Wednesday, April 28, 2021

Pertempuran Terakhir Setan – Bab 1

 


 

Pertempuran Terakhir Setan

 Pastor Paul Kramer, B.Ph., M.Div., S.T.L. (Cand.) 

 

 

Bab 1

 

Pesan Dan Keajaiban Fatima 

 

Tuhan tidak menyia-nyiakan keajaiban. Sepanjang sejarah keselamatan — dari Yosua, hingga Musa, hingga dua belas rasul, hingga kepada orang-orang kudus Gereja Katolik selama berabad-abad — Tuhan telah mengabulkan terjadinya mukjizat untuk satu tujuan utama: sebagai mandat Ilahi bagi seorang saksi yang memohon keajaiban dalam nama-Nya. Ketika Tuhan memilih seorang saksi, dan kemudian menghubungkan sebuah mukjizat yang otentik dengan kesaksian dari saksi itu, maka kita bisa tahu dengan pasti bahwa saksi itu layak dipercaya. Tuhan tidak memberikan mukjizat untuk menjamin saksi yang tidak dapat diandalkan; Tuhan tidak memilih saksi yang tidak bisa diandalkan. 

Tidak, Tuhan tidak menyia-nyiakan keajaiban. Apalagi Tuhan menyia-nyiakan keajaiban publik yang disaksikan oleh 70.000 orang, baik orang beriman maupun yang tidak beriman, yang terjadi tepat pada saat yang diramalkan tiga bulan sebelumnya oleh tiga orang saksi yang kesaksiannya diragukan: Lucia dos Santos (dikenal dunia sebagai Lucia) dan sepupunya, Francisco dan Jacinta Marto. 

Saat itu tanggal 13 Oktober 1917. Di ladang sederhana yang dikenal sebagai Cova da Iria di Fatima, ada sekitar 70.000 orang yang telah berkumpul untuk menunggu terjadinya mukjizat. Kejadian ini sendiri sangat mencengangkan. Belum pernah sebelumnya dalam sejarah keselamatan, ada seorang visioner yang meramalkan berbulan-bulan sebelumnya bahwa keajaiban publik akan terjadi pada waktu dan tempat yang tepat. Belum pernah sebelumnya ada kerumunan besar orang berkumpul untuk menyaksikan keajaiban publik yang telah diramalkan seperti itu. Namun justru itulah yang terjadi pada hari itu.

Mengapa hari itu? Karena Lucia dos Santos dan sepupunya, Francisco dan Jacinta, telah menerima penampakan dari seorang Wanita pada tanggal tiga belas setiap bulan sejak Mei sebelumnya. Wanita itu telah menampakkan diri kepada mereka di atas pohon holm-oak di Cova, dan dengan setiap penampakan, kerumunan orang terus bertambah. Tetapi keraguan tentang kebenaran para visiuner itu juga terus tumbuh, serta ejekan dan penganiayaan terhadap para visiuner dan keluarga mereka, pada saat Portugal berada di bawah kendali rezim politik atheis dan Masonik. 

Dan kemudian, pada 13 Juli 1917, Bunda Maria menunjukkan kepada mereka sesuatu yang akan menakutkan mereka dan mengubah mereka selamanya, menjadikan mereka orang-orang suci yang akan menghabiskan hidup mereka (dalam kasus Francisco dan Jacinta, kehidupan yang sangat singkat) dengan berdoa dan melakukan korban untuk orang berdosa. Seperti yang diceritakan Lucia dalam kesaksian yang dianggap Gereja Katolik layak untuk dipercaya, Bunda Maria menunjukkan neraka kepada mereka: 

“Bunda Maria membuka tangannya sekali lagi, seperti yang telah dia lakukan selama dua bulan sebelumnya. Nampak berkas cahaya sepertinya menembus bumi, dimana kami melihat disana ada sesuatu seperti lautan api. Tercebur ke dalam api itu adalah banyak sekali iblis dan jiwa [yang terkutuk] dalam bentuk manusia, seperti bara api transparan, seperti perunggu menghitam atau mengkilap, melayang-layang di dalam api unggun itu; sesekali mereka terangkat ke udara oleh nyala api yang keluar dari dalam diri mereka bersama dengan awan asap, dan kemudian mereka jatuh kembali ke segala sisi seperti percikan api dalam kobaran api yang besar, tanpa bobot atau keseimbangan, di tengah lolongan dan jeritan dan rintihan kesakitan dan keputusasaan, yang membuat kami sangat ngeri dan membuat kami gemetar ketakutan. (Pasti pemandangan inilah yang menyebabkan saya menjerit, seperti yang dikatakan orang-orang bahwa mereka mendengar saya menjerit.) Setan dapat dibedakan [dari jiwa-jiwa yang terkutuk] melalui wujud mereka yang amat menakutkan dan menjijikkan seperti hewan yang menakutkan dan tidak dikenal, hitam dan transparan seperti bara api.” 

