Sunday, June 28, 2015

Bagaimana bersikap jika seandainya PF adalah benar Nabi Palsu

Bagaimana bersikap jika seandainya PF adalah benar Nabi Palsu
oleh Dr. Kelly Bowring

Dr. Kelly Bowring adalah seorang teolog Katolik dan penulis dari buku bestseller “The Secrets, Chastisement, and Triumph” dan “The Signs of the Times”. Artikel ini telah  diterbitkan pada 13 Maret 2014 oleh Two Hearts Press LLC didalam webnya : www.TwoHeartsPress.com

Saya kira Puas Fancis adalah Paus yang memenuhi kriteria dalam nubuatan apokaliptik sehubungan dengan Paus terakhir, yang ada didalam nubuatan St.Malachy. Hal ini karena sudah tidak ada Paus berikutnya lagi, menurut nubuatan ini, sebelum peristiwa-peristiwa akhir itu dibuka. Setahun yang lalu, setelah membaca dengan teliti nubuatan-nubuatan Surgawi yang layak untuk dipercaya dan masuk akal mengenai zaman kita ini, serta hubungannya dengan pemilihan Paus baru, saya menulis sebuah artikel yang menjelaskan bahwa adalah ‘dapat dipercaya’ (bisa dikatakan ‘masuk akal’, meski belum pasti) jika nubuatan-nubuatan itu adalah benar sehubungan dengan pernyataannya yang mengatakan bahwa Paus Francis adalah Nabi Palsu. 

Dan kini, setahun pemerintahannya, bukti-bukti semakin menumpuk dari berbagai nubuatan Surgawi, tindakan-tindakan, ucapan-ucapan serta agenda dari Paus Francis yang sedang terungkap yang sesuai dengan berbagai nubuatan itu, dan hal ini membuat saya berpikir bahwa bukan ‘bisa saja’ tetapi bahkan ‘mungkin’, bahwa dia adalah Nabi Palsu itu.... sangat mungkin.

Sebagai seorang teolog Katolik, saya mengatakan hal ini dengan kehati-hatian yang besar, dan saya meminta kepada para pembaca untuk mendengarkan saya dulu sebelum menarik kesimpulan sendiri. Nampak sekali bagi umat beriman Katolik saat ini, dan terlebih lagi dalam kurun waktu setahun yang berlalu ini, bahwa beberapa tindakan dan ajaran dari Paus Francis telah menyulut perhatian yang serius dan logis. Artikel ini mengajak anda untuk memperhatikan berbagai perbuatan dan pernyataan Paus Francis yang membingungkan serta adanya “Francis effect” dalam kaitannya dengan berbagai nubuatan mengenai dirinya yang secara potensial bisa tergenapi. Tentu saja waktu yang akan memperjelas semua ini, yang berhubungan dengan rencana-rencana serta agenda-agendanya, sementara dia terus bertindak melebihi retorikanya yang terkenal saat ini menuju implementasinya. Karena itu untuk saat ini, saya berusaha menahan diri untuk mengambil kesimpulan, bukannya membuang keraguan saya terhadap Paus Francis, maka saya akan tetap patuh kepada Gereja sebagai seorang teolog Katolik yang setia. Namun saya tetap waspada dan bersikap menyelidiki, dan saya kira jika dia adalah seorang Paus yang benar, dan nubuatan-nubuatan itu adalah salah, dan dengan memperhatikan retorikanya yang cukup mengusik pikiran kita itu, maka dia akan senang dengan sikap saya ini yang terus berjaga-jaga demi kepentingan Gereja.

Namun sudah menjadi kewajiban saya untuk menghadirkan kepada anda, pembaca, tentang beberapa alasan yang menuntun saya menuju dugaan-dugaan saat ini. Pertama, saya akan menyampaikan beberapa nubuatan Surgawi yang layak dipercaya mengenai Nabi Palsu, kemudian bagaimana ciri-ciri dari Nabi Palsu menurut nubuatan-nubuatan itu, dan akhirnya bagaimana umat Katolik musti menanggapi dan bersikap terhadap kemungkinan serta adanya perhatian yang semakin besar bahwa Paus Francis adalah mungkin Nabi Palsu itu.

I. Berbagai nubuatan Biblis dan Surgawi yang layak dipercaya berkenaan dengan Nabi Palsu

Disini saya sampaikan 12 sumber nubuatan yang berkenaan dengan Nabi Palsu

1. Didalam Kitab Wahyu, Nabi Palsu itu disebut sebagai Binatang dari bumi ‘seperti seekor anak domba’ yang menjadi kepala dari gereja palsu. Nabi Palsu itu ‘menipu mereka yang tinggal di bumi’. Penting sekali untuk diingat bahwa Nabi Palsu itu akan menjadi pembohong terbesar yang pernah hidup di dunia, yang diumpamakan sebagai ‘serigala berbulu domba’, dengan berusaha bersikap seolah menjadi orang yang bukan dirinya. Dengan ini dia akan menuntun banyak umat beriman menuju kesesatan, dan dia akan membuat dunia ini menghormati dan menyembah antikris (Why 13:12). Katekismus berkata tegas : “Sebelum Kedatangan Kedua dari Kristus, Gereja harus mengalami ujian terakhir yang akan menggoyahkan iman banyak orang... dalam bentuk kebohongan religius yang merupakan bentuk perbuatan kemurtadan. (CCC 675)

2. Secara obyektiv dan patut dicatat, kita telah sampai pada Paus yang terakhir di zaman ini menurut nubuatan St.Malachy yang terkenal itu. St.Malachy adalah seorang kudus dari abad ke 12 yang bernubuat mengenai Paus terakhir di zaman kita, Paus yang akan memerintah setelah paus Benediktus XVI, yang dikatakan :

Didalam penganiayaan terakhir atas Gereja Katolik Roma, akan memerintahlah Petrus Romanus, yang akan memberi makan kawanannya ditengah berbagai kesulitan, dimana setelah itu kota dengan tujuh bukit (Roma) akan dhancurkan dan Hakim yang mengerikan itu akan menghakimi orang-orang.

Apa yang dikatakan oleh nubuatan ini kepada kita? Ia berkata bahwa dengan pemerintahan Paus Francis (paus ke 112 dari nubuatan itu), kita akan menanggung penganiayaan terakhir. Bukan pada masa mendatang, tetapi saat ini. Dan bahwa Roma akan segera dihancurkan. Hal ini juga sejalan dengan nubuatan La Salette (lihat dibawah). Dari 112 Paus dalam nubuatan Malachy, paus terakhir yang disebut disitu, Petrus Romanus, adalah satu-satunya yang tak memakai bilangan (angka) pada namanya. Mengapa semua paus memakai bilangan (angka) pada namanya kecuali paus terakhir? Apakah hal ini merupakan petunjuk dari kepalsuannya? Mungkin saja. Dan ia mengatakan kepada kita bahwa Sang Hakim sedang tiba kembali dalam generasi ini untuk memulai penghakiman, mungkin untuk menghantar Zaman Damai yang baru dan agung itu seperti yang dinubuatkan oleh Bunda Fatima.

3. Bunda La Salette bernubuat tentang saat-saat akhir zaman:

Roma akan kehilangan iman dan menjadi tempat kedudukan antikris... seluruh semesta alam akan dikuasai oleh rasa takut, dan banyak orang akan membiarkan dirinya disesatkan.
Gereja akan tertutupi....
Melanie (visiuner) menyatakan bahwa Bunda Maria mengatakan kalau Gereja akan ‘tertutupi’ dalam dua arti : 1) bahwa orang tidak tahu lagi siapa Paus yang benar; 2) ‘untuk suatu masa tertentu, Kurban (Misa) Kudus (yang benar) tidak akan diadakan lagi di gereja-gereja.’

4. Melalui Fr. Gobbi, Bunda Maria berkata :

“Aku akan memberimu pengertian sepenuhnya atas isi Kitab Suci. Lebih dari semuanya, aku akan membacakan kepadamu halaman-halaman dari kitabnya yang terakhir, dimana kamu sedang hidup saat ini... aku sedang membuka bagimu kitab yang dimeterai, agar rahasia-rahasia yang terkandung di dalamnya bisa dinyatakan...”

Maka menurut nubuatan ini, angkatan ini akan mengalami pertempuran terakhir yang disebutkan didalam Kitab Wahyu, serta awal dari milenium damai itu. Karena itu peristiwa-peristiwa yang diramalkan ini telah sampai kepada kita saat ini.

