Sunday, June 28, 2015

Surat terbuka kepada Paus Francis : Apakah anda mau mendefinisikan ulang Doktrin Gereja?

Surat terbuka kepada Paus Francis : Apakah anda mau mendefinisikan ulang Doktrin Gereja?
October 1, 2014
By Dr. Kelly Bowring


Sumber :

Dr. Kelly Bowring adalah seorang teolog Katolik dan penulis dari buku bestseller “The Secrets, Chastisement, and Triumph” dan “The Signs of the Times”. Artikel ini telah  diterbitkan pada 13 Maret 2014 oleh Two Hearts Press LLC didalam webnya : www.TwoHeartsPress.com

Paus Francis yang terkasih
Sebagai seorang teolog Katolik, Gereja mengajarkan bahwa saya diijinkan untuk mengajukan pertanyaan mengenai isi dari ucapan campur tangan anda (On the Ecclesial Vocation of the Theologian 24). Maka saya akan melakukannya dalam surat terbuka ini.
Sejak anda menjadi Paus, banyak sekali tindakan dan pernyataan anda yang telah menyulut perhatian yang besar diantara banyak Kardinal. Sayapun telah menerbitkan beberapa tulisan sebelumnya, Terutama mengenai kenyataan bahwa beberapa perkataan dan tindakan anda nampaknya telah menggenapi beberapa nubuatan yang layak dipercaya yang ada didalam gereja Katolik mengenai saat-saat kita sekarang ini. Pusat perhatian yang sedang berkembang saat ini adalah apa yang nampaknya menjadi niatan anda untuk merubah atau mengganti doktrin Katolik dan mungkin membuat konsesi pastoral dalam hal ajaran doktrinal dalam hal iman dan moral.
Selalu Menimbulkan Berbagai Pertanyaan
Saya mulai dengan bertanya-tanya apakah pernyataan Paus Benediktus XVI dulu itu mengacu kepada anda serta kelompok anda ketika dia mengatakan secara terbuka pada awal pontificatnya: “Berdoalah agar aku tidak sampai melarikan diri karena takut kepada serigala-serigala itu”? Apakah anda sedang berencana untuk menyesatkan banyak orang, dengan lebih dahulu memusatkan perhatian pada keluarga (merubah makna dari perkawinan, mengorbankan moralitas seksual dan masalah kehidupan), karena keluarga adalah merupakan fondasi dari masyarakat dan gereja domestik? Mengapa anda menghilangkan penekanan kepada doktrin-doktrin mengenai homoseksualitas, hidup bersama diluar nikah, aborsi, dan kontrasepsi? Mengapa Anda secara strategis sekali telah menempatkan para pemimpin Gereja di tempat-tempat penting yang menganjurkan kompromi doktrinal dan perubahan, dan dengan demikian telah menimbulkan kebingungan? Apakah anda akan mengarahkan Gereja Katolik untuk membuat sejumlah pernyataan yang mengkhawatirkan, tentang mengapa Gereja harus merubah dan mengganti berbagai bagian struktur dan keyakinannya? Mengapa nampak bahwa hukum-hukum yang berubah di negara-negara kami sejalan dan berbarengan dengan perubahan yang diusulkan dalam gereja-gereja kita, dimana keduanya (gereja dan negara) sedang menyusun undang-undang baru yang bersatu padu dan bersama-sama, untuk mendefinisikan ulang dan menyambut baik segala jenis dosa?
Dapatkah ini menjadi sebuah pertanyaan atas validitas kepausan?
Adalah tidak mungkin untuk mengubah, mengabaikan, atau mengkompromikan bahkan satu doktrin Iman sekalipun. Seperti yang telah saya bahas didalam artikel lain, Gereja mengajarkan bahwa bahkan seorang pauspun dapat terjerumus masuk ke dalam bid'ah pribadi jika ia menolak untuk percaya bahkan satu doktrin gereja saja, dan jika demikian, maka dia, secara de facto, telah membatalkan dirinya sebagai Paus. Apakah ada satu doktrin Iman dimana anda menolak untuk mempercayainya? Atau anda mencoba untuk merubahnya? Atau justru akan segera berubah?