Penglihatan ini berlangsung sesaat. “Betapa kami sangat bersyukur kepada Bunda surgawi yang baik hati, yang telah mempersiapkan kami dengan berjanji, pada penampakan pertama, untuk membawa kami ke Surga. Jika tidak, saya pikir, kami akan mati karena ketakutan dan teror.” 

Setelah menunjukkan kepada anak-anak visiuner itu tentang nasib dari orang-orang terkutuk, yang merupakan bagian pertama dari Rahasia Besar Fatima, Bunda Maria kemudian menyampaikan kepada anak-anak itu bagian kedua dari Rahasia Fatima. Semuanya, termasuk pejabat dari Vatikan yang menjadi fokus dari tulisan ini, setuju bahwa bagian kedua dari Rahasia itu, seperti yang tercatat dalam buku harian Sr. Lucia, adalah sebagai berikut: 

“Kamu telah melihat neraka di mana jiwa-jiwa orang berdosa yang malang menuju. Untuk menyelamatkan mereka, Tuhan ingin membentuk di dunia ini suatu devosi kepada Hatiku Yang Tak Bernoda. Jika apa yang kukatakan kepadamu ini dilaksanakan, banyak jiwa akan diselamatkan dan akan ada kedamaian. Perang akan berakhir. Tetapi jika orang-orang tidak berhenti menentang Tuhan, kejadian yang lebih buruk akan terjadi pada masa pemerintahan Pius XI. Ketika kamu melihat suatu malam hari diterangi oleh cahaya yang tidak diketahui asalnya, ketahuilah bahwa ini adalah tanda besar yang diberikan oleh Tuhan bahwa Dia akan menghukum dunia karena dosa-dosanya, melalui perang, kelaparan, dan penganiayaan terhadap Gereja dan Bapa Suci.” 

“Untuk mencegah hal ini, aku meminta dilakukan Konsekrasi Rusia kepada Hatiku Yang Tak Bernoda, dan Komuni Silih pada hari Sabtu Pertama. Jika permintaanku ini dilaksanakan, Rusia akan bertobat, dan akan ada kedamaian; jika tidak, ia akan menyebarkan kesalahannya ke seluruh dunia, hingga menyebabkan peperangan dan penganiayaan terhadap Gereja. Orang yang baik akan menjadi martir, Bapa Suci akan sangat menderita, berbagai bangsa akan dimusnahkan. Pada akhirnya, Hatiku Yang Tak Bernoda akan menang. Bapa Suci akan mengkonsekrasikan Rusia kepadaku, dan ia akan bertobat, dan masa damai akan diberikan kepada dunia. Di Portugal, dogma Iman akan selalu dipertahankan, dll. Jangan katakan ini kepada siapa pun. Untuk Francisco, ya, kamu boleh memberitahunya.” 

Unsur dasar dari Pesan yang menakjubkan ini adalah: 

• Banyak jiwa masuk neraka karena dosa yang mereka lakukan.

• Untuk menyelamatkan mereka, Tuhan ingin mendirikan di seluruh dunia, devosi yang khusus

Kepada Hati Maria yang Tak Bernoda.

• Ini harus dicapai dengan mengkonsekrasikan bangsa Rusia kepada Hati Maria Yang Tak Bernoda

 (dalam kaitannya dengan Komuni Silih pada hari Sabtu pertama setiap bulan), dimana Rusia akan dipertobatkan kepada Iman Katolik.

• Jika hal ini dilakukan, banyak jiwa akan diselamatkan dan akan ada kedamaian.

• Jika tidak dilakukan, Rusia akan menyebarkan kesalahannya ke seluruh dunia. Akan ada perang, kelaparan, penganiayaan atas Gereja, dan kemartiran orang-orang yang baik. Bapa Suci akan mengalami banyak penderitaan. Dan jika permintaan Bunda Maria masih juga tidak ditaati, maka berbagai negara akan dimusnahkan.

• Meskipun demikian, “Pada akhirnya, Hatiku Yang Tak Bernoda akan menang. Bapa Suci akan mengkonsekrasikan Rusia kepadaku, dan ia akan bertobat, dan sebuah masa damai akan diberikan kepada dunia." 

