Thursday, May 12, 2022

Ted Flynn - Gemuruh Peringatan: Seorang Paus, sebuah Sinode, dan sebuah Perjalanan ke Moskow

 Gemuruh Peringatan:

Seorang Paus, sebuah Sinode, dan sebuah Perjalanan ke Moskow 

BY TED FLYNN MAY 9, 2022

https://sign.org/articles/rumblings-of-the-warning-a-pope-a-synod-and-a-trip-to-moscow-232150

 

Pendahuluan dari Peringatan (Pencerahan Hati Nurani)

 

Umat beriman yang mengetahui pesan-pesan Garabandal telah menunggu dengan penuh harap selama bertahun-tahun agar peristiwa yang dinubuatkan di Garabandal dulu segera terjadi. Ada sebuah ‘permainan ruang tamu’ selama beberapa dekade yang berusaha menyatukan titik-titik data untuk menghasilkan tanggal yang masuk akal bagi terjadinya peristiwa Keajaiban di Garabandal. Sampai saat ini, tidak ada yang benar tentang hal itu, dan untuk alasan yang baik, karena syarat dan ketentuan bagi saat atau waktu dari Peringatan / Keajaiban masih belum terpenuhi. Sampai hari ini, syarat itu masih belum muncul. Tapi satu hal yang pasti, dengan kecepatan peristiwa-peristiwa dunia yang saling berhubungan satu sama lain, maka banyak hal bisa terjadi dengan cepat. Orang-orang dengan cemas menunggu peristiwa-peristiwa ini karena mereka tahu di lubuk hati mereka, hanya melalui rahmat Peringatan dan Keajaiban yang luar biasa inilah, yang telah dijanjikan Surga kepada dunia, yang dapat mengubah budaya dunia dari keadaan terkutuk seperti yang terjadi saat ini. Karena alasan inilah orang banyak mengikuti gerakan peristiwa-peristiwa  Garabandal dengan penuh pengharapan.

 

Pesan Bunda Maria menjanjikan tiga peristiwa di Garabandal; yang keempat bergantung pada respons dunia. Peristiwa pertama akan berupa Peringatan di seluruh dunia, yang berasal dari Tuhan. Conchita menulis dalam sebuah surat pada 1 Januari 1965: “Bunda Maria berkata bahwa sebuah peristiwa Peringatan akan diberikan kepada seluruh dunia sebelum peristiwa Keajaiban, agar dunia dapat mengubah dirinya sendiri. Itu akan datang langsung dari Tuhan dan terjadi di seluruh dunia.”

 

Akan ada dua peristiwa yang terjadi dalam satu tahun. Kata yang tepat adalah "dalam kurun waktu." Mungkin kurang, tapi itu tidak akan lebih dari satu tahun dari peristiwa Peringatan menuju peristiwa Keajaiban Besar. Kata ‘dalam kurun waktu’ tidak berarti harus terjadi di tahun kalender yang sama.

 

Paus Paulus VI (menjadi paus 1963-1978) menyebut pertempuran antara kebaikan melawan kejahatan yang terjadi di dunia sebagai “apokaliptik.” Paus Paulus mengutip Lukas 18:8:

“Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" dan dia juga mengatakan “asap Setan telah memasuki tempat kudus.” Bunda Yang Terberkati juga berkata di Fatima, “Pada akhirnya Hatiku Yang Tak Bernoda akan Menang.” Seperti yang dikatakan Bunda Maria di Kana yang menyuruh para pelayan, "Lakukan apa pun yang Dia perintahkan kepadamu." (Yohanes 2:5). Maka Tritunggal Mahakudus telah menunjuk Maria bagi tugas ini secara khusus pada saat ini. Jika ada satu hal untuk dipetik dari narasi ini, inilah dia: Tempat perlindungan itu adalah Hati Maria yang Tak Bernoda. Mencari keamanan di tempat lain akan menjadi terbatas nilai dan durasinya. Bunda Maria tidak mengambil sedikit pun dari otoritas Yesus, tetapi dia justru memuliakan Hati Kudus Putranya. Maria adalah penebus-bersama (co-redemptrix) atas diri kita, dalam rencana keselamatan-Nya bagi umat manusia. (Peran co-redemptrix Maria inilah yang disangkal oleh Francis.) Bejana apa yang lebih baik daripada Ibu-Nya yang datang ke dunia tanpa noda dosa melalui keadaannya yang Dikandung Tanpa Noda?

