkan. Perang Dunia Pertama adalah untuk membuat orang-orang yang beriman kepada Tuhan menjadi goyah, untuk mengatur kembali perbatasan negara-negara Eropa dan menjatuhkan Tsar dari Rusia sehingga Komunisme dapat berakar di sana, sebagai model dari masa depan planet manusia ini.

Kekalahan dan kehinaan yang dialami Jerman pasca-perang akan mempersiapkan jalan bagi konflik global yang baru. Perang Dunia Kedua ini adalah untuk memajukan segala kepentingan Komunisme, memperluas pengaruhnya ke Eropa Timur, dan mendirikan negara baru Israel (entah bagaimana, keberadaan Israel sangat strategis dalam kompleksitas peristiwa yang akan datang).

Pada saat itu, baik Mason maupun Komunis telah memulai infiltrasinya kepada profesi imamat dalam Gereja Katolik untuk membongkar institusi berusia 2000 tahun ini (Gereja Katolik) secara bertahap, dari dalam.

Kira-kira selama tujuh puluh tahun sebelum Perang Dunia Ketiga akan terjadi, mereka (kaum Mason dan Komunis) melepaskan ide-idenya kepada dunia, secara bertahap,  "sedikit demi sedikit" seperti yang telah digambarkan oleh sosok Paus Fransiskus.

Sementara itu, dua generasi telah dicuci otak mereka dengan keyakinan duniawi yang baru dan nilai-nilai ajaran dan moral Kristiani secara bertahap direkayasa melalui hasil cuci otak itu. Serangan yang diatur dengan cerdik ini akan dilancarkan pada empat bidang.

Pertama, serangan terhadap unit keluarga, merampas tanggung jawab orang tua dan membuat anak-anak tunduk pada kontrol negara, memperkenalkan ketersediaan sarana-sarana aborsi dan melakukan usaha untuk membongkar tradisi pernikahan;

Kedua, pada sistem pendidikan, menghilangkan semua ajaran Kristiani dari ruang kelas dan menggantinya dengan indoktrinasi sosial berdasarkan humanisme sekuler bersama dengan evolusi ateistik dengan tema utamanya adalah tentang survival of the fittest (yang kuat yang menang);

Ketiga, pada harta milik pribadi, mengurangi aksesibilitas kepada kepemilikan pribadi melalui pengurangan bertahap terhadap hak untuk memiliki seperempat hektar tanah milik pribadi;

Keempat, pada nasionalisme, mengembangkan etos sosial baru di mana penghapusan patriotisme, negara dan perbatasan mulai dianjurkan dan didorong;

Sementara semuanya ini mulai terjadi, semua jenis skandal direkayasa agar terjadi dan muncul di dalam gereja-gereja Kristen untuk membantu menghancurkan sisa-sisa iman yang masih ada, dan melalui kekuatan media massa yang berpengaruh, masyarakat akan dibanjiri oleh ajaran New Age dan praktik okultisme, masalah hak asasi manusia, cara-cara berpolitik dan kepercayaan humanis sekuler yang menuntut kebebasan dari hukum-hukum agama yang (dikatakan) menindas.

Kekuatan tersembunyi yang ada di belakang pemerintah-pemerintah yang memanipulasi segala urusan kemanusiaan, kemudian akan membawa ketidak-stabilan suasana Timur Tengah, dan kemudian mengarah kepada ketidak-stabilan di Eropa dan dunia Barat.

Grand High Wizard Albert Pike menyombongkan dirinya bahwa agama tertentu akan menjadi faktor sentral dalam kejatuhan dunia Barat. "Agama tertentu itu akan menjadi alat yang kita gunakan untuk menghancurkan kekristenan Barat", katanya.

Pecahnya perang nuklir kemudian akan menyediakan platform dan takhta bagi pemerintahan si Jahat.

Dalam prosesnya, menurut Pike, agama tertentu itu akan "dihancurkan" bersama dengan benang terakhir dari Kekristenan, dan "mereka yang tersisa dari umat manusia" akan sangat lelah oleh perang dan kehancuran, dan mereka akan tunduk kepada sosok yang disebut oleh Kitab Suci sebagai Binatang Besar.

Dunia yang hancur dengan orang-orang yang sangat membutuhkan ini akan sangat mudah dikendalikan, sehingga Mason akan memahkotai Raja lalim mereka dan memaksakan totalitarianisme Luciferian kepada seluruh umat manusia.