Terhadap hal-hal ini, Bunda Maria menambahkan permintaan mendesak agar umat Katolik memasukkan kedalam doa Rosario mereka setiap hari di akhir setiap dekade, dengan doa berikut: “Ya Yesus, ampunilah kami atas dosa-dosa kami, selamatkan kami dari api neraka. Hantarlah semua jiwa ke Surga, terutama mereka yang paling membutuhkan kerahiman-Mu.” Untuk memenuhi permintaan Bunda Maria, dan sebagai bukti keaslian penampakannya di Fatima, Gereja memasukkan doa ini dalam doa Rosario, dan umat Katolik mendaraskannya hingga hari ini. 

Gereja juga telah mengadakan devosi Sabtu Pertama dari Komuni Silih, yang dijelaskan Bunda Maria sebagai berikut: 

“Aku berjanji untuk menolong pada saat kematian, dengan semua rahmat yang dibutuhkan demi keselamatan, kepada siapa pun yang setiap hari Sabtu Pertama selama lima bulan berturut-turut melakukan: pengakuan dosa dan menerima Komuni Kudus, mendaraskan Rosario Suci sebanyak lima persepuluhan, dan menyertai aku selama lima belas menit sambil merenungkan lima belas misteri Rosario, dengan tujuan untuk melakukan silih kepadaku.” 

Kita berhenti sejenak di sini untuk mencatat secara sepintas (untuk pembahasan lebih lanjut nanti) frasa aneh di akhir dua bagian pertama Rahasia itu: "Di Portugal dogma Iman akan selalu dipertahankan, dll." Frasa yang tidak lengkap, diakhiri dengan "etc.", muncul dalam memoar keempat penampakan yang diterima Sr. Lucia. Ini dengan jelas memperkenalkan prediksi surgawi, berisi kata-kata lebih lanjut dari Bunda Maria yang tidak dicatat, tentang kepatuhan terhadap dogma Katolik di dalam Gereja pada umumnya, dibedakan dari Portugal pada khususnya, di mana dogma Iman akan selalu dipertahankan. 

Berdiri sendiri, pengamatan tentang kepatuhan pada dogma Katolik di Portugal muncul secara serampangan dan sangat tidak masuk akal, karena kalimat itu sama sekali tidak mengikuti secara logis dua yang pertama dari tiga Rahasia Fatima. Setiap ahli tentang Fatima yang diakui, menyimpulkan dari sini bahwa kalimat atau frasa tersebut mewakili permulaan dari bagian ketiga Rahasia Rahasia — yang kemudian hanya dikenal sebagai Rahasia Ketiga Fatima. Seperti yang akan kita lihat, Lucia sangat takut dengan isinya, bahkan setelah dia diperintahkan untuk menuliskannya pada bulan Oktober 1943, dia masih tidak dapat melakukannya sampai penampakan berikutnya pada 2 Januari 1944, di mana Bunda Maria meyakinkan dirinya bahwa dia harus menuliskannya. Namun, hingga hari ini, Vatikan tidak pernah mengungkapkan pesan-pesan Sang Perawan yang secara jelas yang mengatakan “Di Portugal dogma Iman akan selalu dipertahankan, dll. " Kata ‘dll’ tetap menjadi rahasia. Penyembunyian kata ‘dll’ yang terus berlangsung hingga kini adalah sebuah elemen kunci dari ketidakadilan yang menjadi subjek dari buku ini.

Setelah menerima dari Surga, sebuah pesan dengan kepentingan yang jelas sangat penting bagi Gereja dan seluruh umat manusia, Lucia tahu bahwa dia dan sepupunya membutuhkan kredensial ilahi jika mereka bisa dipercaya. Selama penampakan pada 13 Juli, Suster Lucia meminta Sang Perawan “untuk memberi tahu kami ‘siapakah engkau sebenarnya,’ dan agar melakukan sebuah keajaiban, agar semua orang akan percaya bahwa engkau menampakkan diri kepada kami." Dan Wanita itu menjawab: “Teruslah kamu datang ke sini setiap bulan. Pada bulan Oktober aku akan memberi tahu kamu siapa aku dan apa yang kuinginkan, dan aku akan melakukan sebuah keajaiban untuk dilihat dan dipercaya oleh semua orang." Wanita itu mengulangi janji ini pada penampakan selanjutnya kepada Lucia dan saudara-saudaranya pada 19 Agustus dan lagi, di Cova, pada 13 September. 