St. Thomas Aquinas menegaskan bahwa setiap anggota Gereja yang dengan keras kepala tidak mempercayai bahkan satu doktrin Iman saja, maka dia kehilangan semua rahmat iman teologis; dan dengan demikian dia sengaja mempertahankan opini pribadinya yang sesuai dengan keinginannya sendiri, dan hal ini membuat dirinya tersesat. Akan menjadi skandal yang memalukan ketika para pemimpin Gereja memperlakukan doktrin itu seolah-olah bukan doktrin, menganggap suatu doktrin masih dipertentangkan sampai sekarang, dan kemudian melakukan upaya untuk mendefinisikan ulang doktrin itu dengan memperlakukannya seolah sebagai masalah yang bersifat terbuka terhadap berbagai pertanyaan atau pendapat atau diskusi diantara para ahli. Hal ini pada intinya adalah karya penipuan. Perhatian lebih lanjut terjadi ketika anggota hirarki Gereja mengatakan bahwa mereka tidak berniat untuk mengubah doktrin Gereja, sementara mereka kemudian bertindak seolah memperlihatkan belas dan kasih, namun sebenarnya mereka membuat tindakan yang menyalahkan konsesi pastoral dengan niatan tersembunyi untuk menjadikan sebuah doktrin menjadi nampak usang.
Anda tak bisa merubah doktrin manapun dalam katekismus
Sementara semua doktrin dalam Katekismus tidak didefinisikan secara sempurna, Katekismus hanya mengajarkan tentang kebenaran, kebenaran “seperti yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus" (Yudas 3). Jika ada yang secara sengaja dan jelas merubah apapun pengajaran dalam Katekismus, yang merupakan Sumber doktrin yang suci, "yang merupakan referensi pasti dan otentik bagi pengajaran doktrin Katolik" (FD 3), yang tanpa salah "mensintesa secara normatif totalitas iman Katolik" (GDC 120) serta "kebenaran keselamatan yang hakiki"  dari Iman (GDC 124), maka secara jelas ia akan mengarah kepada bidaah dan kemurtadan. Apakah anda mengubah satu doktrin saja atau hanya melanggarnya, dengan alasan membuat kesepakatan pastoral (betapapun nampak baik dan mulianya alasan itu) atau hanya menggantinya dengan undang-undang baru yang bernafaskan toleransi, semua ini akan menjurus kepada bidaah. Merubah doktrin Gereja bahkan dibalik kedok inovasi pastoral, tidaklah bisa membenarkan perubahan itu. Hari-hari ini telah terjadi penyebar-luasan liberalisme radikal dibalik topeng ‘belas kasih’ yang salah arah, kemurahan hati yang palsu, serta toleransi yang berlebihan demi alasan pastoral dan sesuai dengan kemajuan zaman. Tapi hanya apa yang secara pastoral benar adalah yang benar-benar pastoral. Tindakan kemurahan hati tidak pernah dapat disebut sebagai pengganti ataupun menjadi lawan dari dari doktrin. Kebenaran doktrinal tidak dapat disesuaikan dengan keinginan umat beriman atau zaman, namun umat beriman atau zamanlah yang harus menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan kebenaran doktrinal. Sebuah ajaran Gereja yang baru atau yang telah direvisi atau kelonggaran yang berlebihan atau merubah apapun dari artikel Iman yang telah ada, atau bahkan memberikan interpretasi yang berbeda dari yang tradisional dan benar, pastilah akan menyesatkan. Inikah yang sedang anda rencanakan?
Yesus Kristus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup, dan tidak ada keselamatan melalui jalan lain. Dia adalah kepenuhan dari semua Pewahyuan Ilahi, yang sepenuhnya hanya ada didalam Gereja Katolik. Umat ​​Katolik harus percaya bahwa semua ajaran atau doktrin Gereja itu adalah benar. Iman ini "adalah perlu untuk memperoleh keselamatan" (CCC 183) bagi mereka yang sadar akan hal itu. Dan sementara itu paus yang "memiliki kekuatan penuh, tertinggi, dan universal atas seluruh Gereja" (CCC 882), hal ini hanya berlaku ketika dia tetap bertindak benar.