 

Pesan-pesan Bunda Terberkati di tempat-tempat penampakan yang sejati adalah selalu jelas dan langsung. Berbagai penampakan dan pesan di Garabandal berbicara dalam bahasa yang jelas tentang prinsip dasar iman. Bukan bersifat filsafat atau teologi yang hanya dapat dipahami oleh sedikit orang, tetapi selalu menjadi inti dari apa yang benar dan baik. Ketika sebuah pengalaman yang mengubah hidup atau sebuah pesan didengar dan diserap, terjadilah transformasi jiwa. Paus Paulus VI, Santo Yohanes Paulus II, Pastor Stefano Gobbi dari Gerakan Imam Maria, dan banyak orang sezaman lainnya yang percaya pada apa yang dikatakan Bunda Maria di Garabandal, dan semuanya terbuka untuk menegaskannya. St. Pio (Padre Pio) dan St Theresa dari Calcutta juga percaya pada validitas Garabandal. Keduanya mengunjungi Conchita dan menyampaikan berkat dan doa untuknya. St. Pio pada kesempatan kunjungannya bersama St.Theresa, meraih tangan Conchita dan salibnya yang telah dicium oleh Bunda Maria dan memegang salib itu. Salib itu telah dipegang oleh tangan Kanak-kanak Yesus selama penampakan 13 November 1965.

 

Namun, yang membuat Garabandal unik, adalah bahwa para visioner berbicara tentang dua peristiwa yang akan terjadi yang telah dibicarakan oleh mistikus lain, seperti Saint Edmund Campion dan Beato Anna Maria Taigi. Mistikus kontemporer lainnya seperti Hamba Tuhan Maria Esperanza dari Betania/Caracas, Venezuela, juga telah membahas topik yang sama.

 

Peringatan itu adalah sebuah peristiwa di mana kita akan melihat keadaan jiwa kita masing-masing sebagaimana Allah akan menghakiminya setelah kematian kita. Ini akan menjadi garis demarkasi dalam semua sejarah. Kebohongan Setan akan terungkap apa adanya, dan dia akan tahu bahwa kita mengetahuinya. Cengkeramannya akan terlepas. Kehendak bebas manusia akan tetap ada, tetapi sikap acuh manusia dalam masalah moral akan hilang. Anda akan berpihak kepada Allah, atau tidak. Itu saja. Ketika dulu orang-orang Yahudi masih mengembara di padang gurun setelah mereka meninggalkan empat ratus tahun penawanan di Mesir, tidak lama kemudian mereka melupakan apa yang telah Tuhan lakukan bagi mereka. Tak lama kemudian, mereka membuat anak lembu emas di padang pasir untuk disembah

Manna dan burung puyuh berjatuhan dari langit untuk memberi makan orang-orang yang bermigrasi menuju tanah terjanji, namun mereka segera mempersembahkan upacara pagan. Hal itu sama dengan saat ini. Beberapa orang akan segera melupakan rahmat yang telah diberikan kepada mereka selama Peringatan, dan kembali ke cara lama karena mereka belum dibentuk dengan benar di dalam iman. Karena alasan inilah maka pembentukan iman menjadi sangat penting. “Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus,” (Roma 10:17), dan seperti yang dikatakan Pemazmur, “Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” (Mzm 119:11)

 

Ada beberapa peristiwa yang memberi kita petunjuk bahwa saat Peringatan itu sudah dekat. Paus Francis pergi ke Moskow adalah satu hal. Nubuatan bahwa sebuah saat akan tiba ketika Misa akan dihentikan, ini belum sepenuhnya terjadi. Meskipun gereja institusional telah kehilangan kredibilitas yang sangat besar dari banyak orang, tetapi Misa masih belum ditiadakan sama sekali, setidaknya di Barat, di mana para imam akan bersembunyi. Di bawah ini adalah beberapa hal untuk direnungkan.

 

 

Data Saat Ini merujuk pada saat dari Peringatan?

 

Paus mengunjungi Moskow?

