Wednesday, November 4, 2020

'Great Reset' adalah merupakan serangan radikal...

 

SHUTTERSTOCK.COM 

 

'Great Reset' (Penyetelan Ulang) adalah merupakan serangan radikal terhadap kebebasan dan nilai-nilai Kristiani 

https://www.lifesitenews.com/news/the-great-reset-is-a-radical-attack-on-freedom-and-christian-values

 Uskup Agung Carlo Maria Viganò secara khusus memperingatkan tentang Great Reset dalam surat terbarunya kepada Presiden Donald Trump, menyebutnya sebagai 'konspirasi global melawan Tuhan dan kemanusiaan.'

 

Mon Nov 2, 2020 - 11:26 am EST 

By Raymond Wolfe 

2 November 2020 (LifeSiteNews) - Salah satu ancaman terbesar terhadap kebebasan dan iman Kristiani yang muncul dari krisis virus korona ini adalah Great Reset,” sebuah inisiatif dari sayap kiri untuk "mengubah semua aspek masyarakat dan ekonomi kita."

 

Uskup Agung Carlo Maria Viganò secara khusus memperingatkan tentang Great Reset ini dalam surat terbarunya kepada Presiden Donald Trump, dan menyebutnya sebagai "konspirasi global melawan Tuhan dan kemanusiaan."

 

The Great Reset ini dipelopori oleh Forum Ekonomi Dunia, atau WEF, yang dikenal sebagai tuan rumah KTT tahunan di Davos, Swiss, yang mengumpulkan ribuan elit global. Ini, sebagian besar, merupakan ciptaan pendiri WEF, Prof. Klaus Schwab, dan diumumkan pada bulan Juni lalu dalam pertemuan virtual yang diselenggarakan bersama olehnya dan Pangeran Charles dari Inggris. Acara ini menampilkan para pendukung terkenal, seperti Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, dan CEO Mastercard dan BP.

 

Pada bulan Juni, Prof. Klaus Schwab menjabarkan dengan tegas, misi dari Great Reset, yaitu untuk merevolusi ekonomi global dan secara permanen membatasi kebebasan era pra-virus korona.

 

Karena COVID-19 mewakili "krisis yang berbeda dari yang lain," katanya, "itu juga membutuhkan tanggapan yang tidak ada duanya."

 

The Great Reset akan mengharuskan kita untuk mengintegrasikan semua pemangku kepentingan masyarakat global ke dalam komunitas yang memiliki kepentingan, tujuan, dan tindakan yang sama.”

 

“Setiap negara, dari Amerika Serikat hingga Cina, harus berpartisipasi, dan setiap industri, dari minyak dan gas hingga teknologi, harus diubah,” desak Schwab. Ketidakberlanjutan sistem lama kita harus benar-benar dibuang.


Pemerintah-pemerintah nasional perlu "mengarahkan pasar ke arah hasil yang lebih adil," demi keberhasilan Great Reset ini, merombak kebijakan pajak domestik dan perjanjian perdagangan, demikian kata Schwab menjelaskan.

 

Perusahaan-perusahaan harus memiliki "pedoman yang lebih jelas," yaitu, yang sudah dihasilkan dan disepakati melalui WEF, yang mengukur perusahaan berdasarkan metrik seperti keragaman etnis dan dampak iklim.

 

Industri energi, khususnya, membutuhkan metamorfosis yang mendekati total. Menurut Schwab, “perubahan iklim bisa menjadi bencana global berikutnya dengan konsekuensi yang lebih dramatis bagi umat manusia. Kita harus mendekarbonisasi ekonomi dalam waktu singkat yang tersisa."

 

Industri perbankan dan keuangan adalah target utama lainnya, seperti proposal Direktur IMF, Georgieva, bagi negara-negara bagian, untuk secara paksa menghentikan pembayaran oleh bank kepada pemegang saham mereka.

 

Singkatnya, Great Reset memerlukan tidak kurang dari perubahan global menjadi "kapitalisme pemangku kepentingan," sebuah kerangka ekonomi yang sangat mirip dengan rencana Senator Bernie Sanders dan Elizabeth Warren.

