Thursday, March 18, 2021

Vortex - Lantai Neraka...

 

 

 

lantai neraka... 

Banyak sekali tengkorak para uskup Amerika 

https://www.churchmilitant.com/video/episode/vortex-the-floor-of-hell 

 

March 16, 2021

 

Kalimat yang sering dikutip dari periode Patristik Gereja - lantai Neraka yang dilapisi dengan tengkorak para uskup – kini telah mengambil urgensi baru di zaman kita sekarang. Hierarki A.S. memiliki lebih banyak kepercayaan dan pengabdian kepada COVID daripada yang mereka lakukan kepada Sakramen Mahakudus. Dan pada poin spesifik Sakramen Mahakudus ini, tidak ada cara yang mudah atau lebih langsung untuk mengatakan ini, selain bahwa hierarki AS (secara kolektif) sedang menuju Neraka karena penolakannya untuk mengutuk dan menghentikan penistaan mingguan yang dilakukan oleh Joe Biden dalam menerima Komuni Kudus.

 

Demikian juga, Biden tidak hanya menampilkan dirinya di dalam Gereja, tetapi kemudian mereka (para imam dan uskup) memberinya Komuni Kudus. Mereka secara terbuka menyatakan Biden dapat menerima Komuni Kudus, dan bahwa mereka akan memberi Biden Tubuh dan Darah Tuhan kita. Mereka menyerahkan - dengan sengaja dan dengan kesadaran penuh - Tubuh, Darah, Jiwa, dan Keilahian yang berharga ke tangan seorang pembunuh sejati terhadap anak-anak tak berdosa, yang, dengan kepastian yang besar, telah meng-exkom dirinya sendiri karena dosa nyata publiknya yang terus-menerus.

 

Biden secara langsung melanggar hukum kanon setiap kali dia mengantre untuk menerima Komuni Kudus. Diakon, imam atau uskup yang memberinya Komuni Kudus secara langsung juga melanggar hukum kanon. Joe Biden di-exkom karena perbuatannya sendiri, namun tidak ada uskup di Amerika Serikat yang secara terbuka mengakui hal itu. Dan Anda juga dapat mengetahui jumlah orang yang secara terbuka mengatakan bahwa Biden seharusnya tidak boleh menerima Komuni Kudus.

 

Faktanya, menurut hitungan kami, lebih banyak klerus yang muncul dan mengatakan bahwa Biden harus menerima Komuni Kudus, daripada klerus yang berkata bahwa Biden seharusnya tidak boleh menerima. Jika seperti ini, bagaimana mungkin sebagian besar uskup AS bisa berharap untuk lolos dari Neraka? Dan ketidakpercayaan mereka terhadap neraka tidak akan menyelamatkan mereka darinya. Faktanya, perbuatan mereka itu hampir menjamin mereka pergi ke neraka.

 

Bagaimana mungkin sebagian besar uskup AS bisa berharap untuk lolos dari Neraka?Tweet

Kita diingatkan pada sindiran terkenal oleh Uskup Fulton Sheen ketika dia memberikan ceramah dan seorang wanita di barisan depan dengan sinis berkata, "Saya tidak percaya pada Neraka," dan Sheen langsung menjawab, "Anda akan percaya ketika Anda sudah sampai di sana, nyonya." Begitu pula dengan perkataan ngawur dari Uskup Robert Barron bahwa "...kami memiliki harapan yang masuk akal bahwa semua orang akan diselamatkan."

 

Bagaimana tepatnya, Yang Mulia Uskup, kita bisa memiliki pengharapan seperti itu? Berdasarkan apa? Bagaimana seorang wali gereja bisa menoleh ke arah yang lain di hadapan segala bentuk pelecehan seksual, menolak untuk mengutuk penistaan terhadap Hosti Kudus secara publik, menutupi sesama klerus yang menjadi bagian dari jaringan homo-klerus yang suka berbohong, mencuri, menutupi kasus pelecehan seksual; bagaimana logikanya ada orang yang menganggap masuk akal bahwa orang bejat seperti itu tidak akan dikutuk ke dalam api Neraka? Sebenarnya, apa yang akan menjadi alasan yang diharapkan oleh orang seperti itu bagi keselamatannya? Dengan sengaja dia menjalani kehidupan yang menentang keselamatan. Mengapa dia ingin diselamatkan?

