Thursday, July 16, 2015

Tulisan Pastor Peter Carota

Traditional Catholic Priest

Artikel aslinya ada disini : 
oleh Pastor Peter Carota

Nilailah pohonnya, pohon yang baik atau buruk, melalui buah-buahnya

Posted on July 12, 2015
It's good to share...


Sebagian besar orang, termasuk paus, berkata : ‘who am I to judge?’ Baiklah, hal itu terjadi pada Yesus sendiri yang mengatakan kepada kita:”Nilailah pohonnya melalui buah-buahnya”. Kitapun secara politis bisa saja benar dan menerima Sabda Yesus diatas. Namun, kita tidak usah menilai, biarlah buah-buahnya saja yang berbicara sendiri kepada kita. 

Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.  Matthew 7:17
Kutipan ini mengenai pohon dan buah, muncul dalam konteks ketika Yesus memperingatkan kita tentang adanya nabi-nabi palsu yang merupakan serigala ganas yang berbulu domba.
Lalu siapakah pohonnya? Buah macam apakah yang kita lihat saat ini? Dan siapakah nabi palsu yang mengenakan bulu domba itu? 
Kita bisa memulai dari pohon KV II. Apapun intensi yang ada didalam KV II itu, entah itu baik, buruk, atau serba ambigu, namun pertanyaannya masih tetap valid, apakah buah dari KV II itu baik, buruk atau ambigu? Jika buahnya buruk, maka pohonnya tentunya adalah buruk. Jika buahnya baik, maka pohonnya pastilah baik. Sederhana, bukan?

Dan kita umat Katolik tradisional melihat buah-buah itu :
§  Hampir tidak ada hidup bakti keimaman atau kehidupan religius lainnya yang bertumbuh dibandingkan dengan sebelumnya, hingga mereka saat itu tak mampu membangun seminari-seminari atau biara-biara dengan cukup banyak.
§  Banyaknya imam-imam atau kehidupan religius lainnya yang meninggalkan profesi mereka semula.
§  Tidak ada lagi para misionaris karena sebagian besar umat Katolik percaya bahwa semua agama memiliki Allah yang sama dan sederajat.
§  Segala sesuatu menjadi bersifat relativ.
§  Bersikap diam terhadap komunisme meski mereka membunuh 125 juta orang.
§  40% umat Katolik telah bergabung kepada agama lain.
§  Hampir semua umat Katolik percaya atau patuh kepada ajaran-ajaran Gereja yang berumur 2000 tahun yang melarang pembatasan kelahiran, sex pranikah, homosex dan perceraian. Sebelumnya anda memiliki keluarga yang besar dan hampir tak ada kasus perceraian. Manusia saat itu memang ada yang berbuat dosa, namun mereka sadar bahwa itu adalah dosa.
§  Penutupan sekolah-sekolah Katolik. Anak-anak Katolik yang kurang mampu akan sekolah dimana saja. Sebelumnya ada daftar tunggu untuk bisa masuk sekolah Katolik, dan sekolah-sekolah itu semakin bertambah banyak. Para religius menjalankan sekolah-sekolah itu tanpa digaji. Kini hampir semuanya adalah anak-anak orang kaya yang bisa masuk sekolah-sekolah Katolik. Universitas-universitas Katolik mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran gereja.
§  Para teolog, paus, uskup, religius, imam-imam, mempertanyakan segala sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai dogma. Mereka membenarkan tindaknnya itu dengan menyebutnya sebagai ‘perbedaan pendapat’. Sebelumnya keadaan seperti itu disebut sebagai bidaah dan mereka akan dibungkam.
§  Rumah sakit Katolik selalu menolong orang-orang miskin dan mereka selalu mematuhi ajaran gereja dalam hal aborsi, cara-cara KB dan pemutusan saluran telur. Kini rumah sakit itu sebagian besar diperuntukkan bagi golongan menengah atas.
§  Para religius wanita ingin menjadi imam. Banyak kardinal, uskup, imam, dan umat awam, mendukung para wanita ini dalam keinginan mereka untuk merubah keputusan Yesus yang hanya menghendaki pria untuk menjadi imam. 
§  Sebagian besar dari kita (dari USA dan Eropa) tidak lagi memiliki anggota keluarga yang Katolik, karena mereka telah menjadi atheis, protestan atau tidak beragama. Sebelumnya, aku bisa mengatakan bagi keluargaku, adalah Katolik karena mereka telah berubah dari berhala Romawi hampir 2000 tahun yang lalu. Setelah sekian tahun berlalu, keluargaku kini bukan lagi Katolik.
§  Di Eropa, Gereja-gereja banyak yang kosong. Hanya orang-orang tua saja yang pergi ke gereja. Imam-imam juga banyak yang tua. Gereja-gereja banyak yang dijual. Sebelumnya, gereja-gereja itu selalu penuh. Orang-orang pergi ke Misa Kudus pada hari Minggu. Tanah-tanah dibeli dan dibangun gereja-gereja disitu.
§  Setiap hari Minggu, misa-misa dibagi dalam berbagai bahasa. Sebelumnya, di seluruh dunia memakai misa bahasa Latin (kecuali Gereja Byzantine).
§  Saat ini paus adalah satu diantara sekian banyak uskup. Hal itu disebut sebagai ‘kolegialitas’. Setiap uskup adalah raja dalam diosisnya. Sebelum KV II tidak begitu. Paus adalah kepala Gereja yang kelihatan.
§  Dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar umat Katolik tidak lagi percaya bahwa Yesus sungguh hadir didalam Tubuh dan DarahNya, didalam Ekaristi.  Barisan panjang umat yang menerima Komuni hampir tidak ada yang mengaku dosa. Sebelumnya, ada begitu panjang prosesi Ekaristi serta Benediksi dilakukan. Kini seorang Katolik tidak peduli lagi, apakah dia berdosa berat atau tidak,  untuk menerima Komuni
§  Umat Katolik tidak lagi memandang dosa itu dosa. Mereka merasa tidak perlu mengaku dosa. Jika ada yang mengaku dosa setiap minggu, maka banyak yang merasa heran.