Jabatan anda sebagai paus adalah patuh menjaga dan menafsirkan secara otentik doktrin yang dipercayakan kepada Magisterium yang otentik dari Gereja oleh Penebus ilahi kita (Matius 16:18, 18:18), dan anda sebagai individu tidak layak untuk tunduk kepada permainan kekuasaan dan agenda tertentu. Dan sementara ajaran Gereja mengenai 'pengembangan doktrin' memungkinkan terjadinya kemajuan yang benar dalam artikulasi dan pemahaman atas Pewahyuan, ia tidak pernah mengijinkan untuk merubah, meninggalkan, atau menolak doktrin Gereja.
Firman, seperti yang diberikan kepada kita dalam Kitab Suci dan Tradisi (Katekismus), tidak dapat dirubah. Seluruh kebenaran ilahi dari Iman, yang diwariskan kepada kita dalam bentuk doktrin suci, adalah merupakan "hikmat di atas semua hikmat manusia" dan hanya bisa dipahami dan diterima melalui sikap "takut akan Tuhan" yang mendalam dan otentik. Ini adalah tugas dari hirarki Gereja untuk memanggil umat beriman kepada sebuah "ketaatan iman" atas seluruh kebenaran dari doktrin suci yang ada dalam Alkitab dan Tradisi dengan kebebasan hati nurani, yang tidak pernah bebas lepas 'dari' kebenaran, tetapi selalu dan hanya bebas 'didalam' kebenaran. Dan segala upaya pluralitas benar harus menjaga kesatuan iman dalam integritas doktrinalnya.
Bukannya mengajak umat manusia agar bertobat kepada Kristus serta kebenaran doktrin sambil melaksanakan amanat agung Kristus untuk "pergi dan menjadikan semua bangsa sebagai murid, dan mengajar mereka melakukan segala kebenaran" agar bertobat melalui Pembaptisan, namun kami melihat beberapa pendekatan yang anda lakukan adalah berusaha beradaptasi dan mengkompromikan doktrin Gereja dengan trend  saat ini dalam pemikiran dan perilaku sekuler dan membuat doktrin itu mengakomodasi orientasi agama-agama lainnya.
Paus Francis, kita harus berpegang teguh kepada apa yang telah dipercayakan kepada kita oleh Kristus dan para Rasul-Nya, yaitu seluruh kekayaan iman yang ada didalam doktrin suci (1 Tim 6:20). Kita dipanggil untuk membiarkan kebenaran supranatural Kristus berbicara sendiri, karena "apa yang membuat kita percaya (kepada doktrin) bukanlah fakta yang mengungkapkan kebenaran nampak sebagai hal yang benar dan bisa dimengerti menurut penalaran alami kita (terutama dalam konteks masyarakat yang busuk moralnya saat ini), tetapi kami percaya karena otoritas Allah sendiri yang mengungkapkan semua itu, yang tidak bisa menipu atau tertipu "(CCC 156).
Tetapi sementara Allah tidak bisa menipu, seorang paus bisa, terutama dengan lencana yang menipu dari tindakan kerendahan hati (yang palsu) serta kasih (yang palsu) kepada kemanusiaan yang dipamerkan, namun tidaklah benar-benar dipraktekkan. Beberapa orang telah menyatakan keprihatinan tentang niatan sejati anda dalam hal ini.
Untuk mengulangi poin utama saya - Paus Francis, anda tidak dapat merubah, mengganti, atau membatalkan bahkan satu doktrin sekalipun tanpa membongkar seluruh deposit Iman itu sendiri. "Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya." (Yakobus 2:10). Bahkan meski hanya doktrin terkecil dan paling tidak berarti yang (pada awalnya) ditolak, dikompromikan atau dirubah, maka seluruh kebenaran Allah telah dikompromikan. Paus Francis, anda dapat memperbaharui atau merubah tradisi Gereja, seperti telah sering dilakukan didalam hirarki yang terjadi secara sah, tetapi anda tidak dapat mengubah ajaran/doktrin Gereja, bahkan tidak sedikit pun, meski yang menyangkut doktrin yang paling kecil sekalipun (misalnya, persekutuan untuk menikah lagi, berkat Gereja bagi pasangan berjenis kelamin sama, merubah makna dari Ekaristi Kudus), tanpa de facto membatalkan status kepausan anda. Seorang pemimpin Gereja, mengijinkan perubahan pastoral yang mendasar atas sebuah doktrin adalah tidak mungkin, karena hal itu tentu akan membuat akomodasi pastoral yang telah dirubah itu menjadi tidak sesuai dengan ajaran/doktrin, yang lagi-lagi akan menjurus kepada tindakan bidaah dan kemurtadan. Jika anda membuat kompromi dengan satu doktrin Katolik sekalipun, maka anda telah membuka kotak Pandora hingga membuat semua ajaran Katolik menjadi tidak sah.