 

Ada kisah penulis Jerman, Albrecht Weber, yang baru dikenal beberapa tahun lalu. Ini adalah cerita yang diterbitkan di Majalah Garabandal di mana Weber menulis surat kepada Paus Yohanes Paulus II mengenai bukunya tentang Garabandal, saat Msgr. Stanislaus Dziwisz, pernah menjadi sekretaris Paus Yohanes Paulus II, yang kemudian menjadi Kardinal di Polandia (2005-2016), menanggapi atas nama Paus Yohanes Paulus II. Sebuah surat datang kembali yang mengatakan, “Semoga Tuhan membalas Anda untuk segalanya, terutama cinta yang mendalam kepada Anda membuat peristiwa yang berhubungan dengan Garabandal lebih dikenal luas. Semoga pesan Bunda Allah, menemukan pintu masuk ke dalam hati banyak orang sebelum terlambat. Sebagai ungkapan kegembiraan dan rasa syukur, Bapa Suci memberi Anda berkat apostoliknya.” Yang menyertai surat ini adalah salam oleh Yohanes Paulus II dengan tulisan tangannya sendiri.

 

Albrecht Weber mengabdikan diri kepada penampakan Garabandal sejak awal penampakan hingga kematiannya pada tahun 2014. Dia dimakamkan di Garabandal, dan sama sekali tidak ingin mengusik apa yang terjadi di sana. Dia mengabdikan hidupnya untuk membuat pesan Garabandal dikenal luas. Weber adalah satu-satunya sumber cerita bahwa paus yang berkuasa akan mengunjungi Moskow menjelang saat Peringatan. Weber mengaku bahwa Conchita memberitahunya saat bertemu dengannya pada saat penampakan tahun 1965.

 

Di sisi lain, paus Francis telah menyatakan minatnya untuk mengunjungi Moskow dan mengatakannya dalam perjalanan kembali ke Roma setelah perjalanan lima harinya ke Yunani dan Siprus pada Desember 2021. Patriark Kirill dari Moskow kemudian mengirim perwakilan segera setelah itu ke Vatikan untuk membahas rinciannya. Paus Francis kemudian mengunjungi Kedutaan Besar Rusia di Roma pada tanggal 25 Februari 2022, di awal perang Rusia-Ukraina, mungkin untuk menyarankan perdamaian. Apa yang aneh, adalah bahwa cerita ini tidak muncul sampai baru-baru ini tentang perkataan Weber. Setelah berpuluh-puluh tahun berspekulasi kapan Peringatan itu akan terjadi, cerita ini belum pernah dibicarakan atau disebarluaskan di antara orang-orang yang mengetahui tentang Garabandal.

 

Sudah hampir seribu tahun sejak Ortodoksi Timur terpisah dari Roma, maka hal itu akan menjadi peristiwa penting. Pada saat penulisan ini, belum ada tanggal yang diberikan bagi paus Francis untuk mengunjungi Moskow. Saat ini, perang Ukraina-Rusia meningkat dengan segala ketegangannya. Masalahnya adalah apa yang harus diperoleh Vladimir Putin dari seorang paus yang meminta perdamaian, di mana Putin hanya bisa dipermalukan di depan umum jika tidak mematuhi permintaan untuk menghentikan perang? Jika Weber benar, kita akan segera tahu.

 

 

Paus Francis Membuat Permintaan Pribadi untuk Bertemu dengan Putin

 

Dalam pergantian peristiwa lain, paus Francis mengatakan kepada surat kabar Italia Corriere della Serra pada 4 Mei 2022 bahwa dia ingin mengunjungi Kyiv dan Moskow, untuk berbicara secara pribadi dengan Putin tentang mengakhiri kekerasan. Paus Francis berkata, “Saya meminta Kardinal Parolin untuk menyampaikan pesan saya kepada Putin, bahwa saya siap untuk melakukan perjalanan ke Moskow. Yang pasti, saya sedang menunggu semacam isyarat pembukaan dari pemimpin Kremlin. Kami tidak menerima jawaban apa pun, tetapi kami terus mendesak mereka tentang masalah ini. Saya khawatir, bagaimana pun, bahwa Putin tidak dapat, atau tidak ingin menyetujui pertemuan kami saat ini. Tetapi Anda harus mencoba dan melakukan apa pun yang Anda bisa untuk menghentikan kekerasan perang ini. Dua puluh lima tahun yang lalu kami melihat sesuatu yang serupa di Rwanda.”