Mengenai Nabi Palsu yang ada didalam Kitab Wahyu, Bunda Maria berkata demikian kepada Fr. Gobbi :

Maka keluarlah dari bumi ini, dengan bantuan dari binatang hitam itu, yang muncul dari dalam laut, seekor binatang yang bertanduk dua seperti seekor anak domba... berhubungan erat dengan keimaman... Binatang dengan dua tanduk itu seperti seekor anak domba yang menunjukkan Freemasoneria yang merasuki bagian dalam dari Gereja, yaitu Masoneria Eklesiastik, yang telah menyebar terutama diantara anggota-anggota hirarki. Infiltrasi Masonik di bagian dalam dari Gereja ini, telah dinubuatkan kepadamu olehku di Fatima, ketika aku mengatakan kepadamu bahwa setan akan masuk hingga ke puncak Gereja. Tugas dari Masoneria eklesiastik ini adalah menghancurkan Kristus serta GerejaNya, membangun sebuah berhala baru, yang diberi nama kristus palsu dan sebuah gereja palsu.

Gereja akan menyaksikan kemurtadannya yang besar. Manusia lalim itu akan memasuki bagian dalam gereja dan akan duduk di Bait Allah sementara sisa umat yang masih tetap setia akan dihadapkan kepada cobaan dan penganiayaan yang terbesar.

Kemurtadan itu akan menyebar luas karena hampir semuanya akan mengikuti kristus palsu dan gereja palsu. Kemudian pintu akan terbuka bagi kemunculan manusia atau sosok antikris itu!

5. Ada sebuah nubuatan yang terkenal dari St.Francis :

Pada saat kesulitan yang besar itu, ada seseorang yang tidak dipilih secara otentik, akan diangkat dalam posisi Kepausan, yang dengan kecerdikannya akan berusaha menarik banyak orang kepada kesesatan... Akan terjadi perbedaan pendapat serta perpecahan yang besar diantara orang-orang... karena pada hari itu Kristus akan mengirimkan kepada mereka bukan seorang Pastor yang benar, melainkan seorang penghancur.

Satu-satunya cara Paus Francis akan menggenapi nubuatan ini, jika nubuatan ini benar, adalah jika dia secara pribadi memiliki (secara diam-diam) kesesatan didalam hatinya pada saat pemilihannya menjadi Paus. Karena itu dia juga akan terpilih secara tidak sah. Jika terpilih secara tidak sah, maka dia adalah ‘seorang penghancur’ dan kursi kepausan akan kosong, dengan seorang pembohong duduk di atas tahta Petrus – yang setidaknya, hal itu adalah mungkin.

Mungkin itulah sebabnya Bunda Maria (Our Lady of Good Success) berkata pada tahun 1611 tentang zaman ini dengan mengatakan bahwa ini adalah sebuah zaman kemenangan nyata dari setan, yang akan membawa serta penderitaan yang luar biasa bagi para Pastor yang benar dan bagi umat beriman. Karena itu hendaknya umat beriman terus menerus memohon kepada Bapa Yang Kekal untuk mengakhiri saat-saat yang ‘tidak menyenangkan’ itu, dengan mengutus seorang Pemimpin kepada Gereja, yang akan memulihkan semangat dari imam-imamnya.

6. Nubuatan Catherine Emmerich Terberkati :

Aku menerima penglihatan lainnya mengenai kesulitan besar itu (the great tribulation). Nampak bagiku bahwa sebuah kesediaan akan diminta dari para klerus yang tak bisa mereka berikan (mungkin dengan cara memaksa mereka untuk memberikan Komuni Kudus kepada orang-orang yang bercerai dan menikah kembali ataupun memberkati perkawinan kaum gay)... saat itu seolah orang-orang terpisah kedalam dua kubu...

Aku juga melihat relasi antara Dua Paus ... aku melihat betapa buruknya (berbahaya) akibat dari adanya gereja palsu ini... Aku melihat bahwa Gereja Petrus digerogoti oleh sebuah rencana yang terus berkembang yang dilakukan oleh sekte rahasia... Mereka membangun sebuah gereja yang besar, tunggal, megah, yang bertujuan untuk merangkul semua kepercayaan dengan hak yang sama : Evangelis, Katolik, dan semua pemeluk agama-agama lainnya, sebuah persekutuan yang sesungguhnya dari orang-orang yang sesat dengan satu gembala dan satu kawanan... Aku melihat akibat yang fatal dari gereja palsu ini : aku melihatnya semakin meningkat, aku melihat segala macam bidaah...

Ketika sebagian besar dari Gereja yang benar telah dihancurkan, dan ketika tempat kudus dan altar saja yang masih berdiri, aku melihat para pembongkar memasuki gereja itu bersama Binatang itu (antikris)... Aku melihat Bapa Suci sangat bersedih. Dia tinggal di sebuah istana yang lain... Aku melihat sebuah gereja yang aneh sedang dibangun yang menentang segala aturan... Gereja Roma heterodox yang baru... Segala sesuatu dilakukan disitu menurut akal manusia. Aku melihat segala macam orang, segala macam benda, doktrin serta pendapat. Ada sesuatu yang dibanggakan, disombongkan serta kekerasan didalamnya, dan nampaknya mereka sangat berhasil.. Gereja (yang benar) nampak terisolir, seolah ditinggalkan. Nampak bahwa setiap orang berlari meninggalkannya. Dimana-mana aku melihat kesedihan, penderitaan, kebencian, pengkhianatan, dendam, kebingungan serta kebutaan yang todal. Oh kota ! Oh kota ! Apa yang mengancammu? Badai itu sedang tiba, berjagalah !

(Aku juga melihat berbagai wilayah di bumi ini. Penuntunku (Yesus) menyebut Eropa dan menunjuk ke sebuah wilayah kecil yang berpasir dan Dia berbisik :’Ini adalah Prussia (Jerman Timur), musuh.’ Kemudian Dia menunjukkan kepadaku tempat yang lain, ke arah utara, dan Dia berkata :”Ini adalah Moskow, sedang membawa banyak setan.’)

7. Pedro Regis, yang tulisan-tulisannya telah diterbitkan dan diakui oleh Uskup setempat, menuliskan perkataan Bunda Maria :

Harinya akan tiba ketika Paus (yang benar) akan diturunkan dari tahtanya... Hukum-hukum akan dilanggar untuk menghalangi tindakan Gereja...

Didalam pertempuran besar yang terakhir itu, asap setan akan membubung di rumah Allah, namun terang Allah akan menang... tidak adanya kasih kepada kebenaran serta tidak adanya rasa hormat kepada Sakramen-sakramen akan menuntun banyak orang yang telah disucikan untuk berjalan menuju lembah kemurtadan... Masa depan Gereja akan ditandai dengan sebuah perpecahan besar serta sebuah kediktatoran religius yang menyedihkan. Petrus akan menghadapi Yudas di jalannya... Pengkhianatan akan menyentuh tahta Petrus... Sebuah keputusan akan dibuat dan akan terjadi kebingungan besar didalam istana (Vatikan)... Masa depan akan ditandai dengan berbagai perpecahan dan skandal didalam Gereja Yesusku...

Pengkhianatan akan menyentuh tahta Petrus ... ditandai dengan sebuah konflik yang serius antara Gereja yang benar dan yang palsu.

St.Petrus akan mengarahkan perahunya ditengah badai besar. Perahu St.Petrus akan menjadi oleng dan sedang terjadi kebingungan besar...

Seorang pria yang nampaknya benar dan adil akan muncul. Dia akan menipu banyak orang, karena dia akan memperlihatkan keajaiban-keajaiban besar. Dia akan datang dari belahan bumi selatan dan banyak orang akan menganggapnya sebagai seorang juru selamat. Perhatikanlah dan jangan sampai tertipu...

Akan ada dua buah tahta, namun hanya satu yang menjadi penerus yang benar dari Petrus... seorang Paus yang congkak akan memecah Gereja. Perintah-perintahnya akan dipatuhi dan apa yang berharga akan dicampakkan. Sebuah kebingungan spirituil yang besar sedang tiba... dia yang sebenarnya bisa menjadi Petrus akan menjadi Yudas. Dia akan membuka pintu-pintu bagi musuh dan akan membuat pria dan wanita beriman akan menderita... Gereja akan berjalan tanpa kehadiran Petrus... sebuah perang akan pecah di Roma dan hanya sedikit saja yang selamat.
Dengarkanlah kepada Magisterium yang benar dari Gereja dan menjauhlah dari kebohongan setan.