Apakah anda sedang menuntun Gereja menuju kemurtadan dan perpecahan besar?
Paus Francis, apakah anda sedang mengorganisir sebuah gerakan evangelisasi baru, yang akan diumumkan secara bertahap dan dengan sebuah strategi berjenjang, untuk menghindari timbulnya terlalu banyak pertanyaan dan kecurigaan, namun yang akan diterima sebagai sebuah hirupan nafas segar yang baru oleh banyak orang? Apakah anda mau membentuk sebuah persekutuan ekumenis palsu sebagai bagian dari sebuah gereja baru yang dirombak, yang berusaha menyatukan gereja-gereja di dunia kedalam sebuah Gereja Dunia Baru, yang akan mengarah kepada ritual-ritual serta kekejian yang baru? Gereja tak bisa dirubah agar sesuai dengan dunia modern, dan doktrinnya juga tak bisa dirubah agar menjadi inklusif, untuk menyesuaikan ajarannya dengan para pemeluk serta agama-agama lain maupun cara-cara yang lain.
Dan tidak peduli apapun kebaikan yang anda lakukan, tidak peduli apapun upaya kemanusiaan yang anda promosikan, atau kontes popularitas apapun yang anda menangkan, namun jika anda menuntun umat untuk menjadi sesat, maka anda tidak lebih dari seorang paus palsu. Sama seperti kita semua, anda memiliki dua pilihan - tetap setia pada kebenaran Kristus atau merangkul kebohongan sebagai pengganti kebenaran itu, yang bersifat bidaah, serta menyebarkan-luaskan kebohongan itu melalui penipuan dan penyesatan yang licik, sehingga anda menghancurkan Gereja kedalam perpecahan.
Paus Francis, apa pun rencana anda, kenyataannya adalah bahwa tindakan anda itu, nampak bagi banyak orang, bahwa anda telah menambah banyak kebingungan spiritual di zaman kita ini. Fokus perhatian anda nampaknya lebih pada manusia dari pada Allah, lebih untuk menyenangkan atau mengesankan bagi manusia dari pada Allah, nampaknya membantu seseorang dalam dosanya lebih dari pada melayani dan menaati Allah dalam Perintah-perintahNya. Jika demikian, maka kemanakah anda hendak menuju dengan semuanya ini? Kearah mana Gereja akan anda bawa?
Apakah Nabi Palsu sudah ada diantara kita?
Paus Francis, ada banyak ajaran Alkitab dan nubuatan tentang nabi palsu, dimana  beberapa di antaranya (nampaknya) anda telah menggenapinya. Mengapa anda dengan penuh semangat mendukung beberapa uskup menyimpang yang mengusulkan konsesi pastoral sesat dan akibatnya berusaha mengutak-atik doktrin suci, sementara anda dengan kerasnya menolak atau menurunkan jabatan atau melemahkan uskup-uskup lain yang dikenal tetap setia kepada doktrin? Mengapa anda menawarkan sensitivitas pastoral yang luar biasa kepada orang-orang yang bahkan tidak ingin mempraktekkan Iman, bahkan cenderung menentangnya, sementara itu anda telah mengarahkan permusuhan yang besar terhadap mereka yang menjalankan Iman? Mengapa tampak semakin jelas saja bahwa pikiran-pikiran setan dilontarkan secara sengaja hingga menimbulkan disorientasi didalam doktrin Gereja dimana hal itu sedang terjadi di bawah kepemimpinan anda?