 

Namun, paus Francis mengeluarkan pernyataan pada hari yang sama yang membuat banyak orang lengah menjadi terkejut di Italia ketika dia mengatakan "gonggongan NATO di gerbang Moskow membuat NATO memprovokasi perang." Ini adalah pendapat yang tidak populer untuk dibicarakan di kalangan diplomatik dan politik barat. Vladimir Putin menjadi penjabat Presiden Rusia pada 31 Desember 1999, ketika Presiden Boris Yeltsin mengundurkan diri.

Putin terpilih pada Maret 2000 dan menjadi Presiden. Setiap diplomat yang pernah bertemu dengan Putin sejak itu, telah mengetahui pendiriannya bahwa Ukraina tidak akan diizinkan menjadi anggota NATO karena Ukraina memiliki rudal di perbatasan Rusia yang berjarak lima menit dari Moskow. Itu adalah sikap Putin yang diucapkan di tribun di mana dia mengatakan dengan tegas bahwa tidak ada yang bisa menentangnya. Setiap diplomat Rusia di seluruh dunia menyadari sikap Putin terhadap ekspansi NATO ke Ukraina. Ini mirip dengan ambang batas Presiden John F. Kennedy dengan Nikita Khrushchev dan potensi rudal Rusia di Kuba 90 mil di lepas pantai Florida.

 

Inilah yang dikatakan paus Francis dengan kalimat “NATO memprovokasi perang.” Meskipun tidak ada yang menyetujui pembantaian yang kita lihat, Ukraina adalah sindikat kejahatan terorganisir Barat dan pemimpin mereka adalah boneka barat, dan Putin menyadarinya karena Ukraina adalah tempat kaum elit global mencuci uang mereka. Saya yakin hanya sedikit orang yang siap untuk mengkanonisasi Putin sebagai Saint Vladimir, tetapi itu adalah alasan mengapa banyak orang di Barat tidak bersimpati pada posisi Ukraina karena Presiden Zelensky secara terbuka mengatakan bahwa dia bergabung dengan Forum Ekonomi Dunia dan Reset Besar dari Klaus Schwab. Ini adalah alasan ideologis beberapa orang tidak setuju dengan Ukraina.

 

Pada Juli 2021 paus Francis menjalani operasi usus besar dan menjalani pemulihan pasca operasi sepuluh hari di rumah sakit. Itu tidak pernah dikonfirmasi, tetapi dikabarkan dia menderita kanker usus besar. Pada 5 Mei 2022 dilaporkan bahwa sumber Vatikan mengatakan kepada reporter John Gizzi dari Newsmax bahwa, "Paus Francis sedang sekarat" dimana orang dalam mengatakan, "mereka percaya Paus tidak akan bertahan melewati 2022." Ini adalah spekulasi yang terbaik, dan setiap orang memiliki pendapat, namun, ini harus dilihat dengan kebijaksanaan yang besar. Vatikan menyadari Paus semakin melambat dengan lebih banyak masalah kesehatan, dan untuk pertama kalinya paus Francis dituntun dengan kursi roda pada 5 Mei 2022 ke sebuah pertemuan di Aula Paus Paulus VI. Satu hal yang pasti, paus Francis ingin pergi ke Rusia. Apakah paus Francis akan pergi ke Moskow atau lainnya?

 

Umat beriman memiliki keyakinan bahwa peristiwa Peringatan itu adalah obat bagi kelesuan global kita yang penuh dosa saat ini. Ada begitu banyak kekacauan saat ini, dibutuhkan sesuatu yang signifikan seperti peristiwa Peringatan ini untuk membalikkan hati nurani dan moral dunia.

 

 

Apakah ‘Sinode tentang Sinode’ saat ini adalah yang Dinubuatkan di Garabandal?

 

Peristiwa lain yang menarik untuk dicatat tentang kemungkinan saat dari Peringatan adalah sekitar waktu sinode. Sinode bukanlah hal baru di dalam Gereja, dan itu sudah ada banyak sejak penampakan berakhir pada tahun 1965. Seorang biarawati Spanyol bernama bunda Nieves Garcia yang merupakan kepala sekolah asrama Conchita di Spanyol mengenal Conchita sejak masa sekolahnya, mengatakan bahwa Conchita berkata jika Peringatan itu akan mendekati waktu dari sebuah Sinode. Conchita diduga memberi tahu bunda Nieves bahwa "sebuah sinode yang penting" akan diadakan sebelum peristiwa Peringatan itu terjadi.