Dan begitulah orang-orang berkumpul dalam kerumunan besar di Cova pada 13 Oktober 1917. Dan tepat pada jam yang telah dikatakan Bunda Maria bulan Juli — jam 12 siang waktu matahari, dan jam 13:30 pada jam di Portugal — keajaiban itu dimulai. Lucia tiba-tiba meminta kepada orang-orang yang hadir untuk menutup payung mereka di tengah hujan deras yang mengubah Cova menjadi ladang lumpur. Banyak orang yang berdiri di kubangan lumpur hingga pergelangan kaki mereka. Lucia memasuki keadaan ekstase spiritual saat Bunda Maria muncul lagi dan memanggilnya. Bunda Maria memulai dengan memberi tahu Lucia siapa dirinya dan apa yang dia inginkan, seperti yang dia janjikan: “Aku ingin sebuah kapel dibangun di sini untuk menghormati aku. Aku adalah Bunda Rosario.” Wanita itu adalah Bunda Allah, Perawan Maria, yang selanjutnya akan dikenal dengan gelar Bunda Maria dari Fatima, salah satu dari sekian banyak gelar yang dianugerahkan kepada Perawan Terberkati oleh Gereja. Kapel itu, tentu saja, akan dibangun, dan kemudian dibangun kembali setelah ia diledakkan pada tanggal 6 Maret 1922 oleh bom yang ditanam oleh teman-teman Tinsmith, nama panggilan untuk Walikota Ourem, yang adalah anggota Masonik. 

Dan kemudian keajaiban itu terjadi. Di sini kami menceritakan kesaksian seorang reporter yang tidak mungkin dituduh memihak dalam masalah ini dan untuk alasan yang benar! Kami mengacu pada Avelino de Almeida, pemimpin redaksi O Seculo, surat kabar harian besar ‘liberal, anti gereja dan Masonik’ di Lisbon. Dia menulis: 

Dari jalan raya, tempat kereta-kereta berdesakan dan tempat ratusan orang telah berada karena tidak berani maju melintasi tanah berlumpur, kami melihat kerumunan besar orang berpaling ke arah matahari yang muncul di atas kepala mereka, dengan suasana langit bersih dari mendung. Matahari nampak menyerupai cakram perak, dan saat itu orang-orang bisa menatapnya secara langsung tanpa sedikit pun rasa sakit atau kabur pada mata mereka. Sinar matahari Itu tidak membakar mata. Ia tidak membutakan. Kami bisa mengatakan bahwa ia seolah dalam keadaan gerhana. Kemudian teriakan yang luar biasa terdengar keluar, dan kerumunan terdekat kami terdengar berteriak: “Keajaiban! Keajaiban! ...!!!” 

Di depan mata orang-orang yang silau, yang sikap mereka telah mengingatkan kita pada keadaan zaman alkitabiah, dan orang-orang yang sangat tercengang, kepala tidak terlindung apa pun, merenungkan birunya langit, matahari itu nampak bergetar dan membuat gerakan aneh dan tiba-tiba, dimana itu semua berada di luar semua hukum kosmik — "matahari menari," demikian menurut ekspresi khas para petani yang polos saat itu... 

Diserang keras oleh semua pers yang anti klerus dan anti gereja, Avelino de Almeida memperbarui kesaksiannya beberapa hari kemudian, dalam ulasannya di Ilustração Portuguesa. Kali ini dia mengilustrasikan pada laporannya dengan selusin foto-foto kerumunan orang yang sangat gembira, dan diulangi sebagai refrein di seluruh artikelnya: "Saya melihat ... Saya melihat ... saya melihat." Dan dia menyimpulkan: “Keajaiban, seperti yang diteriakkan oleh orang-orang? Fenomena alam, seperti kata para ahli? Untuk saat ini, itu bukanlah urusan saya, saya hanya mengatakan apa yang saya lihat ... Selebihnya adalah sebuah masalah untuk Sains dan Gereja." 

Sabtu, 13 Oktober 1917 mulailah para peziarah berjalan kaki sebagai bentuk silih karena saat itu sempat turun hujan sepanjang malam sebelumnya. Sekarang, ini adalah “perubahan cuaca yang hampir tiba-tiba, dari jalanan yang berdebu berubah menjadi rawa berlumpur oleh hujan lebat, menyebabkan keadaan tiba-tiba berubah, selama sehari, manisnya musim gugur dengan kerasnya musim dingin, tidak berhasil membuat mereka menyerah atau putus asa untuk pergi ke tempat itu." 