Alkitab memperingatkan tentang adanya guru-guru palsu yang menuntun umat Allah agar tersesat dengan kebohongan mereka dan kenekatan mereka. St Jude mengatakan mereka akan memutarbalikkan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu. Tuhan kita juga berulang kali memperingatkan tentang adanya guru-guru palsu yang akan menuntun banyak orang menuju kehancuran spiritual. Yesus mengisahkan perumpamaan tentang ilalang dan gandum, dimana benih yang jelek, yaitu doktrin palsu sangat menyerupai gandum, hingga bahkan petaninya (yaitu teolog / pembela doktrin / uskup) mengalami kesulitan untuk membedakan mereka, karena iblis suka menutupi kebohongan dengan kebenaran, menggunakan kebajikan untuk membenarkan keburukan, dan memutar-balikkan doktrin untuk membenarkan ajaran sesat sehingga bahkan umat berimanpun akan bisa tertipu. Yesus memang memperingatkan kita agar waspada terhadap nabi-nabi palsu, yang datang kepada kita dengan berbulu domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang rakus. Dan St Paulus mengatakan tentang penjahat seperti ini : "Tetapi bahkan jika kita, atau seorang malaikat dari surga, memberitakan kepadamu suatu injil yang berbeda dengan yang dari Kristus, terkutuklah dia."
Paus Francis, apakah anda adalah serigala yang berpakaian sebagai gembala seperti yang diperingatkan oleh nubuatan Katolik kepada kita? Apakah anda adalah nabi palsu yang dinubuatkan itu, yang penuh dengan kebohongan dan penipuan dan yang akan menuntun Gereja menuju perpecahan? Apakah anda adalah anti-Yohanes Pembaptis dan pendahulu dari antikris, yang akan memerintah atas seluruh bumi? Apakah anda akan segera berada di ambang kematian, seperti yang dinubuatkan oleh Kitab Wahyu, dan kemudian, seolah-olah sebuah keajaiban telah terjadi, nampak anda bangkit dari kematian?
Dua sumber pewahyuan pribadi yang telah diakui sangat layak dipertimbangkan di sini. Yang pertama terjadi di La Salette. Bunda Maria memperingatkan bahwa Roma akan kehilangan iman dan menjadi tempat kedudukan dari antikris, Gereja akan menghilang cahayanya, dan kita tidak akan tahu siapa paus yang benar. Dan kedua adalah di Akita, Bunda Maria memperingatkan bahwa kebohongan Setan akan merasuk ke dalam Gereja sedemikian rupa hingga kita akan melihat kardinal-kardinal yang benar terpisah dari kardinal-kardinal yang sesat, di mana Gereja akan terjebak dalam sebuah revolusi. Dan ada banyak banyak lagi nubuatan Katolik yang layak dipercaya yang memberikan wawasan, peringatan, dan arahan tentang zaman kita, dimana umat Katolik hendaklah memperhatikannya. Berbagai nubuatan itu mengatakan kepada kita bahwa seorang pemimpin Gereja akan tiba dan bahwa melalui dia dunia akan tertipu oleh berbagai tindakannya yang nampaknya sebagai karya-karya kemurahan hati yang besar, namun hal itu dilakukan di balik topeng kepalsuan yang berupa kerendahan hati dan kata-kata manis yang disajikan dengan karisma eksternal yang indah dan penuh kasih. Melalui ajaran-ajarannya, dia akan mendorong manusia untuk memuliakan humanisme sebagai ganti bagi Allah.
Adalah mungkin saja bagi seorang penipu yang lihai untuk membohongi umat Katolik yang setia : P. Maciel, pendiri Legiun Kristus, dengan sikapnya yang nampak ortodoks, kerendahan hati dan kesucian yang ditampilkannya, telah berhasil menipu bahkan seorang paus yang suci (St. John Paul). Katekismus bahkan menyatakan bahwa pada saat-saat zaman akhir, sebagian besar umat beriman akan disesatkan, khususnya melalui penipuan religius. Paus Francis, apakah anda adalah penipu yang akan mengkompromikan ajaran Gereja, dan dengan bangga menyampaikan solusi untuk menyatukan semua gereja, dan menutun Gereja Katolik menuju perpecahan?
Apakah anda akan disanjung oleh dunia sekuler dan dipuji sebagai inovator modern karena anda memaafkan dosa? Apakah anda segera mengadakan referendum yang akan menyesuaikan Hukum Gereja dan mendorong perbuatan dosa yang baru yang bersimpati kepada hak asasi manusia dan kemudian memaksakan sebuah sumpah kesetiaan yang baru dari Gereja terhadap doktrin palsu yang baru ini? Apakah anda akan melakukan olok-olokan terhadap iman dan moral Katolik dengan alasan demi perubahan disiplin, demi tindakan pastoral, dan demi suara rakyat, dan menindaklanjuti hal itu dengan agenda untuk memberikan tempat yang paling tinggi kepada suara hati nurani manusia diatas ajaran Katolik?
