Tuesday, December 8, 2020

PENCERAHAN YANG AKAN DATANG

 

PENCERAHAN YANG AKAN DATANG 

By James Fifth 

http://afterthewarning.com/the-illumination/the-warning/the-coming-illumination/ 
 

Mengingat peristiwa Peringatan itu sudah dekat, maka berikut ini kami mengajak semua pembaca untuk memperhatikan segala sesuatu di seputar peristiwa Peringatan itu.

 

Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah. Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.

Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya. Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu." Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan? (Why. 6: 12-17)

 

 

Apakah Pencerahan Hati Nurani Itu?

Pencerahan Hati Nurani mendatang akan menjadi momen pembuatan keputusan yang sangat mendalam bagi umat manusia, peringatan terakhir bagi seluruh umat manusia. Para mistik dan visioner menggambarkannya sebagai "miniatur penghakiman," sebuah momen di mana setiap pria, wanita, dan anak-anak, akan melihat jiwa mereka sebagaimana Tuhan melihatnya. Pencerahan hati nurani ini, sering disebut sebagai "Peringatan," akan menjadi kesempatan terakhir bagi dunia untuk mengubah arah perjalanan hidupnya dan kembali kepada Penciptanya.

 

 


St. Edmund Campion

 

 

Seorang Jesuit Inggris dan martir abad ke-16, St. Edmund Campion, berbicara tentang "sebuah hari besar yang akan mengungkapkan hati nurani semua orang," "hari pencerahan" yang akan datang. Dia berkata bahwa itu adalah hari di mana Tuhan ‘secara supernatural’ akan menerangi hati nurani setiap pria, wanita, dan anak-anak di seluruh dunia. Setiap orang, dalam sesaat dan dalam waktu yang bersamaan, akan melihat keadaan jiwa mereka seperti yang dilihat oleh mata Tuhan dan manusia akan menyadari kebenaran dari keberadaan Tuhan.

 

Kitab Suci mengacu pada hal itu dalam pembukaan meterai ke-6, di mana sebuah peristiwa terjadi dengan begitu besar hingga setiap orang di seluruh dunia berusaha untuk bersembunyi dari fenomena yang mereka saksikan saat itu, tetapi tidak akan berhasil. Setiap pria, wanita, dan anak-anak akan mengenali Yesus sebagai Putra Allah yang sejati, dan hampir semua orang akan bertobat… setidaknya untuk sementara.

 

 

Pencerahan Hati Nurani Seperti Yang Dilihat Oleh Para Visiuner Modern

 


St. Faustina

 

Salah satu orang kudus paling terkenal yang telah menerima pesan sehubungan dengan peringatan hati nurani yang akan datang bagi dunia, adalah Santa Faustina. Pada tahun 1920-an, Tuhan Yesus mengatakan berikut ini kepadanya:

 

"Tuliskan perkataan ini, Putriku. Bicaralah kepada dunia tentang Kerahiman-Ku. Biarlah seluruh umat manusia mengenal Kerahiman-Ku yang tak terhingga. Itu adalah tanda akhir zaman. Setelah itu, akan datanglah hari pengadilan. Sementara masih ada waktu, biarlah mereka meminta pertolongan kepada sumber Kerahiman-Ku. Biarlah mereka mendapat manfaat dari Darah dan Air yang menyembur keluar bagi mereka .... Sebelum Aku datang sebagai Hakim yang adil, lebih dahulu Aku akan membuka lebar-lebar pintu Kerahiman-Ku. Orang yang tidak melewati gerbang Kerahiman-Ku harus melewati gerbang pengadilan.

 

Sebelum Aku datang sebagai Hakim yang adil, Aku akan datang lebih dahulu sebagai Raja Kerahiman. Sebelum hari pengadilan itu tiba, akan diberikan kepada orang-orang tanda di langit seperti ini:

 

Semua cahaya di langit akan padam, dan akan ada kegelapan besar di seluruh bumi. Kemudian tanda salib akan terlihat di langit, dan dari luka-luka di mana tangan dan kaki Juruselamat dipaku, akan memancar cahaya besar yang akan menerangi bumi dalam jangka waktu tertentu.

 

Hal ini akan berlangsung tidak lama sebelum hari yang terakhir."

 

 

 


Maria Esperanza

 

Maria Esperanza juga berkali-kali berbicara mengacu pada peringatan hati nurani tersebut: “Hati nurani dari orang-orang yang terkasih ini harus diguncang dengan keras agar mereka dapat 'menertibkan rumah mereka' ... Momen yang luar biasa ini sedang mendekat, hari terang yang besar ... inilah saatnya untuk membuat keputusan bagi seluruh umat manusia."