8. Bunda Maria dari Akita berkata tentang saat-saat ini :

Perbuatan setan akan memasuki Gereja sedemikian rupa hingga orang akan melihat kardinal melawan kardinal, dan uskup melawan uskup lainnya. Imam-imam yang menghormati aku akan dicemooh dan ditentang oleh sesamanya. Gereja-gereja dan altar-altar akan dijarah. Gereja akan penuh dengan mereka yang mau berkompromi dan setan akan mendesak imam-imam serta jiwa-jiwa yang disucikan agar meninggalkan pelayanan kepada Allah.

9. Sr.Elena Aiello (meninggal 1961), mendapat gelar Terberkati pada 14 September 2011 oleh Paus Benediktus XVI, bernubuat sebagai berikut :

Rusia akan bergerak menuju semua negara-negara di Eropa, terutama Italia, dan akan mengibarkan benderanya diatas Kubah St.Petrus. Italia akan sangat dicobai oleh sebuah revolusi besar, dan Roma akan dimurnikan dengan darah karena banyaknya dosa-dosanya, terutama dosa ketidak-murnian !... Oh betapa sebuah penglihatan yang amat mengerikan yang kusaksikan itu ! Sebuah revolusi besar sedang terjadi di Roma ! Mereka memasuki Vatikan. Paus dalam keadaan sendirian; dia sedang berdoa. Mereka memegang Paus. Mereka menangkapnya secara paksa.

10. Yesus juga bernubuat melalui Hamba Allah, Luisa Piccarreta, dengan berkata :

Negara-negara yang Kusukai, Italia dan Perancis, mereka adalah yang paling besar menyangkal Aku... Mereka adalah juga yang lebih banyak memerangi Gereja ...

Manusia telah kehilangan agama. Agama diabaikan oleh mereka yang justru mengaku dirinya saleh... inilah sebabnya mengapa manusia hidup seperti binatang – dia kehilangan agama...
Gereja penuh dengan kepahitan didalam, dan selain kepahitan didalam, ia juga akan menerima kepahitan diluarnya. Aku melihat orang-orang memulai sebuah revolusi, memasuki gereja-gereja, mencopoti altar-altar dan membakarnya, membahayakan hidup imam-imam, memecahkan patung-patung... dan seribu penghinaan dan kejahatan lainnya lagi... sepertinya ada keributan besar melawan Gereja... aku melihat banyak imam-imam melarikan diri dari Gereja dan berbalik dan berperang melawan Gereja. (Yesus berkata bahwa hal ini terjadi karena mereka memusatkan perhatian kepada manusia dan hal-hal duniawi, hingga membuat hati mereka menjadi beku terhadap hal-hal yang Surgawi.)

Yesus berkata lebih lanjut tentang kaum religius, imam-imam, dan para musuh Gereja :
Didalam diri kaum religius, para klerus, serta mereka yang menyebut dirinya umat Katolik, KehendakKu bukan saja menderita, namun juga sekarat, seolah ia tak memiliki kehidupan. Berapa banyak orang yang berpura-pura menjadi anak-anakKu, namun sebenarnya mereka adalah musuhKu yang paling bengis. Anak-anak yang palsu ini adalah para perampok, lebih mementingkan diri sendiri dan tidak percaya, hati mereka menjadi timbunan kejahatan. Anak-anak inilah yang lebih dahulu melancarkan perang terhadap Gereja – mereka akan berusaha membunuh Ibunya sendiri ! Segera mereka akan berperang melawan Gereja, dan musuh-musuhNya yang terbesar adalah anak-anakNya sendiri.

Semakin besar dunia ini nampak dalam keadaan damai dan mereka menyanyikan lagu-lagu pujian perdamaian, semakin besar mereka menyembunyikan peperangan, revolusi serta adegan-adegan tragis bagi kemanusiaan yang malang, dibalik kedok perdamaian yang tersamar dan sementara. Dan semakin besar mereka nampaknya mendukung GerejaKu, dengan menyanyikan hymne kemenangan, dan menyatukan Gereja dengan negara, maka semakin dekatlah meletusnya permusuhan yang mereka rencanakan terhadap Gereja.

11. Sebuah nubuatan yang baru tentang Paus Benediktus XVI, mengatakan :

Paus Benediktus XVI sedang diincar dari dalam koridor-koridornya sendiri oleh sekte jahat ... Berdoalah agar mereka tidak mendesak Paus untuk pergi. Berdoalah agar nabi palsu itu tidak akan mengambil tahta dari Bapa Suci sehingga dia dapat menyebarkan kebohongan. Berdoalah agar para hamba kudus di Vatikan cukup kuat untuk menahan rencana jahat ini yang dirancang untuk menghancurkan Gereja Katolik. Mereka berencana untuk mengganti Wakil Kudus, Paus Benediktus XVI, dengan seorang diktator kebohongan. Dia akan menciptakan sebuah gereja baru didalam persekongkolan dengan antikris dan kelompoknya untuk menipu dunia ... Perpecahan besar akan muncul didalam jajaran imam-imam, para uskup, para uskup agung dan para kardinal. Satu kelompok akan berlawanan dengan kelompok yang lain. (Akhirnya) para murid yang sejati harus bersembunyi dan mengajar secara sendiri-sendiri, atau jika tidak, mereka akan dibunuh. Gereja yang benar akan sangat tersembunyi hingga umat beriman yang sejati harus berkumpul bersama untuk menjalankan kesetiaan mereka kepada BapaKu yang kekal... hari-hari dari WakilKu yang kudus kini telah dihitung. Dia akan meninggalkan Vatikan sebelum Peringatan itu terjadi. (MDM)

Sumber nubuatan ini mengatakan bahwa Paus Benediktus akan meninggalkan kepausannya sebelum kematiannya, dan tepat setahun sesudah nubuatan itu, Paus Benediktus telah mengejutkan dunia dengan melalui pengumuman pengunduran dirinya. Setan tidak tahu masa depan ! Pesan-pesan nubuatan itu mengatakan bahwa Benediktus akan dipaksa untuk keluar, dimana banyak bukti telah disaksikan oleh mereka yang mengamati peristiwa disana, meski Benediktus sendiri mengatakan bahwa pengunduran diri itu dilakukannya secara sukarela. Beberapa nubuatan lain dari sumber yang sama ini telah terjadi sungguh. Dan sumber ini juga mengatakan :

Nabi palsu itu akan menjerat anak-anakKu yang terkasih melalui cara-cara yang karismatik dan mempesona. Nabi palsu itu akan mengambil posisi di Tahta Suci di Roma... Anak-anakKu, waspadalah karena Nabi Palsu itu akan membuatmu percaya bahwa dia sedang mempersiapkan bagi kamu sebuah Firdaus yang baru di dunia. Kebohongannya akan memikat beberapa pengikut Katolik yang polos. Dia akan menghadirkan karisma luar yang menakjubkan dan penuh kasih dan semua anak-anakKu didalam Gereja Katolik akan menjadi bingung. Satu tanda untuk diperhatikan adalah kesombongan dan arogansinya yang tersembunyi dibalik kerendahan hati palsu yang nampak dari dari luar. Anak-anakKu akan dibodohi hingga mereka akan mengira bahwa dia adalah suatu jiwa yang istimewa dan sangat murni. Dia akan diperlakukan sebagai orang kudus yang hidup. Tidak satupun kata yang keluar dari mulutnya akan dipertanyakan. Dia juga akan nampak seolah memiliki karunia-karunia supranatural dan orang banyak akan percaya dalam sesaat bahwa dia bisa melakukan keajaiban-keajaiban. Siapapun yang menentangnya akan dikritik dan dianggap bodaah. Semua jiwa-jiwa yang dituduh sebagai bidaah akan dicampakkan untuk menjadi makanan bagi anjing-anjing. (MDM)

