Sunday, November 1, 2020

Hanya Dengan Kembali Kepada Doktrin Dan Iman Tradisionil, Gereja Bisa Diselamatkan

These Last Days News - October 30, 2020

 

 

 

Hanya Dengan Kembali Kepada Doktrin Dan Iman Tradisionil, Gereja Bisa Diselamatkan

https://www.tldm.org/news47/only-a-return-to-traditional-doctrine-and-faith-can-save-the-church.htm 

 

Rorate-Caeli.blogspot.com reported on October 30, 2020:

by Prof.Roberto de Mattei

 

Adakah korelasi antara pandemi virus yang telah menyerang dua miliar orang selama sepuluh bulan terakhir dengan ‘pandemi kesalahan’ yang telah menginfeksi dunia selama beberapa dekade? Dalam kedua kasus tersebut, kita menemukan diri kita dihadapkan pada agen-agen patogen yang menyerang organisme sosial. Dalam kasus pertama, penyerangnya adalah virus yang menyerang tubuh dan hanya dapat diidentifikasi dengan mikroskop; dalam kasus kedua kita memiliki kuman yang menginfeksi dan merusak jiwa dimana identitasnya diungkapkan oleh Surga pada tahun 1917, ketika Bunda Maria di Fatima menyatakan bahwa jika umat manusia tidak mau mengubah cara hidupnya, maka Rusia akan menyebarkan kesalahannya, dan perang, revolusi serta pemusnahan seluruh bangsa-bangsa akan terjadi.

 

Perawan Maria yang Terberkati, di hadapan matanya, tidak hanya menyaksikan dua kali perang dunia yang menakutkan dengan ratusan juta orang tewas, korban totaliterisme Komunis dan Sosialis Nasional, tetapi juga krisis kesehatan yang sedang dialami dunia saat ini, dengan semua konsekuensi politik dan sosial yang muncul dengan jelas. Sebuah perspektif - bukan dari kontrol sosial oleh kediktatoran kesehatan seperti yang dipikirkan banyak orang - tetapi sebaliknya, dari keruntuhan sosial dan bahkan sebelum itu, dari [keruntuhan] psikologis masyarakat modern, yang karena menyimpang dari Tuhan, telah memilih jalan pembubaran dan penghancuran diri sendiri.

 

Skenario tragis ini tampaknya tidak dapat diubah, karena selain ketidaksabaran umat manusia, kita juga melihat kemurtadan dalam kepemimpinan Gereja, yang tidak lagi berkhotbah tentang perlunya doa, penebusan dosa dan pertobatan kepada Satu Gereja Kristus, tetapi justru memproklamasikan ‘injil’ yang baru, "injil" ekologis, ekumenis dan globalis. Bagaimana kita dapat menghindari hukuman yang diramalkan oleh Bunda Maria di Fatima, ketika kita menemukan diri kita harus menghadapi orang-orang dalam gereja seperti Kardinal yang baru ini, Raniero Cantalamessa, yang selama bertahun-tahun dengan tegas mengulangi perkataannya bahwa malapetaka tidak pernah merupakan hukuman ilahi! (Avvenire, 23 April 2011 dan baru-baru ini, Corriere della Sera, 10 April 2020), Deus non irridetur! Tuhan tidak untuk diejek, kata Santo Paulus dalam suratnya kepada jemaat Galatia (6,7).

 

Kardinal Raniero Cantalamessa, seperti banyak uskup lainnya, adalah buah yang asli dari KV II. Namun bahkan orang-orang yang menyangkal tanggung jawab KV II, artinya membela KV II, mereka tidak dapat menyangkal adanya krisis nilai yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang diekspresikan dalam bentuk hilangnya konsep akan yang baik dan yang jahat, dalam relativisme, dalam atheisme praktis di mana umat manusia saat ini hidup di dalamnya, dan setelah berhenti percaya kepada Tuhan, kemudian mereka mengaku percaya kepada berhala seperti Ibu Pertiwi Amazon (pachamama).

 

Pembalikan prinsip-prinsip yang ditransmisikan oleh perlindungan yuridis dan sosial yang diberikan kepada homoseksualitas adalah ekspresi yang fasih dan dramatis dari proses degradasi moral yang sedang berlangsung saat ini. Namun, yang lebih parah adalah persetujuan, atau kepatuhan, yang nampak ditunjukkan oleh otoritas tertinggi Gereja atas kemerosotan ini dalam masyarakat.

 

Kawanan tidak memiliki pemimpin agama dan politik - tetapi pada akhirnya – akan memiliki para pastor yang layak bagi mereka. Memang protes terhadap otoritas agama dan publik tidaklah cukup, jika seseorang tidak mulai mereformasi dirinya sendiri terlebih dahulu; cara hidup seseorang, cara berpikir seseorang, melepaskan diri dari setiap kompromi dengan dunia modern tempat penyebab utama krisis berada.

