Wednesday, June 24, 2015

Uskup Fellay berbicara tentang Kerahiman Sejati

Uskup Fellay berbicara tentang Kerahiman Sejati


Adalah penting untuk membedakan antara kerahiman / belas kasih timpang yang diilhami dari hasil konsilier, dengan belas kasih sejati Katolik.

Surat terbaru dari Uskup Fellay (Letter to Friends and Benefactors (May 2015, #84) telah diterbitkan.
Dalam suratnya itu, Pemimpin SSPX itu memusatkan pembicaraan pada masalah kerahiman / belas kasih – dimana hal ini berkaitan dengan pernyataan Tahun Kerahiman oleh PF – dimana dia menjelaskan bahwa belas kasih sejati haruslah disertai dengan pertobatan yang tulus atas dosa :

Belas kasih adalah sebuah kata yang sudah sering didengar oleh setiap umat Katolik karena kata itu menunjukkan manifestasi yang paling menyentuh dari kasih Allah kepada kita...

Namun belas kasih sejati, yang menunjukkan bahwa pada awalnya, tindakan yang amat menyentuh dari Allah kepada pendosa serta kesedihanNya, terus berlanjut pada sebuah saat dari pertobatan makhluk kepada Allah :”Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup.” (Yeh.33:11). Jadi Kitab Injil menekankan perlunya pertobatan, penyangkalan atas dosa, serta silih. Selanjutnya Allah bersabda :”Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian." (Luk 13:5)

Bertentangan dengan gagasan mengenai belas kasih yang benar atau sejati itu adalah gagasan belas kasih hasil dari "spirit of Vatican II", dimana disini ia kehilangan rasa perlunya pertobatan, sebuah kesalahan yang dianjurkan sebagai bagian dari reformasi PF bagi Kuria Roma:

Bisakah anda memotong atau membuang sebagian dari makna yang ada didalam kata ‘belas kasih’, dengan membuang arti pentingnya pertobatan, seperti yang dilakukan oleh Kardinal Maradiaga, dengan tujuan untuk memberikan semangat baru bagi reformasi konsilier dengan jalan menghancurkan semangat tradisional? Tentu saja tidak!
(...)


Dengan mewartakan atau berkotbah tentang belas kasih (kerahiman) tanpa perlunya pertobatan atas para pendosa yang malang itu, maka pesan menjadi itu tak bermakna sama sekali, justru ia merupakan perangkap setan yang bisa ‘menenangkan’ dunia dalam kebodohannya dan pemberontakannya yang semakin meningkat terhadap Allah, dimana sebenarnya Surga telah berbicara jelas mengenai hal itu : “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.” (Gal 6:7).

No comments:

Post a Comment