Saturday, December 31, 2016

Vol 2 - Bab 45 : Manfaat dari devosi kepada jiwa-jiwa suci

Volume 2 : Misteri Kerahiman Allah

Bab 45

Manfaat dari devosi kepada jiwa-jiwa suci
Rasa terima kasih mereka
St.Margaret dari Cortona
St. Philip Neri
Kardinal Baronius dan wanita yang sekarat.

Sulitkah mengetahui rasa terima kasih dari jiwa-jiwa suci itu ? Jika anda telah melunasi tebusan bagi seorang tawanan perbudakan, apakah dia akan berterima-kasih kepada anda ? Ketika Kaisar Charles V menguasai kota Tunis, dia membebaskan 20 ribu orang budak Kristen, dimana sebelum kemenangannya, budak-budak itu mengalami perlakukan yang amat buruk. Dikuasai oleh rasa terima kasih kepada pembebas mereka, mereka mengelilingi Charles, memberkatinya dan menyanyikan puji-pujian baginya. Jika anda telah menyembuhkan seseorang yang sakit parah, maka akan berbahagialah orang yang malang itu, yang menjadi miskin karena penyakitya, bukankah anda akan menerima terima kasih dan berkat mereka ? Dan jiwa-jiwa dari Api Penyucian itu, yang begitu suci dan baik hati, apakah mereka akan bertindak jelek terhadap pembebasnya ? Jiwa-jiwa malang yang tertawan, miskin, menderita, dan jauh lebih membutuhkan bantuan dari pada semua tawanan lainnya, miskin atau terkena penyakit di dunia ini. Mereka datang, terutama pada jam kematian anda, untuk melindungi anda, untuk menyertai dan membawa anda kepada tempat tinggal bahagia dan istirahat kekal.

Kita bercerita tentang St.Margaret dari Cortona serta devosinya kepada jiwa-jiwa suci. Diceritakan didalam biografinya bahwa pada saat kematiannya dia melihat banyak sekali jiwa-jiwa yang dulu telah dia bebaskan dari Api Penyucian, dimana saat itu mereka membentuk sebuah prosesi untuk memandu St.Margaret menuju ke Surga. Tuhan mengungkapkan karunia yang diberikan kepada Margaret dari Cortona ini melalui media seorang suci di kota Castello. Hamba Allah ini mengalami ekstase pada saat Margaret meninggal, dan dia melihat jiwa Margaret berada ditengah-tengah para pengiringnya yang kelihatan amat berkilauan, dan setelah berhenti ekstasenya, dia menceritakan hal itu kepada para sahabatnya.

St.Philip Neri, pendiri Kongregasi Oratory, memiliki devosi yang besar kepada jiwa-jiwa suci di Api Penyucian dan dia terutama berdoa bagi orang-orang yang berada dibawah asuhannya. Dia merasa sangat berkewajiban atas mereka, karena Kuasa Ilahi telah mempercayakan mereka dengan cara yang istimewa kepadanya. Nyata baginya bahwa dia harus memberikan kemurahan hatinya kepada mereka hingga pemurnian terakhir mereka selesai, dan mereka diterima didalam kemuliaan Surga. Dia mengakui bahwa banyak dari anak-anak asuhannya menampakkan diri kepadanya setelah kematian mereka, untuk meminta doa-doa ataupun berterima-kasih kepadanya, atas segala pertolongannya. Dia juga mengatakan bahwa dengan cara-cara itu dia telah memperoleh lebih dari satu macam rahmat.

Setelah kematiannya, seorang Pastor Fransiskan yang suci sedang berdoa didalam kapel dimana sisa-sisa harta benda milik orang kudus itu disimpan. Orang kudus yang meninggal itu menampakkan diri kepadanya dengan dikelilingi oleh kemuliaan dan cahaya yang berkilauan dengan diiringi oleh amat banyak jiwa-jiwa terberkati. Didorong oleh suasana damai yang amat lembut dari orang kudus itu Pastor itu bertanya tentang arti dari jiwa-jiwa terberkati yang menyertainya itu, orang kudus itu menjawab bahwa mereka adalah jiwa-jiwa dimana dia telah menjadi penasihat rohani mereka, dan yang dengan doa-doa permohonannya dia telah membebaskan mereka dari Api Penyucian. Dia menambahkan bahwa mereka telah menemuinya pada saat kematiannya dan kini menjadi giliran mereka untuk memandu dirinya menuju Yerusalem Surgawi.

“Tidak diragukan lagi”, kata Pastor Rossignoli, “bahwa masuknya mereka kedalam kemuliaan kekal, maka karunia pertama yang mereka minta dari Kerahiman Ilahi adalah bagi dia yang telah membukakan pintu bagi mereka ke Surga, dan mereka tak pernah gagal untuk mendoakan para penolongnya itu, jika mereka melihatnya dalam bahaya atau dalam keadaan sangat membutuhkan bantuan. Dan didalam segala kejadian yang mereka alami, penyakit, kecelakaan, dan sebaginya, maka jiwa-jiwa itu akan menjadi pelindung mereka. Semangat mereka akan meningkat jika kepentingan orang yang telah berjasa bagi mereka itu dipertaruhkan. Mereka akan sangat menolong didalam segala cobaan, untuk melaksanakan perbuatan baik, meninggal secara Kristiani, dan bisa lolos dari penderitaan didalam kehidupan sebelah sana”.

Cardinal Baronius yang cukup dikenal luas, menceritakan bahwa ada seorang yang sangat bermurah hati kepada jiwa-jiwa suci. Dia menderita sakit keras di tempat tidurnya sebelum meninggal. Roh kegelapan telah memenuhi dia dengan rasa takut yang besar, dan menutupi terang Kerahiman Ilahi dari pandangannya, dan mendorongnya agar dia berputus asa. Ketika tiba-tiba Surga nampak terbuka baginya, dan dia melihat ada ribuan jiwa-jiwa yang bersedia membelanya datang kepadanya, dan mereka mendorong keberaniannya dan menjanjikan kemenangan baginya. Terhibur oleh pertolongan yang tak terduga ini, dia bertanya siapakah mereka, para penolong itu. “Kami adalah jiwa-jiwa yang telah kau bebaskan dari Api Penyucian. Kini giliran kami untuk menolongmu dan segera kami akan menuntunmu menuju ke Surga”. Atas kalimat yang sangat menghibur ini, orang yang sakit itu merasa bahwa takutnya berubah menjadi rasa percaya. Beberapa waktu kemudian dia meninggal dengan tenang, wajahnya nampak teduh dan hatinya penuh sukacita.    



No comments:

Post a Comment