Friday, November 6, 2020

FREEMASON ITALIA MEMUJI ‘FRATELLI TUTTI’

 

FREEMASON ITALIA MERAYAKAN ‘FRATELLI TUTTI’ 

https://www.churchmilitant.com/news/article/italys-freemasons-extol-fratelli-tutti 

 

  

by Jules Gomes  •  ChurchMilitant.com  •  November 4, 2020

 

Grand Master Freemason Italia:

Ensiklis Paus Francis (Fratelli Tutti) Mencerminkan Nilai-Nilai Masonik


ROMA (ChurchMilitant.com) – Pondok Masonik terbesar di Italia memuji ensiklik paus Francis Fratelli Tutti (Semua Saudara) dan menyebutnya sebagai "dekat dengan cita-cita yang telah menjadi dasar-dasar Freemasonry sejak awal."

 

Pastor Frank Unterhalt with former Pope John Paul II

 

 

Berjudul "A Masonic Value," artikel sampul dalam jurnal Grand Orient Erasmus edisi Oktober 2020, memuji-muji paus Francis karena mengungkapkan "apertis verbis" (dengan kata-kata eksplisit) sebagai "kunci persaudaraan universal" yang konsisten dengan doktrin Freemasonry.

 

Fratelli Tutti memiliki "banyak kesamaan dengan prinsip-prinsip dan visi Masonik," kata Erasmus, dan menjelaskan bagaimana "selama lebih dari 300 tahun prinsip persaudaraan telah ditulis secara tak terhapuskan dalam tiga serangkai Mason yang ditempatkan ... di kuil-kuil bersama dengan orang-orang pendukung kebebasan dan kesetaraan."

 

"Realisasi persaudaraan universal berasal dari asal mula misi besar dan mimpi besar Freemasonry," tegasnya.

 

 

Aliran Pujian Masonik Baru-Baru Ini

 

Pujian dari pondok Masonik terbesar Italia pada ensiklik baru-baru ini berkaitan erat dengan dukungan dari pondok utama Masonik Spanyol, Gran Logia de España, yang menyatakan bahwa ensiklik tersebut "menunjukkan seberapa jauh Gereja Katolik saat ini dari posisi sebelumnya."

 

"Di dalam Fratelli Tutti, paus menganut persaudaraan universal -- prinsip agung dari Freemasonry modern," demikian pernyataan resmi pondok Masonik itu.

 

*** 

Umat beriman yang mendaftar kepada perkumpulan Masonik berada dalam

keadaan dosa besar dan tidak dapat menerima Komuni Kudus. Tweet 

***

 

Pada bulan Mei, jurnal pondok Grand Orient Italia Nuovo Hiram memuji pakta "Persaudaraan Manusia" dari paus Francis di Abu Dhabi, dengan Imam Besar Ahmad al-Tayyeb, sebagai "titik balik dalam peradaban karena akan membuka era baru" jika diterapkan.

 

Delapan orang paus dalam kurun waktu 200 tahun telah mengeluarkan 20 larangan hukum yang mengutuk Freemasonry dan tidak pernah ada pernyataan bahwa larangan itu dicabut.

 

Artikel dalam Erasmus mengutip versi palsu dari kisah kunjungan Santo Fransiskus dari Assisi kepada Sultan Malik al-Kamil di Mesir, yang mengklaim bahwa santo itu mengunjungi Sultan untuk berdialog, bukan pewartaan Injil.

 

Artikel tersebut membahas tentang "keterbukaan terhadap Islam" dari paus Francis, dengan mengamati bahwa "Bergoglio dalam ensiklik ini tidak ragu-ragu untuk mengakui bahwa ia merasa terinspirasi secara khusus" oleh imam besar al-Azhar Ahmad Al-Tayyeb, yang dengannya ia menandatangani kontrak dokumen Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi pada 2019.


Menekankan prasyarat persaudaraan agar tiga serangkai kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan, bisa berfungsi, artikel tersebut memberinya label "prinsip-prinsip yang selalu dikejar dan dipertahankan oleh Freemasonry demi peningkatan martabat kemanusiaan."

 

Artikel dari pondok Masonik itu selanjutnya memuji paus karena mengidentifikasi "fanatisme yang juga ada di antara orang Kristen dan di kalangan Katolik ... dan mencela hukuman mati dan hukuman penjara seumur hidup, yang ia [Francis] definisikan sebagai 'hukuman mati tersembunyi.' "

 

 

Freemasonry Menekankan 'Indifferentisme Religius'

 

Pada pertengahan Oktober, pastor Frank Unterhalt dari Keuskupan Paderborn mengidentifikasi adanya motif utama Masonik yang jelas dalam "sikap indifferentisme (nada acuh tak acuh) religius dan seruan untuk persaudaraan universal" di dalam ensiklik itu.