 

Tidak mengherankan, pemerintah Cina turut andil dalam inisiatif ini. Cina diwakili pada pertemuan awal oleh Ma Jun, ketua Komite Keuangan Hijau Cina dan anggota Kongres Rakyat Nasional. Ma mendorong “peraturan lingkungan yang ketat” dan proporsi yang lebih tinggi dari “proyek-proyek hijau” yang dikelola negara “daripada sebelumnya dalam sejarah.”

 

Bersama dengan Ma, perwakilan lebih dari selusin negara telah bergabung dalam acara-acara yang mendukung Great Reset. Forum Ekonomi Dunia bahkan mengklaim adanya "stempel" (dukungan) paus Francis pada Great Reset, dengan mengutip kecaman Fratelli Tutti dan Paus atas "dogma iman neoliberal." Paus Francis telah mengirim pidato ke Forum ini empat kali dalam delapan tahun masa kepausannya dan mengizinkan pertemuan tahunan Vatikan di Davos.

 

Meskipun Prof. Klaus Schwab dan rekan-rekannya mengutip krisis COVID-19 sebagai pembenaran utama untuk perubahan radikal yang mereka inginkan, mereka juga memakai virus ini sebagai senjata untuk memaksa penyerahan diri masyarakat luas. "Kita memiliki kesempatan emas untuk meraih sesuatu yang baik dari krisis ini --- gelombang kejut yang belum pernah terjadi sebelumnya mungkin membuat orang lebih mudah menerima visi perubahan yang besar," kata Pangeran Charles.

 

Silakan baca juga ini:

Majalah Time mengumumkan 'The Great Reset' untuk membawa masuk sosialisme dunia

 

Selain ‘kapitalisme pemangku kepentingan,’ visi besar dari Great Reset mencakup serangan langsung terhadap unit keluarga. Selain hal-hal seperti "Samudra" dan "Baterai," salah satu tema utama Penyetelan Ulang (Great Reset) adalah "Penyertaan LGBTI." Sejak Juni lalu, Forum Ekonomi Dunia telah menerbitkan artikel-artikel seperti “Penyetelan Ulang Hebat: Mengapa inklusi LGBT+ adalah rahasia kesuksesan kota-kota pasca pandemi” dan “Mengapa menjadi sekutu (menyetujui) LGBT+ dapat mengubah kehidupan -- termasuk kehidupan Anda.” Dengan Microsoft dan Pepsi, mereka meluncurkan program selama musim panas yang disebut "Hour of Pride" untuk menyebarkan "inklusi LGBTQI+ selama krisis COVID-19."

 

The Great Reset hampir tidak diragukan lagi akan menyerang bayi-bayi yang belum lahir serta kesucian hidup manusia. Forum Ekonomi Dunia bukanlah teman hidup, setelah ia mengkritik keputusan pemerintahan Trump untuk mengaktifkan kembali Kebijakan Mexico City (sekarang disebut Melindungi Kehidupan dalam Kebijakan Kesehatan Global), yang memblokir sebagian besar pengeluaran dana AS untuk aborsi di luar negeri.


Selain itu, Forum tersebut berjanji pada September lalu untuk memajukan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) PBB, dan baru-baru ini mengadakan pertemuan puncak yang berfokus pada penggunaan Great Reset untuk memenuhi program SDGs. Termasuk dalam sasarannya adalah "akses universal kepada layanan perawatan kesehatan reproduksi dan seksual." Beberapa badan PBB, seperti Organisasi Kesehatan Dunia, yang bermitra dengan WEF, telah menjelaskan bahwa aborsi harus dipahami sebagai yang dimaksud dalam dua kategori terakhir tersebut. (Akses universal kepada layanan perawatan kesehatan reproduksi dan seksual.) 

Vaksin Dan 'Identitas Digital Untuk Setiap Orang Di Planet Ini' 

Fitur yang cukup mengganggu lainnya, yang mungkin terkait dengan Great Reset, termasuk identifikasi digital massal dan vaksinasi COVID-19. "Identitas Digital" dan "Vaksinasi" adalah tema penting dari Great Reset, dan Forum Ekonomi Dunia telah mendukungnya melalui sejumlah program.

 

Sejak Juli, Forum ini telah bekerja untuk mengembangkan kartu kesehatan digital yang digunakan untuk memverifikasi status uji virus corona pada para pelancong. Proyek ini, CommonPass, (atau Tiket Bersama) diluncurkan bekerja sama dengan perwakilan dari 37 pemerintah dan pada akhirnya berupaya menyediakan "model standar global" untuk tiket COVID-19.