Kita diperingatkan tentang bagaimana kita akan diperlakukan ! Jadi, mengapa kita musti berjuang? Karena Allah telah memanggil kita untuk menjadi penjagaNya (lihat Yehezkiel 33). Haruskah kita terkejut jika si ​​jahat akan bereaksi seperti ini terhadap kita setelah kita membuka kedoknya dan rencananya yang tersembunyi? Semoga Allah membimbing kita dalam kebenaran dan rahmatNya sesuai dengan Kehendak IlahiNya.
Dengan semua nubuatan ini tentang anti-paus Nabi Palsu, yang adalah "Petrus Romanus" didalam nubuat St. Malachy, yang konon saat ini memerintah sebagai paus terakhir di zaman ini. Nah, pesan kenabian dari MDM dan Pedro Regis (yang telah diakui oleh uskup setempat), telah menyatakan bahwa saat ini adalah St. Peter yang memerintah secara rohani atas Gereja saat ini dari Surga, karena menurut ramalan mereka, kepausan duniawi sekarang sedang kosong, yang diselenggarakan oleh seorang penipu ulung. Apakah ini benar atau tidak, saya tidak tahu, tapi hal itu adalah mungkin. Waktu akan memberitahu kita. Beberapa mungkin ada yang menolak pada titik ini, bahwa umat Katolik tidak diharuskan untuk percaya kepada pewahyuan pribadi, tetapi saya bertanya kepada Anda : Apakah anda pikir bahwa Tuhan akan senang dengan pengabaian langsung atas kata-kata nubuatanNya hanya karena hal itu membuat kita merasa tidak nyaman?. Bukankah nubuatan ini juga didapatkan didalam Alkitab? Dan tidakkah St. Paulus mengatakan tentang nubuatan bahwa kita harus "ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik" (1 Tes. 5:21) dan Paus Urbanus VIII mengatakan tentang nubuatan bahwa "Lebih baik percaya daripada tidak percaya "?

12. Tulisan ada di dinding dan jari Allah menaruhnya di sana. Jika semua nubuat ini berhubungan dengan Paus Francis, yang memang dimungkinkan, maka nubuat tentang seorang Paus dan martir, sebagaimana yang dimaksud dalam mimpi St. John Bosco yang terkenal dan didalam rahasia ketiga Fatima dan nubuatan Pius X tentang seorang Paus yang meninggalkan Vatikan secara tergesa-gesa dan meninggal dengan keji di pengasingan, maka hal itu bisa merujuk kepada Paus Emeritus Benediktus.

Menurut nubuat St.Pius X dikatakan :

Aku telah melihat salah satu dari penerusku, dengan nama yang sama, yang berlari diatas tubuh saudara-saudaranya. Dia akan mengungsi di sebuah tempat persembunyian; namun setelah sebuah saat istirahat sejenak, dia akan mati secara kejam.

Apakah nubuat ini merujuk kepada Paus Emeritus Benediktus? Sangat mungkin! St Pius X menubuatkan bahwa Paus yang melarikan diri dari Roma dan meninggal secara kejam memiliki nama yang sama dengannya. Pius X dan Benediktus XVI keduanya memiliki nama yang sama : Yosef.
Begitulah, Benediktus adalah mungkin sebagai ‘Uskup berjubah putih’ yang menjadi martir seperti disebutkan didalam rahasia ketiga Fatima serta ‘Paus yang menjadi martir’ seperti didalam mimpi John Bosco

Yohanes dari the Cleft Rock (abad 14) juga bernubuat :

Menjelang akhir dunia ... Paus bersama para kardinalnya harus melarikan diri dari Roma dalam kondisi mengenaskan ke sebuah tempat di mana mereka tidak akan diketahui. Paus akan mati secara kejam dalam pengasingannya itu. Penderitaan Gereja akan jauh lebih besar dari pada saat-saat sebelumnya dalam sejarah ... Sekitar tahun 2000, antikris akan menyatakan dirinya kepada dunia.

Joachim dari Fiore bernubuat : Antikris akan menggulingkan paus dan merebut tahtanya.

Premol (abad ke 5) bernubuat tentang dua sisi yang terbelah dan Paus yang melarikan diri pada saat-saat zaman akhir:

Dimana-mana ada perang ! Orang-orang dan bangsa-bangsa saling berseteru satu sama lain... Roma juga jatuh kedalam kekacauan. Dan aku melihat Raja Roma, dengan Salib dan Tiaranya, mengibaskan debu dari sepatunya, dan segera melarikan diri menuju pantai yang lain. GerejaMu, oh Tuhan, dikoyakkan oleh anak-anaknya sendiri. Satu kelompok tetap setia kepada Paus yang melarikan diri itu, kelompok yang lain tunduk kepada pemerintahan baru di Roma yang telah menghancurkan Tiara itu.

Cardinal Ratzinger berkata tentang rahasia ketiga Fatima dan secara umum tentang nubuatan-nubuatan itu :

Penglihatan itu berbicara tentang berbagai bahaya dan bagaimana kita bisa diselamatkan darinya. Dengan kata lain, ini adalah peringatan-peringatan dan paling tidak, ia juga bersyarat. Namun nubuatan mengenai Nabi Palsu serta antikris yang ada didalam Kitab Wahyu akan digenapi, termasuk bahwa mereka akan dilemparkan hidup-hidup kedalam kolam api (Why 19:20)

Beberapa orang Paus dalam waktu belakangan ini juga setuju dengan saat-saat kita ini.

Pada tanggal 11 Mei 2010, saat pergi dengan pesawat ke Portugal, Paus Benediktus XVI ditanya tentang Rahasia Ketiga Fatima dan Paus menjawab dengan berkata: "Penderitaan Gereja datang justru dari dalam Gereja, dari dosa-dosa yang ada di Gereja." Selanjutnya, pada tanggal 13 Mei 2010, di hadapan 500.000 orang peziarah di Fatima, dia mengatakan, "Siapa pun yang berpikir bahwa misi kenabian dari Fatima telah berakhir, dia menipu dirinya sendiri." Dia juga mengatakan setelah dirinya menjadi paus, "Berdoalah agar saya tidak melarikan diri karena takut kepada serigala-serigala itu." Dan sebelum menjadi Paus, Yohanes Paulus II juga mengatakan :

Kini kita sedang berdiri di hadapan konfrontasi umat manusia yang terbesar dalam sejarah, yang telah terjadi. Saya tidak berpikir bahwa kalangan masyarakat luas Amerika atau lingkaran luas komunitas Kristiani menyadari hal ini sepenuhnya. Kita sekarang menghadapi konfrontasi terakhir antara Gereja dan anti-Gereja, antara Injil dan anti-Injil."

Beberapa tahun sebelum ini, Paus Paulus VI telah mengatakan kepada dunia: "Ekor setan sedang berperanan dalam disintegrasi dunia Katolik. Kegelapan setan telah masuk dan menyebar ke seluruh Gereja Katolik bahkan sampai ke puncaknya. Kemurtadan, hilangnya iman, kini sedang menyebar di seluruh dunia dan pada tingkatan tertinggi didalam Gereja.”

Yang cukup menarik, St.Faustina menulis dalam buku hariannya bahwa ‘hari penderitaannya yang paling buruk’ dimana dia merasakan seolah berada di Taman Getsemani (dimana Yesus dikhianati oleh Judas) adalah TEPAT PADA HARI YANG SAMA DIMANA PAUS FRANCIS DILAHIRKAN. Dia menulis :
December 17, [1936].  Aku mempersembahkan hari ini bagi imam-imam. Aku menderita lebih banyak pada hari ini dari pada saat-saat sebelumnya, secara jasmani maupun rohani. Aku tidak tahu mengapa aku menderita begitu banyak pada satu hari itu. Aku berusaha berdoa pada Jam Kudus, dimana jiwaku mengalami pahitnya penderitaan Yesus di Taman Getsemani.

II. Apa yang diharapkan dari Nabi Palsu menurut nubuatan-nubuatan?

Berikut ada ada tujuh ‘tanda’ dari Nabi Palsu yang musti diperhatikan :

1. Pameran sikap kerendahan hati yang palsu adalah penipuan yang sangat lihai : Setan adalah kesombongan yang bertopeng sebagai sikap kerendahan hati, sebagai penyamaran. Setiap perbuatan ‘kerendahan hati’ yang dilakukannya akan sengaja disiarkan melalui media massa, dan dia akan mengaku hanya menjadi orang hina dan biasa saja sementara kampanyenya akan menunjukkan bahwa dia adalah seorang eksibisionis yang tak tahu malu. Propaganda ini dimanfaatkan untuk meningkatkan popularitasnya sendiri dan egalitarianisme. Alih-alih membela Iman, dia akan berusaha untuk mengesankan umat Katolik di dunia dengan melalui tindakan dan ajaran-ajarannya. Penampilan kerendahan hatinya tidak hanya akan digunakan untuk merendahkan Benediktus XVI dan seluruh pendahulunya, tetapi juga untuk menggambarkan bahwa Benediktus XVI adalah seorang tradisionalis garis keras yang tak kenal belas kasihan. Jika hal ini terjadi di masa kepausan saat ini, maka kita akan mulai melihat dua sisi yang sedang terbelah : Francis Katolik vs Benediktus Katolik.