 

*** 

Di dalam Fratelli Tutti, paus menganut persaudaraan universal

yang merupakan prinsip agung dari Freemasonry modern. Tweet 

***

 

"Revolusi Prancis sangat penting dalam strategi Masonik," tulis pastor Unterhalt. "Sungguh mengejutkan bahwa Fratelli Tutti secara harfiah mengadopsi slogan Masonik ketika tajuk utama [paragraf] nomor 103 hingga 105 dari Fratelli Tutti menyebut 'Kebebasan, Kesetaraan, dan Persaudaraan.' "

 



Masonic Temple in Rome

  

"Perjuangan untuk mewujudkan ekumenisme universal agama selalu menjadi perhatian Freemasonry dalam perjalanan menuju tujuan yang sebenarnya, yaitu untuk mewujudkan terobosan dari agama yang dibangun sendiri di mana semua manusia seharusnya setuju," kata imam Jerman itu.

 

Pastor Frank Unterhalt mencatat bahwa "agenda yang terbentuk di Abu Dhabi, tentu saja, bukan hal baru, tetapi implementasi tepat dari ideologi Masonik dalam drama karya Lessing, Nathan the Wise, yang didasarkan pada keyakinan pondok, bahwa kebenaran dan agama itu relatif."

 

Gotthold Ephraim Lessing (1729–1781) seorang filsuf dan penulis Pencerahan yang berpengaruh, melukiskan dalam "Perumpamaan Cincin: gambaran tentang persatuan persaudaraan dari tiga unsur yang disebut 'agama-agama Ibrahim,' yang dalam persyaratan historis mereka hanya bersifat relatif penting dan dapat saling dipertukarkan."

 

Sepanjang sejarah, Gereja Katolik, melalui Magisteriumnya, mengutuk segala upaya menuju "persatuan" dengan sekte atau agama-agama lain.

 

 

Kutukan Kepausan Terhadap Freemasonry

 

"Tentu saja, upaya semacam itu sekarang dapat disetujui oleh umat Katolik, berdasarkan pendapat yang salah yang menganggap semua agama lebih atau kurang baik dan terpuji," kata Paus Pius XI dalam Mortalium Animos (1928), ensikliknya yang menentang persatuan agama-agama dan gerakan ekumenis.

 

Paus Leo XIII dalam Humanum Genus menekankan bahwa "tujuan utama dan prinsip" dari Freemasonry "adalah untuk menghancurkan sampai ke fondasinya setiap tatanan sipil atau agama yang didirikan di seluruh Kekristenan, dan menggantikannya dengan tatanan baru yang didirikan di atas hukum yang ditarik dari isi perut paham naturalisme."

 

Dalam ketetapannya In Eminenti Apostolatus (1738), Paus Clement XII mengutuk Freemasonry karena ketergantungannya pada kebajikan alamiah belaka sambil mengabaikan peran unik Kristus sebagai Juruselamat.

 

Sebagai kepala dari Congregation for the Doctrine of the Faith (CDF), Cdl. Joseph Ratzinger (kemudian menjadi Paus Benediktus XVI) dengan tegas menyatakan bahwa "penilaian negatif Gereja sehubungan dengan asosiasi Masonik tetap tidak berubah, karena prinsip-prinsip mereka selalu dianggap tidak dapat disesuaikan dengan doktrin Gereja dan oleh karena itu keanggotaan (umat Katolik) di dalamnya tetap dilarang."

 

*** 

Perjuangan untuk mewujudkan ekumenisme universal agama selalu menjadi perhatian Freemasonry dalam perjalanan menuju tujuan yang sebenarnya. Tweet 

***

 

"Umat beriman yang mendaftar ke perkumpulan Masonik berada dalam keadaan dosa besar dan tidak boleh menerima Komuni Kudus," demikian pernyataan CDF.

 

Dalam bukunya tentang persaudaraan Kristen, Die Christliche Brüderlichkeit, Ratzinger menyimpulkan bahwa, menurut Alkitab, "hanya penerapan terbatas dari gagasan persaudaraan yang bersifat Kristiani."

 

Menurut Perjanjian Baru, saudara (dan saudari) adalah orang-orang yang termasuk dalam kesatuan umat pilihan Allah. Orang-orang percaya hanya menjadi saudara karena partisipasi mereka yang sama dalam keputraan (sonship) Kristus, kata Ratzinger menekankan.

 

*****

 

Pedro Regis 5036 - 5040

Neraka Itu Sungguh Ada

'Great Reset' adalah merupakan serangan radikal...

LDM, 4 Nopember 2020

Majalah Time - The Great Reset Bertujuan ...

Enoch,  3 Nopember 2020

Uskup Agung Viganò mengungkapkan detail lobi homoseksual di Vatikan