Dalam buku yang telah disebut diatas, bertahun 1989 yang lalu, The New World Order (Tata Dunia Baru), penulis menghabiskan seluruh bab untuk ‘Tuan Maitreya,’ pemimpin dunia yang akan datang, yang sudah digembar-gemborkan pada saat itu di lingkungan pengikut New Age dan diyakini bahwa tokoh itu telah lahir selama pergerakan besar planet-planet di gugusan bintang Aquarius pada tahun 1962.
Dipromosikan saat ini di situs web Share Internasional, Maitreya diakui oleh murid-muridnya sebagai "Ascended Master" atau "Kristus", Guru Dunia, yang akan segera terungkap sosoknya saat "Day of Declaration" (Hari Pernyataan) yang kini sedang mendekat dengan cepatnya, yang akan menyerupai hari Pentakosta dengan terjadinya berbagai penyembuhan instan secara global dan berbagai mukjizat yang mengesankan.

Nilai-nilai ajaran Maitreya tentang eko-spiritualitas, saling berbagi sumber daya dan perhatian penuh kasih kepada orang-orang miskin akan sejalan dan menggemakan perhatian sosial dari Paus Fransiskus.

Lihatlah, ini adalah tindakan penipuan yang terbesar. Kebanyakan orang membayangkan antikristus yang akan datang seperti sosok Hider atau Stalin yang lain, tetapi sikap kharismatiknya akan menjadi kenyataan yang sebaliknya: bukannya seorang yang jahat, tetapi antikristus itu akan tampak sebagai Juruselamat umat manusia!

Bagi para pengikut agama yang lain, dia (antikristus) itu akan dianggap sebagai Imam ke-12 atau Mandi yang diharap-harapkan, dia adalah Buddha Kelima, atau sebagai Krishna; bagi orang-orang Yahudi dia akan dianggap sebagai Mesias yang telah lama ditunggu-tunggu dan bagi banyak orang Kristen, dia dianggap sebagai Kristus yang datang kembali.

Tanpa kemampuan pembedaan yang baik, tanpa kebijaksanaan yang diperlukan bagi mata rohani yang sejati, penipuan itu akan sangat licik sehingga bahkan "orang terpilih" sekalipun, kita telah diperingatkan, akan tertipu.

Bab selanjutnya dari buku A. Ralph Epperson juga memaparkan "takdir rahasia" yang dituliskan bagi Amerika oleh kepentingan-kepentingan Masonik awali, yang nampak sangat jelas dengan lahirnya negara Amerika Serikat pada tanggal 4 Juli 1776.

Sebuah analisis mendalam dari simbolisme okultisme Great Seal mengungkapkan, khususnya tulisan Latin Annuit Coeptis - Novus Ordo Seclorum yang diterjemahkan sebagai "mengumumkan kelahiran – Tata Dunia Baru ".

Dan tentu saja, Amerika Serikat telah memainkan peran utama dalam periode pasca-perang dari 1945, menyebarkan kepada seluruh dunia doktrin kebebasannya, "demokrasi" dan kekuatan Amerika. Disitu juga menjadi rumah dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pada tahun 1904, seorang pastor Katolik, Pastor Robert Hugh Benson, menulis sebuah novel berjudul Lord of the World, di mana dia meramalkan keadaan saat ini dengan keakuratan luar biasa. Masalah terorisme, imoralitas, dan kemurtadan di dunia telah memberi jalan bagi masuknya sosok kharismatik yang kuat, yang oleh penulis itu disebut ‘Lord of the World.’

Tetapi dia adalah antikristus, tentu saja, namun penulis itu memberi nama kepada sosok itu Felsinburgh, bukan Maitreya. Namun, sentuhan yang menarik dalam ceritanya adalah bahwa ada seorang imam Katolik yang bekerja sama dengan Felsinburgh - dan namanya adalah Pastor Francis! (nama ini ada disebut di dalam buku ‘Lord of the World.’)

Sangat menarik, secara retrospeksi, untuk melihat bagaimana Surga telah banyak campur tangan dalam abad terakhir ini ketika rencana jahat Neraka tengah berlangsung.

Tahun 1917 adalah momen yang sangat penting ketika Perawan Maria menampakkan diri di Fatima, sebuah desa kecil yang tidak begitu dikenal di Portugal.

Pada Musim Semi tahun 1916 Bunda Terberkati, didahului oleh penampakan Malaikat Portugal, yang kemudian diidentifikasi sebagai St. Michael, dan dialah yang mempersiapkan gembala-gembala muda di Fatima untuk menerima kunjungan Ilahi.

Ini adalah detail yang menarik, karena dalam Kitab Daniel Bab 12, yang menggambarkan tentang Akhir Zaman, St Michael disebutkan sebagai "yang dekat dengan umat Allah".

Sekali lagi di Garabandal pada tahun 1961 St. Michael menampakkan diri pada beberapa kesempatan bersama dengan Perawan Maria, dan ini adalah permulaan dari Konsili Vatikan II ketika Rahasia Fatima yang tersegel dibungkam dan perintah-perintah dari Perawan Maria diabaikan.

Adalah di Fatima - tiga puluh tahun sebelum munculnya persenjataan nuklir – Bunda Maria menasehati kita bahwa "jika manusia tidak mau kembali kepada Tuhan" akan ada pemusnahan atas beberapa bangsa.