 

Keselamatan memiliki dua aspek: seseorang terhindar dari Neraka, dan juga diselamatkan bagi Tuhan. Keinginannya adalah untuk tinggal bersama Tuhan, hidup selamanya dalam Penglihatan Beatifik atau Kebahagiaan, melihat wajah Tuhan. Namun di bumi ini, mereka meludahi wajah-Nya. Mereka menutupi wajah-Nya sehingga orang lain tidak dapat melihat atau mendekati-Nya. Mereka mengizinkan jiwa-jiwa seperti Joe Biden, untuk melakukan penistaan ​​terhadap Tuhan sambil berpura-pura mereka bisa tinggal bersama Tuhan selama-lamanya.

 

Ini adalah kegilaan! Tidak ada kebenaran pada orang-orang tercela seperti ini. Mereka (para uskup dan klerus di Amerika) memiliki kewajiban kepada Joe Biden dan kepada semua umat Katolik lainnya, untuk mengakhiri kebingungan dan kekejian ini. Namun, bukannya mengakhirinya, mereka justru melestarikannya. Bagaimana takdir mereka nanti selain berada di Neraka?

 

St. Paulus sendiri berkata, "Siapapun yang makan dan minum Tubuh dan Darah Tuhan secara tidak layak, dia makan dan minum kutukannya sendiri." Apakah Sakramen Mahakudus menjadi sedikit berkurang maknanya untuk menjadi Tubuh Tuhan kita sejak St. Paulus menulisnya? Apakah para uskup itu percaya pada kegilaan Lutheran; tahukah mereka bahwa apa yang tampak seperti roti itu memiliki substansi ganda yaitu roti dan Tuhan? Sejatinya, apakah para uskup itu tahu apa yang mereka percayai tentang Sakramen Mahakudus?

 

Mereka mengizinkan segala macam ketidaksopanan terhadap-Nya; mereka secara rutin mengizinkan penistaan ​​terhadap-Nya. Hanya saja, kasus Biden mengangkat skandal tersebut ke tingkat dunia. Dan dunia Marxis-komunis memanfaatkannya, dengan lengan media massa memproduksi banyak artikel dan laporan tanpa henti tentang bagaimana Biden `mendefinisikan ulang’ ajaran agama Katolik di Amerika dan seterusnya. Biden tidak hanya hidup dalam keadaan dosa berat dan sakrilegi, dia juga telah menjadi tokoh poster untuk itu. Dan para uskup di Amerika Serikat yang terikat pada Neraka, duduk dengan tenang, kebanyakan tidak mau berkata apa-apa, beberapa mendukungnya. Mereka semua melesat laksana roket menuju kebinasaan kekal.

 

Untuk kerumunan umat yang menerima otoritas para klerus seperti itu setiap hari Minggu, dengan memerintahkan umat Katolik yang setia untuk mengenakan masker untuk memasuki gereja mereka - termotivasi dari kepura-puraan kemurahan hati dan kasih kepada sesama - di manakah tepatnya kemurahan hati mereka terhadap Biden yang terikat erat dengan Neraka? Mereka terus dan terus berbicara tentang menjaga kesehatan tubuh dengan segala pernyataan bodoh dan non-ilmiah tentang masker dan vaksin. Tetapi ketika berbicara tentang kesehatan jiwa, mereka benar-benar menganggap bahwa Biden bisa pergi ke Surga. Dia tidak akan turun sendiri ke Danau Api, itu pasti.

 

Uskup Fulton Sheen, sekali lagi, berkata, "Cara paling pasti untuk pergi ke Surga adalah dengan memegang tangan orang-orang lain dan menuntun mereka ke sana." Nah, jika itu benar (dan kami yakin itu benar dari dua ayat terakhir St. Yakobus), maka kebalikannya juga benar: Cara paling pasti untuk menjadi terkutuk adalah dengan mendorong orang lain ke dalam Neraka bersama Anda.