 

Nada dominan hari ini tampaknya biasa-biasa saja, yaitu penolakan terhadap kebesaran dan supremasi jiwa, dan digantikan oleh pengejaran kesuksesan dan kepentingan diri sendiri. Skandal saat ini yang melanda Sekretariat Negara Vatikan, mengungkap cara yang vulgar dan egois dalam melayani Gereja, di mana kesesatan teologis dan moral menemukan tempat subur untuk berkembang biak secara alami disana, di Vatikan.

 

Dengan alasan yang bagus, Ernesto Galli della Loggia, dalam sebuah artikel berjudul The Vanishing Catholic Church and Italy, yang terbit dalam the Corriere della Sera of October 17, 2020, merujuk pada manajemen bencana keuangan Vatikan, dia berkata “Hilangnya seorang aristokrat dan Katolik Italia yang konservatif yang keterampilannya, hingga beberapa waktu yang lalu digunakan oleh Gereja dengan berbagai cara, dan yang melayani Gereja dan tujuan Katolisitas dalam semangat komitmen etis yang kuat dan bebas dari kepentingan pribadi yang substansial.”

 

“Kurangnya kompetensi sejati yang bersifat ekstra-religius, dan pada saat yang sama, tidak adanya kemungkinan untuk mengandalkan kompetensi masyarakat sipil Katolik yang sekarang tidak ada atau berada jauh, akan merusak, bukan hanya pengelolaan keuangan Tahta Suci, tetapi lebih banyak lagi secara umum, semua hubungannya dengan "zaman kita" yang hidup dalam bahaya, tanpa akhir, di ambang penipuan atau ilegalitas, atau paling banter, dalam ketidakcakapan yang paling merusak.”

 

Pada tanggal 30 Oktober 1993, di Pallavicini Palazzo di Roma, sebuah konferensi internasional diadakan pada saat penerbitan buku Prof. Plinio Corrêa de Oliveira Nobiltà ed élites tradizionali analoghe nelle alokasiu di Pio XII al patriziato e alla nobiltà romana (Marzorati, Milan 1993). Kardinal Alfonso Maria Stickler menyerukan kepada para elit tradisional untuk berjuang dengan berani dalam upaya mempertahankan nilai-nilai Kristiani dan kemanusiaan (Tommaso Monfeli, Cattolici senza Compromessi, Fiducia 2019, hlm. 137-138). Beberapa orang menanggapi seruan ini, tetapi perlawanan terhadap beberapa orang ini, yang terus berjuang, menunjukkan jalan untuk kelahiran kembali moral Italia dan Eropa: membentuk elit masa depan. Para elit sejati, terutama di bidang spiritual, dan juga bidang politik dan sosial; sebuah aristokrasi jiwa, pikiran dan pendidikan, yang menjunjung tinggi panji Kontra Revolusi Katolik, sementara fondasi masyarakat diguncang dari bawah. Inilah jalan yang kita lalui sekarang dan apa yang kita tunjukkan kepada mereka yang tidak ingin tersedot ke pusaran rawa, kini berada tepat di depan kita.

 

***** 

KEMBALILAH

"Kejahatan ini telah menembus jauh ke dalam jantung Rumah-Ku. Sekarang kamu harus kembali dan memulihkan Rumah-Ku. Aku, Tuhanmu, memberimu perintah ini untuk menyelamatkan jiwamu sendiri." - Jesus, Bayside, 21 Agustus 1976

 

"Aku mengirim peringatan ini kepada para pastor-Ku, yaitu mereka yang telah Kuberi rahmat untuk mewakili Surga di bumi: Kamu sekarang harus kembali kepada ritus tradisionalmu! Kamu harus memulihkan Rumah-Ku pada bagian luarnya yang hancur dan bagian dalamnya yang membusuk. Kamu harus membangun kembali apa yang kau hancurkan - SEKARANG!

"Banyak yang menyebut diri mereka sebagai orang-orang pilihan-Ku, telah menetapkan diri mereka untuk menghancurkan dari dalam. Tindakanmu tidak akan luput dari perhatian Bapa Yang Kekal. Kesalahan, penipuan, kebohongan, dengan kedok kesucian dan kesalehan! Kamu akan dibuka kedokmu di hadapan Bapa Yang Kekal. Kamu harus memulai sedikit demi sedikit dan memperbaiki fondasinya, atau, kamu berada di dalam dan menghancurkan.

"Aku melihat segala macam kekejian yang dilakukan di Rumah-Ku. Apakah, menurutmu, kamu bisa berbuat lebih jauh tanpa hukuman? Bangunlah dari tidurmu, para pastor-Ku! Kamu tidak boleh menipu siapa pun!" - Jesus, Bayside, 22 November 1975 

***** 

Uskup Agung Viganò melihat bukti 'bahwa akhir zaman...

Sebuah senjata yang ampuh: 15 kutipan tentang Rosario Kudus

Seorang Imam berkata...

17 Alasan Mengapa Kaum Kiri Membenci Iman Katolik

Enoch, 28 Oktober 2020

LDM, 28 Oktober 2020

Elit Global Akan Menghancurkan Kita Dalam Penyetelan Ulang (Reset) Besar