Dia tidak akan nampak sebagaimana yang seharusnya, sebagai Nabi Palsu, dia akan menjadi salah satu penipu terbesar dalam sejarah manusia, dengan demikian dia akan muncul sempurna untuk menunjukkan kebalikan dari dirinya yang sebenarnya, bahkan lebih. Dengan demikian, dia akan memainkan perannya lebih sempurna daripada Paus yang sebenarnya, setidaknya pada awalnya. Semua Paus lainnya akan nampak lebih rendah dari pada yang seharusnya, dibandingkan dengan dia. Dia akan muncul sebagai Paus dari segala Paus.

Namun tindakannya yang tidak sejalan dengan tradisi dan tindakan promosi dirinya yang  terselubung akan menjadi salah satu "tanda-tanda" dari pretensi bahwa dia adalah Nabi Palsu.

2. Menampilkan karisma yang tak bisa dijelaskan dan cepat sekali memperoleh pengaruh secara global :

Segera saja dan dengan cara yang tak dapat dijelaskan dia akan sangat disukai oleh dunia dan media massa, dengan popularitas kolosal yang belum pernah terjadi sebelumnya, dimana apapun yang dikatakannya atau dilakukannya, hal itu akan ditafsirkan dengan satu hal saja, dan dia akan dapat melakukan pembicaraan ganda (berbicara pada kedua belah pihak pada saat yang sama, dari kedua sudut mulutnya) hingga dia sengaja menimbulkan rasa kebingungan bagi umat beriman. Dia akan diperlakukan layaknya orang kudus yang hidup. Ada sebuah kekuatan yang menyertainya hingga tidak satu katapun yang keluar dari mulutnya akan dipertanyakan. Setelah beberapa waktu, dia akan nampak memiliki karunia-karunia supernatural dan orang-orang akan percaya bahwa dia bisa melakukan keajaiban-keajaiban. Siapapun yang menentang dia akan dikritik dan dianggap sebagai bidaah (sangat bertentangan dengan apa yang benar). Jiwa-jiwa seperti itu akan dituduh sebagai bidaah, akan ditertawakan dan diremehkan, dan bahkan dianiaya.

Contoh pembicaraan ganda yang dilakukannya misalnya adalah seperti ini :"Tentu saja kita tahu bahwa pernikahan secara tradisional adalah antara seorang pria dan seorang wanita, dan karena itu ia akan menetap seperti itu; tetapi kita juga harus bersikap toleran dan penuh kasih kepada mereka yang melakukan pernikahan sesama jenis, yang memiliki hak yang sama juga. Di dunia sekarang ini, kita harus bertemu orang-orang di mana mereka berada; dan siapakah kita ini hingga boleh menilai; dengan demikian, kita membutuhkan imam-imam untuk memberikan berkat Gereja kepada mereka demi kebaikan semuanya."

3. Memanfaatkan hukum kebertahapan (dan dukungan populer) untuk menggagalkan timbulnya penentangan :

Agenda tersembunyi dari Nabi Palsu itu akan berjalan langkah demi langkah, selalu dalam dua arah secara bersamaan (dalam arah yang nampaknya menghormati ajaran Gereja dan dalam arah untuk merubah ajaran Gereja yang nampaknya demi alasan yang baik), sehingga perubahan yang akan terjadi kecil sekali hingga umat beriman tidak akan terkejut atau terlalu khawatir, hingga mereka tidak terdorong untuk melihat sesuatu yang ada dibalik apa yang nampaknya adalah niat baik dari Paus. Dengan demikian akan terlalu sulit untuk menolak dan menghentikannya. Dengan melalui langkah-langkah kecil yang hampir tak terlihat karena membaharui ajaran Gereja akan berarti modernisasi, akan berarti terjadi perubahan, dan akan berarti menjadi bidaah - dengan perkembangan yang sangat licik sehingga menjadi tak terbendung lagi, dan dengan cara sedemikian rupa hal itu bahkan didukung dan dipertahankan oleh umat beriman yang tidak menyadari adanya penipuan dan agenda yang sedang berlangsung, karena sifatnya yang bertahap serta pembicaraan ganda yang menyelimutinya.

4. Proyek atau rencana keterbukaan terhadap revisi Ajaran / Doktrin dan siap menuju Kemurtadan

Nabi Palsu itu akan menyesatkan Gereja menuju bidaah, yang dikatakan sebagai meterai pertama didalam Kitab Wahyu, ketika kebenaran iman akan diputar-balikkan, ketika Gereja diperkenalkan kepada ajaran/doktrin baru yang semakin buram. Bertanyalah dalam diri anda : Apakah Paus Francis mengambil langkah-langkah yang mungkin meletakkan dasar bagi perubahan doktrin dan moralitas, bahkan mungkin sampai munculnya agama dunia tunggal? Jika dia adalah Nabi Palsu, maka Francis tidak hanya melakukan kesalahan teologis sesekali saja dalam ucapan-ucapannya, tetapi sebaliknya, dia akan bergerak lebih dan lebih jauh lagi menuju pengakuan akan iman yang palsu, sehingga menunjukkan bahwa iman yang dia pegang dan dia akui adalah salah, menunjukkan dirinya adalah seorang anti-paus bidaah, dan membingungkan banyak orang dengan menggambarkan Iman yang benar dengan iman palsu, secara diam-diam. Dia juga akan mengajukan solusi untuk menyatukan semua gereja sebagai satu kesatuan. Dipuji sebagai inovator modern, dia akan dielu-elukan oleh dunia sekuler karena dia akan membenarkan perbuatan dosa. Dia akan memperkenalkan undang-undang baru, yang bukan saja bertentangan dengan ajaran-ajaran (moralitas dan doktrin) dari Gereja Katolik, namun juga melawan semua hukum Kristiani. Hal ini tidak berarti bahwa perubahan itu akan mudah dilihat oleh banyak orang, karena dia akan menggunakan alasan penalaran yang sangat cerdik, dibungkus dengan cara yang sangat lemah lembut, untuk membutakan banyak orang terhadap Kebenaran. Setiap uskup dan teolog liberal akan mendengarkan Paus ini, serta memujinya. Para pemimpin Gereja ini juga akan berbicara dengan ucapan ganda dalam upaya mereka untuk melemahkan doktrin Katolik -- kata-kata mereka yang penuh kasih serta kutipan-kutipan dari Kitab Suci akan digunakan untuk menipu kita, dan mereka berencana untuk membuat berbagai pernyataan yang sembrono dan membingungkan publik -- dan pada gilirannya Paus Nabi Palsu itu akan memuji mereka sebagai inovator. Ketika ini terjadi, maka perlu sekali bagi seluruh umat Katolik yang setia untuk memilih di sisi mana mereka berada, atau mereka akan mendapati diri mereka berada di sisi yang salah! Sayangnya, banyak orang akan merangkul kebohongan dan keteledoran para pemimpin palsu mereka, bukannya menghadapi tantangan terhadap Kebenaran itu. St. Robertus Bellarmine mengatakan: "Hanya diberikan kepada beberapa orang untuk bisa mengenali Gereja yang benar di tengah kegelapan dari begitu banyak perpecahan dan ajaran sesat, dan lebih sedikit lagi orang yang bisa mengasihi kebenaran, yang telah mereka lihat, untuk kemudian berlari memeluknya."

Dengan demikian, banyak umat beriman akan disesatkan. Perpecahan akan terjadi. Kemudian Nabi Palsu itu akan mempersiapkan antikris untuk memerintah agama dunia tunggal yang baru itu, dan bersama-sama mereka akan berusaha untuk menipu semua umat Allah. Namun Gereja yang benar tak akan bisa dikalahkan. Kebenaran dari Wahyu yang diturunkan kepada kita didalam Gereja melalui Kitab Suci (Alkitab) dan Tradisi (Katekismus) tidak dapat dirubah. Dan kita tetap tidak boleh berbuat jahat (seperti mengubah moralitas atau doktrin), bahkan meski untuk alasan yang baik. Tanda yang pasti dari bidaah dan Nabi Palsu adalah adanya perubahan doktrin, untuk alasan apapun, bahkan dengan alasan yang cerdik seperti untuk kepentingan (palsu) kemurahan hati, belas kasih atau kesatuan - seperti yang diberikan dalam tiga contoh berikut yang saat ini sedang dibahas di Vatikan:

- Tindakan kemurahan hati yang palsu dengan memberikan Komuni Kudus (tanpa ada pembatalan yang sah atas pernikahan mereka ) bagi pasangan Katolik yang bercerai dan menikah kembali secara sipil, meskipun mereka dalam keadaan perzinahan.