 

CommonPass juga berencana untuk memasukkan status vaksinasi di masa depan, yang akan membantu secara efektif mengamanatkan vaksin COVID-19 dengan memberdayakan maskapai-maskapai penerbangan untuk mengharuskan imunisasi untuk setiap perjalanan.

 

Uji coba telah dimulai tiga minggu lalu pada penerbangan United Airlines dan Cathay Pacific, dengan observasi oleh Pusat Pengendalian Penyakit dan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan A.S.

 

WEF memimpin proyek ID digital lainnya, Platform for Good Digital Identity, yang “mendorong aktivitas global menuju identitas digital yang kolaboratif dan mengutamakan kepentingan pengguna.”

 

Di antara para mitra tersebut adalah Bill and Melinda Gates Foundation, Mastercard, dan raksasa farmasi GlaxoSmithKline.

 

Salah satu kolaboratornya adalah ID2020, lembaga nonprofit yang didukung oleh PBB dan beberapa mitra Great Reset. ID2020 mempromosikan tiket COVID-19, seperti WEF, dan bercita-cita "untuk memungkinkan akses kepada identitas digital bagi setiap orang di planet ini," dengan vaksinasi sebagai "pintu masuk" yang potensial. Grup ini didirikan, sebagian, melalui Forum Ekonomi Dunia (WEF) dan mengakui WEF sebagai pendukung awal.

 

Mengenai vaksin virus corona, Schwab berspekulasi bahwa "kembali sepenuhnya kepada keadaan  'normal' tidak dapat dibayangkan, sebelum vaksin itu tersedia" dan bahwa orang mungkin "harus divaksinasi setiap tahun" untuk melawan virus ini.

 

"Rintangan baru," katanya, adalah "memvaksinasi cukup banyak orang ... meskipun para penentangnya, anti-vaxxers terus meningkat." Untuk itu, Forum Ekonomi Dunia meluncurkan kampanye pro-imunisasi yang disebut VIEW, yang menarget orang-orang yang menjadi "ancaman utama" dari "penolakan terhadap vaksinasi."

 

Forum ini juga telah berulang kali berfungsi sebagai wadah untuk mempromosikan COVAX, program distribusi vaksin PBB, yang dijalankan oleh WHO, yang bertujuan untuk mengedarkan dua miliar dosis vaksin COVID-19 pada tahun 2021. COVAX dipimpin oleh Gavi dan CEPI, dua mitra WEF lainnya, keduanya telah diluncurkan pada KTT Davos.

 

Baik dalam hal penentuan nasib sendiri secara ekonomi, kebebasan dari ideologi LGBT, atau kebebasan pribadi yang mendasar, Great Reset menimbulkan bahaya yang ekstrem bagi masyarakat bebas di dunia. Skema yang sepenuhnya tidak demokratis, sentralisasi yang agresif, dan menjajakan dosa ini, "memiliki Setan di pihaknya," demikian kata Uskup Agung Viganò dalam pidatonya. 

Namun demikian, seperti yang diingatkan oleh Uskup Agung Viganò kepada umat Kristiani, "Ketidakmanusiawian yang meratakan proyek kaum globalis ini akan hancur total di hadapan penentangan yang tegas dan berani dari anak-anak Terang." 

Jika kita bersama dengan Tuhan Yang Mahakuasa dan Perawan Tersuci, yang akan meremukkan kepala si Ular tua, siapakah yang bisa melawan kita?

 

***** 

ID2020: Apa Yang Diperlukan Bagi Identitas Digital Pada 2020?

 

Big Pharma Dan Microsoft Bergabung...

 

Elit Global Akan Menghancurkan Kita Dalam Penyetelan Ulang (Reset) Besar

Hanya Dengan Kembali Kepada Doktrin Dan Iman Tradisionil, Gereja Bisa Diselamatkan

Seorang Teman Francis, Homosex, Berkata Tentang ‘Taktik Gelombang Dari Francis’

Pedro Regis 5036 - 5040

Neraka Itu Sungguh Ada

 

 

No comments:

Post a Comment