 

 

Pesan-pesan Garabandal

 

Tetapi, mungkin pernyataan mengenai peringatan hati nurani yang paling terkenal diberikan kepada 4 anak kecil, di sebuah desa kecil yang berbatu: Garabandal.


 

Para visiuner Garabandal

 

 

Di Pegunungan Cantabrian di barat laut Spanyol, terletak San Sebastian de Garabandal, sebuah desa kecil berpenduduk sekitar 300 orang. Selama berabad-abad orang-orang dari desa yang sederhana dan terpencil ini berkumpul setiap hari untuk mendaraskan rosario dan litani Perawan Maria yang Terberkati. Di sinilah, pada malam tanggal 18 Juni 1961, Santo Michael, Malaikat Agung, menampakkan diri kepada empat gadis muda: Conchita Gonzalez (12 tahun), Jacinta Gonzalez (12 tahun), Mari Cruz Gonzalez (11 tahun), mereka bukan bersaudara, tidak ada yang memiliki hubungan dekat, dan Mari Loli Mazon (12 tahun). Santo Michael memberikan 8 kali penampakan diam selama dua belas hari berikutnya. Kemudian, pada tanggal 1 Juli, malaikat St.Michael akhirnya berbicara dan mengumumkan bahwa keesokan harinya Perawan Maria yang Terberkati akan menampakkan diri kepada mereka sebagai Bunda Maria dari Gunung Karmel.

 

Anak-anak visiuner itu menggambarkan Bunda Maria sebagai seorang wanita muda yang amat cantik, berusia sekitar delapan belas tahun. Dia mengenakan gaun putih dengan mantel biru dan skapulir coklat di lengan kanannya. Di kepalanya dia memakai mahkota dari dua belas bintang. Rambutnya berwarna coklat tua dan dibelah tengah. Wajahnya lonjong dengan hidung yang indah. Para gadis visiuner itu berkata, "Tidak ada wanita lain yang mirip dengannya atau nampak seperti dia." Selama empat tahun ke depan Bunda Maria menampakkan diri sebanyak lebih dari 2.000 kali. Pada akhir penampakan, 4 nubuatan utama diberikan sehubungan dengan peristiwa yang akan mempengaruhi seluruh dunia:

 

Peringatan

Peringatan ini, yang akan dialami di mana-mana dan oleh semua orang di bumi, dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada umat manusia untuk mengubah hidup mereka, untuk mengoreksi hati nurani dunia, dan mempersiapkan kita untuk menerima peristiwa Keajaiban Besar.

 

Keajaiban Besar

Bunda Maria berjanji bahwa mukjizat besar yang merupakan perwujudan Kasih Allah akan terjadi pada sembilan deretan pohon pinus di hutan yang menghadap ke desa. Peristiwa itu akan terjadi pada hari Kamis malam pukul 8:30 atau antara tanggal delapan dan enam belas bulan Maret, April atau Mei. Mukjizat itu akan bertepatan dengan peristiwa langka dan penting di dalam Gereja dan pada hari pesta seorang martir muda yang berhubungan dengan Ekaristi. Mereka yang sakit yang hadir di saat Mukjizat itu terjadi, akan disembuhkan, orang berdosa akan bertobat, dan orang yang tidak percaya akan menjadi percaya.

 

Tanda Permanen

Setelah terjadinya Keajaiban Besar, sebuah tanda permanen akan tetap ada selamanya di pohon-pohon pinus. Tanda itu akan menjadi sesuatu yang belum pernah terlihat sebelumnya di bumi. Tanda itu bisa difoto dan disiarkan televisi, tetapi tidak bisa disentuh dan sains tidak akan pernah bisa menjelaskannya.

Pemurnian atau Hukuman

Jika pada titik ini, umat manusia tidak juga mau mengindahkan panggilan Bunda Maria kepada pertobatan, maka Tuhan tidak akan punya pilihan selain mengirimkan pemurnian atau hukuman.

