Sunday, December 13, 2020

Kardinal Burke: Kekuatan-Kekuatan Yang Memaksakan Great Reset...

 

Kardinal Burke:

Kekuatan-kekuatan yang memaksakan 'Great Reset' telah menggunakan COVID untuk memajukan 'agenda jahat' mereka 

https://alphanewsmn.com/cardinal-burke-forces-of-the-great-reset-have-used-covid-to-advance-evil-agenda/ 

 

"Begitu banyak orang di dalam lingkup Gereja tampaknya tidak memiliki pemahaman tentang bagaimana Kristus melanjutkan karya penyelamatan-Nya di saat terjadinya wabah dan bencana lainnya."

 

By  Anthony Gockowski 

 


Cardinal Raymond Burke/Shrine of Our Lady of Guadalupe 

 

 

Pada saat "kita perlu dekat satu sama lain dalam kasih Kristiani, kekuatan-kekuatan duniawi berusaha mengisolasi kita dan membuat, bahkan memaksa, kita untuk percaya bahwa kita ini berada sendirian dan bergantung pada kekuatan-kekuatan sekuler, yang akan membuat kita menjadi budak dari agenda mereka yang tidak bertuhan dan mematikan," Kardinal Raymond Burke berkata pada homili hari Sabtu.

 

Burke, pendiri tempat ziarah Bunda Maria dari Guadalupe, menyampaikan homili yang keras ini di tempat ziarah La Crosse, Wisconsin, Sabtu malam.

 

“Kita datang kepada Bunda Guadalupe pada hari pestanya saat ini dengan membawa hati yang sarat masalah dan sangat berat. Bangsa kita sedang melewati sebuah krisis yang mengancam masa depan kita sebagai bangsa yang bebas dan demokratis. Penyebaran paham materialisme Marxis ke seluruh dunia, yang telah membawa kehancuran dan kematian bagi kehidupan begitu banyak orang, dan yang telah mengancam dasar-dasar fondasi bangsa kita selama beberapa dekade, sekarang tampaknya telah berhasil merebut kekuasaan yang mengatur bangsa kita,” Burke memulai khotbahnya.

 

"Untuk mencapai keuntungan ekonomi, kita sebagai bangsa telah membiarkan diri kita bergantung pada Partai Komunis Cina, sebuah ideologi yang sepenuhnya bertentangan dengan fondasi Kristiani, agar keluarga dan bangsa kita tetap aman dan sejahtera," lanjutnya.

 

Burke berbicara secara khusus tentang Amerika Serikat, tetapi "jelas banyak negara lain sedang mengalami krisis serupa yang paling mengkhawatirkan," katanya.

 

“Lalu ada virus misterius Wuhan yang sifatnya dan pencegahannya oleh media massa setiap hari memberi kita informasi yang saling bertentangan. Yang jelas, bagaimanapun, bahwa itu telah digunakan oleh kekuatan-kekuatan tertentu, yang bertentangan dengan keluarga dan kebebasan bangsa, untuk memajukan agenda jahat mereka. Kekuatan-kekuatan ini memberitahu kita bahwa kita sekarang menjadi subyek dari apa yang disebut 'Great Reset', 'normal baru', yang didiktekan kepada kita melalui manipulasi terhadap warga dan negara, melalui ketidaktahuan dan ketakutan,” kata kardinal Burke.

 

Dengan segala kondisi "pedih" ini, orang Amerika sekarang diminta untuk menemukan "cara untuk memahami dan mengarahkan" kehidupan mereka dalam kaitannya dengan "penyakit dan pencegahannya," bukannya membawa diri kita kepada "Tuhan dan rencana-Nya bagi keselamatan kita."

 

“Tanggapan dari banyak sekali uskup dan imam, dan dari banyak sekali umat beriman, telah menunjukkan sangat kurangnya katekese yang sehat pada diri mereka. Begitu banyak orang di dalam lingkup Gereja tampaknya tidak memiliki pemahaman tentang bagaimana Kristus melanjutkan karya penyelamatan-Nya di saat wabah dan bencana-bencana lainnya,” kata Burke.