Kitab Suci mengatakan : “Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah." Matius 19: 9

Didalam Katekismus ada dikatakan : Karena itu, Gereja memegang teguh bahwa ia tidak dapat mengakui sah ikatan yang baru, kalau Perkawinan pertama itu sah. Kalau mereka yang bercerai itu kawin lagi secara sipil, mereka berada dalam satu situasi yang secara obyektif bertentangan dengan hukum Allah. Karena itu, mereka tidak boleh menerima komuni selama situasi ini masih berlanjut. CCC 1650

- Rasa kasih sayang yang palsu serta toleransi yang berlebihan dengan seolah-olah membutuhkan berkat dari imam bagi perkawinan gay bahkan hal itu dilakukan dengan alasan sebagai sarana untuk menghindari diskriminasi

1 Kor. 6:10 mengatakan : Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Rm 1: 26-27 : Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

Berdasarkan Kitab Suci yang melukiskan homosexual sebagai sebuah penyelewengan besar, tradisi Gereja selalu menjelaskan, bahwa "perbuatan homoseksual itu tidak baik." Perbuatan itu melawan hukum kodrat, karena kelanjutan kehidupan tidak mungkin terjadi waktu persetubuhan. Perbuatan itu tidak berasal dari satu kebutuhan benar untuk saling melengkapi secara afektif dan seksual. Bagaimanapun perbuatan itu tidak dapat dibenarkan... (Bahkan) kecenderungan ini secara obyektv adalah tidak baik.” (CCC2357-8)

"Perjanjian Perkawinan, dengan mana pria dan wanita membentuk antar mereka kebersamaan seluruh hidup, dari sifat kodratinya terarah pada kesejahteraan suami-isteri serta pada kelahiran dan pendidikan anak;" CCC1601

“Allah sendirilah Pencipta Perkawinan." Panggilan untuk Perkawinan sudah terletak dalam kodrat pria dan wanita, sebagaimana mereka muncul dari tangan Pencipta. CCC 1603

“Kitab Suci berkata, bahwa pria dan wanita diciptakan satu untuk yang lain... sehingga keduanya menjadi satu daging." CCC1605.

Kenyataannya adalah bahwa hal ini mulai terjadi, dan ia dinubuatkan untuk terjadi. Nubuat itu mengatakan : "Penghapusan dosa akan diperkenalkan melalui pengenalan undang-undang yang nampak mendukung toleransi. Hal itu termasuk aborsi, euthanasia, dan pernikahan sesama jenis. Gereja akan dipaksa untuk mengijinkan pernikahan sesama jenis dan imam-imam akan dipaksa untuk memberkati mereka."(MDM)

- Persatuan yang palsu (ekumenisme) dengan mengijinkan orang non-Katolik untuk menerima Komuni didalam Gereja Katolik melalui kompromi doktrinal atau revisi dan perubahan atas Sakramen-sakramen itu sendiri

1 Kor. 11:27-29 : Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap Tubuh dan Darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui Tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya.
Katekismus menulis : “Siapa yang sadar akan sebuah dosa besar, harus menerima Sakramen Pengakuan sebelum ia menerima komuni.” CCC1385

Mereka yang menerima Ekaristi haruslah "memiliki semua prasyarat yang diperlukan." (CCC 1388) Mereka harus berada dalam persekutuan penuh dengan Gereja Katolik, menerima semua doktrin tradisi Gereja, dan berada dalam keadaan rahmat.

“Persekutuan-persekutuan Gereja yang muncul dari Reformasi, yang terpisah dari Gereja Katolik, "terutama karena tidak memiliki Sakramen Tahbisan, sudah kehilangan hakikat misteri Ekaristi yang otentik dan sepenuhnya" (UR 22). Karena alasan ini, maka bagi Gereja Katolik tidak mungkin ada interkomuni Ekaristi dengan persekutuan-persekutuan ini. CCC1400

Mereka yang menerima Ekaristi haruslah ‘memberi bukti bahwa dirinya mempercayai iman Katolik mengenai Sakramen-sakramen ini (termasuk pada Kehadiran Nyata) serta memiliki disposisi yang baik.” CCC1401

Gereja kita kini semakin banyak menerima serangan -- dari luar dan dari dalam. Apa yang akan kita lihat adalah sebuah upaya untuk secara mendasar merubah Gereja Katolik, bahkan dari dalam hirarkinya. Apakah ini bukan "ajaran setan-setan dan pretensi para pendusta" seperti yang diperingatkan oleh St Paulus di saat-saat zaman akhir nanti (1 Timotius 4: 1-2, 2 Timotius 3: 1-5)? Dan jika demikian, tidak perlu lagi membuat kesimpulan yang lain, karena murka Allah pasti akan mengarah kepada mereka yang menindas kebenaran (Roma 1:18). Mungkin itu juga bisa dikatakan terhadap siapapun yang menindas pesan-pesan surgawi yang ada dalam nubuatan ini juga.

5. Menyulut perpecahan dan peperangan secara diam-diam : Nabi Palsu akan menuntun Gereja agar terjebak dalam perang revolusioner dan perpecahan internal yang mengarah kepada pemalsuan Iman Kristiani sehingga menciptakan sebuah agama baru yang dibentuk berdasarkan humanisme, bukan Wahyu, menurut cara manusia, bukan cara Tuhan. Peperangan seperti ini dibahas ketika meterai kedua dari Kitab Wahyu, yang akan mempersiapkan panggung bagi munculnya antikris yang akan berkuasa sebagai juru damai yang palsu, dengan penampilan luar manusiawi yang penuh kasih. Waspadalah. Melalui tipu dayanya yang keji, antikris akan nampak sebagai utusan kasih, perdamaian, dan keharmonisan di dunia. Dia akan memperlihatkan topeng penuh pesona, dengan belas dan kasih kepada semua orang. Pada titik ini, Nabi Palsu itu seolah dikesampingkan untuk sementara waktu, karena antikris sekarang akan naik ke atas panggung dunia, seperti yang dinubuatkan. Ketika anda mendengar laporan-laporan baru dari media masaa, tentang sosok negosiator yang menjanjikan, terampil, negosiator perdamaian, maka anda akan tahu siapa dia. Dia akan menjadi sekutu yang sangat dekat dari Nabi Palsu dan tidak diragukan lagi siapa dia sebenarnya. Seluruh dunia akan jatuh di bawah mantranya. Dia akan membingungkan banyak orang dan berkata bahwa segala sesuatunya adalah baik padahal sebenarnya adalah buruk, dan suci padahal sebenarnya adalah sesat. Dia akan melindungi dan mempromosikan serigala-serigala yang ingin melahap jiwa anak-anak Allah; namun umat beriman yang sejati akan tahu siapa dia.

6. Mendukung Tata Dunia Baru serta Mata Uang Dunia Tunggal:
Nabi Palsu itu akan menyebarkan pengaruhnya yang memukau untuk mendukung manusia durhaka yang akan muncul sebagai juru damai (yang palsu dan tak mengenal hukum) untuk mengakhiri perang global yang akan segera datang dan membantunya dalam membangun tatanan dunia baru, seperti yang ditulis dalam Kitab Wahyu bab 13. Dan antikris akan mengendalikan umat manusia melalui mata uang baru dari Dunia Tunggal dan tanda dari binatang. Kemudian penganiayaan yang dipimpin oleh Aliansi Dunia Baru akan dimulai. Kita harus berani dan siap untuk menerima pukulan demi Kebenaran. Seperti yang dikatakan oleh Benediktus XVI : "Keberanian membela kebenaran, di mata saya, adalah kriteria pertama dari kesucian di zaman ini.”