Penulis terkenal dari Rusia, Alexander Solzhenitsyn, lima puluh tahun setelah revolusi Soviet yang menelan 60 juta rekan senegaranya, menggemakan kata-kata Maria saat dia mengulangi apa yang didengarnya saat dia masih sebagai seorang anak: "Manusia telah melupakan Tuhan; itulah sebabnya mengapa semua ini terjadi."

Dengan merenungkan keadaan dunia saat ini, dimana segala bentuk pelanggaran hukum dan anarki serta kekerasan, kurangnya penghormatan terhadap segala sesuatu yang sakral, maka kita dapat mengatakan hal yang sama.

Satu-satunya alasan mengapa Tata Dunia Baru dan pemujaannya kepada Lucifer di seluruh dunia akan berhasil adalah karena manusia tidak lagi menginginkan Yesus Kristus sebagai Raja mereka.

Dengan bodohnya manusia menolak Dia serta Hukum-hukum Allah demi mendukung apa yang mereka anggap sebagai kebebasan dan mereka akan "menuai puting beliung" (Hosea 8.7).

Di Medjugorje, Bunda Terberkati memberitahu para visioner pada awal tahun 1980-an, bahwa Allah mengizinkan iblis memiliki kekuatan penuh untuk memerintah selama seratus tahun, dan kita saat ini sedang hidup dalam periode itu.

Perkataan Bunda Maria memperkuat penglihatan yang dialami oleh Paus Leo XIII pada tahun 1844 ketika dia "mendengar" percakapan antara Setan dan Tuhan, sebuah skenario yang sangat mirip dengan Kitab Ayub di mana perjanjian terjadi di ruang takhta surgawi bahwa iman Ayub akan diuji.

Setelah penglihatan Paus Leo ini, dia terinspirasi untuk menyusun doa Katolik yang terkenal kepada St. Michael untuk memohon perlindungan. Doa itu dan Rosario Suci adalah dua senjata utama yang dibutuhkan dalam gudang senjata kita untuk melakukan pertempuran terakhir yang dahsyat antara yang baik dan yang jahat.

Sudah jelas sekarang, dari semua yang saya baca sekarang, bahwa Masoneria telah berperan dalam mengarahkan strategi kemerosotan 100 tahun ini di dalam Gereja dan masyarakat, dengan dibantu oleh semua kekuatan jahat yang telah dikosongkan dari Neraka selama periode ini (menurut Anne Catherine Emmerich terberkati hal ini terjadi pada ‘dua pertiga jalan dari abad ke-20’).

Orang-orang yang menentang Tuhan telah menuntun dan mengendalikan jalannya peristiwa-peristiwa dunia dan sejak pertengahan tahun 1800-an mereka telah mempengaruhi pemikiran masyarakat dunia, terutama pada hari-hari ini melalui mesin propaganda media global dan kemajuan teknologi dalam komunikasi.

Selama beberapa dasawarsa belakangan ini telah semakin banyak penduduk, sejak Perang Dunia Pertama, telah meninggalkan tanah asal mereka dan telah tertarik untuk pergi ke kota-kota dunia yang sedang berkembang karena janji-janji prospek kehidupan yang lebih baik, dan kita semua telah ikut tersapu oleh perubahan ini dengan kecepatan yang tinggi hingga kita terengah-engah merasakannya, melewati sebuah zaman dengan begitu banyak kemajuan dan peningkatan ilmu pengetahuan, tanpa menyadari macam apa masa depan yang telah menunggu kita.

Pada tahun 1931 seorang biarawati muda Katolik yang taat, St. Faustina, dikunjungi oleh Yesus Kristus dan dia diminta untuk berbicara kepada dunia tentang Kerahiman-Nya yang amat besar dan untuk "mempersiapkan dunia bagi Kedatangan Terakhir-Nya" ketika Dia akan datang "bukan sebagai Juruselamat yang penuh kerahiman, namun sebagai Hakim yang adil".

Kunjungan ini bersama dengan penampakan-penampakan di Fatima adalah merupakan peringatan dari Surga bahwa, jika tanpa doa dan penyerahan diri kepada Tuhan, maka masa depan kita sangat sangat tidak aman. Pada 13 Oktober 1917, matahari yang cerah dan menari-nari yang seolah ‘terjun’ ke bumi telah mampu memaksa 70.000 orang yang hadir saat itu untuk berlutut dalam ketakutan yang suci, dan ini, mukjizat yang paling monumental sejak zaman dulu, adalah merupakan pengingat akan kebutuhan kita untuk melakukan pertobatan.


Hari pesta Francisco Terberkati dari Fatima

Silakan melihat artikel lainnya disini : http://devosi-maria.blogspot.co.id/


No comments:

Post a Comment