Friday, July 3, 2015

Surat terbuka kepada PF : Tolong diwaspadai adanya orang-orang Parisi dari abad 21


Supporting parents in passing on the Faith
Surat terbuka kepada PF : Tolong diwaspadai adanya orang-orang Parisi dari abad 21

December 16, 2014

PF yang terkasih

Saya telah berkali-kali mendukung dan membela anda tahun ini. Meski saya tidak merasa tahu benar tentang apa yang sedang anda katakan – tetapi saya selalu membela anda terhadap orang-orang yang mengkritik anda. Namun mengenai pernyataan anda baru-baru ini yang mengatakan bahwa ‘keterikatan kaku terhadap doktrin’ adalah sebagai kaum Parisi, maafkan saya, dengan berat hati saya terpaksa tidak sependapat dengan anda.

Paus Francis mengingatkan bagaimana Pius XII membebaskan kita dari beban salib yang sangat berat, yaitu puasa Ekaristi:

"Tapi beberapa dari anda mungkin ingat. Anda bahkan tidakbisa minum setetes air sekalipun. Bukan itu saja! Untuk menyikat gigi, hal itu harus dilakukan sedemikian rupa sehingga anda tidak sampai menelan airnya. Tapi saya sendiri sebagai seorang anak muda dulu, pergi ke pengakuan dosa karena menerima Komuni, karena sebelumnya saya merasa bahwa setetes air sudah masuk kedalam tenggorokan saya. Apakah itu benar atau tidak? Benar. Ketika Pius XII merubah aturan: "Ah, bid'ah! Tidak begitu! Dia menyentuh disiplin Gereja. Begitu banyak orang Farisi tersinggung. Sangat banyak. Karena Pius XII telah bertindak seperti Yesus: dia melihat kebutuhan masyarakat. Dan orang-orang malang itu, mereka memiliki kehangatan yang besar. 'Imam-imam ini yang mempersembahkan tiga kali Misa, yang terakhir pada jam 01:00 siang, juga berpuasa. Demi disiplin Gereja. Dan orang-orang Farisi ini [berbicara tentang] 'disiplin kita' - kaku di luar, tapi seperti yang dikatakan Yesus tentang mereka, "tetapi busuk didalam hatinya’, 'mereka itu lemah, lemah hingga ke titik kebusukan. Dengan hati yang suram. Ini adalah drama dari orang-orang seperti ini, dan Yesus mencela kemunafikan dan oportunisme: Bahkan hidup kita bisa menjadi seperti itu, bahkan hidup kita. Dan kadang-kadang, saya mengakui sesuatu kepada anda, ketika saya melihat seorang Kristen, seorang Kristen semacam itu, dengan hati yang lemah, tidak tegas, tidak terpaku pada batu itu – yaitu Yesus - dan dengan kekerasan di luar, saya bertanya kepada Tuhan : Tapi Tuhan, lemparkanlah kulit pisang di depan mereka, agar mereka jatuh secara nyaman, dan merasa malu bahwa mereka adalah orang-orang berdosa, dan mereka bertemu Engkau, [dan menyadari] bahwa Engkau adalah Juruselamat. Berkali-kali dosa membuat kita merasa malu, dan membuat kita berjumpa dengan Tuhan, yang mengampuni kita, sebagai orang sakit yang ada di sana dan pergi kepada Tuhan untuk minta penyembuhan."

Anda benar dengan berkata bahwa orang Parisi abad pertama di Yerusalem dulu adalah sekaligus para politisi. Mereka tidak tertarik dengan spiritualitas iman Yahudi dalam bentuk apapun. Apa yang menarik perhatian mereka adalah memuaskan nafsu mereka akan kuasa dan status diatas orang-orang lain. Dengan demikian mereka itu menghinakan umat Allah. mereka menggunakan berbagai aturan dan hukum untuk membuat orang banyak terpenjara.

Tetapi Bapa Suci, tidakkah anda mengerti?...