Dalam membandingkan banyak catatan para saksi mata, kita dapat membedakan aspek yang beragam dan hasil dari fenomena menakjubkan yang dilihat oleh semua orang. Untuk setiap fenomena, adalah sangat mungkin untuk membariskan banyak saksi, yang kesaksiannya akan menjadi buku tebal yang mengesankan. Inilah fakta luar biasa pertama yang dikatakan oleh Dr. Almeida Garrett: 

“Saat itu jam 1:30 siang, ketika di tempat di mana anak-anak visiuner itu berada, muncul sebuah kolom asap, tipis, halus dan kebiru-biruan, yang mencapai sekitar dua meter di atas kepala mereka, dan kemudian asap itu menguap di ketinggian itu. Fenomena ini terlihat dengan mata telanjang, berlangsung selama beberapa detik. Tidak terlalu memperhatikan berapa lama hal itu berlangsung, saya tidak bisa mengatakan apakah itu berlangsung lebih atau kurang dari satu menit. Asapnya menghilang dengan tiba-tiba, dan setelah beberapa saat, asap itu kembali lagi muncul untuk kedua kalinya, lalu ketiga kalinya ... 

“Sementara itu ‘langit nampak rendah dan berat’ memiliki warna yang sangat gelap, sarat dengan kelembapan, dan meski telah terjadi hujan yang deras dan lama, namun selama penampakan, hujan berhenti sama sekali. Tiba-tiba langit menjadi cerah: "Matahari dengan penuh kemenangan menembus lapisan awan tebal yang menutupinya sampai saat itu, dan ia bersinar dengan intens." (laporan Dr. Almeida Garrett) 

Perubahan cuaca yang tiba-tiba ini membuat semua saksi mata terkejut: “Itu adalah hari yang hujan lebat dan terus menerus. Tapi beberapa menit sebelum keajaiban, hujan itu berhenti dan mendung gelap sirna." (laporan Alfredo da Silva Santos) 

Dan kesaksian ini adalah dari seorang dokter, seorang ilmuwan, tentang warna perak dari matahari yang tak dapat dijelaskan, dan memungkinkan matahari itu dapat dilihat secara langsung tanpa membahayakan mata: 

“Tiba-tiba aku mendengar keributan dari ribuan suara, dan aku melihat orang banyak itu menyebar keluar di lapangan luas di bawah kakiku (aku berada di ketinggian bukit) ... membelakangi tempat di mana, yang sampai saat itu, semua harapan orang-orang terpusat, dan mereka melihat matahari yang bertingkah laku aneh ...Aku berbalik melihat ke arah tatapan mata orang-orang, dan aku bisa melihat matahari, seperti cakram yang sangat jernih, dengan tepinya yang tajam, yang bersinar tanpa merusak mata kita... Itu tidak sama dengan matahari yang melewati mendung atau kabut (tidak ada kabut pada saat itu), karena matahari tidak terselubung apa pun, juga ia tidak redup. Di Fatima saat itu, matahari memancarkan cahayanya dan panasnya, dan nampak dengan jelas di langit, dengan tepi yang tajam, seperti meja judi besar. Hal yang paling menakjubkan adalah kita semua bisa menatap cakram matahari untuk waktu yang lama, cemerlang dengan cahaya dan panas, tanpa melukai mata kita atau merusak retina." (Dr. Almeida Garrett) 

Senada dengan itu, kesaksian dari pemimpin redaksi koran O Seculo:

“Dan kemudian kami menyaksikan tontonan yang sangat unik, tontonan yang luar biasa, tak bisa dipercaya jika Anda tidak menyaksikannya sendiri. Dari atas jalanan ... Kami melihat (dari tempat ketinggian) kerumunan besar orang yang memandang ke arah matahari, yang muncul di puncak kepala kita saat itu, bersih dari awan. Matahari itu tampak seperti sebuah piring perak kusam, hingga memungkinkan kita untuk menatapnya tanpa sedikit pun merasa tidak nyaman. Sinar matahari itu tidak membakar mata. Ia tidak membutakan. Orang mungkin mengatakan bahwa gerhana sedang terjadi." (Artikel tanggal 15 Oktober 1917)  

Dan juga komentar lain: "Orang-orang bisa melihat matahari seperti kita melihat bulan." (Maria do Carmo)

Orang dapat menambahkan sekian banyak kesaksian tanpa henti tentang fenomena matahari berikutnya, yang disaksikan bahkan oleh pemimpin redaksi sekuler dari sebuah surat kabar yang bersikap antiklerus dan anti gereja. Perhatikan komentar ini:

“Ia nampak berguncang dan bergetar; matahari nampak seperti roda api. " (Maria da Capelinha) 

“Matahari berubah seperti kincir api, memancarkan semua warna pelangi.” (Maria do Carmo) 