 

Paus Francis telah memprakarsai sebuah program yang disebut ‘Sinode tentang Sinodalitas’ yang merupakan proses dua tahun mendengarkan dan berdialog yang dimulai dengan pembukaan yang khidmat di Roma pada tanggal 9 Oktober 2021. Alasan ini “penting” adalah karena sinode ini memiliki relevansi pada setiap keuskupan dan paroki di dunia karena belum pernah ada yang seperti itu. Proses Sinode ini akan berakhir pada 2023. Paus Francis berkata tentang sinode ini, “Saya mengundang Gereja untuk merenungkan tema yang menentukan bagi kehidupan dan misinya. Justru jalan sinodalitas inilah yang diharapkan Allah dari Gereja milenium ketiga. Perjalanan yang mengikuti pembaruan Gereja yang diusulkan oleh Konsili Vatikan Kedua ini, merupakan suatu karunia dan tugas: dengan melakukan perjalanan bersama dan merenungkan bersama perjalanan yang telah dilakukan, Gereja akan dapat belajar melalui pengalamannya. proses mana yang dapat membantunya untuk menghayati persekutuan, partisipasi aktif untuk membuka diri pada misinya.”

 

Ini adalah kontroversi lain, karena banyak orang merasa bahwa paus Francis mungkin menggunakan Sinode ini untuk melakukan perubahan yang akan lebih progresif daripada yang diduga banyak orang, seperti misalnya membawa Gereja ke arah yang menurut kaum konservatif akan membantu penghancuran lebih lanjut ortodoksi dan tradisi. Di tingkat keuskupan ada pertemuan-pertemuan yang dimandatkan oleh para uskup dengan para klerus yang berpartisipasi dalam sesi-sesi mendengarkan suara kaum awam untuk membahas arah perjalanan Gereja. Kaum konservatif khawatir bahwa hal itu akan membawa lebih banyak agenda keadilan sosial liberal pada "sesi mendengarkan" ini di seluruh dunia.

 

 

Masalah Jumlah Paus

 

Setelah Paus Yohanes XXIII meninggal, Conchita berkata bahwa Bunda Maria mengatakan kepadanya, “Setelah paus ini hanya akan ada tiga yang tersisa, tetapi akan ada paus keempat yang akan memerintah Gereja untuk waktu yang singkat, maka itu akan menjadi akhir zaman.” Ini menjadi masalah yang sangat kontroversial tentang masalah kapan dia mengatakan ini. Diduga ada tekanan dari ibu Conchita untuk merilis bagian dari pesan yang berkaitan dengan pemerintahan paus hanya dalam waktu singkat, agar tidak menimbulkan kontroversi bagi putrinya. Sejak Yohanes XXIII, kita telah memiliki Paulus VI, Yohanes Paulus I, kemudian Yohanes Paulus II, Benediktus XVI, dan sekarang paus Francis. Kita tahu bahwa Yohanes Paulus I hanya memerintah selama tiga puluh tiga hari, yang menggenapi nubuatan yang sangat akurat mengingat fakta bahwa hal itu benar-benar terjadi. Jika hal di atas benar, maka itu berarti konklaf pemilihan paus Francis mengantar kita semua kepada saat akhir zaman. Ini adalah skenario yang masuk akal tetapi masih kontroversial. Awalnya Conchita mengindikasikan hanya akan ada tiga paus sebelum “akhir zaman,” sebuah Era Baru umat manusia, bukan akhir dunia ini.

 

 

Peran Komunisme Masih Menjadi Tema Dominan yang Sepertinya Tidak Pernah Lenyap

 

Mary Loli pernah ditanya, “karena kamu tidak diizinkan memberi tahu saya tahun persisnya Peringatan itu terjadi, mungkin kamu bisa memberi tahu saya kira-kira kapan itu akan terjadi? Loli menjawab, “itu akan terjadi pada saat dunia paling membutuhkannya.” Lalu ditanya kapan? Loli berkata, ketika Rusia secara tiba-tiba dan tak terduga akan menguasai sebagian besar dunia bebas. Tuhan tidak ingin ini terjadi begitu cepat. Bagaimana pun Peringatan itu akan datang ketika kita melihat Misa Kudus tidak dapat dirayakan dengan bebas lagi; maka dunia akan sangat membutuhkan campur tangan Tuhan.”