 

Peringatan Terakhir dari Tuhan

Peristiwa pertama akan berupa peringatan dari Tuhan di seluruh dunia. Conchita menulis dalam sebuah surat pada tanggal 1 Januari 1965: "Bunda Maria berkata bahwa peringatan itu akan diberikan kepada seluruh dunia sebelum mukjizat atau keajaiban besar terjadi, agar dunia bisa mengubah dirinya sendiri. Ia berasal langsung dari Tuhan dan bisa terlihat dan dialami di seluruh dunia... "

 

Conchita menulis pada tanggal 2 Juni 1965: "Peringatan ini, seperti hukuman, adalah hal yang menakutkan bagi orang yang baik maupun yang jahat. Ia akan mendekatkan orang yang baik kepada Tuhan dan memperingatkan orang yang jahat bahwa akhir zaman segera tiba. Ini adalah peringatan terakhir."

 

Conchita menjelaskan bahwa peringatan itu adalah sebuah pemurnian untuk mempersiapkan kita menghadapi peristiwa keajaiban. Dia percaya bahwa setelah hal itu terjadi, kita akan berada dekat di saat akhir zaman. Setiap orang di bumi akan memiliki pengalaman batin tentang bagaimana dirinya berdiri di hadapan terang Keadilan Tuhan."

 

Jacinta berkata: "Peringatan itu adalah sesuatu yang pertama kali akan terlihat di udara, di mana-mana di seluruh dunia dan segera ia menjalar dan merasuk ke bagian dalam dari jiwa kita. Ia akan berlangsung dalam waktu yang singkat, tetapi terasa sangat lama karena pengaruhnya yang amat besar di dalam diri kita. Peristiwa itu akan menjadi kebaikan bagi jiwa kita, dimana kita bisa melihat hati nurani kita dengan jelas... segala kebaikan yang tidak kita lakukan, dan segala keburukan yang telah kita lakukan. Kemudian kita akan merasakan sebuah kasih yang besar terhadap Orangtua Surgawi kita, dan kita memohon ampun atas semua pelanggaran kita. Peringatan ini adalah bagi semua orang, karena Tuhan menginginkan keselamatan kita semua. Peringatan ini bertujuan agar kita mendekat kepada-Nya dan meningkatkan iman kita. Oleh karena itu, seseorang harus bersiap untuk menyambut hari itu, tetapi janganlah menunggunya dengan ketakutan. Tuhan tidak mengirimkan sesuatu demi ketakutan, melainkan dengan keadilan dan kasih. Dia melakukannya demi kebaikan semua anak-Nya agar mereka dapat menikmati kebahagiaan kekal dan tidak menjadi musnah."

 

22 Oktober 1965: Sebagai jawaban atas pertanyaan seorang wanita Spanyol, apakah peringatan itu mungkin berupa sebuah komet yang mendekati bumi, Conchita berkata: "Saya tidak tahu apakah itu komet. Jika itu adalah sesuatu yang tergantung pada kemauan manusia, saya jawab - tidak. Jika itu adalah sesuatu yang akan dilakukan Tuhan, itu adalah sangat mungkin." Ketika wanita itu mengungkapkan ketakutannya dan meminta Conchita untuk mendoakan dirinya, Conchita menjawab: "Oh, ya, peringatan itu akan sangat menakutkan, seribu kali lebih buruk dari gempa bumi."

 

Terhadap pertanyaan tentang sifat dari peringatan itu, Conchita menjawab: "Itu akan seperti api. Namun ia tidak akan membakar daging kita, tetapi kita akan merasakannya secara fisik dan batin." Dia menambahkan, "Kami akan mengomentari hal ini nanti. Semua bangsa dan semua orang akan mengalaminya dengan cara yang sama. Tidak ada yang bisa menghindarinya. Bahkan orang-orang yang tidak beriman pun akan mengalami ketakutan akan Tuhan. Bahkan jika Anda bersembunyi di kamar Anda dan menutup tirai, Anda tidak akan bisa menghindarinya. Anda akan merasakan dan melihatnya secara sama." Dan lagi, "Ya, itu benar. Perawan Terberkati menyebutkan sebuah nama yang berkaitan dengan fenomena itu. Itu dimulai dengan huruf 'A' tetapi dia tidak menyuruh saya untuk mengungkapkannya kepada siapa pun.”

 

Saat wanita itu kembali mengungkapkan ketakutannya, Conchita menambahkan: "Oh ya, setelah peringatan itu, kamu akan sangat mengasihi Tuhan yang sangat baik hati." Conchita menambahkan sebuah pengamatan yang menarik: "Meskipun butuh waktu untuk terjadi, namun ia tidak akan lama. Waktu dari Tuhan selalu merupakan waktu yang tepat."



Kapan Peringatan Itu Akan Terjadi?