“Matahari tampak seperti bola salju yang berputar dengan sendirinya.” (Pastor Lourenço) 

“Cakram seperti mutiara itu melakukan gerakan yang limbung. Ini bukanlah kedipan sekejap seperti bintang dengan segala kecemerlangannya. Ia nampak berputar dengan kecepatan yang tinggi." (Dr. Almeida Garrett) 

“Pada saat tertentu, matahari berhenti dan kemudian mulai menari lagi dan berputar; kemudian ia berhenti lagi, dan mulai menari lagi." (Ti Marto) 

“Matahari memancarkan semua warna pelangi. Semuanya memantulkan warna yang sama: pada wajah kita, pada pakaian kita, dan pada bumi itu sendiri.” (Maria do Carmo) 

“Sebuah cahaya, yang warnanya berubah dari satu saat ke saat berikutnya, dipantulkan pada orang-orang dan benda-benda di sekitar kita.” (Dr.Pereira Gens) 

Apa yang terjadi selanjutnya merupakan aspek yang paling menakutkan dari Keajaiban di Fatima, dan aspek yang sangat mendalam implikasinya bagi zaman kita, di mana manusia telah menyempurnakan kemampuannya untuk menghancurkan seluruh dunia dengan api dari langit: matahari nampak melepaskan diri dari langit dan terjun ke bumi. 

“Tiba-tiba kami mendengar keributan, seperti jeritan kesedihan dari seluruh kerumunan itu. Matahari melakukan gerakan rotasi yang cepat, seolah-olah membebaskan dirinya dari langit dan dengan warna merah darah, untuk terjun langsung ke arah bumi, yang mengancam akan menghancurkan kita dengan massa yang membara. Itu adalah beberapa detik yang sangat menakutkan.” (Dr. Almeida Garrett) 

“Saya melihat matahari berubah dan sepertinya ia akan turun. Itu seperti roda sepeda.” (John Carreira) 

“Matahari mulai menari-nari, dan pada saat tertentu, ia nampak melepaskan diri dari langit dan bergegas meluncur ke depan kita, seperti roda api." (Alfredo da Silva Santos) 

“Saya melihat matahari turun dengan sempurna seolah-olah jatuh di bumi. Tampaknya ia melepaskan diri dari langit dan bergegas ke arah kami. Kemudian matahari mempertahankan dirinya sendiri pada jarak pendek di atas kepala kita; tetapi kejadian semacam itu berdurasi sangat singkat ... Sepertinya ia berada sangat dekat dengan orang-orang dan terus berputar ke arah yang sebaliknya." (Maria do Carmo) 

“Tiba-tiba, matahari muncul dengan lingkarannya yang jelas. Ia turun seolah-olah ke ketinggian awan dan mulai berputar dengan cepat seperti bola api yang tertahan. Dengan beberapa jeda sebentar, hal ini berlangsung sekitar delapan menit.” (Pastor Pereira da Silva) 

"Matahari tiba-tiba tampak turun secara zig-zag, mengancam bumi." (Pastor Lourenço) 

"Saya melihat matahari jatuh kepada kita ..." (Pastor John Gomes) 

“Akhirnya, matahari berhenti bergerak dan semua orang menghela nafas lega ...” (Maria da Capelinha) 

“Dari ribuan mulut itu saya mendengar teriakan sukacita dan kasih kepada Perawan Tersuci. Dan kemudian saya percaya. Saya yakin tidak menjadi korban dari sebuah sugesti massa. Saya telah melihat matahari bertingkah laku aneh karena saya tidak akan pernah melihatnya seperti itu lagi." (Mario Godinho, seorang insinyur) 

Fakta mencengangkan lainnya: semua orang itu, yang sebagian besar basah kuyup, bersaksi dengan gembira dan takjub bahwa diri mereka dan baju mereka menjadi kering (sebelumnya basah kuyup oleh hujan deras). Fakta tersebut dibuktikan dalam proses kanonik untuk Jacinta dan Francisco, yang akhirnya dibeatifikasi pada 13 Mei 2000. 

"Saat yang paling tidak terduga, pakaian kami benar-benar kering." (Maria do Carmo) 

"Jasku langsung kering." (John Carreira) 

Akademisi, Marques da Cruz, bersaksi sebagai berikut:

Orang yang sangat banyak ini basah kuyup, karena hujan turun tak henti-hentinya sejak fajar. Tetapi — meskipun ini mungkin tampak luar biasa — setelah mukjizat besar matahari, semua orang merasa nyaman, dan mendapati pakaiannya kering, ini adalah hasil dari keajaiban... Kebenaran dari fakta ini telah dijamin dengan ketulusan yang besar oleh lusinan orang dengan kepercayaan yang mutlak, yang telah saya kenal secara dekat sejak masa kanak-kanak, dan yang masih hidup (1937), serta oleh orang-orang dari berbagai wilayah di negara ini yang hadir saat itu. 