Dalam zaman kita sekarang ini, lebih dari pada sebelumnya, setan ingin menimbulkan kerusakan spiritual yang besar bagi umat manusia melalui penipuan. Kita tahu bahwa nabi palsu akan menyamar sebagai seorang teman bagi umat Katolik, Protestan, Yahudi, dan Muslim. Sebaliknya, dia adalah si pembohong yang telah memasuki rumah Allah untuk menipu dan menghancurkan jiwa-jiwa melalui apa yang akan menjadi penipuan religius terbesar dalam sejarah.
Paus Francis, jika anda adalah nabi palsu, yang berusaha untuk mencuri jiwa-jiwa melalui penipuan, maka anda akan kehilangan. Kitab Wahyu mengatakan bahwa baik nabi palsu dan antikrist akan dilemparkan ke dalam lautan api di mana mereka akan menderita selamanya. "Kejahatan mungkin memiliki jamnya, tetapi Allah akan memiliki hari-Nya" (YM. Fulton Sheen). Banyak dari apa yang akan terjadi didalam Gereja di saat-saat ini telah diramalkan, dan kita tahu bahwa Allah akan mengijinkan terjadinya kekejian ini dengan alasan yang baik. Gereja, seperti halnya Kristus, akan menderita siksaan, penyaliban dan kematian, untuk kemudian masuk ke dalam kebangkitan di Zaman Damai yang baru (Fatima). Dan kita tahu bahwa tidak ada kekalahan bagi umat beriman, yang akan berdiri tegak didalam Iman dan mempertahankan Kebenaran - Firman Tuhan - bahkan menghadapi penentangan, bidaah, kemurtadan, dan perpecahan. Paus Francis, alasan atau jawaban apakah yang mungkin anda miliki bagi pertanyaan saya ini, dan waktu yang akan memberitahukan kebenarannya.
Bagi umat beriman Katolik
Bagi umat Katolik, saya katakan ini: Kita hidup di saat-saat yang gelap dan berbahaya, di mana iman dan moral kita sedang diserang dan ditindas dari semua sisi, terutama dari dalam Gereja sendiri. St Paul memperingatkan dalam suratnya yang pertama kepada Timotius "bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan melalui pretensi pendusta" (1 Timotius 4: 1). Maka sekarang anda harus waspada terhadap tanda-tanda zaman yang dinubuatkan dalam Alkitab, termasuk di dalam Kitab Wahyu, dan didalam nubuat-nubuat Bunda Maria dan nubuatan modern yang layak dipercaya. Nubuatan Katolik yang benar, yang mengatakan adanya saat pertempuran besar seperti yang diramalkan didalam Alkitab akan berlangsung di saat-saat zaman akhir, kenyataannya berlangsung saat ini. Tidak peduli apapun yang akan terjadi, Gereja Katolik Yesus akan tetap utuh, meskipun tinggal sedikit saja. Yesus berjanji bahwa Kebenaran tidak pernah bisa berubah atau dikalahkan. Mereka yang memisahkan diri dari Gereja di saat-saat ini dengan mengorbankan doktrin Gereja, bahkan meski mengikuti seorang paus, tidak lagi bersatu dengan Gereja yang benar.