 

Mari-Loli tidak mengetahui tanggal/hari Peringatan, hanya tahunnya. Conchita sendiri yang tahu hari dari Keajaiban itu. Mari-Loli juga mengatakan bahwa Bunda Terberkati memberitahu dia sebelum Peringatan dan Mukjizat Besar terjadi, “Akan tiba saatnya, ketika Gereja akan terlihat seperti sudah habis, ketika para imam akan mengalami kesulitan untuk mengadakan Misa dan berbicara tentang hal-hal yang suci. Akan tiba saatnya ketika Gereja akan memberi kesan berada di ambang kebinasaan. Gereja akan melewati ujian yang mengerikan. Para imam harus bersembunyi untuk menyelenggarakan Misa. Saat itulah dunia akan sangat membutuhkan campur tangan Tuhan.” Ketika dia bertanya kepada Bunda Maria bagaimana ini akan terjadi, Bunda Maria menyebutnya ‘komunisme’. Ini sudah terjadi di banyak negara. Apakah akan lebih meluas atau tidak, masih harus dilihat. Kita belum sampai pada tahap di mana para imam perlu bersembunyi untuk mengadakan Misa.

 

Adalah jauh lebih mudah untuk memanipulasi dan mengontrol orang-orang yang tidak mengakui kebenaran Kristiani, itulah sebabnya mengapa kristiani harus disingkirkan oleh pemerintah yang tiran. Kami telah melihat kebrutalan rezim komunis di Uni Soviet dan Cina dan beberapa diktator brutal lainnya, tetapi komunisme hanyalah sebuah pemerintahan di mana Tuhan tidak boleh ditampilkan di depan umum. Melalui rekayasa sosial yang canggih, sebagian besar Barat, dan dunia pada umumnya, menunjukkan bentuk atheisme teoritis dan praktis — atau komunisme dalam kehidupan sehari-hari. Dunia tanpa Tuhan adalah tujuan komunis (dan kaum elit global).

 

Bunda Terberkati pernah memberi tahu Conchita, "itu akan seperti invasi Komunisme." Perdana Menteri Mikhail Gorbachev mengatakan peristiwa utama yang menggulingkan Uni Soviet adalah bencana nuklir di Chernobyl 26 April 1986. Konsekuensi dari ketidakmampuan Soviet yang menyebar ke seluruh perbatasan barat tidak lagi dapat diterima oleh Barat, dan Gorbachev tegas ketika dia mengatakan itu adalah peristiwa yang menyebabkan kejatuhan Uni Soviet pada 1992-1994. Ketika dunia menyaksikan kehancuran Ukraina dan masalah yang ditimbulkannya di seluruh dunia saat ini, orang harus bertanya, apakah komunisme benar-benar jatuh?

 

Gadis-gadis visiuner Garabandal menggambarkan masa-masa kesengsaraan sebagai “kembalinya Komunisme.” Empat anak desa pegunungan yang masih kecil di awal tahun 1960-an tidak akan mengerti apa yang dimaksud dengan Komunisme. Dalam filsafat politik, komunisme tidak harus berupa kekerasan, meskipun biasanya memang demikian. Komunisme adalah praktik ideologis tanpa Tuhan dalam penyelenggaraan negara. Karena atheisme teoretis dan praktis telah dilakukan secara meluas dan secara global, kita semakin melihat dunia yang tidak menginginkan Tuhan dalam genre atau lingkungan kehidupan apa pun. Ruang kelas di seluruh dunia terus menjadi tangki septik dengan kurangnya formasi moral, dengan banyak negara langsung kembali kepada paganisme. Ini akan membuat Komunisme kembali dalam skala yang jauh lebih luas daripada apa yang telah kita lihat di masa lalu.

 

 

 

                                                       JESUS I TRUST IN YOU

 

 

-----------------------------------

Silakan membaca artikel lainnya di sini:

Forum Ekonomi Dunia (WEF) Menggunakan 'Bahasa Orwellian’ Untuk Berperang Melawan Musuhnya

Pedro Regis 5276 - 5280

LDM, 7 Mei 2022

Kaum Globalis Telah Merencanakan Untuk Membuat Dunia Kelaparan...

Kaum Globalis berencana menggunakan konflik Ukraina guna memaksakan Pemerintahan Tunggal Dunia

Situs Web Resmi Vatikan Tentang Sinode Menyambut Baik Homosex ...

Synode-nya Francis menjuluki pasangan homosex sebagai pahlawan 'PRO-LIFE'...