Dalam satu aspek, ini adalah efek keajaiban matahari yang paling menakjubkan dan salah satu bukti terbaiknya:

Jumlah energi yang dibutuhkan untuk melakukan proses pengeringan instan ini akan bisa

membakar semua orang yang hadir seandainya itu terjadi sesuai hukum alami. Dan aspek

keajaiban ini bertentangan dengan hukum alam secara radikal, dan tidak ada setan yang bisa melakukan hal itu. 

Dan akhirnya, ada juga keajaiban moral yang berupa pertobatan banyak orang. Dalam bukunya, Meet

the Witnesses, John Haffert menulis:

“Kapten resimen tentara yang bertugas di gunung saat itu — dengan perintah dari atasannya untuk mencegah kerumunan orang banyak — langsung dia bertobat. Begitu pula terjadi pada ratusan orang lainnya, orang-orang yang tidak beriman, mereka bertobat, seperti yang ditunjukkan oleh kesaksian mereka.” 

“Ada seorang yang tak beriman di sana yang menghabiskan pagi itu dengan mengejek 'orang-orang bodoh' yang pergi ke Fatima hanya untuk melihat seorang gadis biasa disana. Dia sekarang tampak lumpuh, matanya terpaku kepada matahari. Dia mulai gemetar dari kepala sampai kaki, dan mengangkat tangannya, berlutut di dalam lumpur, berseru kepada Tuhan." (Pastor Lourenço) 

“Saya tinggal delapan belas mil dari Fatima. Dan pada Mei 1917 kami diberi tahu tentang peristiwa luar biasa dari penampakan itu, tetapi berita yang datang kepada kami bercampur dengan fantasi orang-orang. Tentu saya tidak percaya. Dengan sungguh saya mengira itu hanya imajinasi seseorang. ... Atas permintaan ibu saya, saya pergi sekali lagi ke Cova da Iria pada bulan Agustus pada saat penampakan. Sekali lagi saya kembali ke rumah dengan putus asa dan kecewa. Namun saat itu, sesuatu yang luar biasa terjadi. Ibu saya, yang menderita tumor besar di salah satu matanya selama bertahun-tahun, sembuh. Dokter yang merawatnya mengatakan dia tak dapat menjelaskan kesembuhan seperti itu.

Masih saja saya tidak percaya pada penampakan barusan. Akhirnya, dan sekali lagi atas permintaan ibu saya, saya pergi ke Cova da Iria sekali lagi pada tanggal tiga belas Oktober. ... Terlepas dari apa yang terjadi pada ibu saya, saya kecewa dan tidak percaya pada penampakan itu. Maka saya duduk di dalam mobil saya. Kemudian seketika saya menyadari bahwa semua orang melihat ke langit. Kemudian keingintahuan alami menarik perhatian saya, dan saya turun dari mobil dan ikut melihat ke langit juga. ... Dari ratusan mulut di sekitar saya, saya mendengar pernyataan keyakinan dan kasih kepada Perawan Terberkati. Dan kemudian saya percaya." (Mario Godinho, seorang insinyur) 

Banyak sekali kesembuhan dan pertobatan lainnya didokumentasikan, antara lain ada di dalam buku berikut ini: Documentação Crítica de Fátima dan Fatima from the Beginning. 

Bagi mereka yang mengatakan mukjizat adalah produk dari "histeria massa" di tempat kejadian, Tuhan sendiri menyusun bantahan yang tegas: fenomena itu bisa disaksikan dan dikagumi dari luar Fatima. Saksi-saksi yang asli dan dapat dipercaya, yang berada sangat jauh dari Cova da Iria, menceritakan telah melihat hal yang belum pernah terjadi sebelumnya yang berupa tontonan tarian matahari, persis dengan yang disaksikan oleh 70.000 peziarah yang berkumpul di sekitar holm-oak tempat Sang Perawan itu menampakkan diri. 

Di desa kecil Alburitel, yang terletak sekitar sepuluh mil dari Fatima, orang di seluruh kota itu bisa menikmati penglihatan keajaiban matahari. Kesaksian yang sering dikutip adalah dari pastor Inacio Lourenço, karena itu yang paling detail. Apa yang dia katakan, bahwa semua penduduk desa yang ditanyai oleh penyidik, menegaskan bahwa diri mereka menyaksikan penglihatan itu dengan cara yang persis sama. 