7. Ikut serta membantu dalam Penganiayaan Besar :
Kedua sosok itu, antikris dan Nabi Palsu, berada di bawah arahan Setan, dan akan membawa seluruh umat manusia menuju jurang kehancuran. Penganiayaan itu akan berkembang secara perlahan dan halus pada awalnya, mengikuti hukum kebertahapan. Nabi Palsu dan antikris akan bekerja bersama-sama, dalam rangka membawa penderitaan kepada dunia, yang akan terwujud setelah kekejian dalam Gereja Katolik telah terpenuhi. Semua kebenaran tentang ajaran Kristus akan diputar-balikkan. Semuanya akan menjadi sebuah kebohongan belaka.

Nabi Palsu, yang akan memimpin seluruh Gereja Katolik di dunia, akan memerintah umat manusia agar menyembah pemimpin manusia, yaitu antikris, bukannya Allah (lihat Wahyu 13: 14-15). Kemudian, Sakramen-sakramen hanya akan disediakan oleh imam-imam (atau klerus lainnya) yang tetap setia kepada Kristus dan kebenaran Iman. Masalahnya adalah bahwa mereka yang berada di pihak antikris dan Nabi Palsu akan terlihat seolah melakukan perbuatan baik yang besar di dunia, sementara mereka yang mengikuti Hukum-hukum Allah akan dianggap bersalah dan dikejar-kejar untuk dianiaya. Dua Saksi Allah, yaitu Gereja Katolik dan Rumah Israel, akan bersaksi melawan kristus palsu dan gereja palsu, dan mereka akan dianiaya, baik secara jasmani maupun rohani. Sebuah saat akan tiba ketika nampaknya kedua saksi itu telah dihancurkan. Namun Tuhan akan campur tangan, dan mereka akan bangkit kembali untuk membentuk Langit Yang Baru dan Bumi Yang Baru.

III. Bagaimana umat Katolik musti menyikapi terhadap kemungkinan jika Paus Francis adalah benar Nabi Palsu

Umat Katolik percaya bahwa dengan kehendak dan ajaran Kristus, maka Magisterium Gereja akan dilindungi dengan karisma infalibilitas (tak bisa salah), sehingga dengan kuasa Roh Kudus Paus tidak pernah bisa berbuat salah dalam ajaran resminya mengenai iman dan moral. Gereja yang benar tidak akan pernah berbuat salah dalam hal iman dan moral. Sebagai orang Katolik, kita tahu ini adalah benar. Jadi janganlah ada yang mengganggu atau campur tangan dalam Sabda Allah.

Di sisi lain, jika Paus secara pribadi memeluk bidaah (ajaran palsu atau imoralitas), meski secara diam-diam, maka dia de facto tidak lagi menjadi Paus. Jadi, jika Paus mengajarkan doktrin palsu (ataupun merubah doktrin), maka ini adalah "tanda" yang pasti bahwa dia bukanlah Paus yang sah, seperti yang saya tulis dalam artikel lain. Dalam kasus seperti ini, maka ajaran-ajarannya tidak perlu dipatuhi dan dia juga tidak boleh diikuti. Umat Katolik yang setia harus siap menerima kemungkinan ini, terutama mengingat berbagai nubuatan surgawi yang berhubungan dengan ini dan dengan mengingat berbagai tindakan Paus Francis yang terus menimbulkan keprihatinan serius, serta dengan melihat jalan yang nampaknya dia tempuh saat ini. Tetapi, karena kita musti taat kepada Magisterium, kita tidak bisa memutuskan sendiri apakah dia melakukan kesesatan dan dengan demikian dia adalah Paus yang tidak sah. Kita harus menunggu sampai otoritas tertinggi Gereja (misalnya Paus Emeritus Benediktus) menyatakan begitu dan dengan menyajikan bukti paling jelas.
Tetapi orang banyak sudah bertanya-tanya bagaimana mereka harus menyikapi adanya kemungkinan bahwa Paus Francis adalah mungkin Nabi Palsu? Berikut adalah enam cara untuk dilakukan :

1. Tetap patuh dan waspada. Dalam hati nurani, hati, pikiran, dan keinginan - tetap taat kepada Paus Francis, dan menganggap dia adalah seorang Paus yang sah - untuk saat ini. Ketahuilah bahwa Magisterium Gereja akan tetap tak bisa salah, meskipun tidak didalam diri Nabi Palsu itu beserta segala kebohongannya, siapa pun dia. Namun siapapun yang mendukung perkawinan gay, pembatasan kelahiran/kontrasepsi, aborsi atau euthanasia, imam-imam perempuan, doktrin dan ajaran sesat lainnya, haruslah dihindari.

Dan dengan mengingat 'track record ‘ dari Paus Francis dengan ‘kaca mata’ nubuatan yang semakin terbukti kebenarannya, maka kita harus berhenti memuji dia serta tindakan-tindakannya yang cukup mengganggu; sambil tetap setia kepadanya (untuk saat ini) sebagai Paus; berdoa baginya; dan memohon terang pengetahuan, namun tetap waspada demi kebaikan jiwa-jiwa dan Gereja. Kami hanya ingin untuk setia kepada Paus. Kita juga harus melihat jalan kita saat ini dengan alasan dan iman yang kuat. Situasi saat ini memerlukan kewaspadaan yang tegas dan terus menerus.

2. Tetap waspada dan bersikap investigativ. Jangan mengubur kepala anda dalam pasir dan berharap semuanya akan reda. Dengan mengingat nubuatan-nubuatan yang ada serta track record Paus Francis yang meresahkan, maka diperbolehkan dan bahkan tepat sekali jika keadaan ini menjadi saat untuk melakukan evaluasi dan bahkan bersikap agak kritis terhadap tindakan dan ajaran Paus Francis. Sebagai umat Katolik, adalah diperbolehkan untuk mempertimbangkan kemungkinan bahwa dia adalah mungkin Nabi Palsu itu, meski belum sampai pada kesimpulan itu. Dengan demikian, pada saat ini, tidaklah perlu untuk memuji secara berlebihan atas segala hal yang dikatakan dan dilakukannya, dan berpikir secara keliru bahwa ini akan membuat anda menjadi seorang Katolik yang lebih baik atau lebih setia dalam proses ini. Sebaliknya, kita harus melihat apa yang dia katakan dan lakukan dengan mata penalaran yang kritis, karena waktu memang menuntut hal ini, sekaligus menjaga iman kita tetap utuh. Memang, situasi yang sedang terjadi saat ini mungkin saja akan menghebohkan kita.

Tetapi mari kita ingat St. Thomas Aquinas yang mengutip perkataan Gregorius: "Jika orang-orang merasa tersinggung oleh kebenaran, maka lebih baik untuk membiarkan lahirnya skandal, daripada mengabaikan kebenaran." Ingat, kecurigaan tidak berarti menyimpulkan bahwa sesuatu itu salah, hanya kemungkinan bersalah, dan dengan demikian hal ini membutuhkan penyelidikan. Dan sejauh apa yang harus kita lakukan, dengan berbagi nubuat-nubuat ini dan keprihatinan akan kepausan saat ini, maka - "Kebenaran itu laksana singa. Anda tidak perlu untuk mempertahankan kebenaran itu. Biarkan saja ia berjalan dengan sendirinya. Ia akan membela dirinya sendiri," demikian kata St Augustine. Jadilah para penjaga moral dan doktrin Gereja dan duta besar dari nubuatan surgawi ini. Untuk sementara waktu, bahkan jika segala sesuatunya menjadi semakin buruk, janganlah heran jika bahkan para Uskup dan teolog yang baik akan menjadi bingung dan salah arah dalam kecenderungan dan antusiasme mereka. Tak lama lagi, jika hal-hal yang dinubuatkan itu telah menunjukkan kebenarannya, maka hal itu akan menjadi lebih jelas bagi mereka dan bagi sejumlah besar umat beriman. Bersabarlah dan bertekunlah.

3. Tetap bersatu didalam kebenaran Kristus. Apa yang terjadi dengan ini - biarkan jawaban 'ya' anda tetap 'ya' dan jawaban ‘tidak’ anda tetap 'tidak'? Kita tidak akan membiarkan iman kita dirusak; kita tahu bahwa doktrin dan moral kita tak terbantahkan dan tidak dapat dirubah. Meski ada beberapa pemimpin Gereja ingin merubah kita (dan Kristus) atau ingin meninggalkan kita (dan Kristus) di belakang - yang ingin memecah-belah kita dan mengoyak kita, tetapi kita tidak akan terecah-belah. Jika nubuatan-nubuatan ini terpenuhi (seperti yang saat ini semakin jelas terpenuhi), tetapi kita tidak akan terpisah dari Gereja, dan merekalah yang terpisah dari kita. Apa yang perlu kita lakukan adalah tetap tinggal didalam kebenaran iman dan ajaran Gereja. Dimana Gereja yang benar akan tetap ada. Dengan dituntun oleh Firman Tuhan dalam Katekismus dan Alkitab, bersama-sama dengan Magisterium yang benar.