 

Cara paling pasti untuk menjadi terkutuk adalah dengan mendorong orang lain ke dalam Neraka bersama Anda. Tweet

 

Seperti yang dikatakan Church Militant selama lebih dari satu dekade hingga sekarang, hierarki AS tidak memiliki keyakinan supernatural. Mereka memandang Gereja sebagai bisnis, tidak lebih. Mereka melihat diri mereka sebagai CEO dari perusahaan yang sedang bangkrut. Mereka mempekerjakan para agen pemasaran; mereka membuat iklan palsu kepada basis pelanggan mereka (umat Katolik); produk mereka semakin buruk; staf mereka sangat tidak kompeten.

 

Mereka sudah lama sekali mengubah misi dan produknya, dan sekarang menjual tiruan murahan dari pabrikan yang lebih rendah. Mereka menjual aset, memberhentikan personel, terus-menerus mengatur ulang diri mereka sendiri dan menolak untuk mendengarkan pemegang saham mereka. Untuk hierarki A.S., ini tidak akan berakhir dengan baik. Sama seperti pengudusan, kehidupan kekudusan yang menuju ke Surga, dimulai sejak dalam kehidupan di dunia ini, demikian pula Neraka juga dimulai di sini.

 

Salib yang dibuat sendiri, yang dibuat dengan tangan Anda sendiri, tidak ada gunanya bagi Anda. Salib seperti itu tidak dibuat oleh Tuhan kita untuk Anda. Itu dibentuk oleh dosa-dosa Anda sendiri dan tidak memiliki kuasa penyelamatan. Salib dari Kristus memiliki nilai dan menjadi jalan yang tidak hanya menuju Golgota bagi kita sendiri, tetapi juga menuju Minggu Paskah Kebangkitan kita sendiri. Tetapi salib yang dibentuk oleh dosa-dosa kita yang tidak disesali, bukan saja ia tidak memiliki nilai penyelamatan, karena ia sebenarnya lebih sulit untuk dipikul, dan banyak orang benar-benar mati karena beratnya. Dan semuanya berakhir lebih buruk, dalam kehidupan ini dan kehidupan selanjutnya.

 

Kondisi Gereja yang sedang hancur saat ini bukanlah salib dari Tuhan. Ini adalah salib yang seluruhnya dibuat oleh hierarki yang telah mengkhianati Kristus dan membiarkan domba-dombanya berhamburan kesana kemari dan dimakan serigala. Contoh paling visual dari kenyataan ini adalah parade pembunuhan anak tanpa henti (melalui promosi aborsi), dukungan perbuatan sodomi, dukungan eutanasia, pendanaan pembunuhan bayi, pencinta kontrasepsi, promosi gender dysphoria, para pemimpin politik Katolik palsu tidak hanya diizinkan tetapi juga benar-benar dirayakan dan didukung oleh hierarki atas ulah sakrilegi mereka.

 

Seperti semua orang kafir yang tidak memiliki keyakinan supernatural, sinyal kebajikan para uskup menciptakan moralitas pengganti dengan ilmu palsu COVID dan perubahan iklim dengan asumsi dominasi teologis. Politisi Katolik yang curang ini telah meng-exkom diri mereka sendiri karena dosa-dosa mereka yang mengerikan, terus-menerus, dan berkelanjutan, terhadap kehidupan, amal kasih, dan keadilan.

 

Lalu, bagaimana nasib para uskup yang mengizinkan dan mendukungnya, selain Neraka?

 

--------------------------------

 

Nubuatan Uskup Agung Fulton Sheen

Rahasia La Salette

Enoch, 8 Maret 2021

Lagi, Tentang La Salette...

LDM, 14 Maret 2021

Kotbah St Alfonsus Mary De Ligouri : Tentang Banyaknya Dosa

Microsoft Corp dan Bill Gates telah bekerja sama