Para politisi-religius dari abad ke-21 adalah teman-teman anda - Walter Kasper danCormac Murphy O'Connor’ dari dunia ini. Mereka adalah orang-orang yang mencoba untuk mengontrol Sinode tentang Keluarga baru-baru ini. Mereka adalah orang-orang yang memanipulasi media massa. Mereka adalah orang-orang yang melakukan berbagai negosiasi dan mengusahakan agar teman-teman mereka memperoleh posisi Uskup untuk mewujudkan agenda politik mereka sendiri, padahal mereka sebenarnya tidak harus berada disana (Kieran Conry). Sama seperti orang-orang Farisi dari abad ke-1 Yerusalem, mereka terutama hanya mengejar nafsu mereka sendiri akan kekuasaan dan status sosial. Mereka menyembunyikan rencana ini di balik layar asap dari kata-kata dan ungkapan yang nampaknya menawarkan keselamatan, tetapi dalam kenyataannya hal itu hanya kosong belaka seperti halnya aturan dan hukum pada 2000 tahun yang lalu. Mereka menghinakan umat Allah dengan menawarkan apa yang nampaknya sebagai solusi bagi masalah dosa. Mereka tidak melakukan hal ini dengan cara membuat umat tetap patuh kepada aturan dan hukum, tetapi sebaliknya mereka berusaha untuk menghapuskan semua aturan dan hukum dan memperkenalkan suasana relativisme kepada orang banyak. Ketika orang memandang dosa mereka sebagai hal yang relatif, maka aturan dan hukum tidak berlaku lagi : dan akibatnya dosa mereka tidak ada lagi.

Bapa Suci yang terkasih, tidakkah anda melihat? Orang Parisi yang sebenarnya dari abad ke 21 ini bekerja dengan cara mempertahankan umat Allah tetap menjadi tawanan dari dosa mereka sendiri.

Saya tidak tahu bagaimana Gereja bekerja di Argentina. Saya rasa ada perbedaan kultural di Eropa yang mungkin tidak anda pahami sepenuhnya. Anda tahu, disini, gereja dibiarkan mengambang oleh mereka yang tetap setia kepada ajaran gereja. Gereja disini telah sangat menderita selama 50 tahun ini, karena orang-orang ingin memaksakan agenda politik mereka – yaitu dengan menempatkan manusia sebagai pusat iman, bukannya Kristus. Kebenaran dan keindahan Kristus – yaitu spiritualitas dan inti dari iman Katolik hampir-hampir digantikan oleh sesuatu yang tidak lebih dari sintetis belaka.   

Saya memahami pesan kemurahan hati anda. Anda sedang meraih mereka yang tidak aman didalam iman mereka – bagi mereka yang mungkin menderita karena tidak adanya ajaran religius dan katekesis yang benar dan tidak pernah mengenal Yesus yang sebenarnya ataupun merasakan kasihNya. Saya tahu bahwa ada banyak orang yang merasa aman didalam iman mereka yang tidak mengerti mengapa anda melakukan pendekatan seperti ini --- tetapi saya tahu. Tetapi ada juga orang-orang yang ingin menyesatkan pesan ini demi kepentingan mereka sendiri. Tawaran Kasper yang berbelas kasih itu memusatkan perhatian kepada kehidupan disini saja. Dia berusaha untuk menyenangkan manusia. Dia tidak berkata apa-apa tentang bagaimana tindakan itu akan mempengaruhi manusia dalam kehidupan berikutnya nanti. Membiarkan orang tetap berada dalam keadaan dosa berat adalah mengabaikan kebenaran Allah dan keadilan Allah. Betapa ajaran Kasper tentang kemurahan hati itu bisa mempengaruhi lamanya seseorang tetap tinggal didalam Api Penyucian – atau lebih buruk lagi? Apakah hal ini merupakan bentuk kemurahan hati yang sesungguhnya?

Bapa Suci yang terkasih, saya menghargai keberanian anda memanggul salib dengan menjadi Paus, dan saya berdoa bagi anda setiap hari. Tolonglah Bapa Suci, saya mohon – jangan sampai tertipu oleh mereka yang ingin memaksa untuk meletakkan manusia sebagai pusat dari iman Katolik. Yesus tidak datang untuk ‘menyenangkan manusia’ seperti itu. Dia datang untuk membebaskan kita dari belenggu egoisme kita. Coba perhatikan, orang Parisi tulen dari abad 21 ini apa adanya !

Bapa Suci, saya menyayangi anda dan anda selalu ada didalam doa-doa saya.



No comments:

Post a Comment