Para saksi dari peristiwa itu memang tidak terhitung banyaknya, kesaksian mereka sama dan kita kebanjiran data dengan dokumen yang mereka tinggalkan bagi kita. 

Pertama-tama, banyak laporan muncul sekaligus di pers Portugis. Itu patut diperhatikan bahwa yang pertama memberikan kesaksian adalah reporter yang bersikap anti gereja. Tiga artikel Avelino de Almeida — salah satunya bertanggal 13 Oktober, tepat sebelum kejadian; yang lainnya tanggal 15 Oktober, diedit pada koran Vila Nova de Ourem pada malam hari tanggal 13; dan artikel ketiga tanggal 29 Oktober — yang pantas mendapatkan perhatian khusus. Terlepas dari nada mengejek dan ironi Voltarian, yang menginspirasi sebagian artikel pertama, terlepas dari nada anti gereja yang diharapkan masih muncul dalam artikel ke-15, teks-teks ini berasal dari reporter berbakat, dan selain itu juga jujur ​​dan teliti; ini adalah dokumen sejarah yang sangat penting. 

Tapi dia bukan satu-satunya orang yang menceritakan fakta, karena para wartawan lain juga hadir di Cova da Iria saat keajaiban berlangsung. 

Selanjutnya ada investigasi resmi. Pada November 1917, atas permintaan Uskup de Lima Vidal, yang saat itu mengelola Keuskupan Lisbon, dipimpin oleh pastor paroki Fatima, melakukan investigasi dan menanyai beberapa saksi di paroki tersebut. Sayangnya, dia hanya menyalin empat kesaksian dari ribuan kesaksian yang ada! 

Investigasi para sejarawan untungnya bisa mengkompensasi kekurangan para pejabat penyelidik. Laporan Pastor Formigao, yang diperoleh dari Dr. José Maria de Almeida Garrett, profesor di Fakultas Sains Coimbra, yang memberi laporan sangat teliti, adalah yang paling ilmiah yang kami miliki. Selain itu, kami memiliki laporan dari Pastor da Fonseca (yang tulisannya dilakukan untuk memverifikasi poin-poin yang disengketakan oleh Pastor Dhanis, yang menolak untuk memeriksa bukti-bukti yang ada), dan beberapa laporan mendukung dari Pastor de Marchi, Canon Barthas, Pastor Dias Coelho dan Pastor Richard. 

Pada tahun 1977, untuk memperingati ulang tahun keenam puluh penampakan terakhir Fatima, masih memungkinkan bagi kita untuk mengumpulkan di Fatima lebih dari tiga puluh orang yang telah hadir di dalam peristiwa keajaiban matahari dan bisa menceritakan kembali kesaksian mereka. Berkat banyak berbagai kesaksian itu, dimungkinkan untuk merekonstruksi secara tepat dari semua komentar dan kesaksian yang ada, hingga memungkinkan kita untuk menghidupkan kembali, jam demi jam dan menit demi menit, hari yang sangat menentukan ini, yang pasti menjadi salah satu yang terpenting dalam sejarah dunia. Memang, bukti adanya keajaiban matahari pada 13 Oktober 1917 begitu luar biasa sehingga pada tahun 1952 bahkan Hollywood menjamin keaslian keajaiban itu dengan merilis film klasik (dibintangi oleh Gilbert Roland) berjudul “The Miracle of Our Lady of Fatima,” yang dipasarkan dalam bentuk video hingga hari ini. 

Mengapa hari ini menjadi sangat penting? Karena ini adalah hari dimana sebuah pesan surgawi dari Bunda Allah disahkan tanpa keraguan; pesan yang lebih dari 90 tahun kemudian, berdiri di tengah situasi Gereja dan dunia yang sangat berbahaya saat ini, merupakan sebuah momen dalam sejarah manusia yang menawarkan jalan keluar bagi kita. 

 

-----------------------------------

 

Selanjutnya: Bab 2 - Penentangan Berkepanjangan Dimulai 

Silakan melihat artikel lainnya disini: 

Uskup Agung Viganò: Takhta Suci Menjadikan Dirinya Hamba Dari Tata Dunia Baru

Katakombe Baru

Pedro Regis 5111 - 5115

Gisella Cardia 17, 21, 24 April 2021

Para Gembala Bukanlah Orang Upahan

Enoch, 24 April 2021

LDM, 27 April 2021