Apakah akan ada reaksi bagi artikel ini. Mungkin saja. Apakah reaksi itu akan sengit? Mungkin. Mengapa saya menulis ini? Kenyataannya adalah bahwa Setan berharap untuk meracuni pikiran kita terhadap nubuatan-nubuatan Allah dan tetap mempertahankan tirai menutupi mata kita agar kita tidak bisa melihat semakin terbukanya rencana-rencana jahatnya. Kita harus menyadari hal ini dan berusaha untuk tidak menyerah pada rencana jahat setan untuk memecah belah kita dan menggunakan kita masing-masing untuk saling menyerang satu sama lain. Dia akan mengadu kita satu dengan yang lain. Dia akan menciptakan keraguan dan perpecahan. Jelas bahwa kita harus mempersiapkan diri untuk menjalani pertempuran rohani yang akan mencurahkan banjir kebencian yang mengerikan, bukan saja kepada pesan-pesan surgawi ini tetapi juga terhadap mereka yang menyebarkannya. Kita tidak boleh membiarkan serangan ini untuk menghentikan kita. Saya sarankan bahwa kita menanggapi dengan cara mengabaikan serangan-serangan ini, dan kemudian kita bergerak maju dan memberikan pesan-pesan Surgawi ini kepada dunia secepat mungkin yang kita bisa. Banyak orang ketika diberi pesan-pesan ini, akan merasa menyesal untuk memperhatikannya, seperti yang kita lakukan, dan mereka kemudian akan diberi rahmat untuk melihat Kebenaran pewahyuan dan kebenaran dari peristiwa-peristiwa yang terungkap saat ini.

Ingatlah bahwa anda tidak perlu mengikuti siapa saja yang memberitakan bidaah (kesalahan moral atau doktrinal). Ada perpecahan yang penuh tipuan yang sedang berkembang didalam tubuh utama dari Gereja, antara umat Katolik yang ingin menggulingkan ajaran dan doktrin Gereja dengan dan sisa umat beriman yang masih setia, yang tidak mau mengikuti jejak mereka. Maka mereka yang mempromosikan kemurtadan itulah yang akan menyebabkan perpecahan baru, bukannya umat beriman yang tetap setia kepada doktrin, Ketika mereka bertindak terlalu jauh, seandainya ini adalah agenda yang sesungguhnya dari Paus Francis, maka kita harus melihat kepada "Gembala yang layak" yaitu Benediktus XVI untuk membuang kesalahan dan mengembalikan Gereja kepada keindahannya’ (seperti nubuatan Bl. Tomasuccio de Foligno mengenai seorang Paus yang akan melakukan hal itu). Dan selebihnya, serahkan segalanya kepada kehendak Allah.

4. Tetap bersikap murah hati. Anda akan menanggapi dengan satu atau lain cara terhadap informasi yang ada didalam artikel ini, dengan menyetujui ataupun menolaknya. Jika anda berpikir bahwa nubuatan ini mungkin saja benar, maka sebarkanlah artikel ini. Tuhan tidak memberikan nubuatan-Nya hanya bagi sedikit orang yang berpikiran terbuka saja, tetapi bagi semua orang beriman. Dia ingin pewahyuan-Nya dibagikan dan disebarkan, kepada siapa saja yang mau mendengar dan menanggapi. Dan dengan menyadari bahwa banyak orang, terutama pada saat ini, tidak akan setuju. Mereka tidak akan bisa melihat atau mempertimbangkan situasi yang ada. Jangan mencoba untuk memperdebatkan pandangan anda. Berikanlah informasi. Berdoalah memohon penegasan. Berdoalah bagi Paus dan Gereja, memohon belas kasih dan persatuan. Marilah kita saling mendoakan dan memohon persatuan dalam kebenaran. Waktu akan membuat segalanya menjadi lebih jelas, dengan satu atau lain cara. Paus Francis adalah Nabi Palsu, yang merupakan kemungkinan besar, atau dia bukan, dan orang lainlah yang menjadi Nabi Palsu itu. Keadaan akan menuju kesini, atau tidak, dan kritikan terhadap pesan ini tidak akan merubahnya. Jika keadaan menuju ke arah ini, anda akan senang karena Allah memberitahu anda melalui nubuatan-nubuatanNya sebelumnya, meski mungkin anda menolak pada mulanya.

5. Tetaplah berharap. Tuhan memegang kendali, dan peristiwa-peristiwa saat ini berada dibawah KuasaNya. Ingatlah bahwa Tuhan menciptakan kebaikan dari segala sesuatu bagi mereka yang mengasihi Dia (Roma 8:28). Dan Dia menubuatkan hal-hal ini melalui Daniel dan St. John dalam Alkitab dan melalui berbagai nubuatan surgawi, sehingga kita akan memiliki keberanian sementara peristiwa-peristiwa terus terungkap dan agar kita bisa menyadari bahwa Dia ingin kita untuk menjawabNya dengan pengharapan dan iman kepada-Nya. Rasa takut bukanlah berasal dari Allah. Marilah kita bermazmur (Mazmur 91) : “Orang yang duduk dalam lindungan Yang Maha Tinggi dan bermalam dalam naungan Yang Maha Kuasa akan berkata kepada Tuhan, "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku yang kupercayai’,....  Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang..... Kristus akan memelihara kita dan orang-orang yang kita kasihi, dan mengetahui bahwa Dia telah mengutus Ibu-Nya untuk membantu kita dengan cara yang khusus di zaman ini.

6. Tetaplah tekun berdoa. Doa adalah satu-satunya cara untuk memperoleh kemenangan dan damai. Nubuatan tentang Nabi Palsu sudah dekat kepada penggenapannya. Menurut Kitab Wahyu serta nubuatan-nubuatan lainnya, Nabi Palsu itu harus sudah berada di tempatnya seperti yang disampaikan dalam meterai pertama mengenai Pertempuran Akhir, terutama sebelum meterai-meterai lainnya mengenai peperangan, kelaparan, wabah penyakit, meterai pertama mengenai kemurtadan besar sebelum meterai kedua mengenai peperangan apokaliptik. Nabi Palsu itu akan menjadi Elia palsu, Yohanes Pembaptis palsu, yang mendukung naiknya antikris. Melalui kewenangannya di bidang agama serta pengaruh globalnya, dia akan membantu memperkuat otoritas antikris. Tetapi, kita pada gilirannya nanti akan membantu dalam mengalahkan setan. Dan untuk melakukan hal ini, kita harus berdoa. Berdoa, berdoa, dan berdoa!

Nampaknya nubuatan Malachy mengenai Paus terakhir sudah sampai pada waktunya dan kemurtadan besar sudah dimulai. Bagi mereka yang memiliki mata untuk melihat, badai terakhir itu sudah muncul. Kita harus menjadi saksi Kebenaran dari nubuatan-nubuatan yang diramalkan, meski hal itu amat menyakitkan. Satu hal tentang nubuatan : ia tidak mudah untuk didengar, apalagi diterima. Tetapi, buah dari nubuatan akan selalu menjadi apa yang dibutuhkan oleh Gereja dan menjadi apa yang dikehendaki Allah. Dengan demikian, Yohanes Paulus II mendorong kita dari atas sana : "Tak ada waktu lagi untuk merasa malu (dalam menerima ) Kitab Injil... Inilah saatnya untuk mewartakannya dari atas atap." Apakah Francis adalah Nabi Palsu seperti yang dikatakan dalam berbagai nubuat serta orang yang dimaksudkan didalam nubuatan lainnya, hal itu adalah masuk akal dan mungkin, namun waktu yang akan memberitahu kita. Kita harus berdoa bagi Gereja Katolik, termasuk bagi Paus Francis, agar semuanya tetap berada dalam Kebenaran dari Wahyu Yesus dan tujuan dari kematian-Nya di kayu Salib. Jika anda berbagi atau mewartakan artikel ini, silahkan melakukannya secara utuh. Beranilah !
______________

Lebih jauh lagi mengenai informasi atas berbagai nubuatan di zaman kita ini silakan mengunjungi : www.TwoHeartsPress.com


No comments:

Post a Comment