Berdoalah memohon rahmat untuk mengenali Kebenaran. Kemenangan adalah milik Tuhan. Yang perlu anda lakukan adalah percaya pada Kebenaran, sehingga anda bisa menghindari perangkap yang dipasang untuk mencuri jiwa anda. Jangan biarkan sebuah doktrin palsu untuk diterapkan pada anda, meski jika anda dituduh (secara salah) bersikap kurang toleran, tak memiliki kasih sayang, tidak mengasihi, tidak menghormati hak asasi manusia, dan terlalu cepat menghakimi secara tidak adil. Semoga Yesus membuka mata anda terhadap tipuan yang mungkin sudah berada dekat dengan anda atau terhadap kebohongan yang mungkin disajikan dengan ‘setengah-kebenaran’, dengan perkataan yang bermakna ganda; dan semoga Tuhan tidak membiarkan pemimpin palsu untuk memecah-belah Gereja. Berdoalah memohon rahmat pembedaan, sehingga anda tidak akan pernah menyangkal Kebenaran. Bersikaplah teguh dalam keyakinan anda akan Firman ilahi, Ajaran-ajaran Gereja, dan Sakramen-sakramen. Betapapun banyaknya Gereja Yesus diserang, Allah tidak akan pernah mengizinkannya untuk dimusnahkan (mimpi St John Bosco yang terkenal tentang perang dalam Kapal Petrus hendaknya diingat disini). Mungkin ada rencana licik sedang berlangsung untuk menyesatkan anda ke dalam kemurtadan besar, meterai pertama dari Kitab Wahyu, dan itu akan menjadi penipuan terbesar dalam sejarah; maka periksalah segala sesuatu yang disampaikan kepada anda mulai sekarang dan ke depan nanti, meski oleh Paus Francis. Karena manusia tidak pernah bisa hidup dari roti saja, tetapi hanya pada Firman Tuhan yang benar. Menolak atau mengabaikan bahkan satu doktrin Iman sekalipun adalah mengingkari dan meninggalkan Kristus sendiri, seperti yang dilakukan oleh Yudas. Umat beriman harus selalu waspada terhadap setiap agenda yang mungkin mau merubah atau mengabaikan doktrin demi alasan modernitas dan relativisme.
Bagi umat Katolik dan orang yang berkehendak baik, saya mengatakan : kewaspadaan diperlukan sekarang! Jangan biarkan kebohongan dari sumber didalam Gereja untuk menipu anda, dan janganlah mempertahankan loyalitas yang sesat. Ikutilah Firman Allah seperti yang ditetapkan sejak awal. Janganlah terjatuh kepada penampilan kelemah-lembutan yang palsu, yang dilakukan untuk membela hak-hak mereka yang berusaha agar kehidupannya yang berdosa bisa diterima, sementara mereka menentang Hukum-hukum Allah dan yang kini mungkin akan segera menerima persetujuan dari Gereja untuk terus melakukannya. Ketahuilah ini: jika Paus membawa Gereja menuju bidaah, maka doktrin-doktrin Gereja akan tetap benar. Dan bagaimana umat beriman akan bisa berkata apa yang terjadi -- jika ada ajaran-ajaran baru mengklaim bahwa Yesus membenarkan dosa, maka Anda akan tahu ini adalah dusta. Yang benar adalah bahwa Yesus selalu dan jelas membenci semua dosa, dengan tegas, meskipun Dia mengasihi si pendosa. Dan Yesus tidak pernah akan berkompromi atas kebenaran-Nya!
Penutup
Paus Francis, jika Anda berniat untuk mengakomodasi doktrin iman kepada dunia sekuler dan busuk saat ini atau bahkan untuk menghilangkan penekanan atas suatu doktrin tertentu untuk menghasilkan sikap toleransi terhadap dosa, maka Gereja tidak akan bergabung dengan anda, dan umat beriman tak akan mau mengakui anda. Tindakan kemurtadan semacam itu akan membatalkan kepausan anda. Saya menghimbau agar anda kembali kepada panggilan anda yang sebenarnya, agar secara aktiv menjaga dan mempromosikan doktrin suci dan dengan itu membentuk para penginjil yang merupakan saksi hidup yang otentik dari Iman, untuk membentuk orang-orang kudus dari milenium Kristiani yang ketiga.
Dalam kesempatan ini saya hanya mendorong seluruh umat Katolik untuk mengasihi dan mematuhi anda, Paus Francis, dan dalam segala hal yang berkaitan dengan Iman yang benar; tapi saya juga mendorong umat beriman untuk menjadi lebih sadar dan waspada dengan tanda-tanda zaman. Paus Francis, jika anda masih tetap akan memutuskan untuk mengizinkan semua perubahan didalam doktrin, maka hirarki yang sah dari Gereja akan menyadarkan umat beriman yang setia terhadap masalah-masalah itu secara jelas saat itu dan bagaimana kita harus menanggapi dengan itikad yang baik. Jika tidak, hanya kasih, ketaatan, dan doa-doa yang tercurah bagi anda, Paus Francis, namun umat beriman akan tetap benar dan waspada menyaksikan tanda-tanda zaman dari nubuatan yang sudah ada di tangan.

Hormat kami dalam Kristus
Kelly Bowring



No comments:

Post a Comment