 

Terlebih lagi, Bunda Gereja kita yang kudus, mempelai mistik Kristus yang tak bernoda, melalui siapa Kristus selalu bekerja demi penebusan kekal kita, dibanjiri oleh laporan-laporan tentang kerusakan moral, terutama dalam hal yang berkaitan dengan perintah keenam dan ketujuh,  (6. Jangan berzina.

7. Jangan mencuri) yang tampaknya terus meningkat dari hari ke hari. Di negara kita sendiri, laporan tentang Theodore McCarrick, kardinal bejat predator sex selama puluhan tahun, telah dengan giat menggoda banyak umat Katolik yang taat untuk mempertanyakan kredibilitas para gembala, yang sesuai dengan rencana Kristus bagi Gereja, seharusnya mereka menjadi pembimbing yang aman bagi umat beriman, dengan cara mengajarkan kebenaran-kebenaran iman, dengan memimpin umat beriman dalam penyembahan yang layak kepada Tuhan dan dalam hal berdoa kepada-Nya, dan dengan membimbing umat beriman melalui disiplin Gereja yang abadi,” lanjutnya. 

Sebaliknya, dari para gembala Gereja umat beriman terlalu sering "tidak menerima apa pun sebagai tanggapannya, atau tanggapan yang tidak didasarkan pada kebenaran yang tidak berubah tentang iman dan moral."

 

“Umat beriman menerima tanggapan yang tampaknya bukan berasal dari para gembala spirituil, tetapi dari para manajer sekuler. Kebingungan tentang apa yang benar-benar diajarkan oleh Gereja dan apa yang diminta oleh Gereja atas diri kita, yang sesuai dengan ajarannya, justru menghasilkan perpecahan yang semakin besar di dalam tubuh mistik Kristus. Semua ini melumpuhkan Gereja dalam misinya untuk bersaksi atas kebenaran ilahi dan kasih ilahi pada saat dunia tidak pernah membutuhkan lebih banyak Gereja untuk menjadi mercusuar mereka,” kata Burke.

 

“Dalam menghadapi dunia ini, Gereja secara salah ingin mengakomodasi dan menyatukan dirinya kepada dunia, bukannya mengajak dunia untuk bertobat dalam ketaatan kepada hukum Ilahi yang tertulis di setiap hati manusia dan terungkap dalam kepenuhannya melalui inkarnasi penebusan dari Allah Putra,” kata Burke menambahkan.

 

Kardinal Burke berkata bahwa semua masalah ini “menghadirkan tantangan yang amat berat” bagi kehidupan Kristiani dan telah menghasilkan “penderitaan yang paling menyakitkan.” 

“Ya, dapat dimengerti bahwa hati kita saat sangat berat, tetapi Kristus, melalui perantaraan Bunda-Nya yang Perawan, mengangkat hati kita kepada-Nya, memperbarui kepercayaan kita kepada-Nya, yang telah menjanjikan kita keselamatan kekal melalui Gereja. Dia tidak akan pernah mengingkari janji-Nya. Dia tidak akan pernah meninggalkan kita,” Burke menyimpulkan. “Karena itu janganlah kita tertipu oleh kekuatan-kekuatan dunia dan oleh nabi-nabi palsu. Janganlah kita meninggalkan Kristus dan mencari keselamatan kita di tempat-tempat lain yang tidak akan pernah bisa ditemukan disana.”

***** 

Kisah Menghantui Dari 5 Orang Kudus Dalam Melawan Setan

Viganò: Kristus Raja Telah Dilucuti Mahkota-Nya

Teman-teman Baru Francis : Kaya Dan Busuk

Kardinal Pell: Perlahan, Vatikan Akan Bangkrut

(Lagi) Transhumanisme

LDM – Anggur Terberkati

Vatikan Memperkenalkan Kandang Natal Yang Mengerikan