Sekarang jika Anda membaca ini sebelum peringatan terjadi, maka Anda mungkin menanyakan pertanyaan yang sama yang banyak kita tanyakan… kapan? Untungnya Conchita sendiri telah memberi kami beberapa informasi tentang kapan peringatan itu akan muncul, selama wawancara yang dia lakukan dengan Albrecht Weber, penulis Jerman untuk 'Garabandal — Der Zeigefinger Gottes' (Garabandal — The Finger of God): 

 

 

Conchita: "Ketika komunisme muncul kembali, semuanya akan terjadi."

Penulis: "Apa yang Anda maksud dengan muncul kembali?"

Conchita: "Ya, kalau ia datang lagi dalam bentuk baru."

Penulis: "Apakah itu berarti komunisme akan lenyap sebelum itu?"

Conchita: "Saya tidak tahu," katanya sebagai jawaban, "Perawan Terberkati hanya berkata 'ketika komunisme datang lagi'."

Perlu diingat bahwa percakapan ini terjadi pada tahun 1965, di tengah-tengah Perang Dingin. Komunisme mengancam seluruh dunia, dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Pada saat itu, tidak ada orang yang percaya bahwa 20 tahun kemudian Komunisme akan kehilangan cengkeramannya di Uni Soviet. Sayangnya, 'kekalahan' komunisme ini hanya berumur pendek. Setelah itu ia bangkit lagi. 

Pada tahun-tahun setelah kudeta tak berdarah di Uni Soviet yang menandai berakhirnya Tirai Besi, dunia perlahan-lahan tertidur dalam rasa aman yang palsu. Negara-negara Barat telah menjadi mabuk konsumerisme dan dekadensi moral. Waktu dan propaganda mulai menghapus ingatan orang-orang tentang mengapa mereka bisa bebas, dan betapa mudahnya manusia kehilangan kebebasan itu. Orang-orang menjadi terlena dalam tugas dan kewajiban mereka dalam melindungi kebebasan mereka sendiri, dan tidak pernah menyadari bahwa Komunisme tidaklah lenyap, tetapi malah mengambil bentuk baru dan lebih licik: Sosialisme Liberal.

 

 

Sosialisme: Bagaikan Kuda Troya

Sosialisme telah menjadi wabah yang merajalela atas generasi kita, dan kebanyakan orang bahkan tidak menyadarinya. Sosialisme perlahan-lahan merayap ke dalam sebuah bangsa seolah-olah seperti serigala berbulu domba. Paham itu merusak dan memecah belah, mengadu domba orang dan kelas satu sama lain: hitam melawan putih, kaya melawan miskin, Meksiko melawan Amerika. Ini dilakukan dengan menggunakan darah kehidupan dari bangsa yang sedang bebas untuk melawan dirinya sendiri, melalui redistribusi kekayaan dan sumber-sumber dayanya.

 

Paham Sosialisme berusaha untuk menciptakan Negara-Kesejahteraan Super (alias: Negara-Pengasuh) di mana negara mengambil alih semua tanggung jawab yang menjadi milik individu, sambil menerapkan pengendalian genetika dan populasi. Hal ini dilakukan dengan penipuan yang tepat dan licik, menawarkan uang, perawatan kesehatan, dan sumber daya yang diambil dari para pembayar pajak untuk diserahkan kepada mereka yang akan ditarget atau dijadikan sasaran oleh partai yang berkuasa. Namun, hal ini tidak dilakukan demi kepentingan kasih atau sedekah, melainkan digunakan sebagai alat kontrol atau pengendalian, dimana warganegara pada akhirnya menjadi tergantung sepenuhnya pada negara untuk bisa bertahan hidup. Suatu warga yang bergantung akan jarang menggigit tangan majikannya, atau menolak pemberian, yang memberi mereka makan. Dan seiring dengan berkembangnya paham sosialisme, pada akhirnya ia melahirkan sebuah tiran yang lebih besar: Fasisme.

 

 

 

 

 

Fasisme berupaya mengorganisir suatu bangsa menurut perspektif, nilai, dan sistem korporatis, termasuk sistem politik dan ekonomi itu sendiri. Melalui penggunaan para pelobi, perusahaan sering kali akan membeli para politisi dengan membayar sebagian dari biaya kampanye pemilihan mereka.