 Pope Francis menyambut Cardinal Timothy M. Dolan, New York, president dari Konperensi Uskup-uskup Katolik Amerika, di Vatican 7 Oktober 2013. Para pemimpin Uskup-uskup Amerika berada di Vatican dalam pertemuan tahunan mereka. (CNS photo/L’Osservatore Romano) (Oct. 7, 2013). Kardinal inilah yang memberi ucapan selamat, ‘Bravo’. kepada seorang pemain football Amerika yang mengaku bahwa dirinya seorang gay.


Saya tidak akan menulis banyak tentang PF. Sudah jelas bahwa ada sesuatu yang sangat salah di Roma saat ini. Namun kita tidak usah menghakimi dia. Apa yang akan kita lakukan adalah melihat buah-buahnya. Karena buah itu akan berbicara banyak mengenai pohonnya.
§  Ordo-ordo yang suci dan miskin semakin banyak ditemukan, (Franciscan Friars and Sisters of the Immaculate), dan ditindas. Pendiri ordo ini, dan sahabat dari St.Pater Pio, Pastor Stefano Manelli menjadi tahanan rumah.
§  Media massa yang busuk telah mengakui dia sebagai tokoh (the man of the year)
§  Dimana-mana ucapan-ucapannya sering menyalahkan orang-orang didalam institusi sekolah Katolik yang mengajarkan bahwa aborsi, pembatasan kelahiran dan homosex adalah salah.
§  Secara pokok dia mengatakan bahwa orang atheis diselamatkan.
§  Dia menyuruh seorang wanita untuk menerima Komuni padahal wanita itu telah bercerai dan kemudian hidup bersama seorang pria lain yang bukan suami pertamanya.
§  Sinode luar biasa (2014) tentang keluarga telah menganjurkan orang yang bercerai dan kemudian hidup bersama dengan pasangan barunya bisa menerima Komuni. Membawa isu mengenai homosex kedalam sinode itu dan membiarkan orang-orang homosex itu menerima Komuni sementara mereka hidup didalam dosa.
§  Dia berkata ingin membersihkan Vatican Bank serta Gereja dari para penentang sex namun dia mengangkat Ricci (dengan sejarah tingkah lakunya yang mengerikan) untuk mengurus the Vatican bank.
§  Menyingkirkan uskup-uskup besar seperti Uskup Finn, Uskup Mario Oliverti, serta uskup-uskup lainnya, dari diosis asal mereka.
§  Membingungkan umat Katolik dimana-mana mengenai apa itu dogma dan doktrin Katolik dan memberi kesan seolah dogma dan doktrin itu bisa dirubah.


Meski saya setuju dengan perhatiannya kepada orang miskin dan yang membutuhkan belas kasihan, namun saya sama sekali tidak setuju dengan berbagai ucapannya yang menimbulkan kebingungan bagi orang banyak yang mendengarkannya khususnya mengenai isu moral dan keselamatan. Karena memang ada karya kerahiman spirituil (menyelamatkan jiwa-jiwa) serta karya kerahiman jasmani (menolong orang-orang miskin).

Saya telah banyak membaca dan mendengar sendiri, banyak sekali adanya kardinal, uskup dan para religius yang bersikap liberal yang mengkritik para paus terdahulu. Namun jika anda mengkritik ‘paus mereka’ saat ini, maka anda akan dituduh bukan Katolik dan sebagai orang yang jahat.
Didalam menulis di blog ini, saya menyajikan apa yang sedang terjadi. Biarlah buah-buah itu yang memutuskan. Saya akan membiarkan buah-buah itu untuk berbicara sendiri. Dengan demikian saya tidak akan menghakimi paus kita saat ini. Namun saya tidak akan meninggalkan Gereja Katolik dan saya tidak mengatakan bahwa dia bukanlah paus. Saya juga membaca dalam blog sedevecantist yang mengatakan bahwa orang seperti saya ini adalah seperti ‘memukul paus kita namun memilikinya juga’.
Kita sangat diberkati jika menjadi seorang Katolik tradisional, dan kita bekerja untuk mengasihi, berdoalah dan berusaha bagi pertobatan puas kita. Pada saat yang sama kita juga tahu bahwa kita tidaklah sempurna, dan kita juga butuh pertobatan diri kita sendiri.

No comments:

Post a Comment