Sebagai imbalannya, mereka (pemilik perusahaan) sering kali mendapatkan undang-undang baru yang akan menguntungkan mereka secara tidak adil. Hal ini dapat dilihat baru-baru ini dengan diberlakukannya Obama-care, Reformasi Kesehatan a la Obama, yang dirancang oleh industri-industri asuransi kesehatan itu sendiri, dan disahkannya Undang-Undang Modernisasi Keamanan Pangan FDA, S510.

 

RUU ini, meskipun judulnya kedengaran bagus seperti 'Keamanan Pangan,' tetapi ia tidak ada hubungannya sama sekali dengan keselamatan, melainkan RUU itu ditulis untuk memastikan bahwa industri-industri besar dari makanan dan benih, sama sekali tidak melakukan perlawanan. RUU itu melarang pembuatan kebun-kebun rumah, pengalengan dan mengawetkan makanan Anda sendiri, atau untuk berbagi dengan tetangga, sehingga RUU itu memastikan bahwa penduduk tidak akan pernah bergantung pada diri sendiri, tetapi mereka akan selalu bergantung pada pemerintah dan beberapa bisnis besar, bagi semua kebutuhannya.

 

Seperti di negara komunis lainnya, semua pertanian keluarga pada akhirnya akan diambil alih oleh perusahaan seperti Monsanto dan Perdue, yang tidak akan terpengaruh oleh aturan, karena undang-undang hanya akan 'secara selektif' ditegakkan untuk memastikan penghapusan persaingan. Agar paham komunisme dapat bertahan, upaya juga akan dilakukan untuk memusatkan kekuasaan kepada beberapa orang terpilih. Misalnya, pada sistem kediktatoran di AS menjadi lebih jelas saat kita mulai melihat kebangkitan para Czars (Raja). Pejabat yang tidak dipilih melalui proses pemilu ini adalah bagian dari cabang eksekutif dan dapat melangkahi Kongres Amerika Serikat dan bertindak seolah-olah diktator untuk "Panglima Tertinggi."

 

Mereka dapat mengklaim kekuasaan eksekutif jika mereka diminta untuk bersaksi di hadapan kongres, dan tidak harus menjawab pertanyaan baik kepada Kongres maupun kepada rakyat Amerika. Pada Januari 2011, jumlah Czars (Raja) di AS ini bervariasi dari 32 hingga 45 (dengan 7 lebih yang masih direncanakan), seperti Departemen Keamanan Dalam Negeri, Border and Terror Czars, dan FDA serta Drug Czars.

 

Bersama-sama, Tentara Czar ini mengawasi miliaran dolar pajak AS dan tidak bertanggung-jawab kepada siapa pun. Presiden tidak lagi harus pergi ke Kongres untuk mendapatkan persetujuan untuk berbelanja, dia hanya menunjuk Czar lain untuk melangkahi Kongres dan mereka melakukan tugas seperti yang diperintahkan.


Ini adalah bagaimana regulasi, kekuasaan dan kontrol bersatupadu dan merupakan langkah penting untuk mengubah suatu bangsa dari Kapitalis menjadi Komunis. Apakah ada keraguan bahwa agenda komunis totaliter benar-benar telah kembali dan sedang diterapkan pada semua negara di dunia bebas? 

(Ingat akan wawancara Conchita diatas: "Ketika komunisme muncul kembali, semuanya akan terjadi.") 

 

Mengapa Tuhan mengirimkan Peringatan Terakhir?

St. Paulus, ketika ditanya tentang hari-hari terakhir, dia berbicara tentang generasi kita saat ini: 

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu, yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran. (II Timotius 3: 1-7) 

Lebih jauh, seperti yang diamati oleh Paus Paulus, manusia tampaknya telah kehilangan kesadaran akan dosa. Umat ​​manusia telah jatuh begitu jauh dari Penciptanya sehingga tidak ada campur tangan Ilahi yang dapat membuka mata manusia dan merubah hati mereka. Pencerahan hati nurani (Peringatan) akan menjadi intervensi yang dibutuhkan disini, koreksi atas hati nurani kolektif umat manusia yang akan dipahami oleh semua orang sebagai peristiwa atau kejadian yang berasal dari Tuhan. 

***** 

RUU Baru Di Cina Akan Melarang Misionaris Asing Untuk Mewartakan Injil

LDM – 29 Nopember 2020

Giselle Cardia 17 Nopember 2020 - 1 Desember 2020

Presiden Xi Mengajak Para Pemimpin Dunia Untuk Meniru Sertifikat Kesehatan Digital Covid-19 Cina

Enoch, 2 Desember 2020

Ned Dougherty, 6 Nopember 2020

LDM, 5 Desember 2020